NovelToon NovelToon
Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Orang Malas? Tidak Saya Adalah Immortal

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Xianxia / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Dao Sejati

​"Kultivasi energiku memang kembali jadi kecoa, tapi dengan fisik dewa ini... jika ada master yang mencoba meninjuku, tangannya sendiri yang akan patah menjadi tebu!"
​Seratus tahun disiksa dan dibuang ke kolam darah Gunung Ming akibat konspirasi kejam di masa lalunya, Lin Ling akhirnya berhasil bangkit. Melalui ritual terlarang yang membakar habis basis kultivasi Nascent Soul-nya, ia melebur esensi Ular Purba Mahayana dan Kristal Dao Agung untuk menciptakan sebilah wadah kedewaan baru.
​Namun, takdir bercanda dengannya. Tubuh barunya menjelma menjadi monster dengan kekuatan fisik murni ranah Mahayana Lapisan 1, tetapi dantian spiritualnya kosong melompati segala bentuk Qi. Karena bakatnya terkunci di Akar Spiritual Kelas Menengah, Lin Ling terpaksa harus merangkak kembali dari dasar bumi—ranah Body Tempering lapisan pertama.
​Trauma masa lalu? Dendam yang meledak-ledak? Tidak ada waktu untuk itu! Lin Ling yang baru telah menjelma menjadi sosok Immortal yang bebas, konyol, super santai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Dao Sejati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri Salju Gunung Ming yang Mencair

Kegemparan besar melanda eselon atas Sekte Bangau Abadi. Laporan dari para murid penjaga perbatasan menyebutkan sebuah fenomena alam yang mustahil: Gunung Ming—gunung terlarang yang selama seratus tahun terakhir diselimuti oleh badai salju abadi akibat anomali energi—mendadak mulai menghangat. Lapisan es kuno di sana perlahan mengikis dan mencair hingga kondisi gunung berangsur kembali normal.

​Anomali ini memaksa seluruh sembilan Tetua Puncak Tertinggi untuk mengadakan rapat darurat di Aula Agung Utama. Karena Ketua Sekte Agung Mu Xuanji saat ini masih berada dalam masa meditasi mendalam di ranah Soul Formation (Deity Transformation), kendali rapat sepenuhnya diambil alih oleh para Tetua Puncak Tertinggi.

​Atmosfer di dalam aula begitu tegang, dipenuhi oleh fluktuasi energi kedap suara yang tipis namun pekat. Kontras visual yang luar biasa tersaji di kursi-kursi kebesaran: Tetua Shen Changfeng dari Puncak Pertama duduk di tengah dengan jubah Emas Murni yang berwibawa, berdampingan dengan Tetua Lei Qianjue dari Puncak Ketiga yang mengenakan jubah Hitam Putih faksi hukum yang kaku. Di sisi lain, tampak Tetua Tie Kuang (Puncak Keempat) dengan jubah Oranye menyala, Tetua Mo Li (Puncak Kelima) dengan gaun Ungu eksotisnya, Tetua Gongsun Zhi (Puncak Keenam) berbalut jubah Biru Muda Bercorak Bangau, Tetua Jian Wushuang (Puncak Ketujuh) dengan jubah Biru Putih yang memancarkan hawa pedang tajam, serta Tetua Feng Xingzi (Puncak Kedelapan) yang mengenakan pakaian Hijau Muda dan Putih.

​Sementara itu, Tetua Duanmu Rong dari Puncak Kedua yang mengenakan jubah Hijau Corak Merah terlihat sesekali mendengus geram dengan wajah yang masih menyisakan rona merah padam menahan murka—masih teringat jelas dengan insiden penyusup berambut putih misterius yang menatap tubuhnya di kamar mandi pribadinya. Dan di sudut paling ujung, duduk Tetua Gao De dari Puncak Kesembilan yang berbalut jubah Putih Polos, bersandar malas sambil berulang kali menguap tanpa beban.

​Di luar aula, sesosok wanita anggun bergaun indah sedang berjalan melintasi koridor untuk urusan alokasi sumber daya bulanan. Dia adalah Lin You. Sebagai seorang jenius agung berusia seratus tahun yang telah mencapai ranah Core Formation (Golden Core), indra spiritualnya luar biasa tajam. Ketika melewati pintu aula yang tertutup rapat, riak energi dari dalam ruang pertemuan secara tidak sengaja tertangkap oleh kesadarannya. Lin You menghentikan langkahnya. Menggunakan teknik penguatan indra, dia diam-diam menguping pembicaraan rahasia para petinggi sekte tersebut.

​"Hilangnya salju di Gunung Ming secara mendadak... Apakah ini ada hubungannya dengan anak dari Keluarga Lin yang dibuang ke sana seratus tahun lalu?" suara berat dari Tetua Shen Changfeng terdengar penuh kecurigaan dari balik jubah emasnya.

