Memiliki tubuh obesitas ternyata membuat Amanda dibenci orang-orang di sekeliling, keluarga yang selama ini dia percaya. Di saat usianya berusia 10 tahun ibunya pergi meninggalkannya membuatnya hidup bersama sang ayah.
Hidupnya sejak kecil begitu sempurna nyaris tidak pernah merasakan kesulitan, ketika sang ayah menikah dengan teman masa SMA- ya yang sudah memiliki dua Putri. Amanda justru mendapatkan kasih sayang dari ibu tirinya.
Tetapi siapa sangka Amanda menyadari semua itu hanyalah sandiwara ketika dia sudah dewasa. Tubuhnya yang gendut dengan wajah yang jelek, cupu membuat keluarganya jijik kepadanya, kematian ayahnya membuat penderitaan hidupnya semakin bertambah.
Pria yang dia nikahi baru 1 bulan ternyata memiliki hubungan dengan saudara tirinya, dikhianati oleh keluarganya sendiri membuat Amanda nyaris ingin mengakhiri hidup.
Tetapi semangatnya kembali dalam bentuk pembalasan ketika semua berlalu dia datang dengan penampilan yang sempurna bahkan nyaris Tidak dikenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Rahasia Besar
Amanda saat ini berada di dalam kamar bersama dengan Gina. Amanda sudah mengganti pakaiannya dan sekarang mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
"Hmmmmm, pimpinan kamu sudah memiliki istri?" tanya Amanda tiba-tiba saja ingin mempertanyakan secara detail tentang Egar.
"Pak Egar maksudnya?" tanya Gina.
"Ya," jawab Amanda.
"Belum, beliau belum menikah dan bukankah aku pernah menceritakan kepada kamu tentang beliau yang memiliki hubungan dengan model profesional Nona Maudy yang merupakan adalah tunangannya," jawab Gina.
"Tetapi aku tidak pernah melihat pemberitaan bahwa Maudy model terkenal itu memiliki kekasih?" sahut Amanda.
"Mungkin pak Egar tidak ingin kehidupan pribadinya tidak harus di ekspose, karena ada juga beberapa media yang menangkap mereka kencang bersama, terlihat romantis dengan bergandengan lalu disiarkan di televisi dengan banyaknya netizen menduga-duga mereka memiliki hubungan, karena tidak adanya klarifikasi diantara keduanya dan berita itu hilang begitu saja. Pada intinya mereka tidak ingin terlalu dicampuri banyak orang," jelas Gina.
"Begitu....."
"Hmmmm, menurut kamu apa mereka berdua saling mencintai?" tanya Amanda.
Gina mengerutkan dahi mendengar pernyataan itu yang membuatnya bingung.
"Entahlah, aku melihat keharmonisan hubungan mereka dan mungkin saja mereka saling mencintai satu sama lain, apalagi pak Egar juga laki-laki yang setia, selama ini saat aku menjadi sekretarisnya, dia benar-benar pimpinan yang tidak pernah aneh-aneh dengan klien wanita dan menurutku. Nona Maudy beruntung memilikinya," jawab Gina.
"Jika dia beruntung memiliki kekasih yang setia, artinya keadilan itu belum berpihak kepada," batin Amanda.
"Tetapi satu tahun yang lalu pernah ada berita heboh mengenai dunia permodelan, sisi gelap dunia permodelan yang berhubungan dengan sutradara dan juga fotografer, nama Nona Maudy sempat terseret memiliki skandal dengan salah satu pemilik rumah produksi terbesar, tetapi scandalnya benar-benar hilang begitu saja karena orang-orang yang di sekitarnya benar-benar orang yang berduit," ucap Gina.
"Apa kamu ingin mengatakan bahwa sebenarnya Maudy menjadi modal terkenal saat ini karena ada sesuatu dibaliknya?" tanya Amanda.
"Aku hanya menduga-duga saja, jika memang dunia model segelap itu dan harus menjadi pelacur dulu untuk mendapatkan nama yang dikenal, maka kasihan juga pak Egar, jika kekasihnya ternyata tidak setia," ucap Gina.
"Kenapa kamu bisa beranggapan seperti itu?" tanya Amanda dengan kebingungan yang merasa ada arti dari apa yang telah dikatakan Amanda.
"Buktinya Nona Maudy sampai saat ini bersih dari scandal, karirnya sangat mulus dan tidak pernah terjerat skandal tetapi, langsung hilang begitu saja, tetapi tidak mungkin juga dia tidak setia pada kekasihnya, karena aku sangat yakin Pak Egar tidak bodoh dan pasti tidak ingin bersama dengan wanita yang tidak beres," ucap Gina.
