Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Ia memarkirkan mobil sportnya di lobby rumah sakit dengan cepat tanpa siapapun berani menegurnya. Ia bergegas turun dari mobil masih dengan kacamata hitam. Ketika ia masuk ke lobby rumah sakit semua orang terkagum-kagum melihat CEO tampan itu. Ada yang terpana sampai ada yang berbisik- bisik. Ketampanannya yang diatas rata-rata membuat semua wanita pasti akan tergoda dan bertekuk lutut dihadapannya.
Ia langsung masuk ke lift dan langsung menuju ke ruang pemulihan. Ia ragu- ragu ingin masuk kedalam, ia melihat melalui celah pintu ternyata lelaki paruh baya itu sedang duduk disamping ranjang anaknya.
Sepertinya ia sedang memegang buku doa-doa dan membacanya didekat telinga putrinya itu.
Keenan sempat kaget kenapa gadis itu belum siuman juga dari tidurnya, padahal sudah 3 jam berlalu selesai operasi.
" Deg..deg..deg, tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, sampai -sampai ia merasa sedikit nyeri. Kenapa jantungku berdebar sekali ujar Keenan sambil memegang dadanya.
Karena rasa penasaran ia langsung menelpon dokter kepala agar menemuinya di ruangannya.
Dokter kepala langsung bergegas menemui sang pemilik rumah sakit itu. Tanpa basa-basi Keenan langsung menanyakan kondisi gadis muda itu mengapa ia belum siuman juga dari tadi.
" Dok...mengapa pasien korban kecelakaan itu belum siuman juga?, ini sudah 3 jam sejak operasi selesai dilakukan??!? Ujar Keenan.
"Begini tuan Keenan , kami sudah memeriksa kembali kondisi pasien sudah agak stabil, dan tidak ada pendarahan di bekas operasi, Kemungkinan pasien mengalami trauma dan shock karena benturan yang sangat keras.
Hal ini sering terjadi pada pasien korban kecelakaan.
" Tuan jangan khawatir kondisi gadis itu baik-baik . Kondisi pasien pasca operasi memang berbeda-beda , kami pastikan pasien akan siuman dalam 1 jam kedepan.
Kami sudah memberi tahu keluarga pasien saat melakukan pemeriksaan medis tadi pagi.
" Baik kalau begitu, terima kasih atas penjelasannya",ujar Keenan.
" Kalau begitu saya izin keluar dulu karena harus memeriksa pasien lain"jawab dokter kepala.
" Oke silakan lanjutkan kembali pemeriksaan pasiennya" balas Keenan.
Setelah dokter keluar ruanganya ia langsung menuju ke ruangan gadis itu.
Tepat didepan pintu ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu. Setelah beberapa menit ia memberanikan diri mengetuk pintu itu.
" Silakan masuk " ujar lelaki paruh baya itu tanpa melihat ke arah pintu ia masih melanjutkan berdoa Ia pikir itu perawat yang akan memeriksa kondisi putrinya.
"Ehhm..ehm, permisi..." ujar Keenan.
Mendengar suara lelaki yang tidak asing ditelinganya ia langsung menoleh ke arah pintu.
Lelaki paruh baya itu terpana melihat pemuda tampan dengan setelan jas mahal dan masih memakai kacamata hitam. Wangi parfum mahalnya langsung menyebar keseluruh ruangan.
Lelaki paruh baya itu tampak berpikir siapa pemuda tampan yang sedang berdiri di pintu itu. Keenan baru sadar ia sepertinya tidak dikenali karena masih memakai kacamata hitam.
Ia langsung membuka kacamatanya dan menyapa tuan Adiguna.
"Selamat pagi Tuan Adiguna? Saya Keenan" ujarnya sambil tersenyum kearah Adiguna.
" Oohh ternyata Tuan Keenan, Silahkan masuk maafkan saya karena tadi tidak mengenali anda, karena penampilan anda pagi ini sangat berbeda" ujar Adiguna sambil menyilahkan Keenan masuk ke dalam.
Keenan langsung masuk kedalam , matanya langsung menuju gadis yang masih terbaring di ranjangnya. Matanya tidak berkedip sedikitpun dari wajah yang cantik dan tenang.
Entah mengapa dadanya juga sudah tidak sakit lagi.
" Apakah putri tuan belum siuman? tanya Keenan basa-basi padahal sebelumnya ia sudah bertanya kepada dokter kepala"
Bersambung...
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