​"Maksudmu, anak laki-laki kembaran Lin You yang terlahir dengan Dantian kering dan bakat yang sangat rendah itu?" sahut Tetua Lei Qianjue dengan nada sedingin es, merapikan lengan jubah hitam-putihnya. "Dia dibuang ke Gunung Ming yang beku agar tidak mempermalukan nama besar klan. Setelah seabad, apakah dia masih hidup, atau gunung itu bereaksi karena jasadnya?"

​Mendengar hal itu, jantung Lin You berdegup kencang di balik jubahnya. Konflik batin yang selama ini dipendamnya langsung bergejolak hebat. Tebakannya selama ini benar. Dia memiliki seorang kakak laki-laki, dan kakaknya dibuang ke gunung salju terlarang karena dianggap sebagai ampas tak berguna sejak bayi.

​Namun, kalimat berikutnya dari Tetua Mo Li dengan gaun ungunya mendadak membuat darah Lin You berdesir dingin.

​"Kita tidak boleh ceroboh. Sembilan puluh tahun yang lalu, karena penasaran dengan anomali salju di Gunung Ming, sekte pernah mengirimkan seorang Tetua hebat di ranah Nascent Soul bersama lima puluh murid elit tahap Golden Core untuk menyelidiki tempat itu. Tapi apa hasilnya? Semuanya berakhir tragis tanpa sisa! Tidak ada satu pun dari mereka yang kembali hidup-hidup!"

​Seluruh tetua di dalam aula terdiam, mengenang tragedi berdarah sembilan puluh tahun silam.

​Mereka sama sekali tidak tahu bahwa penyebab "tragedi tragis" sembilan puluh tahun lalu itu sebenarnya karena kecerobohan rombongan sekte sendiri. Saat itu, mereka yang bising di atas gunung secara tidak sengaja memicu kemarahan penguasa asli wilayah tersebut, yaitu seekor Monster Ular Purba raksasa ganas berlevel Mahayana. Alhasil, rombongan sekte langsung terbantai habis tanpa ampun oleh sang ular, sementara Lin Ling saat itu masih bersembunyi dengan aman di dalam ceruk batu menggunakan teknik Langkah Semu (Illusory Step) secara pasif untuk meredam energinya.

​Namun, ingatan para tetua itu buyar ketika laporan terbaru dibuka oleh Tetua Feng Xingzi yang berjubah hijau muda-putih. Saat salju Gunung Ming mencair beberapa bulan ini, para murid pengintai mendapati pemandangan luar biasa mengerikan: sebuah bekas tebasan horizontal raksasa merah darah pekat yang luar biasa panjang membelah struktur puncak gunung secara presisi. Dari bekas tebasan purba tersebut, masih memancar sisa-sisa Sword Dao Mark yang mengandung Jejak Pseudo-Mahayana yang begitu menekan hingga mengintimidasi batin.

​"Jejak Pseudo Mahayana..." gumam Tetua Jian Wushuang dengan mata berbinar tajam, merasakan resonansi pedang yang mengerikan bahkan hanya dari gulungan laporan. Tetua Gongsun Zhi dan Tetua Tie Kuang ikut mengangguk tegang, menduga ada pertarungan dua monster tua ranah Mahayana yang tersembunyi.

​Mereka tidak akan pernah menyangka bahwa tebasan horizontal pemotong leher ular purba itu baru saja dibuat beberapa bulan lalu oleh Lin Ling, menggunakan teknik terlarang Pedang Lima Harapan yang membakar habis basis kultivasi Nascent Soul-nya demi mengambil kristal es di dahi ular untuk menyempurnakan tubuh baru. Kini, karena esensi energinya telah menyatu sempurna menjadi tubuh baru Lin Ling dan stabil, Tanda Dao Pedang di tebing itu perlahan memudar, menyebabkan cuaca ekstrem di Gunung Ming berakhir dan saljunya mencair.

​Di luar koridor, Lin You mengepalkan tangannya erat-erat hingga kukunya memutih. Rasa bersalah, sedih, dan penasaran bercampur menjadi satu. Dia bersumpah di dalam hati, selama masa persiapan tiga bulan sebelum Alam Rahasia dibuka, dia akan mempertaruhkan segalanya untuk menyelinap dan menyelidiki misteri di Gunung Ming demi mencari jejak kakaknya.

​Sementara tingkat atas sekte sedang dilanda ketegangan misteri, situasi di Puncak Kesembilan (Fraksi Urusan Luar) justru berada di kutub yang sangat berbeda.

​SET... SET... SET...

​Lin Ling dengan santai mengayunkan sapu lidinya, membersihkan daun-daun kering di depan pondok bututnya dengan baju putih longgar yang kancing atasnya sengaja dibuka acak-acakan. Di sebelahnya, Wang Ba sedang sibuk mengipasi api panggangan yang mengepulkan aroma harum dari lobak spiritual hasil rampasan pasar gelap kemarin.

​GEBREEKK!

​Pagar kayu Puncak Kesembilan mendadak ditendang hingga hampir roboh. Sesosok pemuda berjubah putih berjalan masuk dengan langkah agak kaku yang tidak alami. Dia adalah Jian Chen. Wajah tampannya merah padam menahan amarah yang luar biasa, sementara kedua tangan di balik jubah biru-putih khas faksi pedangnya memegangi erat tali celana jubahnya yang baru saja selesai dia perbaiki setelah insiden tergantung terbalik di pohon semalam.

