Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa sengaja bertemu
Setelah memastikan Alisha sudah tertidur pulas, barulah Santa bisa merebahkan tubuhnya diatas sofa yang disediakan diruangan tersebut. Sejujurnya Santa begitu lelah ingin segera istirahat, tapi setelah mendengar kabar tentang sahabatnya kembali dirawat dirumah sakit ia sampai tidak mempedulikan kondisi tubuhnya. Sejak siang Santa belum sempat makan apapun, pagi tadi ia hanya makan bubur ayam yang ia beli dipinggir jalan. Namun karena tubuhnya terasa lelah tanpa sadar Santa tertidur diatas sofa.
\>\>\>\>\>\>\>\>
Sedangkan didalam sebuah pesawat terbang seorang pria tampan sedang duduk tenang. Berhubung saat ini ia melakukan penerbangan seorang diri jadi ia merasa jenuh tidak ada teman mengobrol. Gerry asistennya sudah terlebih dahulu berangkat ke Rusia seminggu yang lalu. Sebenarnya David masih betah tinggal di Indonesia namun kondisi perusahaan sedang tidak baik baik saja saat ini membuat dirinya harus turun tangan langsung untuk mengatasi masalah tersebut. Ada seseorang yang sedang berusaha berbuat curang di perusahaannya. Sedangkan Gerry ia tugaskan pergi ke perusahaan cabang miliknya yang berada di kota lain untuk mengawasi jalannya pembangunan sebuah apartemen mewah miliknya. Tanpa terasa perjalanan panjang yang ia lakukan membuatnya begitu lelah telah berakhir. Saat ini David sudah sampai di Bandar Udara Internasional Sheremetyevo. Sebelum pulang ke rumah pribadinya, David mengistirahatkan tubuh lelahnya disebuah cafe untuk sekedar menikmati segelas kopi untuk merilekskan tubuhnya. David sengaja tidak meminta sopir untuk menjemputnya ia berencana naik taxi saat pulang nanti.
David segera mengambil ponsel miliknya untuk memberi kabar adiknya bahwa dirinya sudah sampai dengan selamat. Berulang kali David mencoba menghubungi adiknya namun tidak terjawab. "Nih anak pergi kemana, dari tadi ditelfon enggak diangkat" gerutu David. "Kirim pesan ajalah, yang penting sudah kasih kabar". Setelah itu David kembali menyimpan ponselnya disaku jasnya. Saat ia sedang menikmati kopi miliknya tiba tiba datang seorang wanita cantik berpenampilan sangat sexy menghampiri David.
"David...!!
Kamu David kan?" sapa wanita tersebut yang sudah berdiri didekat meja yang diduduki oleh David. David yang mendengar ada seseorang yang memanggil namanya langsung menoleh kesamping nampak seorang wanita cantik berpenampilan sangat sexy sehingga beberapa bagian tubuhnya nyaris terekspose. Bahkan David langsung memalingkan wajahnya saat tanpa sengaja melihat belahan dada wanita tersebut yang hampir keluar dari sarangnya. Meskipun di negara mereka wanita berpenampilan seperti itu hal biasa namun tetap saja David tidak menyukai wanita yang terlalu mengumbar tubuhnya.
"Iya, anda siapa" ucap David dengan expresi dingin. David masih menikmati kopi hitamnya dengan gaya elegan. Sedangkan wanita tersebut langsung tersenyum senang saat ia tidak salah mengenali seseorang yang begitu ia kenal.
"Aku Selena teman semasa kuliahmu dulu, apa kamu melupakan aku David" jawabnya seraya memperkenalkan dirinya. Dan tanpa dipersilahkan duduk wanita cantik tersebut langsung duduk di kursi depan David dengan tersenyum manis.
Kedua alis David bertautan seolah olah ia sedang mengingat sesuatu yang mungkin saja ia lupakan. "Oh kamu Selena, bagaimana kabarmu sekarang" tanya David idak sekaku tadi. Selena tersenyum lalu menjawab "Kabarku baik, kalau kamu bagaimana dan apa kesibukanmu sekarang?" tanyanya beruntun. Selena memanggil seorang pelayan untuk memesan minuman untuknya.
