Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
keduanya tampak diam bergelut dengan pikirannya masing masing. Kenangan di masa lalu saat mereka masih bersama, berjanji akan saling menyayangi sampai maut memisahkan. Namun rencana tinggal rencana, mungkin yang disebut dengan Manusia berencana namun Tuhan sebaik baik perencana.
Hendra adalah cinta pertama Ramai saat mereka masih memakai putih abu-abu, begitu pun dengan Hendra. Keduanya saling jatuh cinta saat itu di sekolah mereka sedang ada acara pensi, Hendra yang saat menjabat sebagai ketua OSIS di sekolah mereka.
Rania yang saat itu sebagai salah satu peserta yang membawakan puisi di atas panggung. Saat itu penampilan Rania sangat mempesona Hendra yang berdiri di sebelah panggung. Pembawaan Rania saat membacakan puisi sangat anggun dengan memakai seragam abu abunya.
Hendra yang kagum dengan Rania yang hidup bersama dengan ibunya, yang selalu membantu ibunya membawakan makanan untuk di jual di sekolah tanpa ada rasa malu sedikit pun, karena tidak semua siswa yang bersimpati pada Rania ada jadi ga yang membenci Rania. Namun tetap sedikitpun menyurutkan semangat Rania membantu ibunya.
Hendra yang berasal dari keluarga yang mampu, sering membantu Rania dengan membeli banyak makanan walaupun makanannya itu Hendra bagikan pada teman teman-temannya.
Dari sana timbul benih benih cinta antara Rania dan Hendta. Rania yang manis pintar dan banyak di puji guru guru karena prestasi nya, di sukai teman karena sering membantu teman yang kurang dalam pelajaran.
Suatu hari saat pembagian rapot, orang tua Hendra datang untuk mengambil rapot putranya, orang tua Hendra mendengar gosip dari beberapa teman Hendra kalau anaknya menyukai gadis miskin.
"Oh ini gadis miskin itu, yang sudah berani beraninya mencintai anak saya." ucapan mamahnya Hendra di depan semua siswa.
"Mah jangan gitu dong, Rania tidak salah, Hendra yang mencintai Rania karena anaknya baik dan pintar. " bela Hendra.
"Hanya karena baik dan pintar, tapi Hendra lihat dulu kondisinya jangan asal baik dan pintar, apakah dia sepadan dengan keluarga kita. "
"Mah jangan sudut kan Rania hanya karena dia kurang beruntung. "
"Sudah lah Hendra, kamu jangan membantah mamah kamu, memang benar aku orang miskin yang tidak tahu diri karena mencintai kamu. " Rania menunduk.
"Tidak Rania, aku mencintai kamu apa adanya. " Hendra kekeh dengan pendiriannya.
"Sudah Hendra, mamah sudah tidak tahu lagi harus bagaimana untuk memisahkan kamu dari perempuan miskin ini, lebih baik kami siap siap saja karena mamah akan memindahkan kamu sekolah keluar negeri. "
Sejak saat itu Rania tidak pernah melihat Hendra lagi, kabar terakhir yang di terima nya dari teman Hendra kalau Hendra di kirim sekolah ke Australia dan akan melanjutkan kuliah di sana.
Rania yang saat itu masih sekolah hanya bisa menahan rindu terhadap Hendra dan menjalani hidup, dengan kepintarannya Rania mendapatkan beasiswa penuh dari salah satu universitas bergengsi hingga lulus kuliah, dan akhirnya Rania harus hancur kehidupan nya karena Leon.
Rania yang saat itu bari saja lulus kuliah dengan banyak cita citanya harus kandas di tengah jalan karena masa depannya yang sudah di direnggut oleh Leon.
"Bagaimana kabar kamu Rania? " tanya Hendra
Rania yang masih menunduk belum dapat menjawab pertanyaan Hendra karena keterkejutannya bertemu dengan Hendra setelah sekian tahun berlalu.
"Mengapa kamu ada di sini apakah ada keluarga kamu yang di rawat di sini? " tanya Hendra lagi.
