"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 28
"huft! anak?" dengus Oh pil sun, "dengan siapa? Or ji oh?" katanya bertanya, sebenarnya sedang memancing amarah neneknya. "tentu saja! Memangnya dengan siapa lagi kalau bukan dengan istrimu?" ujar ibu pimpinan marah, meski ia tahu Oh pil sun memang sengaja ingin membuatnya marah, apa lagi disana hanya ada mereka bertiga.
"maaf sekali membuat nenek kecewa, karena sepertinya itu akan sulit terjadi." ujar Oh pil sun menjawab perkataan ibu pimpinan tanpa melihat ibu pimpinan, karena sampai sekarang ia belum pernah sekali pun menyentuh Or ji oh. "itu semua akan segera terjadi jika kau berhenti membuang waktu mu yang kau habiskan dengan tidur diruang kerja!" kata ibu pimpinan memarahi Oh pil sun, ia bahkan sangat geram ketika mengetahui bahwa Oh pil sun masih tidur diruang kerjanya, padahal Or ji oh sudah lebih dari seminggu berada dirumah.
Sementara Oh pil sun hanya diam, ia tak ingin menjawab perkataan nenek nya lagi, dan tak lama setelah ibu pimpinan mengatakan semua itu Ji Ming berserta keluarga pun masuk, mereka semua memang masih berada disana dan sepertinya sangat betah. "ada apa ini?" tanya kakak ipar ibu pimpinan sedikit penasaran saat ia masuk dan mendapati suasana ruangan yang sedikit tegang, namun tidak ada yang menjawabnya, dan ini adalah kesempatan untuk Oh pil sun.
Tanpa menunggu lama saat melihat semua orang telah berkumpul Oh pil sun pun bergegas pergi, "aku akan pergi dulu, ada pekerjaan yang harus kulakukan!" kata Oh pil sun pada ibu dan neneknya sebelum ia pergi, lalu dengan cepat meninggalkan ruangan itu.
Dan delapan jam kemudian tepatnya sebelum kejadian ditempat parkir.
"ternyata tadi pagi ia pergi dengan terburu-buru karena ini" gumam Oh pil sun berbicara pada dirinya sendiri saat ia melihat Or ji oh dari jendela kaca lantai empat, matanya bahkan menyipit sementara keningnya mengerut, karena ia tidak suka melihat Or ji oh yang sedang berbicara dengan laki-laki lain, meski ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan Or ji oh dibawah sana.
Jika saja Kim tidak datang dan mengingatkan nya bahwa ia datang kesini karena pekerjaan, ia pasti sudah pergi dari sana. "Tuan muda, tuan Sin bertanya apakah anda menyukai hidangan yang di suguhkan oleh restorannya hari ini?" tanya Kim seketika menyadarkan nya, "biasa" jawab Oh pil sun cepat setelah tersadar, namun tetap tidak mengalihkan pandangannya dari Or ji oh.
Bahkan keningnya semakin mengkerut dan tangannya mengepal, ia tidak tahan, hatinya panas seolah terbakar setiap kali ia melihat bahu atau pun lengan Or ji oh disentuh oleh laki-laki yang berdiri dan kemudian juga duduk disebelah Or ji oh. Meski dihadapan Or ji oh laki-laki itu bersikap seperti tidak sengaja, namun Oh pil sun dapat melihat bahwa laki-laki itu sengaja.
Dan ia sangat tidak suka melihat itu, karena itu saat menyadari bahwa ada kandungan obat perangsang dalam minuman cocktail yang telah ia minum, ia pun segera bertanya kepada Kim tentang keberadaan Or ji oh, "sedang dimana dia?" kata Oh pil sun pada Kim ketika itu karena ia tahu ia tidak akan bisa lagi menahan diri, dan seolah mengerti Kim memberitahu nya. "sedang berjalan menuju ketempat parkir." jawab Kim, mendengar itu Oh pil sun langsung kembali berdiri dan dengan cepat meninggalkan kamarnya.
Ia berjalan menuju ketempat parkir dengan terburu-buru, namun saat sampai ditempat parkir Or ji oh belum ada disana, ia bahkan hampir kembali putus asa, "sial!" gerutunya karena sesuatu yang tersembunyi dari bagian dirinya terasa akan meledak didalam sana, jika ia tidak segera mendapatkan tempat untuk melampiaskannya, dan saat Or ji oh datang ia sangat bersyukur.
Kembali ke saat setelah kejadian ditempat parkir. "huft" Oh pil sun tersenyum, ia bahkan masih ingat bagaimana Or ji oh menghela nafas kesal saat ia melihatnya tadi, namun tetap membiarkan Oh pil sun menyentuhnya.
Bahkan semua kata-kata dingin yang di lontar oleh Or ji oh kepadanya sebelum-sebelumnya, kini malah terasa manis baginya. Apa lagi setelah ia mengetahui bahwa ialah satu-satunya dan juga yang pertama bagi Or ji oh. "hmm" gumam Or ji oh hampir terbangun saat Oh pil sun akan menggendong nya, dan dengan cepat Oh pil sun segera menenangkannya, "sssst" desis Oh pil sun lembut menenangkan Or ji oh, agar Or ji tidak terbangun saat ia menggendong Or ji oh dari dalam mobilnya dan membawanya ke kamar.
Kebetulan sekarang sudah pukul sebelas malam dan semua anggota keluarga telah tidur, jadi tidak ada yang melihatnya selain hanya sekuriti dan pelayan. "tolong bukakan pintu" kata Oh pil sun hanya dengan gerakan alis dan mata pada salah satu pelayan wanita yang sedang menyambut kepulangannya, "baik tuan muda" jawab pelayan itu hanya dengan anggukan kepala lalu dengan cepat membukakan pintu untuk Oh pil sun.
Oh pil sun berjalan dengan hati-hati, meski ia menggendong Or ji oh tapi ia sama sekali tidak terlihat keberatan, padahal untuk sampai ke kamar ia harus berjalan melewati ruang tamu, ruang keluarga dan juga menaiki tangga, bahkan setelah sampai dikamar ia pun membaringkan Or ji oh di kasur dengan begitu lembut dan hati-hati. "hmm" gumam Or ji oh pelan dengan mata masih terpejam setelah Oh pil sun membaringkannya di kasur, dan dengan perlahan berbalik ke kanan.
Sejak tadi Or ji oh tahu bahwa mereka telah sampai dirumah, namun ia tidak bisa membuka matanya, karena tubuhnya sangat letih bahkan tulangnya rasanya seakan seperti remuk semua, dan semua itu karena perbuatan Oh pil sun! Entah berapa kali Oh pil sun melampiaskan hasratnya, yang jelas Or ji oh tertidur karena sudah tidak sanggup lagi, bahkan yang memakaikan pakaiannya kembali adalah Oh pil sun.
"hmm" Oh pil sun yang melihat itu hanya tersenyum, kini apa pun yang dilakukan Or ji oh terlihat manis dimatanya, sejak tadi entah berapa kali ia mencium kening Or ji oh, dan kini ia melakukannya kembali. Ia mencium kening Or ji oh dengan sangat lembut dan menyelimuti Or ji oh, lalu kemudian ia pun berbaring disebelah Or ji oh dan tertidur dengan memeluk Or ji oh.
Malam ini berlalu dengan sangat menyenangkan bagi Oh pil sun, bagaimana tidak! Biasanya ia tidur sendiri di ranjang tunggal yang ada diruang kerjanya, tapi malam ini ia tidur dikamar Or ji oh dan tidur bersama Or ji oh.