NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Matahari

Sistem Dewa Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Aditya Pratama, pemuda yatim piatu yang dihina keluarga angkatnya, bekerja sebagai cleaning service di perusahaan konglomerat Pradipa Group. Hidupnya jungkir balik ketika secara tak sengaja menemukan liontin kuno di ruang rahasia sang pemilik perusahaan—yang ternyata adalah pusaka terakhir dari era dewa-dewa. Liontin itu mengaktifkan "Sistem Dewa Matahari", memberinya kemampuan melampaui nalar manusia. Dengan sistem ini, Aditya bertekad membalaskan dendam keluarganya, menaklukkan panggung dunia, dan menyingkap misteri di balik hilangnya para dewa 10.000 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Tameng dan Janji

Speedboat meluncur meninggalkan pulau Kolektor. Di belakang mereka, vila kaca itu masih berdiri—rusak di beberapa bagian, tapi tidak hancur. Kala dan Kali akan bangun besok pagi dengan sakit kepala dan memar. Tapi mereka akan bangun. Itu yang penting.

Aditya duduk di buritan, Tameng Bumi di pangkuannya. Perisai perunggu itu lebih ringan dari yang ia kira. Ukiran matahari di permukaannya berkilau diterpa cahaya bulan. Sesekali, ia merasakan getaran halus—seperti benda itu mengenalinya.

Maya menyetir dengan satu tangan, tangan satunya memegang kompres es di bahunya yang terluka. "Kita berhasil."

"Kita berhasil," Aditya mengulang.

"Tanpa mayat."

"Itu bagian terbaiknya."

Alesha duduk di samping Aditya, memeriksa Tameng Bumi dengan mata berbinar—bukan mata CEO yang dingin, tapi mata seseorang yang baru saja menyaksikan keajaiban. "Empat pusaka sekarang. Tinggal tiga lagi."

"Tombak Angin, Busur Halilintar, dan Mahkota Surya," Aditya menyebutkan. "Dua yang pertama mungkin masih dipegang oleh pemegangnya. Tapi Mahkota..."

"Mahkota adalah pusaka terakhir," Alesha menyelesaikan. "Kakek bilang, itu adalah kunci untuk menyatukan ketujuh pusaka. Tapi lokasinya tidak diketahui bahkan oleh keluarga Pradipa."

"Dan Sang Pengumpul sudah punya tiga. Dia pasti mencari yang keempat sekarang."

Maya menoleh dari kemudi. "Kita baru saja mengambil Tameng Bumi dari Kolektor. Itu artinya pusaka ini sekarang jadi target utama mereka."

Aditya menatap Tameng Bumi. "Kalau begitu, kita tidak boleh lengah. Tapi... aku tidak mau lagi masuk ke sarang orang dan memaksakan diri. Kita perlu pendekatan yang berbeda."

"Seperti apa?"

"Aku tidak tahu persis. Tapi mungkin..." Aditya mengingat percakapannya dengan Kolektor, "...mungkin kita bisa mulai dengan bertanya, bukan menyerang."

---

Keesokan paginya, Villa Pradipa berubah menjadi markas penelitian. Kakek Wijaya duduk di kursi rodanya dengan selimut di pangkuan, dikelilingi oleh buku-buku tua dan peta-peta kuno. Alesha di sampingnya dengan laptop. Maya berdiri di dekat jendela, bahunya sudah diperban, matanya mengawasi halaman. Dan Aditya duduk di lantai dengan Tameng Bumi di depannya.

"Tameng Bumi tidak aktif," kata Aditya. "Sistemku bilang butuh darah Pradipa untuk aktivasi."

"Itu sama seperti Belati Surya," Alesha menimpali. "Waktu itu aku tidak sengaja menggores jariku saat memegangnya. Begitu darahku kena bilahnya, belati itu menyala."

"Jadi setiap pusaka butuh darah pemegangnya?"

"Tidak semua." Kakek Wijaya mengusap janggutnya. "Liontin Surya yang kau pakai, misalnya. Dia tidak butuh darahmu. Dia memilihmu karena sistem yang kau miliki. Cincin Api memilih Maya karena keberaniannya—bukan karena darah."

"Lalu kenapa Tameng Bumi dan Belati Surya butuh darah?"

Kakek Wijaya terdiam sejenak. "Karena itu pusaka pertahanan. Dalam tradisi leluhur, pertahanan selalu terkait dengan pengorbanan. Kau harus bersedia berdarah untuk melindungi."

Aditya menatap Tameng Bumi. Lalu mengeluarkan pisau kecil dari sakunya—bukan untuk bertarung, hanya untuk hal-hal praktis. Ia menusuk ujung jarinya. Setetes darah jatuh ke permukaan tameng.

Tameng itu menyala.

Cahaya keemasannya memenuhi ruangan. Ukiran matahari di permukaannya berputar, lalu berhenti dalam posisi baru—seperti puzzle yang akhirnya terpecahkan. Getaran energi terasa di udara.

Tameng Bumi teraktivasi.

Pemilik: Aditya Pratama (sementara—darah Pradipa diterima).

Kemampuan: Perisai Pertahanan (Level 1)—Bisa dipanggil secara otomatis saat pemilik dalam bahaya. Menahan serangan fisik dan energi hingga level 15. Durasi: 30 detik. Cooldown: 1 jam.

"Tameng ini bisa dipanggil otomatis," Aditya melaporkan. "Tapi cuma 30 detik, sekali sejam."

"30 detik bisa jadi penentu hidup dan mati," Maya berkomentar. "Pertanyaannya, siapa yang akan kamu lindungi dengan 30 detik itu?"

Pertanyaan itu menggantung di udara. Aditya menatap Alesha, lalu Maya, lalu Kakek Wijaya.

"Kalian bertiga," jawabnya akhirnya. "Untuk itulah tameng ini dibuat."

---

Sore harinya, telepon Alesha berdering. Nomor tidak dikenal—sama seperti sebelumnya.

"Aku akan jawab," kata Alesha. Kali ini, Aditya dan Maya sudah siaga di sampingnya.

"Halo?"

"Selamat atas Tameng Bumi." Suara berat yang dimodifikasi—Helios. "Kau dan timmu bekerja lebih cepat dari perkiraanku."

"Kami tidak suka dikejar waktu."

"Aku juga. Karena itu aku akan langsung ke intinya." Jeda. "Pusaka kelima—Tombak Angin—berada di tangan keluarga kultivator di Bali. Mereka menyebut diri mereka Wangsa Angin. Mereka bukan musuh. Mereka adalah penjaga, sama seperti keluarga Pradipa. Tapi mereka dalam bahaya."

"Bahaya apa?"

"Sang Pengumpul sudah mengirim Putra Senja ke sana. Mereka akan menyerang dalam tiga hari. Kalau kau bisa ke sana sebelum itu dan memperingatkan mereka... mungkin Tombak Angin bisa diselamatkan tanpa harus jatuh ke tangan yang salah."

"Apa yang kau dapat dari membantu kami, Helios?"

Hening.

Sesuatu yang sudah lama hilang," suara itu akhirnya menjawab. "Sampai ketemu di Bali."

Panggilan terputus.

1
Sebut Saja Chikal
hmmm dipikir" ada yg ilang. hadiah terima tawaran si alesha ko ga dapet. 500 koin + pil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
Kak, Bisa Follow kembali, ada hal penting🙏
alexander
bagus ceritqnya
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!