"Apa maksud Amanda? Benarkah Maudy yang 5 tahun tidak aku temui dan tiba-tiba saja sudah menjadi model terkenal yang padahal sejak dulu dia selalu berusaha untuk meraih karirnya dengan bersusah payah pergi ke agensi 1 dan ke agensi lainnya yang tidak ada yang menerimanya. Lalu dengan cepat tiba-tiba karirnya meroket dan jika ada uang di baliknya, dulu juga Papa mendukung karirnya dan pada nyatanya tidak seperti saat ini,"
"Jangan-jangan Maudy mendapatkan semua ini secara instan karena sesuatu yang dia korbankan dengan ini bebas dari apapun karena ada orang hebat di belakang yang berani menjaminnya. Amanda kamu sepertinya harus lebih hati-hati lagi, Maudy adalah satu-satunya orang yang paling pintar bersandiwara dan manipulatif," batin Amanda terlihat begitu khawatir.
"Amanda aku kembali ke kamar sebentar harus menyiapkan dokumen-dokumen yang harus ditandatangani oleh pak Egar. Kamu sebaiknya istirahat saja," ucap Gina.
"Baiklah, terima kasih sudah membantuku," sahut Amanda yang membuat Gina menganggukkan kepala dan langsung keluar dari kamar Amanda.
"Aku harus mencari tahu, kenapa Maudy begitu mudah menjadi model terkenal, seperti apa yang dikatakan Gina, Maudy dengan cepat berkembang dan karirnya terus naik, aku yakin dia tidak sendirian dan tidak mungkin keluarganya yang membantunya," ucap Amanda.
*****
Jakarta
Seorang pria sekitar 40 tahunan, dengan tubuh yang tampak tegap, berkulit sawo matang dengan memiliki kumis sedikit kasar di bagian wajahnya.
Pria itu saat ini sedang merokok dengan satu kakinya berada di atas pahalanya.
Ceklek
"Kamu gagal melakukannya?" pintu ruangan itu terbuka.
Maudy terlihat marah yang saat ini menggunakan dress panjang berwarna merah mencolok dengan belahan sampai pahanya.
"Maudy jika memasuki ruangan saya dan sebaiknya mengetuk pintu terlebih dahulu!" tegas pria tersebut.
"Anthony, untuk menyelesaikan wanita itu saja kamu tidak bisa," ucap Maudy yang saat ini sudah memasuki ruangan pria yang bernama Anthony itu.
"Lihatlah....." Anthony mengarahkan matanya untuk melihat ke arah meja.
Maudy melihat foto-foto yang didapatkan Antony dan ternyata itu adalah Amanda yang berada di Jepang, Amanda yang diselamatkan oleh Egar dan bahkan foto-foto itu diambil secara rinci dari Amanda ditarik sampai akhirnya mereka berdua sama-sama tergeletak di aspal.
"Kurang ajar!" umpat Maudy langsung menjatuhkan foto-foto tersebut di atas meja dengan kekesalannya.
"Pacarmu menyelamatkannya dan apa yang bisa kulakukan, seharusnya dia sudah mati ditabrak oleh motor itu," sahut Anthony berdiri dari tempat duduknya mendekati Amanda.
"Egar tidak mengatakan kepadaku bahwa dia ikut ke Jepang untuk melihat proses iklan itu, dia mengatakan hanya bertemu dengan klien dan bisa-bisanya dia menyelamatkan wanita itu!" umpat Maudy.
"Ya, karena kekasihmu yang akhirnya membuat rencanaku berantakan dan aku tidak bisa langsung membunuhnya dengan satu rencana saja," sahut Anthony.
"Kalau begitu lakukan dua rencana untuk melenyapkannya!" tegas Maudy.
"Kenapa kamu benar-benar menginginkan wanita ini mati? Apa kamu takut saudara dirimu ini akan mengambil semua kembali harta yang telah kamu ambil dan keluargamu? Maudy bukankah selama ini kamu hidup dengan usaha dan kerja keras kamu sendiri tanpa ikut-ikutan dengan keluargamu?" tanya Antony.
"Kembalinya wanita ini dengan penampilan yang berbeda sudah pasti memiliki rencana dan menjadikan ancaman besar untuk. Aku tidak ingin memberi cela sedikit saja kepadanya!" tegas Maudy.
"Jadi kamu langsung ingin aku membunuhnya?" tanya Anthony.
"Lakukan, berita kepadaku jika dia sudah menjadi mayat. Aku tidak akan membiarkan wanita ini mengganggu hidupku dan apalagi berani-beraninya dekat dengan Egar," ucap Maudy dengan penuh amarah.
Banyak sekali kemarahannya saat ini dia pendam. Amanda hampir saja celaka dan semua itu tidak lepas dari perbuatan Maudy, jangan kemarahan Maudy semakin berpuncak ketika orang yang Amanda tak lain Egar. Mungkin Amanda benar, jika Maudy satu-satunya wanita yang paling pintar bersandiwara dan manipulatif.
Bersambung..