NovelToon NovelToon
Bersama Sistem

Bersama Sistem

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Mafia / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Adib Mudzofar

Ryan adalah seorang pemuda yang bernasib malang yang tidak memiliki harta apapun kecuali ibunya.

Sejak kecil Ryan sudah dididik untuk menjadi pribadi yang pekerja keras dan pantang menyerah oleh orang tuanya. Slogan 'hasil tidak akan mengkhianati usaha' selalu terpatri dalam jiwa Ryan.

Sampai pada akhirnya dia bisa memasuki sebuah perkuliahan yang bergengsi dengan beasiswanya. Namun disitulah kepahitan demi kepahitan dia rasakan karena mendapatkan bully dari teman-temannya, selalu menghinanya, bahkan memanggilnya dengan kalimat 'Miskin'.

Namun Ryan tidak pantang menyerah! Dia terus menjalani kehidupannya yang berat itu dengan kesabaran hingga disuatu hari dia mendapatkan keberuntungan berupa sistem yang akan membantunya dalam segala hal dan merubah kehidupan Ryan. Perlahan, kehidupan Ryan yang miskin harta berubah menjadi orang yang berpunya dengan keberadaan dari Sistem. Yang awalnya susah kini menjadi lebih baik.

Bagaimanakah kelanjutannya? Simak kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adib Mudzofar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

"I-itu.. Ayolah ibu.. Aku hanya ingin main saja!" ucap Ryan membuat alasan.

"Main apanya? Main kok sampai malam-malam seperti ini! Apa besok kamu mau molor dan tidak kuliah hah? Dasar anak bandel!" ujar Lastri dengan marah sambil menghampiri Ryan lalu menjewer telinganya.

"Aduh.. Aduh ibu.. Sakit!" ujar Ryan sambil berusaha menahan telinganya agar tidak robek.

"Huh! Rasakan ini! Dasar anak nakal!" ucap Lastri yang terus menjewer telinga Ryan.

"Aw! Ibu lepaskan ibu.. Aw! Aw.." kata Ryan tidak bisa berdaya.

Sementara Parman dan Suprapto yang ternyata belum tidur dan menjaga Lastri sebelumnya juga ikut melihat tontonan yang membuat mereka hampir tertawa terbahak-bahak.

Bagaimana tidak? Ryan yang mereka tahu adalah sosok pemuda yang mengerikan dan tidak ampun bagi para musuhnya kini terlihat seperti anak nakal berumur sepuluh tahun yang sedang dimarahi oleh ibunya karena main telalu jauh dan pulang terlambat.

Merasakan jeweran maut dari sang Ibu, akhirnya Ryan bisa bernafas dengan lega karena capitan dari tangan Lastri sudah terlepas.

'Fiuuh.. Akhirnya bebas juga!' batin Ryan lega.

"Jangan senang dulu! Awas saja jika kamu mengulanginya lagi!" ucap Ibu Ryan sambil menatap Ryan dengan lekat.

"Iya-iya Ibu.. Iya! Ryan nggak akan mengulangi lagi!" jawab Ryan pasrah.

"Nah.. Gitu baru anak ibu! Yasudah, sekarang sana masuk!" kata ibu Ryan.

"Baik bu!"jawab Ryan.

Ryan pun memasuki rumahnya dengan langkah lunglai. Dia melihat dua orang yang mana adalah Parman dan Suprapto yang seperti orang sedang menahan sesuatu yang ingin mereka tertawakan.

"Cih! Sialan kalian berdua! Tidak membantu malah cuma diam disini! Awas saja besok, aku akan menghukum kalian!" gerutu Ryan

Ryan pun memasuki kamarnya setelah mengatakan hal itu kepada Parman dan Suprapto untuk mandi dan membersihkan diri. Selesai melakukan aktivitasnya, Ryan membaringkan tubuh di atas kasur.

"Ais.. Akhirnya bisa santai-santai lagi!" ucapnya pelan sambil menghela nafas lega.

