NovelToon NovelToon
Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Dunia Terlalu Kejam Untuk Aku Yang Sendirian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:439
Nilai: 5
Nama Author: Agnura

karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBENARAN TERUNGKAP

Malam itu semakin larut, namun Key belum benar-benar pergi dari halaman rumah. Kakinya terasa berat untuk melangkah, seolah ada sesuatu yang menahannya. Entah kenapa, hatinya terasa tidak tenang. Percakapan yang baru saja ia dengar masih terngiang jelas di kepalanya.

Ia berdiri diam di dekat jendela samping rumah, tidak berniat menguping… namun suara dari dalam kembali terdengar, lebih jelas karena suasana malam yang sunyi.

“Pokoknya kamu harus hati-hati, jangan sampai rencana kita gagal,” suara mamah tirinya terdengar lagi.

Sera menjawab dengan nada santai, “Tenang aja, Mah. Kak Key itu lemah. Dia nggak akan berani macam-macam.”

Key menggigit bibirnya pelan. Kata “lemah” itu terasa seperti tamparan.

Namun yang terjadi setelah itu… jauh lebih dari sekadar menyakitkan.

Mamah tirinya tiba-tiba menghela napas panjang, lalu berkata dengan nada yang sedikit berubah, seolah mengingat sesuatu di masa lalu.

“Dari dulu Mama sudah berjuang keras untuk sampai di titik ini, Sera. Bahkan… Mama sampai harus melakukan hal yang seharusnya nggak pernah Mama lakukan.”

Sera terdengar penasaran. “Maksud Mama apa?”

Ada jeda beberapa detik.

Dan kemudian…

Sebuah kalimat yang menghancurkan segalanya keluar begitu saja.

“Dulu… mamanya Key itu bukan bunuh diri.”

Key membeku.

Jantungnya seperti berhenti berdetak.

Di dalam, Sera terdengar kaget. “Hah? Maksudnya?”

Mamah tirinya tertawa kecil, tapi tawa itu terdengar dingin dan mengerikan.

“Itu semua… Mama yang lakukan.”

Dunia Key runtuh seketika.

Tangannya langsung menutup mulutnya, menahan suara yang hampir keluar. Tubuhnya gemetar hebat.

“Waktu itu… Mama dorong dia dari atas gedung,” lanjutnya dengan nada santai, seolah menceritakan hal biasa. “Dan semua orang percaya kalau dia bunuh diri.”

Air mata Key langsung mengalir tanpa bisa ia tahan.

Dadanya terasa sesak, napasnya tercekat.

Tidak… ini tidak mungkin…

“Itu semua Mama lakukan demi Papa kamu, Nak,” lanjut wanita itu tanpa rasa bersalah. “Mama harus menyingkirkan dia supaya Mama bisa mendapatkan hati Papa kamu. Dan lihat sekarang—Mama berhasil.”

Sera terdiam sejenak, lalu perlahan terdengar suaranya, “Jadi… selama ini…”

“Iya,” potong mamahnya. “Kalau Mama nggak melakukan itu, kita nggak akan hidup seperti sekarang.”

Key tidak kuat lagi.

Tangisnya pecah.

Ia jatuh berlutut di luar, tubuhnya lemas, air mata mengalir deras tanpa henti.

Selama ini…

Selama ini ia hidup dengan satu keyakinan—bahwa ibunya meninggal karena bunuh diri.

Ia menyimpan rasa bersalah.

Ia bertanya-tanya apa yang salah.

Ia bahkan pernah menyalahkan dirinya sendiri.

Tapi ternyata…

Semuanya adalah kebohongan.

Ibunya tidak pergi karena memilih.

Ibunya… diambil.

Direnggut.

Dihilangkan dengan kejam.

Dan pelakunya…

Adalah orang yang selama ini tinggal satu atap dengannya.

“Kenapa…” suara Key pecah di antara tangisnya. “Kenapa harus Mama…”

Air matanya jatuh tanpa henti, membasahi pipinya.

Kenangan tentang ibunya tiba-tiba bermunculan—senyumnya, pelukannya, suara lembutnya. Semua terasa begitu dekat, tapi juga begitu jauh.

Rasa sakit yang selama ini ia pendam kini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih dalam.

Bukan hanya sedih.

Tapi juga… hancur.

Key menggenggam tanah di bawahnya erat-erat, seolah mencoba menahan dirinya agar tidak benar-benar runtuh.

Di dalam rumah, suara mereka masih terdengar, tapi Key sudah tidak bisa lagi mendengarnya dengan jelas. Semuanya seperti teredam oleh suara tangisnya sendiri.

Dunianya berubah dalam satu malam.

Kebenaran yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap… dengan cara yang paling menyakitkan.

Key perlahan mengangkat wajahnya. Matanya merah, penuh air mata, tapi di dalamnya mulai muncul sesuatu yang berbeda.

Bukan hanya luka.

Tapi juga… kemarahan.

Jika selama ini ia hanya bertahan…

Maka sekarang, ia punya alasan untuk bangkit.

Bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Tapi untuk ibunya.

“Ini belum selesai…” bisiknya lirih, suaranya bergetar namun penuh tekad.

Malam itu, di tengah tangis yang pecah, Key kehilangan segalanya—

Namun di saat yang sama, ia juga menemukan sesuatu yang baru.

Alasan untuk melawan.

1
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu, Semangat Ya Berkarya.
😉🤍
Agnura Lestari 🍑
siap say otw
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!