NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno

Terlempar Ke Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi / Ruang Ajaib
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Jia Li adalah seorang dokter genius dari modern. Meski begitu, keluarganya sendiri tidak pernah menghargainya dan lebih menyayangi kakak laki-laki nya yang menjadi pengangguran.

Tepat setelah Jia Li selesai melakukan operasi. Sebuah tamparan menantinya di pintu keluar. Awal dari segalanya.

Jiwa Jia Li terseret ke zaman kuno, lebih tepat nya memasuki raga Lin Jia. Lin Jia adalah putri dari Kaisar Lin Dong dan selir kedua. Diam - diam di belakang Kaisar. Lin Jia di remehkan karena tidak memiliki Elemen apapun dalam tubuhnya.

Namun semua berubah saat jiwa Jia Li menempati raga Lin Jia. Berkat bantuan sistem dan ruang ajaib. Jia Li akan mengubah takdir Lin Jia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak

Pangeran Lin Tian berjalan dengan tatapan yang tidak sedikit pun beralih dari kedua telapak tangannya sendiri. Jari-jarinya sesekali bergerak, memicu percikan cahaya tujuh warna yang samar namun berdenyut kuat—sebuah kebenaran nyata dari Tujuh Elemen yang kini bersemayam di dalam tubuhnya.

Melihat kelakuan sang kakak yang terus-menerus mengagumi tangannya seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru, Lin Jia hanya bisa memutar bola matanya malas.

Gadis itu menghela napas panjang, namun ia memilih untuk tetap diam dan tidak merusak suasana. Jauh di dalam lubuk hatinya, Lin Jia tahu betul betapa menderitanya perjuangan sang kakak selama ini, dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah Pangeran Lin Tian saat ini adalah sesuatu yang sangat layak ia dapatkan.

Namun, suasana tenang itu hanya sementara.

Tiba-tiba...

Aura di sekitar mereka memberat.

Seketika itu juga, langkah kaki mereka terhenti secara serentak. Senyum kebahagiaan yang baru saja menghiasi wajah Pangeran Lin Tian lenyap tanpa bekas, digantikan oleh tatapan mata yang beralih menjadi sedingin es, tajam menyapu setiap sudut pepohonan yang tinggi.

Di sampingnya, Lin Jia tetap mempertahankan ekspresi tenangnya yang khas, meskipun tangannya diam-diam sudah bersiap memanggil pedang elemen nya.

"Sesuatu mendekat ke arah sini." kata Wu Kevin dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Tanpa perlu dikomando dua kali, Wu Kevin dan Mei Mei langsung melompat ke depan, mengambil posisi yang sempurna guna membentengi sang Tuan dan Nona mereka dari sesuatu yang bahaya.

Di saat yang sama, Serigala Roh Hewan yang berjalan di sisi Lin Jia langsung menegakkan bulu kuduknya. Hewan itu berdiri kokoh, mengeluarkan geraman rendah dari sela-sela taringnya saat merasakan tekanan yang begitu kuat dan menindas.

Sementara itu, di udara, Griffin kembar yang terbang mengawal di atas kepala Pangeran Lin Tian mulai mengepakkan sayap mereka dengan gelisah, menggeram lirih sembari mengitari area udara dengan radius yang menyempit.

Whush!

Tiba-tiba, angin badai berembus dengan sangat kencang, merontokkan dedaunan dan mematahkan ranting-ranting pohon di sekitar mereka.

Sebuah bayangan melesat sangat cepat, bergerak bagai kilat yang terlalu kabur untuk bisa ditangkap oleh mata manusia biasa.

Serigala Roh Hewan tidak lagi menahan diri; ia langsung mengaum keras, memecah kesunyian hutan Wanshou sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan asing tersebut.

Ketika debu akibat embusan angin itu perlahan menipis, dua sosok telah berdiri dengan anggun tepat di hadapan mereka.

Mata Wu Kevin, Mei Mei, dan Pangeran Lin Tian seketika terbelalak sempurna, dipenuhi rasa tidak percaya yang luar biasa. Hanya Lin Jia yang reaksinya berbeda; kedua matanya justru menyipit penuh selidik, mencoba membaca situasi.

"Itu... tidak mungkin..." Mei Mei berbisik dengan suara yang bergetar hebat karena terkejut. "Itu adalah Hewan Roh Singa putih dan Hewan Roh Harimau putih! Hewan tingkat tinggi dan suci... mereka adalah penguasa kekosongan yang memiliki kekuatan murni elemen Air dan elemen Angin tingkat tertinggi!"

Kedua Hewan Roh tersebut hanya mendiami puncak tertinggi terlarang di dalam Hutan Wanshou yang tidak tersentuh oleh siapapun. Sepanjang sejarah, mereka tidak pernah sekalipun menampakkan diri di hadapan siapa pun.

Kedua Hewan Roh itu terlalu pintar dan agung untuk bisa dilacak, dan mereka juga sangat pintar bersembunyi atau menyembunyikan aura mereka.

Namun sekarang, kedua makhluk yang memiliki sayap megah itu justru turun dari tempatnya dan memperlihatkan dirinya.

Keheningan yang mencekam kembali melanda, sebelum akhirnya sebuah suara berat dan penuh wibawa menggema langsung di dalam kesadaran batin mereka semua.

"Aku merasakan..." ucap Singa Roh melalui transmisi suara batin yang menggetarkan jiwa." Seorang kultivasi elemen sejati yang sangat murni."

