NovelToon NovelToon
Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Ibu susu
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.

Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.

Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.

Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.

Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.

"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."

Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.

Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAMAAA!

Di luar gerbang, kesabaran Vivian akhirnya habis. Ia turun dari mobil menghampiri jeruji besi yang masih mengunci rapat akses masuk.

"Buka gerbangnya. Saya bilang anak-anak Kayden ada di sini!" seru Vivian tegas.

Alex yang ikut turun langsung berkacak pinggang dan ikut mengomel. "Iya, cepat buka! Dasar tidak sopan! Alex jewel kalian!"

Tak mau ketinggalan, Deana juga ikut berdiri di balik pagar. Ia menuntut untuk diizinkan masuk ke rumah ayahnya. 

“Paman-paman, Dea mau masuk. Nda lihat Dea kepanasan di sini? Dea bisa mencail jadi esklim…”

Namun, para penjaga yang baru saja menerima titah dari Davin hanya bisa menggeleng pasrah. Mereka tetap bersikeras tidak bisa membukakan pintu.

Vivian semakin geregetan.

Tanpa ragu, Vivian melayangkan tendangan keras ke arah pagar besi.

Bugh!

Bugh!

Melihat aksi itu, Alex dan Deana secara kompak ikut-ikutan demo, menendang jeruji besi dengan kaki-kaki kecil mereka, meski tentu saja sama sekali tidak ada tenaganya.

Oeeekkk!

Keadaan menjadi semakin semrawut ketika suara tangisan kencang Baby Elvano dari dalam mobil ikut memecah keheningan siang itu.

Bagus Baby El… nangis lebih kencaaang!

Bial meleka buka pintunya. Adik pintal!

Karena tak tahan dengan kombinasi keributan luar biasa dari wanita dan dua bocah tersebut, para penjaga akhirnya menyerah. Mereka perlahan menggeser gerbang besi itu hingga terbuka.

"Kami buka gerbangnya. Tapi ingat, kami tidak menjamin keselamatan kalian di dalam sana," ancam salah satu penjaga dengan wajah serius, mencoba menakut-nakuti.

Vivian tidak ciut sedikit pun. Ia berbalik sebentar untuk menggendong Baby Elvano dari dalam mobil, lalu menatap remeh ke arah penjaga itu. "Kalian tidak perlu cemas. Saya sangat bisa menghadapi bos kalian yang lemah itu."

Kedua penjaga itu langsung melongo, tak habis pikir dari mana datangnya keberanian wanita ini hingga berani melabeli sang Bos dengan sebutan 'lemah'.

Sambil melangkah masuk ke halaman mansion, Alex dengan sigap menarik tangan Deana agar berjalan merapat di samping Vivian. "Kamu tidak usah takut pada Ayahmu, Dea. Ada aku. Aku bisa jagain kamu." ucap Alex sok jantan, mencoba pamer.

Deana spontan menatap Alex dengan pandangan tak percaya. "Yang ada… Mamaku yang jagain kamu," ketus Deana.

Langkah kaki Alex langsung terhenti. Keningnya mengernyit dalam begitu menangkap sebutan baru yang diucapkan adiknya. "Mama? Kenapa kamu panggil Bibi dengan sebutan Mama?"

Deana mendongakkan dagunya, menjawab dengan nada bangga. "Soalnya mulai sekalang Dea sudah punya Mama. Dan Mama Dea itu… Mama Vivian!"

Alex hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya keheranan. Ia merasa Deana terlalu cepat melabeli wanita itu sebagai ibu, padahal status wanita itu baru saja diangkat jadi pengasuhnya.

Namun, perdebatan kecil itu mendadak menguap begitu mereka melangkah masuk melewati pintu utama mansion yang besar.

Tepat di ruang tengah, mereka langsung berhadapan dengan Kayden. Pria itu baru saja menuruni anak tangga, berniat keluar dari kamar untuk sekadar mencari udara segar demi mengurai kepenatan otaknya. Namun, begitu mendapati Vivian, dua bocah, dan seorang bayi sudah menyusup ke dalam rumahnya, mood-nya seketika hancur berantakan.

Enggan berurusan dengan kerumitan yang dibawa wanita itu, Kayden memutar tubuhnya dengan dingin. Ia berniat kembali ke lantai atas dan mengurung diri di kamar.

Akan tetapi, langkah kakinya mendadak terkunci di undakan tangga akibat sebuah teriakan melengking yang mengguncang keheningan rumah.

“PAPAAAA!"

Gemuruh hebat seketika merayap di dada Kayden begitu mendengar lengkingan suara putrinya. Suara yang seminggu ini teramat ia rindukan. Namun, alih-alih berbalik, Kayden justru memantapkan langkah kakinya menuju kamar. Ia tak ingin Deana kembali merasa tertekan melihat kehadirannya, persis seperti keinginan yang diucapkan putri kecilnya itu.

Menyaksikan sang ayah terus melangkah pergi tanpa menoleh sedikit pun, sepasang mata Deana mulai berkaca-kaca. Bulir bening siap tumpah kapan saja. Pemandangan itu sontak membuat hati Vivian dongkol setengah mati pada kebebalan Kayden.

