Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
"Lain kali, kamu harus udah ada dirumah sebelum suami kamu pulang kerja!" Raina menghela napas berat, hari ini ia lelah dan sedang tidak ingin bertengkar
"Maaf"
"Apa?" Kevin menyusul istrinya itu, ia jadi menyesal karena pulang kerumah. Jika tidak sedang mengkhawatirkan istrinya ini, mungkin ia sudah menghabiskan malam indah bersama Alanna
"Kamu marah?" Tanya Kevin, membuat wanita cantik itu mengerutkan keningnya
"Kenapa aku harus marah? Kamu bikin salah?"
"Eng-enggak" Pria tampan itu terlihat gugup
"Lalu?"
"Kamu pasti marah soal kejadian semalam, aku minta maaf"
"Aku udah bilang, kalau sebaiknya kita lupain aja kejadian itu. Anggap semuanya tidak pernah terjadi" Raina yang lelah, memilih untuk berbaring. Lebih baik tidur saja
"Apa kamu benar-benar akan melupakannya?" Tanya Kevin dengan suara lirih
"Lalu kamu ingin aku melajukan apa, mas? Aku tau kalau malam itu kamu dalam pengaruh obat, ya udah" Raina menarik selimut hingga batas leher
Kevin enggan untuk berdebat, pria tampan itu lalu berbaring di sofa. Sebenarnya apa yang dirinya inginkan? Ia ingin Raina menjadi istri yang seperti apa?
Ia tidak suka Raina bertindak sebagai seorang istri yang mengutamakan suaminya. Tapi ia juga tidak ingin Raina bersikap cuek seperti ini
***
Hari berlalu, pernikahan Kevin dan Raina sudah memasuki usia dua bulan sementara bersama Alanna kurang dari satu Minggu
Memiliki dua istri membuat Kevin sebisa mungkin membagi waktunya. Tidak ada yang baik dengan memiliki dua istri, Kevin sebisa mungkin mencari alasan agar tidak ada yang marah
Seperti hari ini, Ia harus memberi alasan pada Raina jika dirinya tengah sibuk dengan pekerjaan
Entah kenapa hari ini Alanna bersikap sedikit manja, wanita ini selalu ingin ditemani. Sebenarnya Kevin senang bersama istri keduanya ini
Tapi dalam hatinya terbesit rasa bersalah karena ia merasa telah mengkhianati Raina. Pernikahan mereka memang tanpa cinta, tapi bagaimanapun Raina juga istrinya
"Sayang" Alanna sedikit berlari saat sang suami masuk kedalam penthouse "Aku punya kabar gembira"
"Apa?" Tanya Kevin penasaran
Alanna memberikan sebuah benda pipih yang Kevin tau benar apa itu. Ia dapat melihat dua garis berwarna merah
"Ini?" Kevin menatap tak percaya
Alanna mengangguk, keduanya saling berpelukan "Aku hamil"
Kevin tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya, pernikahannya bahkan baru berjalan tiga Minggu dan istrinya itu sudah mengandung
"Terima kasih sayang" Kevin mengecup istrinya penuh cinta "Besok kita kerumah sakit"
Keesokan harinya Kevin membawa sang istri bertemu dokter, tentu saja ini bukan dirumah sakit langganan keluarga Argantara
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya?" Tanya Kevin
"Semuanya sehat, usia kandungannya sudah menginjak empat Minggu. Mohon untuk dijaga ya pak, Bu, mengingat kehamilan di trimester pertama itu sangat rentan
Kevin diam, pernikahannya bersama Alanna baru saja memasuki tiga Minggu, tapi kandungan Alanna...
