Mereka membunuhnya perlahan.
Meracuni hidupnya, mencuri kasih sayangnya, lalu menguburnya sebagai putri yang tak diinginkan.
Ketika tubuhnya membuka mata, jiwa dari dunia modern terbangun di dalam tubuh Arcelia Vareinne putri keluarga duke yang mati secara misterius sebelum hari pernikahannya.
Semua orang menganggap Arcelia lemah.
Ayahnya mengabaikannya.
Ibu tirinya memanipulasinya.
Saudara tirinya merebut seluruh hidupnya sedikit demi sedikit.
Namun kali ini berbeda.
Sebuah sistem misterius muncul, memberinya kesempatan kedua:
mengungkap pengkhianatan, menghancurkan musuh-musuhnya, dan merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.
Di tengah permainan politik kerajaan, rahasia keluarga bangsawan, dan konspirasi perebutan tahta, Arcelia perlahan berubah menjadi wanita yang ditakuti seluruh kerajaan.
Tetapi semakin dekat ia pada balas dendam, semakin dekat pula dirinya dengan pria paling berbahaya di kerajaan Pangeran Kael Draven. pangeran dingin yang dijuluki monster peran
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DRR_LOVE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raja Yang Kembali
GRRRRRR—
Seluruh lorong bawah tanah bergetar hebat, retakan mulai muncul di dinding batu kuno dan debu mulai berjatuhan dari langit-langit.
Sementara cahaya biru gelap perlahan keluar dari kedalaman lorong. Mata Arcelia Vareinne menyipit tajam. Di depannya, Pangeran Kael Astrael masih berdiri dengan senyum tenang.
Namun sekarang aura yang mengelilinginya bukan lagi aura manusia biasa. Bahkan Auriel terlihat ketakutan merasakan tekanan aura yang dikeluarkan pangeran Kael.
"Raja Pertama Arkanel..." Suara Auriel terdengar hampir seperti bisikan.
Putra Mahkota Elias Astrael langsung menoleh. "Apa maksudmu?"
Auriel menatap Pangeran Kael tanpa berkedip. "Aku sangat mengenali energi itu. Mustahil salah."
Pangeran Kael tertawa pelan, tawa yang tidak cocok dengan wajah mudanya karena tawa seperti seseorang yang telah hidup lama dan terdengar tenang. "Ternyata masih ada yang mengingatku." katanya.
Mata birunya perlahan berubah menjadi warna perak terang. Dan detik itu juga jantung Arcelia langsung berdegup keras saat melihat bola mata Pangeran Kael berubah.
Karena sesaat ia melihat seperti melihat sosok lain, bukan Pangeran Kael melainkan bayangan seorang pria bermahkota yang berdiri di belakangnya.
Sosok itu muncul hanya sepersekian detik kemudian langsung menghilang. Dan di detik itu juga sistem layar biru transparan milik Arcelia muncul,
[Peringatan Ekstrem.]
[Energi Jiwa Kuno terdeteksi.]
[Kecocokan identitas: 87%]
Mata Arcelia melebar sedikit. "Jiwa.? Jadi bukan reinkarnasi biasa." batinnya.
Pangeran Kael memandang layar sistem yang hanya bisa dilihat Arcelia lalu tersenyum.
Keheningan membeku, Auriel langsung melompat ke depan. "Tidak mungkin! Kau bisa melihat sistem?!"
Pangeran Kael hanya tersenyum dan jawaban itu saja sudah cukup bagi Auriel.
Untuk pertama kalinya sejak tiba di dunia ini Arcelia merasakan bahaya yang sesungguhnya. Karena selama ini sistem adalah rahasia terbesar miliknya. Dan sekarang ada seseorang yang dapat melihatnya.
"Tuan Rumah." Auriel terlihat sangat serius. "Dia jauh lebih berbahaya daripada Black Serpent."
Putra Mahkota Elias langsung menghunus pedangnya penuh. "Kita hentikan dia sekarang."
Namun Pangeran Kael menggeleng santai. "Terlambat."
GRRRAAAKKK—
Getaran besar kembali mengguncang lorong, cahaya biru tua langsung meledak dari ujung terowongan.
Semua orang menoleh ke arah sumber suara. Dan di kejauhan sebuah gerbang raksasa mulai terlihat dengan tinggi puluhan meter yang di penuhi simbol kuno serta lambang keluarga Arkanel yang terukir megah di tengahnya.
Gerbang Arkanel. Segel yang bertahan selama ratusan tahun kini mulai terbuka sedikit demi sedikit. Dan setiap kali celahnya melebar energi kuno memenuhi seluruh ruang bawah tanah.
[Misi Utama dalam kondisi kritis.]
[Persentase pembukaan gerbang: 32%]
"Si@lan!!!" Marcus langsung mengutuk pelan sambil mengangkat pedangnya. "Yang Mulia, kita harus menghentikannya!"
Namun Pangeran Kael kembali berbicara. "Tidak ada gunanya." Matanya tertuju pada Arcelia. "Karena kuncinya sudah datang."
Semua langsung menoleh ke arah Arcelia.
Mata Pageran Kael dipenuhi obsesi. "Aku mencarimu selama bertahun-tahun."
"Aku tidak mengenalmu." jawab Arcelia singkat dan cepat.
"Tidak.?" Pangeran Kael tersenyum tipis. "Kamu tidak mengenalku."
Jawaban Pangeran Kael itu terasa sangat aneh seolah ada makna lain di baliknya. Lalu tiba-tiba potongan memori asing muncul di kepala Arcelia.
Seorang gadis kecil berasa di taman bunga dengan pria berambut perak yang tersenyum hangat. Dan ada suara seseorang berkata:
"Jika suatu hari aku menghilang..."
"Jangan buka gerbang itu."
BRAK!
Arcelia langsung memegang kepalanya, napasnya memburu.
"Apa yang terjadi?!" Putra Mahkota Elias langsung mendekat.
Namun sebelum ia sempat menyentuhnya Pangeran Kael berbicara pelan. "Jadi kamu mulai mengingat."
Mata Arcelia langsung terangkat tatapan mereka bertemu. Dan untuk pertama kalinya senyum Pangeran Kael menghilang sepenuhnya yang tersisa hanyalah kesedihan aneh. Kesedihan yang tidak cocok dengan seorang penjahat.
"Arcelia." Suara Pangeran Kael terdengar jauh lebih lembut. "Apakah kamu ingin tahu siapa yang benar-benar membunuh ibumu?"
Keheningan langsung menyelimuti lorong, Putra Mahkota Elias langsung berubah dingin. "Jangan dengarkan dia."
Namun Pangeran Kael tidak memedulikan kakaknya tatapannya masih tetap tertuju pada Arcelia.
"Karena orang yang kamu anggap sekutu..." katanya. Ia berhenti sesaat, lalu tersenyum tipis. "...mungkin adalah pelaku sebenarnya."
Dan tepat saat kalimat itu selesai—
[Quest Rahasia Terbuka.]
[Kebenaran Kematian Astrid Arkanel.]
[Hadiah: Fragmen Memori Tersegel.]
Di saat yang sama persentase pembukaan Gerbang Arkanel meningkat lagi.
[42%...]
[43%...]
[44%...]
Dan dari celah gerbang yang semakin besar sesuatu mulai bergerak dari dalam kegelapan.