"Seperti yang kamu lihat" jawab David singkat. Selena yang mendengar jawaban singkat dari David hanya tersenyum kecil. "Kamu dari dulu tetap saja bersikap dingin. Tapi justru membuat banyak wanita menyukai kamu termasuk...aku sendiri" ungkapnya jujur. David tidak merespon berlebihan ia hanya diam dan tersenyum tipis.
"Maaf saya harus pergi" ucap David bersiap akan pergi namun tiba tiba Selena menghentikan langkahnya. "David, boleh kah aku meminta nomor telefon mu?" tanya Selena berharap semoga David memberikan nomor ponselnya. David ingin menolak namun mengingat mereka dulu teman cukup dekat pada akhirnya David memberikan nomornya meskipun nampak jelas ada raut terpaksa diwajahnya. Setelah mendapatkan nomor ponsel milik David tiba tiba dengan gerakan cepat Selena mencium pipi sebelah kiri David. David yang kaget bercampur terkejut langsung mendorong tubuh Selena hingga mundur beberapa langkah kebelakang. "Selena !! Jaga batasanmu..!!" bentaknya langsung meninggalkan Selena yang masih kaget dengan respon David barusan. Namun tiba tiba senyuman licik terbit dibibir "David dari dulu kamu selalu membuat aku penasaran dan sekarang aku semakin tertarik padamu. Akan ku pastikan suatu saat nanti kamu akan jatuh ke pelukanku David Cullen" gumam Selena tersenyum menyeringai.
Sedangkan David sudah masuk kedalam mobil taxi dengan perasaan benar benar kesal jika mengingat kejadian barusan. "Aku benci wanita seperti dia, seenaknya mencium sembarangan" gumamnya pelan agar tidak terdengar oleh supir taxi. David mengambil sapu tangan di saku jasnya lalu mengusap bekas kecupan Selena yang ada di pipinya dengan sapu tangan miliknya lalu di buang ketempat sampah. Supir taxi yang melihat tingkah aneh penumpangnya hanya melirik sekilas dari kaca depan lalu kembali fokus menyetir karena ia pikir bukan urusannya.
Setelah beberapa menit kemudian mobil taxi yang ditumpangi David sudah sampai dikediamannya. Setelah membayar ongkos taxi, David langsung mengetuk pintu gerbang agar segera dibukakan oleh security. Tak lama kemudian seorang pria paruh baya membuka pintu gerbang setelah tau bahwa tuan mudanya datang. "Selamat datang tuan muda" sapanya ramah seraya tersenyum sopan. David tersenyum tipis lalu masuk kedalam rumah, didepan rumah beberapa pelayan sudah berjejer rapi termasuk kepala pelayan yaitu Bu Jenny wanita paruh baya yang sudah bekerja cukup lama di keluarga David.
"Selamat datang kembali tuan muda" sapa mereka bersamaan seraya menunduk hormat menyambut kedatangan David. David hanya mengangguk singkat dan tersenyum tipis menatap Bu Jenny yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri. "Selamat datang tuan muda, bagaimana perjalanannya" sapa Bu Jenny tersenyum lembut. "Lancar Bu" jawab David singkat.
"Apakah tuan mau disiapkan sarapan sekarang atau mau istirahat dulu" tanya Bu Jenny sopan.
"Saya masih belum lapar Bu, saya mau langsung istirahat saja. Tolong bangunkan nanti saat makan siang" ucap David sebelum masuk kedalam kamarnya. "Baik tuan, silahkan istirahat" jawab Bu Jenny mengangguk sopan.
Setelah sampai didalam kamarnya David langsung menghempaskan tubuhnya diatas kasur yang begitu empuk dan lembut. Saat David memejamkan kedua matanya namun tiba tiba wajah cantik Alisha terlintas dibenaknya. Wajah yang dulu selalu ceria dan tersenyum manis saat ini berubah menjadi dingin dan datar. Tatapan kosong ada luka dan kecewa yang terpendam didalam hati.