Kevin menggeleng, apa yang sudah ia pikirkan. Alanna hamil dan itu membuatnya sangat bahagia
Setelah keluar dari ruang pemeriksaan, Kevin membawa istri tercintanya itu untuk kembali kerumah. Ia akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Alanna setelah ini
"Aku mau itu!" Alanna menunjuk beberapa stand makanan dipinggir jalan
"Kamu tunggu disini! Biar aku yang beliin" Wanita hamil itu mengangguk cepat, matanya berbinar saat melihat jejeran makanan pinggir jalan
Setelah itu Kevin kembali ke mobil dengan beberapa kantung makanan. Ada beberapa jenis dan Alanna makan dengan lahap
Kevin tersenyum, ia usap kepala istrinya itu sambil mengucapkan kata cinta
***
Kevin benar-benar fokus pada Alanna saja, terlebih sang istri mengalami mual dan muntah dipagi hari. Bahkan wanita itu juga tidak bisa menelan makanan, itu sebabnya Kevin ingin menjadi suami siaga dengan selalu berada disisi istrinya itu
Hampir dua Minggu ini Kevin tidak kembali kerumah dengan alasan tengah berada diluar kota untuk urusan pekerjaan
Raina juga tidak memiliki keinginan untuk terus bertanya. Membiarkan dirinya sibuk akan pekerjaan
Akhir-akhir ini ia merasa tubuhnya sedikit lemah, ia mudah lelah dan selalu ingin berada didalam kamar. Ia malas melakukan apapun, dan yang lebih membuatnya kesal adalah dirinya yang merindukan suaminya
Selama ini Raina tak pernah bermasalah dengan waktu Kevin, tapi beberapa hari ini dirinya menginginkan suaminya itu agar berada disampingnya
Hari ini ia memaksakan diri untuk pergi ke toko, mungkin menyibukkan diri akan membuatnya sedikit melupakan pria itu
"Apa gak sebaiknya kamu dirumah saja sayang! Muka kamu pucet banget loh" Ujar Cynthia saat melihat wajah sang menantu yang terlihat pucat
"Aku gak pa-pa kok Mah, lagian aku ada pekerjaan penting di toko" Raina berusaha tersenyum
"Apa Kevin nelepon kamu?"
Raina mengangguk, sebenarnya tidak ingin berbohong. Tapi ia juga tidak ingin masalahnya lebih rumit, karena kedua orang tuanya itu akan marah
Sesampainya di toko, Raina semakin merasa lemas, wajahnya juga pucat "Kamu baik-baik aja kan Rain? Kamu keliatan gak sehat loh"
Maryam sejak tadi memperhatikan sahabatnya itu, Raina tidak seperti biasanya. Hari ini wanita cantik itu terlihat lemas
"Aku gak pa-pa kok Maryam, mungkin cuma kecapean aja"
Maryam mengangguk, mungkin memang benar, karena akhir-akhir ini pekerjaan mereka begitu banyak
"Kamu sebaiknya istirahat dulu! Untuk masalah ini biar aku yang kerjain"
"Gak pa-pa emangnya?" Raina merasa tidak enak, pekerjaan Maryam akan dua kali lipat lebih banyak jika dirinya beristirahat
"Kamu kayak sama siapa aja! Udah sana! Atau mau pulang aja?"
Raina menggeleng "Aku istirahat diruangan aja, sebentar lagi juga badan aku baikan lagi"
Maryam pasrah saja, membiarkan sahabatnya itu untuk beristirahat. Namun tiba-tiba Raina merasa pandangannya berputar, wanita itu berusaha berpegangan namun tubuhnya yang lemah membuatnya tidak sadarkan diri
"Rain" Pekik Maryam
Kekhawatiran terlihat di wajahnya, ia tepuk pipi sahabatnya itu untuk membuatnya bangun
"Rain" Maryam berusaha membuat sahabatnya itu bangun, namun wanita cantik itu enggan membuka matanya "Bangun Rain!"
Pintu masuk toko dibuka, Maryam menoleh pada seorang pria yang baru saja masuk "Syafiq!"
"Astaghfirullah!" Syafiq berjalan cepat menghampiri wanita yang tidak sadarkan diri itu "Rain kenapa, Maryam?"
"Aku gak tau, tiba-tiba aja Rain pingsan!" Gadis cerewet itu sudah mengeluarkan air matanya
"Kita kerumah sakit!" Syafiq terlihat ragu, selama ini ia tidak pernah menyentuh Raina
"Kamu nungguin apa sih? Ayo gendong!" Maryam terlihat kesal saat dosen tampan itu diam saja
"Tapi.."
"Ini darurat, Syafiq"
"Maafin aku Rain" Syafiq meletakkan tangannya dipunggung belakang wanita itu lalu satunya diantara lutut
Maryam mengikuti langkah lebar pria dihadapannya, Syafiq memasukkan Raina kedalam mobil lalu Maryam menyusul dengan memangku kepala sahabatnya
"Cepet Fiq!" Maryam terlihat begitu khawatir, gadis cantik itu masih berusaha membangunkan sahabatnya itu