NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:602
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulang Tahun

Sesampainya di sekolah Ryan pun langsung turun dari mobil dan membantu memapah Reina berjalan.

" Kak aku bisa jalan sendiri lo." Ucap Reina risih karena seperti orang sakit parah.

" Biar aku gendong aja,kamu jalannya lambat ntar keburu masuk." Ucap Ryan yang langsung membopong Reina ala bridal style.

" Akkkkhhhh kak turunin,aku bisa jalan sendiri kak." Rein kaget namun tangannya berpegangan pada leher Ryan.

Ryan tidak mendengarkan ocehan Reina,ia tetap membawa menuju UKS sekolah. Shasa hanya mengikuti Reina dan Ryan dari belakang. Ia tersenyum melihat interaksi Reina dan Ryan yang begitu dekat.

Terkadang Shasa merasa iri dengan Reina karena banyak cowok yang perhatian dan mendekatinya. Namun ia tidak sampai membenci sahabatnya karena bagaimana pun ia lebih beruntung dari pada Reina yang yatim piatu.

Meraka pun sampai di UKS namun dokter yang menjaga belum datang. Ryan pun membaringkan Reina di brangkar dan mengambil kotak P3K.

Mula-mula Ryan membersihkan lukanya dengan antiseptik.

" Sssshhhh." Desis Reina yang merasakan perih.

" Perih ya ? Maaf aku akan pelan-pelan." Ucap Ryan dengan lembut.

" Gua jadi obat nyamuk aja ni." Celetuk Shasa.

" Ah biar Shasa aja kak yang ngobatin,kalau kak Ryan ada urusan." Ucap Reina dengan cepat saat teringat masih ada Shasa di sana.

" Nggak papa,aku cuma mau ketemu sama guru BK aja kok." Ryan langsung memberikan obatnya ke Shasa.

" Oh... makasih ya kak." Ucap Reina dengan tersenyum.

" Iya sama-sama... kalau gitu aku keluar ya...nanti mau di anter pulang ?" Tanya Ryan sebelum keluar dari ruang UKS.

" Nggak usah kak aku bisa bawa motor sendiri kok." Jawab Reina cepat.

" Oh ok, hati-hati nanti pulangnya ya. Motor kamu udah di parkiran sekolah katanya hanya lecet-lecet aja nggak ada yang rusak." Beritahu Ryan.

" Iya, makasih kak sekali lagi." Ucap Reina sambil menahan perih saat masih di obati Shasa.

Ryan pun benar-benar keluar dari ruang UKS menuju ke ruangan BK.

" Shasa pelan-pelan perih banget." Keluh Reina meringis terus.

" Tadi gaya banget nggak ngerasain sakit pas di obatin kak Ryan." Cibir Shasa.

" Ya kan aku nggak mau buat dia khawatir ntar nggak pergi-pergi." Reina menjelaskan maksudnya.

" Oh gitu...dahhh selesai" Ucap Shasa setelah selesai mengobati lukanya.

" Makasih bestie." Ucap Reina meringis menampakkan deretan gigi-giginya." Udah yuk kembali ke kelas keburu masuk ntar." Ajak Reina.

" Ayooo." Shasa pun ingin membantu Reina turun dari brangkar.

" Shaaaa udah di bilangin gue bisa sendiri...aku kan nggak lumpuh." Kesal Reina merasa jengah dengan tingkah teman-temannya.

" Hehehe..." Shasa hanya nyengir kuda.

Sampai di dalam kelas ulangan sudah di mulai 20 menit yang lalu.

Tok

Tok

Tok

" Maaf Bu terlambat tadi-" belum selesai Reina memberi tau gurunya pun mempersilahkan duduk.

" Iya nggak papa,masuk saja." Suruh guru yang menjaga.

" Makasih Bu." Ucap Reina dan Shasa masuk ke dalam kelas dan menunduk ke guru yang menjaga.

Mereka pun di beri lembar ulangan lalu mulai mengerjakannya. Meskipun telat guru itu tidak marah,entah siapa yang memberi tau tadi. Reina dan Shasa juga di beri tambahan waktu,jadi waktunya istirahat yang tersita sebentar.

Bel istirahat pun berbunyi. Mereka masih mengerjakan ulangan dan masih di tunggu guru. Reina selesai lebih dulu dan mengumpulkan kertasnya ke depan. Shasa yang melihat Reina selesai pun buru-buru menyelesaikan dan mengumpulkan ke depan.