[Sepertinya ada yang lagi santai!] ucap sebuah suara di dalam pikirannya yang mana suara itu tentu saja suara milik sistem.

"Iya tem.. Sistem. Aku merasa lega setelah menghabiskan uang sedemikian banyaknya" kata Ryan.

[Cih! Jangan lupa, uang Tuan masih ada di brangkas Tuan! Tuan masih memiliki tugas untuk menghabiskan uang itu!] kata sistem dengan acuh.

"Iya-iya aku masihlah ingat! Sekarang lebih baik kamu cek statusku yang saat ini Sistem bawel!" ujar Ryan.

[Cih! Baiklah Tuan! Cek Status:

Nama: Ryan Aji Sena

Umur: 23 tahun

Status: Jones alias jomblo ngenes

Pesona: 16/100

Poin: 233/1000

Keahlian: Tukang Pijat Super Level Tinggi, Ahli Kungfu Tingkat Menengah

Kekuatan: 30/100

Tugas: Mengabiskan Uang Hasil Judi

Tabungan di bank: 21.845.000

Toko Sistem: Belum Bisa Diakses

Brangkas: Uang Tunai 152.950.000, Pedang Katana, Pistol, Kotak Hadiah Kecil

Versi Sistem: 1.0 (Naikkan..)]

[Oiya Tuan! Untuk uang yang Tuan harus habiskan maka uang itu Sistem simpankan didalam brankas Tuan. Sementara yang menjadi uang pokok Tuan saat ini berada ditabungan bank! Itu Sistem lakukan untuk mempermudah Tuan mengetahui jumlah uang yang harus Tuan habiskan dalam tiga hari!] kata Sistem lagi.

"Oh.. Jadi uang yang harus aku habiskan tersisa 152.950.000? Hmm.. Baiklah.. Jumlah yang masih cukup banyak!" ujar Ryan sedikit tidak berdaya dengan uang yang tersisa.

[Benar sekali Tuan!] jawab Sistem.

Ryan lalu meminta Sistem untuk menghilangkan layar hologram yang ada didepannya. Setelah itu dia berpamitan kepada Sistem untuk tidur.

"Baiklah jika begitu.. Selamat tidur Sistem!" kata Ryan lalu menarik selimutnya dan mencoba untuk terlelap.

[Selamat tidur Tuan! Moga mimpi indah!] ucap Sistem menjawab.

***

Waktu dengan cepat berlalu. Tidak terasa saat ini sudahlah pukul 06.00 pagi. Sementara Ryan masih tidur di dalam lelapnya.

Tok! Tok! Tok!

Sebuah suara ketukan terdengar di pintu kamar Ryan. Suara itu tidak lain dilakukan oleh Lastri, Ibu dari Ryan.

"Nak! Bangun nak! Sudah pagi! Cepat bangun lalu mandi dan bersiap untuk kuliah!" ucap suara Lastri dari luar.

"Aaaahhh.. Baaaiiikk buu.." jawab Ryan yang terbangun sambil menggeliat seperti cacing kepanasan.

"Oiya, selesai mandi, sarapanlah dulu! Ibu sudah memasakkan sesuatu untukmu!" kata sang ibu lagi.

"Siap buk bosku!" jawab Ryan dengan nada malas.

Setelah beberapa saat mengumpulkan nyawanya, Ryan akhirnya pun bangun dari tempat tidur dan bersiap untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.

Tidak perlu waktu lama bagi Ryan untuk menyelesaikan semua itu hanya butuh waktu 15 menit bagi Ryan untuk mandi dan berganti pakaian. Setelahnya dia pun keluar untuk menghampiri ibunya yang berada didapur untuk sarapan.

Dalam perjalanannya, Ryan mencium bau masakan yang cukup lezat daripada sebelum-sebelumnya.

"Ohoo.. Sepertinya ibu masak enak pagi ini?" kata Ryan setelah dia sampai didapur.