"Bagaimana caranya aku meluluhkan hatinya yang sudah terlanjur terluka. Luka yang bagitu dalam luka yang masih basah ditambah kondisinya saat ini. Luka batin karena dikhianati oleh kekasihnya dan juga sepupunya sendiri. Bagaimana caranya aku mendapatkan perhatiannya agar ia mau menoleh ke arahku. Apa sebaiknya aku meminta bantuan Santa agar kami semakin dekat, tapi yang ada malah diejek sama dia. Saat ini salah satu orang yang dekat sama Alisha adalah adikku selain kedua orang tuanya" gumamnya.
Aaarrgghh...
"Rasanya pusing sekali, bingung mau mendekati perempuan tapi bingung caranya bagaimana. Aku memang payah banget kalau masalah perempuan, benar yang dikatakan Santa aku cuma handal masalah kerjaan tapi kalau masalah percintaan memang payah sekali" gerutu David menggaruk kepalanya yang tidak gatal. David akui dirinya belum pernah menjalin hubungan seseorang wanita, meskipun banyak sekali wanita yang mengejar dirinya namun David tetap acuh. Dulu David berfikir mahluk yang berjenis perempuan itu sangat merepotkan namun saat bertemu dengan Alisha pemikiran tersebut perlahan lahan hilang sejak bertemu dengan Alisha. Karena terlalu lelah akhirnya David tertidur pulas dengan posisi masih terlentang.
Sedangkan di Indonesia saat ini waktu menunjukkan siang. Santa yang baru saja pulang kuliah langsung menuju rumah sakit. Saat ini Santa masih berada dijalan ia tidak tau kalau sejak tadi ponselnya yang berada didalam tas rangsel terus menerus berdering namun karena mode senyap Santa tidak mendengar kalau ada telefon masuk. Sesampainya dirumah sakit Santa tidak langsung menemui Alisha justru Santa langsung berbelok menuju kantin untuk makan siang terlebih dahulu.
"Buk saya pesan nasi goreng dan jus jeruk" ucap Santa kepada penjual kantin.
"Baik mbak" jawab penjual kantin ramah.
Setelah pesan makanan Santa mencari duduk, dan ia memilih duduk dikursi paling pojok. Saat mengambil ponselnya dari dalam tas ternyata banyak panggilan tak terjawab dari sang kakak. "Waduh lupa ponselnya gue masih mode senyap soalnya dosen hari ini galak kayak macan beranak" gumamnya seraya mengaktifkan mode dering. Pertama ia buka pesan dari kakaknya.
"Kakak sudah sampai"
"Kamu dimana San..???"
Santa yang membaca pesan kakaknya hanya tersenyum kecil tidak berniat membalasnya. Baginya yang terpenting sang kakak sudah sampai dengan selamat sudah lebih dari cukup. Tak berapa lama makanan dan minuman miliknya sudah datang. "Ini mbak nasi goreng dan jus jeruknya, silahkan dinikmati" ucapnya ramah setelah menatap makanan dan minuman diatas meja depan Santa. "Terimakasih Buk" jawab Santa tersenyum kecil. Ibu penjual kantin tersenyum lalu mengangguk kecil dan setelah itu pergi. Santa begitu menikmati makan siangnya dengan tenang.
Setelah 15 menit kemudian Santa sudah selesai makan ia segera kembali ke kamar rawat inap yang ditempati Alisha. Tidak lupa Santa juga membeli beberapa camilan dan minuman kaleng. Saat Santa akan masuk kedalam lift tanpa sengaja ia melihat seseorang yang ia kenal. Mata Santa memicing seolah ia ingin memastikan bahwa yang ia lihat memang benar orang yang ia kenal. "Itu kan si Vagina eh Vania maksudnya, dia kenapa kok duduk di kursi roda" gumamnya pelan. "Ah bodo amatlah bukan urusan gue, mending gue langsung menemui si comel kasian pasti dia sedang sendirian dikamar" Santa langsung masuk ke dalam lift dan menekan lantai 2.