​"Lin Ling!! Bajingan licik, keluar kau!!" raung Jian Chen. Aura ranah Foundation Establishment miliknya meledak, siap memotong Lin Ling menjadi beberapa bagian demi membalaskan dendam batin pedangnya yang telah hancur akibat dikerjai habis-habisan.

​Melihat kedatangan sang jenius pedang yang mengamuk, Lin Ling—yang aslinya berlevel Mahayana namun kini pura-pura jadi ampas kembali—sama sekali tidak terkejut. Dengan watak bodo amat-nya yang legendaris, dia menaruh sapu lidinya, mengambil sepotong lobak bakar yang masih mengepulkan asap dari panggangan Wang Ba, lalu berjalan mendekat dengan santai.

​"Waduh, Saudara Jian. Kenapa datang-datang langsung marah?" Lin Ling menyodorkan lobak bakar hangat itu tepat di depan wajah Jian Chen. "Makan dulu lobak ini untuk mendinginkan kepala. Marah-marah dengan ikatan celana yang masih longgar seperti itu sangat tidak pantas bagi seorang kultivator pedang."

​Jian Chen menatap lobak di tangan Lin Ling, lalu melirik Wang Ba yang melambaikan tangan dengan wajah konyol dari dekat panggangan. Hawa membunuh yang sudah dia kumpulkan sejak semalam mendadak menguap begitu saja akibat ketebalan muka Lin Ling. Dengan menggeram jengkel, Jian Chen merebut lobak itu dan menggigitnya dengan kasar, meluapkan emosinya pada makanan.

​Sambil mengunyah lobak bakar yang ternyata sangat lezat, Jian Chen menunjuk Lin Ling dengan sisa potongan lobak di tangannya. "Urusan celana semalam belum selesai, tapi ada yang lebih penting! Apa-apaan maklumat di Puncak Kedua siang ini?! Mengapa namaku bisa terdaftar resmi sebagai kapten tim Puncak Kesembilan untuk Alam Rahasia?!"

​Lin Ling terkekeh konyol. Dia merogoh kantong jubahnya dan mengeluarkan selembar dokumen tebal yang dipenuhi tulisan nama-nama asal dan yang paling penting: sebuah cap segel merah resmi dari tetua pengurus sekte luar yang diurusnya kemarin pagi.

​"Oh, itu? Itu adalah taktik legal, Saudara Jian," jawab Lin Ling tanpa dosa sambil menunjukkan dokumen itu ke depan mata Jian Chen. "Karena statusmu sebagai Murid Dalam bebas tugas dan tidak terikat harian, tidak ada aturan yang melarangmu membantu faksi kami. Apalagi perintah Tetua Duanmu Rong kemarin sangat mutlak bahwa faksi kami wajib mengirimkan perwakilan demi memenuhi kuota ke Alam Rahasia. Tetua pengurus kemarin sangat tersentuh melihat namamu diajukan demi solidaritas antar-puncak. Dokumennya sudah sah secara hukum sekte dan tidak bisa diubah lagi selama tiga bulan ke depan. Selamat bekerja sama, Kapten!"

​UHUK-! UHUK-!

​Jian Chen seketika tersedak potongan lobak bakar. Matanya melotot menatap stempel merah resmi sekte pada dokumen kerja paksa tersebut. Wibawa agungnya sebagai jenius papan atas Foundation Establishment benar-benar hancur tak bersisa. Dia kini resmi terjebak secara legal menjadi pemimpin dari dua murid ampas faksi tukang sapu untuk menuju ke salah satu Alam Rahasia paling berbahaya di dunia kultivasi.

1
yayat
apakah adiknya akan menemukn keberan nya tentang lin ling
yayat
haha jian kejebak gara2 jd 3 maling sengklek
Arena Breakout1
Ceritanya menghibur👍👍👍
Arena Breakout1
Hmmm
yayat
wah adenya ga tau klo lin ling kk nya yg dibuangboleh keluarganya apakah lin ling akan memafkn adiknya or mlh ga peduli
Boqin Changing
lanjutkan 🤣
Boqin Changing
mantap
Alia Chans
keren thor
Arena Breakout1
lanjut
Arena Breakout1
mantap ceritanya lebih enak di baca dan alurnya mulai menari👍👍👍
Pencari Dao Sejati
Sekali lagi saya ingatkan untuk membaca ulang buat yang belum baca
Jiwa Kuno
lanjutttttttttt
yayat
lanjut lah kapan terungksp kebenarn lin ling
Jiwa Kuno
Jangan lama lama upnya
Arena Breakout1
lanjut thorrr
Arena Breakout1
bagus juga
Arena Breakout1
oke 👍
Jiwa Kuno
Cepetin upnya thor bikin penasaran
Wu Xin
up lagii🙏🙏
Wu Xin
lanjutt thorr penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!