NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 : Saingan

Suara gigi Azima gemeretak menahan kesal dan amarah. Andaikata, ia tidak sedang berada di ruang terbuka dengan banyak manusia, sudah dia gulung gulung juga itu si A jadi sushi .

Tatapan Azima setajam belati hingga A terlihat susah payah menelan ludah nya sendiri. Jika sudah menyangkut Annasya , A nampaknya tidak bisa macam macam. Seperti sejoli, Azima sangat menyayangi Annasya begitupun sebaliknya.

Hari ini, sebenar nya, A memang berencana meminta nomor Annasya pada Azima. Ya, mencoba dengan segala usaha terbaiknya meski harus mendapatkan kata kata makian. Tapi jika sudah dalam situasi mengerikan seperti ini, jelas dia tidak akan berani.

" Aku tau, kamu mau nomor nya , kan ? "

A bungkam namun kepalanya mengangguk sangat pelan, bahkan hampir tidak terlihat.

Azima tersenyum sinis. " Maaf, aku juga tidak punya ! " Ujar Azima mengerlingkan mata tanda jengah.

" Zi...Bisakah...." Meski sudah tau konsekuensi yang akan di terima , A tetap saja berusaha walau keberhasilannya sangat tipis.

" Jangan coba coba membayangkan aku memberikan nomor nya padamu! TIDAK AKAN ! " Ulti Azima.

A menghela nafas. Pupus sudah harapan A mendapat kan nomor telpon Annasya lewat Azima. Ingin meminta pada umi Tata sama hal nya jika ia sedang melakukan percobaan bunuh diri.

" Kau tega sekali. "

" Aku? Tega ? Hei_ ngaca mas. " Kesabaran Azima benar benar di uji di sini. " Dulu, sudah pernah aku katakan untuk setidaknya mencoba mengenal Asya. Tapi, apa yang mas bilang? ' Aku tidak suka dengan wanita tidak jelas sepertinya ' ! Ya sudah, apa selama ini mas pikir, Annasya yang menggebu gebu ingin menikah dengan mu ? Oh_ kamu salah paham. Andai Annasya juga bisa memilih , dia tidak akan mau menikah dengan batu seperti mu! "

Azzam membisu. Jujur selama ini, ia memang menganggap jika Annasya lah yang merengek pada Oma Aqila agar mau di jodohkan dengan nya. Makanya, Azzam muak dengan Annasya.

Dari jauh, Ayyazh terus memperhatikan interaksi Azima dan A. Ia menangkap keakraban lewat obrolan yang terlihat intens tanpa henti. Dia tidak tau saja kalau kedua bersaudara itu sedang perang dingin.

Merenungi kesalahan yang tak kunjung berakhir, A pun harus kembali memasang senyum di tengah kegundahan hatinya. Ia kedatangan tamu penting, hingga mau tidak mau, A harus meninggalkan Azima, berhubung Ayyazh juga terlihat sedang bercengkrama dengan beberapa rekan bisnis nya, jadilah Azima benar benar di tinggal sendirian.

A pergi, dan Azima masih di rundung rasa kesal hasil dari perdebatannya dengan A. Untuk menghilangkan kekesalannya, ia mulai mengobrak abrik dessert table yang menyajikan berbagai jenis cake manis dan lezat.

Sepotong cake rasa matcha baru saja ia gigit sebelum seseorang datang menyapa.

" Hai..."

Azima merasa jika panggilan akrab itu di tujukan untuk nya, karena itu, ia menoleh.

Ia menelan cake nya terlebih dahulu, kemudian. " Saya?"

Pria itu mengangguk. " Apa kamu tidak mengingat ku?" Tanya nya tersenyum manis.

Azima mengernyit. Lalu menggeleng pelan. " Tidak. " Azima pun meletakkan piring cake nya di atas meja.

" Kita bertemu di Athena beberapa bulan lalu, aku dokter Justin. " Ia mengulurkan tangan namun Azima menangkup tangan di depan dada sebagai balasan perkenalan untuk pria yang bernama Justin itu.

Sembari berkenalan singkat, Azima memutar otak untuk mengingat siapa gerangan pria yang mengenal nya. Hingga, sekelebat ingatan muncul ketika dirinya mengikuti simposium internasional di Yunani sekitar tiga bulan lalu.

" Oo,,saya ingat. Anda dokter Justin Choi, kan ? "

" Yap benar sekali. " Ia terlihat sangat bahagia saat Azima mengingat nya.

Azima pun ikut tersenyum . Pria tampan bermata sipit itu adalah host di acara simposium cardio yang di adakan kurang lebih satu minggu di Athena, Yunani.

Mungkin Azima tidak begitu memperhatikan, tapi selama tinggal di hotel, kamar mereka berhadapan. Jadi wajar jika Justin mengingatnya dengan baik.

" Aku tidak pernah menyangka bisa bertemu di sini dengan mu, sampai beberapa saat lalu, aku baru tau kalau ternyata kamu adalah adik nya Azzam. "

" Kamu kenal dengan Azzam ?"

