NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA DUNIA DI SATU MEJA

Langkah Sarah terhenti sejenak saat melihat Keyra duduk di tepi ranjang, sangat dekat dengan Ghazali yang bertelanjang dada dengan perban baru. Tatapan Sarah yang semula dingin, mendadak menajam.

---

"Izin melapor, Kapten. Paket dari Nona Clarissa sudah diperiksa oleh unit penjinak bahan peledak. Isinya aman, meski menurut saya... sangat tidak relevan dengan kondisi perang kita saat ini," ucap Sarah. Suaranya tegas, khas prajurit yang terbiasa memberi perintah.

Sarah meletakkan kotak beludru hitam itu di atas meja kayu, tepat di samping tas medis Keyra yang sudah butut. Ia menoleh ke arah Keyra, menatapnya dari ujung kepala yang acak-acakan hingga ke jari manis yang melingkar cincin kabel tembaga.

"Jadi, orang ini yang membuat seluruh divisi gempar?" tanya Sarah tanpa basa-basi. "Saya Letnan Sarah, kepala logistik dan keamanan internal. Saya menyarankan Anda untuk segera mengganti pakaian lumpur itu. Standar kebersihan di barak ini sangat ketat."

Keyra merasa dadanya sesak. Bukan karena debu, tapi karena nada bicara Sarah yang seolah-olah menganggapnya sebagai pengganggu. "Terima kasih atas sarannya, Letnan. Tapi prioritas saya saat ini adalah memastikan Kapten Anda tidak mati karena syok."

Sarah menaikkan sebelah alisnya, lalu beralih ke Ghazali. "Ghaz, kamu tahu kan kalau Aditama sudah mengirimkan surat perintah penjemputan paksa besok pagi? Clarissa tidak main-main. Dia membawa tim hukum militer."

"Aku tahu, Sarah. Dan aku sudah punya rencana," sahut Ghazali. Ia meraih tangan Keyra, seolah ingin menunjukkan pada Sarah posisi Keyra di hidupnya. "Keyra akan tetap di sini. Di bawah perlindunganku."

Sarah terdiam. Ia melihat genggaman tangan itu dan kilatan cincin kabel tembaga. Ada raut kecewa yang ia sembunyikan dengan sangat profesional di balik wajah kakunya.

"Baiklah. Kalau begitu, Nona, silakan buka paket dari tunangan resmi Kapten Anda," sindir Sarah sembari menunjuk kotak hitam itu.

Keyra membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat sebuah gaun malam sutra berwarna putih gading yang sangat indah, kontras dengan dinding beton barak yang abu-abu. Di atasnya terselip kartu kecil:

"Jangan buat Ghazali malu dengan penampilan rakyat jelatamu di depan Dewan Militer besok. Pakailah ini jika kamu ingin dianggap ada. - Clarissa"

"Cantik sekali," gumam Sarah sinis. "Tapi di Benteng Merapi, gaun itu hanya akan jadi kain pel yang mahal. Nona, jika Anda ingin bertahan hidup di sini, berhentilah bersikap seperti putri yang menunggu diselamatkan."

Sarah berbalik pergi, namun sebelum keluar, ia berhenti di ambang pintu. "Satu lagi, Ghaz. Kamar mandi di unit ini hanya satu. Pastikan tamumu tidak menghabiskan jatah air bersih divisi."

Pintu tertutup dengan dentuman keras. Keyra menarik napas panjang, mencoba meredam emosinya. Ia menatap gaun putih itu, lalu menatap bajunya sendiri yang kotor.

"Dia tidak menyukaiku," bisik Keyra.

"Sarah hanya... terlalu lama di medan perang, Key. Dia tidak terbiasa dengan orang baru," Ghazali mencoba menenangkan, namun napasnya kembali memberat karena demam.

Keyra berdiri, mengambil gaun itu dan melemparnya ke sudut ruangan. Ia kemudian mengambil kemeja cadangan milik Ghazali yang ada di lemari besi. "Aku tidak butuh gaun putih untuk berdiri di sampingmu. Aku butuh kamu tetap bangun agar kita bisa menghadapi mereka besok."

Malam semakin larut, dan suhu mulai turun drastis. Keyra terpaksa naik ke ranjang sempit itu, membelakangi Ghazali agar ada ruang. Namun, dalam kedinginan bunker itu, ia merasakan tangan besar Ghazali melingkar di pinggangnya, menariknya mendekat untuk berbagi hangat.

"Tidurlah, Key... besok adalah perang yang sebenarnya di Kota Astra," bisik Ghazali di tengkuknya.

---

1
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
Murni Asih
ish... sempet² nya ngegombal dulu.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!