Tepat saat itu, Lastri berlari dari arah dapur. Air matanya sudah berlinang deras saat ia langsung bersimpuh dan memeluk erat tubuh mungil Deana. Sebenarnya, sejak kemarin Lastri sudah tidak tahan dan ingin menceritakan rahasia besar tentang ibu kandung Deana. Namun, ancaman Kayden yang mengurung seluruh pelayan di dalam mansion membuatnya tidak bisa bergerak.

Deana yang kebingungan mendongak. “Bi Lastri… kenapa menangis?”

Dengan suara bergetar menahan tangis, Lastri menatap Deana lekat-lekat. “Ibu kandung Nona kecil… Ibu kandung Nona sebenarnya masih hidup!”

Jleb!

Vivian yang berdiri di dekat mereka langsung mematung seketika. Jantungnya serasa berhenti berdetak.

Mengabaikan rasa tidak percaya yang menghentak dadanya, Vivian maju selangkah. “Apa… apa yang kau katakan? Tolong jangan bercanda.”

Lastri mengangguk dengan sangat yakin, menyeka air matanya kasar. “Saya tidak bohong. Kalau kalian tidak percaya, ikut saya ke kamar Nyonya sekarang.”

Tanpa banyak bicara, mereka semua mengikuti Lastri menuju ruangan rahasia di sudut mansion. Begitu pintu terbuka dan Vivian melangkah masuk, napasnya seolah ditarik paksa dari tenggorokan.

Vivian tersentak hebat, hampir saja ia menjatuhkan Baby Elvano dari gendongannya saking syoknya melihat pemandangan di depan mata. Di atas ranjang medis itu, terbaring sesosok tubuh yang sangat ia kenali. Tubuhnya sendiri. Tubuh Vivian Marvis yang asli, yang masih utuh dan bernapas, hanya saja tampak jauh lebih kurus dibandingkan tubuh Arini yang ia tempati sekarang. Berbagai kabel dan alat penopang hidup masih menempel ketat di tubuh itu.

Air mata Deana perlahan menetes. Begitu menyadari wanita di atas ranjang adalah ibu kandungnya, bocah itu langsung histeris dan berteriak parau. 

“MAMAAA! MAMA!”

Deana hendak berlari memeluk tubuh kaku itu, namun Lastri dengan cepat menahannya agar tidak mengganggu peralatan medis. Sementara itu, Alex yang berdiri di samping mereka hanya bisa diam terpaku. Bocah laki-laki itu meremas jemarinya sendiri dengan erat, ikut merasakan kepedihan yang luar biasa melihat adiknya menjerit-jerit ingin memeluk sang ibu.

Dengan sisa-sisa kesadaran yang mulai limbung, Vivian menoleh ke arah pintu. Di sana, Davin sudah berdiri tegak dengan tatapan sendu.

Vivian mendekati asisten kepercayaan Kayden itu dengan tatapan menuntut penjelasan. “Davin… apa yang sebenarnya terjadi? Wanita yang terbaring di sana… apakah dia Vivian Marvis yang asli?”

Vivian melontarkan pertanyaan itu dengan bibir gemetar karena jiwanya benar-benar menolak untuk percaya pada kenyataan gila ini. Davin pun mulai membeberkan seluruh kebenaran yang selama bertahun-tahun ini disembunyikan rapat-rapat oleh Kayden.

Satu demi satu fakta meluncur dari mulut Davin. Dan seiring dengan kebenaran yang terungkap, dunia di sekitar Vivian mendadak menjadi hening.

Pandangannya mengabur, ruang di sekitarnya terasa kosong dan berputar hebat. Suara histeris tangisan Deana yang semula memekakkan telinga, perlahan-lahan terdengar semakin menjauh… kian meredup… hingga akhirnya…

BRUK!

____

Mohon dukungannya, klik like, komen, vote dan gift supaya novel ini cepat lulus kontrak dan Mom Ilaa bisa update banyak-banyak lagi. See you... 🫶

1
Uthie
NT tolong Loloskan Cerita ini 🙏🙏🙏😍😍😍
Dewie
😍
Ayudya
ayolah Vivian kamu cepat sadar biar anak anak mu ga sedih
Hesty
up gi thooor ☺
Intan Noer
stok itu, gimana dong Thor, tar klau blik ketubuh tubuh penggantinya gimana trus klau g blik tar g ada yg tau atau author mau ksih roh orang lain di dlm tubuh Vivian. aduh jngan Thor tar kyk cerita sblh tbhnya diambil jiwa lain yg jahat SM ank2nya
A R
wahhh apa vivian bakal pindah ke tubuh asli nya??? kasian arini tp 😭😭😭
Ayudya
semoga ada keajaiban biar Vivian sadar dari koma nya😢😢😢😢
Ayudya
nah tu para tuyul Uda mulai ribut lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah kan kayden ga mau jujur ma anaknya.mala buat deana tambah benci ma kamu kayden
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT ceritanya 👍👍👍🤩
Uthie
dasar niii para bocil 😁
Hesty
thoor bikin jiwa vivian kembali lagi keraganya... 🙏☺
Dew666
👑👑👑
Uthie
Oooo... begitu tohhhhh ternyata 😁
Uthie
Wahhhh... Dea 🤩
aristi
apakah itu tubuh Vivian yg diawetkan????
A R
sdh kudugaaa sih kl el anak vivian jg. hrsnya biarin deana ketemu vivian. siapa tau kl diajak ngmg vivian bisa sadar
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Uthie
makin seru dan menarik cerita nya 👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!