Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.
Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.
Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.
"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
"Dan asal kamu tahu, Uang sebanyak itu bahkan cukup untuk membeli dua rumah mewah lho! Tapi hasilnya? Nol besar! Aku tetap sakit, tetap menderita, tidak ada yang mempan," katanya dengan sungguh-sungguh.
Kakek Faris lalu menatap Ghaizka serius.
"Tapi kamu... hanya dengan jarum dan rumput kering, aku bisa sembuh total dalam hitungan jam! Nyawaku hampir melayang tapi kau tarik kembali. Itu artinya jasa kau jauh lebih berharga daripada harta duniawi," kata kakek Faris serius.
"Jadi tolong... terimalah gedung itu sebagai tempat usahamu, dan ini juga..."
Kakek Faris lalu menyodorkan sebuah Kartu Hitam dan sebuah buku tabungan.
"Di dalam sini ada transferan 100 Juta Rupiah sebagai uang jajan dan beli bahan obat-obatan. Jangan ditolak lagi ya... anggap ini sebagai sedekah dan investasi kami supaya kamu bisa menolong lebih banyak orang lagi nanti."
Alger yang berdiri di samping juga ikut mengangguk setuju.
"Terimalah Nona... demi Kakek saya, demi kami, dan demi orang sakit yang lain. Klinikmu harus besar supaya semua orang bisa terbantu," bujuk Alger.
Ghaizka terdiam sejenak. Ia melihat ketulusan di mata mereka berdua. Akhirnya ia menghela napas panjang lalu menerima pemberian itu dengan perlahan.
"Baiklah... kalau Kakek Faris dan Tuan Alger bersikeras... saya terima. Tapi janji, ini yang terakhir dan tidak boleh ada tambahan lagi," kata Ghaizka akhirnya.
"Akhirnya...!" kata Kakek Faris senang bukan main.
Alger pun tersenyum lebar. "Bagus! Besok saya akan urus semua surat-suratnya dan renovasi agar klinik Nona menjadi yang termewah dan terhebat!"
"Baiklah Kakek, Tuan Alger... saya pamit pulang dulu ya. Kakek istirahat yang cukup dan minum obatnya teratur ya, serta makan makanan bergizi," kata Ghaizka sambil membungkuk hormat.
"Iya Nak Ghaizka, hati-hati di jalan ya. Terima kasih banyak sekali," jawab Kakek Faris dengan wajah sumringah, ia berjalan mengantar sampai depan pintu.
Alger pun segera mengajak Ghaizka keluar.
"Mari Nona, saya antar sampai depan pintu rumah Anda," ucap Alger sopan.
Mereka berjalan beriringan meninggalkan rumah megah itu.
Di sepanjang koridor, para pelayan dan staf yang melihat mereka berjalan berdampingan langsung membungkuk.
Sesampainya di halaman depan...
Mobil mewah sudah siap dengan mesin yang menyala hangat. Alger dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Ghaizka.
"Silakan Nona, mohon duduk yang nyaman," katanya lembut.
"Terima kasih Tuan Alger," jawab Ghaizka lalu masuk dan duduk di kursi penumpang.
Alger pun masuk dan duduk di sampingnya. Empat pengawal tadi kembali berjaga di posisi masing-masing.
Di dalam mobil, suasana terasa sangat tenang. Alger sesekali melirik ke arah Ghaizka yang sedang memandang keluar jendela.
"Ghaizka... Kamu benar-benar anugerah terindah yang baru saja Tuhan kirimkan ke hidup kami. Cantik, pintar, baik hati, dan rendah hati," batin Alger tersenyum.
"Ehm... Nona Ghaizka," kata Tuan Alger.
"Ya, ada apa Tuan?" tanya Ghaizka menoleh.
"Besok pagi saya jemput lagi ya.Kita akan langsung survei ke lokasi gedung barunya. Saya pastikan renovasinya akan selesai secepat kilat supaya Nona bisa segera pindah dan praktek di tempat yang lebih layak," kata Alger antusias.
Ghaizka tersenyum tipis.
"Baiklah... saya tunggu. Terima kasih banyak atas segalanya Tuan Alger," jawabnya tulus.
Mendengar ucapan terima kasih itu, hati Alger berbunga-bunga.
Tidak lama kemudian, mobil pun sampai di depan klinik kecil Ghaizka.
"Kita sampai," kata Alger lalu turun cepat kembali membukakan pintu untuk Ghaizka.
Ghaizka turun membawa tasnya. "Sudah ya Tuan, sampai ketemu besok," kata Ghaizka melambaikan tangan kecilnya.
"Sampai jumpa besok Nona! Istirahat yang cukup ya!" balas Alger melambaikan tangan juga dengan wajah berseri-seri.
Mobil Alger pun perlahan melaju pergi, meninggalkan Ghaizka yang berdiri di depan pintu kliniknya.
Ghaizka masuk ke dalam rumahnya dan merebahkan tubuhnya di sofa sambil menghela napas panjang