Harimau Roh Putih berbulu salju di sampingnya perlahan melipat sayap besarnya. "Kami datang bukan untuk bertarung, melainkan untuk memberi hormat kepada pemilik takdir," kata Harimau Roh, suaranya terdengar agung saat ia menundukkan kepalanya dalam-dalam di hadapan Pangeran Lin Tian.

Singa Roh kemudian melangkah maju satu tapak, matanya yang berkilau emas menatap lurus ke arah Pangeran Lin Tian dan Lin Jia secara bergantian.

"Banyak kultivator elemen yang datang selalu membawa niat buruk, keserakan, dan hati yang kotor... namun kami melihat hal yang berbeda pada kalian. Jiwa kalian berdua... sangat murni tanpa noda."

"Karena itu..." ucap kedua Hewan Roh suci itu secara bersamaan, suara mereka menyatu dengan alam. "Jadikan kami Hewan Roh kontrak kalian."

Mendengar permintaan tersebut, mata Pangeran Lin Tian dan Lin Jia langsung membelalak sempurna. Mereka membeku di tempat.

Tidak ada pertarungan.

Dan kedua Hewan Roh itu langsung menyerahkan diri.

Sementara itu, Wu Kevin dan Mei Mei langsung menutup mulut dengan kedua tangan. Mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

Suasana menjadi hening, menyisakan perpaduan rasa syok, kagum, dan ketidakpercayaan yang amat sangat di udara.

Di sisi lain, Serigala Roh milik Lin Jia dan Griffin kembar yang tadinya sempat menegang kini mulai tenang. Insting tajam mereka merasakan bahwa energi Hewan Roh di hadapan mereka bukanlah sebuah ancaman, melainkan sebuah perlindungan.

Pangeran Lin Tian dan Lin Jia saling pandang selama beberapa saat, berkomunikasi lewat tatapan mata untuk meyakinkan satu sama lain. Setelah menarik napas dalam-dalam, mereka berdua mengangguk mantap.

"Baiklah," kata Lin Jia akhirnya."Kami tidak akan menolak."

Seketika, Singa Putih bersayap itu bergerak maju mendekati Lin Jia, sementara Harimau Putih bersayap bergerak anggun ke arah Pangeran Lin Tian. Cahaya berpendar terang di bawah kaki mereka saat prosesi pembuatan kontrak dimulai.

Di bawah saksi langit hutan Wanshou, kedua Hewan Roh agung itu bersumpah dan berjanji akan menjadi pengikut yang paling setia seumur hidup mereka.

Namun.

Tiba - tiba!

DUAR!

Sebuah ledakan dahsyat yang disertai gempa bumi berskala besar mendadak mengguncang fondasi tanah Hutan Wanshou.

Langit seolah sedang runtuh. Kekuatan getaran tersebut melemparkan gelombang kejut yang mengejutkan setiap pasang mata di sana.

Bukan hanya Pangeran Lin Tian dan Lin Jia, tetapi juga menjalar ke seluruh penjuru hutan, meneror semua peserta yang sedang mengikuti kompetisi berburu.

Di sisi bagian barat hutan, kepanikan langsung pecah. Bangsawan Yu dengan panik mencengkeram dahan pohon besar di dekatnya agar tidak terjatuh akibat guncangan tanah yang luar biasa.

"Apa yang sedang terjadi?! Kenapa tiba-tiba ada gempa?!" teriak Bangsawan Yu dengan suara gemetar menahan takut.

Di sampingnya, Bangsawan Meng yang berusaha keras menjaga keseimbangan tubuhnya hanya bisa menggelengkan kepala dengan wajah pucat pasi. "Aku tidak tahu... getarannya terlalu kuat! Ini bukan sekadar gempa bumi biasa, struktur tanahnya seperti sedang dipaksa bergeser!" katanya berteriak di sela gemuruh.

Sementara itu di belahan hutan yang lain, situasi tidak kalah mencekam. Rong Hui yang limbung langsung berpegangan erat pada pundak Zhang Hana, menggunakan sahabatnya itu sebagai tumpuan agar kakinya tetap berpijak di tanah.

"Kenapa tiba-tiba tanahnya bergetar sehebat ini?!" tanya Rong Hui dengan napas yang memburu panik.

Zhang Hana menggeleng lemah, matanya menyipit tajam menembus kabut hutan. "Aku tidak tahu pasti... tapi aku merasakan sesuatu yang berbahaya... dan tidak mudah di kendalikan... telah bangkit." bisik Zhang Hana dengan rahang yang mengeras.

Kembali ke tempat Lin Jia berdiri, debu-debu berterbangan tinggi menjerat udara. Pangeran Lin Tian dan Lin Jia secara refleks mengeluarkan pedang elemen nya, mata mereka menatap tajam dan lurus ke satu titik di depan sana.

"Apa yang terjadi?" gumam mereka bersamaan, suara mereka sarat akan kewaspadaan tingkat tinggi menghadapi sesuatu yang baru saja dimulai.

1
Cty Badria
up lg ni hadiah /Rose/
Mydar Diamond
lanjuutt upnya mungkin calon suami masa depan telah di temukan🤔
Dewiendahsetiowati
apakah ini calon imam Lin Jia
Hendri Wirawan
bagus....lanjutkan
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Anonim
ceritanya bagus, masih awal tapi menarik buat dibaca. lanjut semangat yaaa/Determined//Rose/
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. semangat✍️👈😍☺
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Dania
semangat tor di tunggu upnya
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak bgus crita'y😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!