"Aku baik baik saja Hendra, dan mengapa aku ada di sini karena anak pertama ku menderita leukemia, sehingga harus operasi sum sum tulang belakang. " jawab Rania dengan pandangan. mata lurus ke depan.
"Oh anakmu, jadi kamu sudah punya anak, berapa anak mu? " tanya Hendra dengan penyesalan kenapa baru sekarang bertemu lagi dengan Rania.
"Anakku kembar, laki laki dan perempuan. " jawab Rania.
"Oh dua ya. "
"Oh ya, kamu di sini siapa yang sakit? " tanya Rania menyadari kalau Hendra berada di rumah sakit yang sama.
"Oh itu, istriku sakit kanker serviks. Aku di jodohkan oleh mamah. " Hendra menjawab sambil menunduk.
"Ternyata kamu masih anak mamah ya, dari jaman sekolah sampai kamu menikah pun masih ada campur tangan mamah kamu. " ujar Rania seperti mengejek Hendra.
"Aku tidak bisa berbuat apa apa Rania, karena mamah orang tuaku satu satunya, papah sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. " jawab Hendra lirih.
"Apakah kamu mencintai istri mu? " tanya Rania.
"Cintaku sudah kamu bawa Rania, sejak terakhir kita bertemu, sejak saat itu aku tidak pernah berhenti mencintai kamu, maka nya mamah menjodohkan aku karena aku selalu saja tidak bisa melupakan kamu. " ucap Hendra.
Jika saja Rania saat ini sedang masih sendiri, mungkin dirinya akan bertepuk tangan dan merasa bangga karena masih di cintai oleh Hendra cinta pertama nya. Tapi saat ini tidak ada rasa bangga sedikit pun dengan ucapan Hendra.
"Oh ya, Rania kalau boleh tahu siapa suami kamu, apakah dia seorang pengusaha. Mungkin saja aku mengenalnya. " Hendra penasaran.
Ingin Rania menjawab jujur kalau dirinya belum menikah, dan pasti Hendra akan bertanya kenapa belum menikah tapi sudah punya anak. Terpaksa Rania sedikit berbohong.
"Su suamiku Leonardo Aditama. " Jawab Rania Lirih.
"Leonardo Aditama pemilik perusahaan raksasa itu? " tanya Hendra takjub.
"Iya... " jawab Rania.
"Bukankah.... "
Belum sempat Hendra meneruskan ucapan nya, tiba tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang memanggil Rania, hingga keduanya melihat ke arah suara tersebut.
"Sayang, kenapa ada di sini. Aku menunggu kamu di kamar. Ku kira kamu ke kantin? " tanya Leon sambil matanya menatap tajam Hendra.
Rania yang masih terkejut dengan kedatangan Leon yang menggunakan kursi roda di dorong oleh seorang perawat.
"Oh iya mas, tadi Ran mau ke kanti, tapi ingin sekali menghirup oksigen yang segar, makanya Ran ke taman dulu. " Rania menghampiri Leon yang tidak jauh dari dirinya duduk bersama Hendra.
"Oh begitu, tadi mamah sama papah juga tanya kamu. Ini siapa? " Tunjuk Leon pada Hendra.
"Ini teman lama ku mas, namanya Hendra. Kenalkan su suami ku. " ucap Rania dengan terbata.
Leon merasa sangat bahagia mendengar Rania memperkenalkan dirinya sebagai suami pada teman lamanya Rania, Leon merasa yakin kalau Hendra bukan sekedar teman biasa.
'Apakah anda CEO ADITAMA CORP. "
"Oh iya, itu perusahaan milik papah, saya hanya meneruskan saja, papah sebenarnya masih aktif di perusahaan tapi hanya sedikit, jika ada sedikit problem di cabang yang ada di negara saja. " Leonardo agak sombong agar Hendra insecure dengan dirinya .
Hendra yang melihat Leon seperti menyombongkan diri dengan perusahaan keluarga nya.
Siapa yang tidak tahu dengan Aditama Corp pemilik perusahaan raksasa yang merajai hampir di setiap lini usaha tanah air dan luar negeri.
...****************...