" Secara personal, tidak. Tapi, aku sering bertemu dengannya melalui kakak ku. "

" Oooo.."

Komunikasi alot itu nampaknya membuat seseorang di ujung sana kepanasan sendiri di ruangan yang full AC.. Beberapa lawan bicara yang merupakan rekan bisnis Ayyazh mulai di acuhkan. Perhatiannya terus tertuju pada wanita cantik yang terlihat begitu serius berbicara dengan lawan jenis.

Ayyazh semakin tersulut emosi, apalagi ketika netra elang nya menangkap si pria yang mencoba memilihkan beberapa jenis cake yang bertebaran di atas meja .

Dari jarak beberapa meter, Ayyazh mengambil gambar Justin .

" Khal ! " Panggil Ayyazh dari balik telpon.

" Iya, tuan. "

" Cari tau sekarang juga, siapa pria yang bersama istriku ! " Perintah Ayyazh lalu mengakhiri panggilan .

Beberapa menit kemudian, Khal masuk ke dalam tempat perayaan acara. Begitu melihat Ayyazh , ia segera menghampiri.

" Siapa dia ? "

" Namanya, Choi Jung Woo, atau Justin Choi, tuan . Dia adalah dokter jantung ternama dari Korea Selatan. Dia bertemu dengan nona muda beberapa bulan lalu di Athena dalam rangka simposium jantung internasional. Kakaknya, Choi Minho atau Michael Choi merupakan rekan bisnis dan sahabat tuan Azzam.

" Siapkan mobil ! " Perintah Ayyazh setelah mendengar penjelasan Khal.

" Baik, tuan. "

Beberapa saat kemudian , Khal kembali masuk, " Mobil sudah siap, tuan."

Di penuhi amarah, Ayyazh melangkah cepat menghampiri Azima dan menarik tangan nya . " Ayo pulang! "

" Eh...." Azima melongo.

Begitupun Justin. " Tunggu ! "

Ayyazh menoleh. Namun tatapan nya bak yakuza yang siap menguliti Justin hidup hidup.

" Hei_ anda siapa ? Jangan terlalu kasar sama perempuan . " Justin mencoba memegang tangan Azima dan berusaha menahan, tapi sebelum tangan Justin menyentuh ujung kuku Azima , Ayyazh lebih dulu menepis tangan Justin dengan keras.

Justin terkejut . Ia menatap bingung ke arah Ayyazh .

Ayyazh tersenyum smirk , " Kau tidak bilang padanya siapa aku ?" Pertanyaan itu untuk Azima. Tapi iris amber nya tetap menatap tajam wajah Justin.

" Ha...aku.." Azima melongo. Di tarik Ayyazh dengan keras membuatnya terkejut dan sulit berkonsentrasi.

Azima tidak sempat pamit pada Justin akibat tarikan tangan Ayyazh yang cukup kuat. Sementara itu, Justin mencoba memburu, ia menganggap pria tadi terlalu kasar pada seorang wanita. Sayang, langkah cepatnya di hadang Khal.

" Anda mau kemana ?"

Justin mengernyit. " Siapa kau ? Aku tidak punya urusan dengan mu ."

Justin berencana kembali memburu Azima, namun baru selangkah ia maju , Khal menghentikannya.

" Cukup sampai di sini saja, tuan Justin. "

" Tapi...dia.." Sembari menunjuk Ayyazh yang membawa Azima . Namun, kalimat itu tidak selesai karena nyali Justin tiba tiba menciut menatap netra tajam Khal.

" Terima kasih atas pengertian nya , tuan Justin. Permisi."

Khal membungkukkan badan di depan Justin sebelum berbalik menyusul tuan dan nona Moez.

Tinggalah Justin yang kebingungan. " Dari mana pria menakutkan itu tau nama ku ?"

...****************...

1
happy
😍😍😍👍👍
Magichand01 86
crta annasya sm A donkk
Fittar
A da Ayyazh sama saja. sok peduli tapi beraninya dibelakang aja. gak berani kalau udah di depan orangnya. apalagi si Ayyazh ini cemburuan aja. ngomong sama zizi aja kayak orang musuhan. sekedarnya
Nata Abas
😄😄😄
Shee_👚
kadang aku sebel kalau baca kembar A😔
habisnya setiap bab ko ya dikir amat, mana nunggu up sehari berasa lama banget, eh giliran udah up baru baca dh abis🙈🙈
Shee_👚
jangan panggil khal kalau dia g tau apa². bisa langsung di penggal sama yazh kalau g bisa nyari tau kamu dalam satu menit🤭
Shee_👚
jangankan di pegang kamu justin, orang pelukan sama kaka kandung aja kalau bisa mah kagak boleh😂
Shee_👚
makanya jangan suka jul mahal, g tau apa zizi itu banyak idolanya. lah situ dah bisa ngiket zizi malah di cuekin.
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wah parah Malah di samain sma batu, g sekalian zi sama dindingnya 🤣
Shee_👚
jangan kasih zi, suruh A usaha sendiri. emang A g bisa apa telp umi tata. bukannya asya tinggal di rumah umi tata? atau g??
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!