Saat memberesi peralatan tulisnya ada seorang kurir yang masuk ke dalam kelas mereka.

" Dengan Reina ?" Tanya kurir itu.

" Iya mas saya." Jawab Reina mengangkat tangannya bingung karena tidak memesan online.

" Ini makanan dari mas Ryan sama kue." Jawab kurir itu menyodorkan 2 paperbag.

Reina melirik Shasa untuk meminta pendapat di terima atau tidak dan Reina pun menerimanya.

" Makasih ya mas." Ucap Reina setelah menerimanya.

" Kalau begitu saya permisi." Pamit kurir itu keluar dari kelas Reina.

" Buka Re...gue penasaran apa isinya." Suruh Shasa mendekati meja Reina tidak sabar ingin lihat.

Reina membuka satu paperbag kecil yang berisi 2 porsi makanan. Ia pun membuka 1 paperbag lagi yang ternyata berisi kue ulang tahun kecil namun terlihat lucu dan imut.

" Aaaaaaaaa loooo ultah hari ini ? Sorry banget ya gue lupa....HBD besti ku...semoga selalu di beri kesehatan dan kebahagiaan." Teriak Shasa memeluk Reina dan menangis haru.

" Iya nggak papa kok...Makasih doanya...udah deh jangan lebay gitu,ntar gue juga ikutan nangis." Sergah Reina sambil mengurai pelukannya.

" Mending kita makan aja." Ajak Reina setelah Shasa menghapus air matanya.

" Tapi kita nyalain apinya terus make a wish biar aku yang mengabadikan." Ucap Shasa antusias.

" Harus banget nggak langsung makan aja ?" Tanya Reina memelas.

" Bentar aja,udah deh muka loe nggak usah kayak gitu." Ucap Shasa menatap Reina malas.

Shasa pun menyalakan lilin yang tersedia di dalam paperbag itu juga tersedia korek apinya. Setelah itu reina di suruh membuat permohonan dan di abadikan oleh Shasa dengan ponsel Rrina yang langsung jadi story WA.

Setelah selesai membuat permohonan Reina pun meniup lilinnya. Lalu mencolek krim dan menjilatnya. Shasa yang melihat tingkah Reina menggelengkan kepalanya.

" Ada pisau sama piringnya neng jorok banget sih..." Ucap Shasa. Reina hanya nyengir kuda karena ia sudah tidak sabar ingin makan. Perutnya merasa lapar karena tadi pagi hanya sarapan roti.

---

Di tempat lain Bramasta yang baru selesai meeting di luar dengan client dan kembali menuju kantor pun iseng-iseng membuka aplikasi pesan hijau dan men scroll-scroll story milik sahabat, saudara-saudaranya. Jarinya berhenti di story Reina yang belum lama di unggah sekitar 10 menit yang lalu, Bramasta tersenyum melihat vidio Reina yang sedang melakukan make a wish lalu meniup lilin.

" Hen,apa nanti masih ada meeting penting ?" Tanya Bramasta ke Hendy yang mengemudi.

" Tidak ada tuan,apa tuan butuh sesuatu ?" Tanya Hendy kembali.

" Kita mampir ke mall pusat kota Hen." Ajak Bramasta.

" Baik tuan." Ucap Hendy yang melajukan mobilnya menuju mall pusat kota bukan ke perusahaan.

Bramasta mengirim pesan ke mamanya kalau hari ini Reina berulang tahun. Rita yang sedang bermain ponsel dan mendapatkan pesan dari anaknya pun langsung membalasnya.

[ Mama : ok...ntar mama yang nyiapin semuanya di rumah dia,kita buat kejutan...tapi mama bingung mau kasih kado apa ] isi pesan dari Rita.

[ Bramasta : Bram mau ke mall sekarang juga bingung mau cari kado apa,mama mau nitip sesuatu nggak ? ] Balas Bramasta.

[ Mama : Beliin jam tangan aja nak Hoodie gitu, Ayu kan suka pakai Hoodie ] balas Rita.

[ Bramasta : ok... ].

Mobil Bram akhirnya sampai di mall terbesar di pusat kota. Ia pun turun dari mobil namun Hendy tak kunjung keluar.

" Ayo hen,Lo temenin gue." Ajak Bramasta sambil mengetuk pintu kaca mobil.

" Lah,kenapa aku harus ikut ?" Gumam Hendy merasa bingung karena tidak biasanya bosnya meminta di temani.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!