Ryan melihat ada dua pengawal dari ibunya itu yang mana adalah Parman dan Suprapto yang juga ikut membantu Lastri untuk memasak.

"Wah-wah.. Kalian juga bisa memasak ternyata!" kata Ryan lagi.

"Tentu saja bisa Guru Besar! Kami sengaja dilatih oleh Bos Rio dulunya dengan berbagai macam pelatihan sebelum kami benar-benar masuk kedalam geng motor atau perguruan seni beladiri tengkorak hitam!" jawab Parman.

"Oh.. Perguruan yang sangat unik! Tapi itu sangat bagus!" ucap Ryan menilai.

"Tentu saja karena kami juga harus mandiri dan serba bisa dalam menghadapi segala macam hal dan lingkungan! Itulah peraturan dari perguruan seni beladiri tengkorak hitam kami!" ujar Parman.

Setelah berbincang-bincang sebentar dengan Parman, Lastri akhirnya menyuruh mereka semua untuk duduk disatu meja untuk memakan makanan yang telah tersaji.

Awalnya Parman dan Suprapto ingin menolak. Namun karena paksaan dan ancaman yang diberikan oleh Lastri, juga tatapan tajam dari Ryan, mereka berdua akhirnya hanya menurut saja.

Mereka bertiga makan dengan tenang. Parman dan Suprapto merasakan kedekatan seperti halnya sebuah keluarga didalam acara makan sarapan tersebut.

Mereka berdua sudah cukup lama tidak makan dengan suasana seperti ini. Sungguh hal seperti ini mengingatkan mereka kepada kehidupan mereka sewaktu masih kecil, yang mana dapat berkumpul dengan keluarga, bercengkrama dan tertawa lepas bersama-sama.

Setelah selesai sarapan Ryan pun berpamit kepada Lastri dan kedua pengawal barunya itu untuk berangkat ke kampus.

'Emm.. Sekarang masih jam 06:15 dan pelajaran akan dimulai jam 09:00. Masih ada waktu! Aku akan berkunjung ke Villa Gunung Ru-.. Ah tidak! Aku akan menggantinya menjadi Villa Gunung Emas saja! Nama itu terlalu ambigu! Sial! Siapa pula yang menamai seperti itu!' batin Ryan sambil berjalan menghampiri motor ninja milik Suprapto.

1
Erik Brigez
sampah
Siget Budianto
Ceritanya bagus dan seru
Syamsul Bari
masak lupa bawa hp,
3RSEL
💪💪💪💪💪
Obey Propaganda
nah demen gw kalo jagoan d jweer mak nya 😄
Obey Propaganda
apa kagak kuliah lu riyan
Henry Ronald Maramis
bukannya sudah minum pil anti rasa sakit?
Memyr 67
𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗀𝗂𝗍𝗎? 𝗆𝖺𝗁𝖺𝗌𝗂𝗌𝗐𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗆𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖾𝖻𝖺𝗌 𝖻𝖾𝗋𝗌𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀, 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝖺𝗒𝖺? 𝖺𝖽𝗂𝗅 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂
Makmur Djajamihardja
maklum aja authonya belum sarapan bosqu
Makmur Djajamihardja
masalah karakter suka suka author lah wong dia penulisnya bro
Makmur Djajamihardja
Ryan ajie barang kalee
Makmur Djajamihardja
beli aja logam mulia di Antam semua duitnya beres kan
Makmur Djajamihardja
beri aja lotek kucur bosqu
Makmur Djajamihardja
mestinya sistim kasih duit sebagai hadiahnya
Makmur Djajamihardja
taktili tiktok tinong camcauh gula batu pamere nona enong hu hahu ha haseum 👍
Himawan Wawan
borju
Himawan Wawan
jebakan tuh
Himawan Wawan
josssssssss
Himawan Wawan
rahasiakan
Himawan Wawan
ayo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!