NovelToon NovelToon
Mencintai OM Mafia

Mencintai OM Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Seharusnya Maximilian membiarkan gadis itu hancur. Logika mafianya berkata: jangan campuri urusan musuhmu. Namun, saat melihat Rebecca Sinclair yang nyaris kehilangan segalanya di sebuah gang gelap, Maximilian melanggar aturan emasnya sendiri.

​Satu perkelahian brutal, beberapa tulang yang retak, dan tiga nyawa yang melayang di tangannya demi seorang gadis yang tidak ia kenal. Kini, Rebecca berhutang nyawa pada pria yang jauh lebih berbahaya daripada para penyerangnya.

​Bagi Rebecca, Maximilian adalah penyelamat yang dingin dan mengerikan. Bagi Maximilian, Rebecca adalah kesalahan logika terbesar yang pernah ia buat. Namun, setelah darahnya tumpah demi gadis itu, Maximilian tidak akan pernah membiarkannya pergi.

​"Aku menyelamatkanmu bukan untuk membebaskanmu, Rebecca. Kau milikku sekarang—sampai hutang nyawa ini lunas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cawan Beracun di San Gimignano

Vila itu berdiri angkuh di atas bukit Tuscany, dikelilingi oleh hamparan kebun anggur yang seharusnya tampak puitis, namun di mata Rebecca, tempat itu tak lebih dari kandang ular yang berlapis emas. Langit San Gimignano yang berwarna jingga kemerahan seolah terbakar, mencerminkan api amarah yang kini mengkristal di dada Rebecca.

Maximilian dan tim taktis Vargo telah mengepung area perimeter, melumpuhkan penjaga luar d'Angelo dengan kesenyapan yang mengerikan. Namun, sesuai janji Max, Rebecca melangkah masuk ke dalam vila itu sendirian. Ia hanya membawa Glock 17 di pinggangnya dan luka menganga di hatinya.

Lantai marmer kuno itu bergema saat Rebecca melangkah masuk ke ruang tamu utama yang luas. Di sana, duduk di sofa kulit mahal dengan segelas wine di tangan, adalah Arthur Sinclair. Pria itu tampak lebih kurus, rambutnya memutih sepenuhnya, namun matanya masih memancarkan aura manipulatif yang dulu Rebecca anggap sebagai kewibawaan.

"Rebecca... putriku sayang," suara Arthur terdengar parau, seolah-olah ia adalah korban yang merindukan kepulangan anaknya. "Kau datang tepat waktu untuk melihat matahari terbenam."

Rebecca berhenti lima langkah di depan ayahnya. Tangannya mengepal kuat hingga kuku-kukunya menusuk telapak tangan. "Berhenti bersandiwara, Papa. Aku sudah melihat datanya. Aku sudah melihat kode enkripsi perusahaan cangkangmu yang mematikan sistem keamanan Moretti."

Arthur meletakkan gelasnya dengan perlahan. Wajahnya berubah layu, matanya mulai berkaca-kaca—sebuah trik yang dulu selalu berhasil meluluhkan hati Rebecca saat ia masih kecil. "Kau tidak mengerti, Nak. Valenti... mereka akan membunuhku. Aku melakukan ini demi kita. Jika Max mati, kekuasaan Moretti akan runtuh, dan d'Angelo berjanji akan mengembalikan seluruh aset Sinclair. Kita bisa kembali ke London, kita bisa memulai hidup baru yang bersih. Tidak ada lagi darah, tidak ada lagi mafia."

"Bersih?" Rebecca tertawa getir, suaranya pecah oleh rasa mual. "Kau mencoba membunuh pria yang menyelamatkanku saat kau membiarkan Valenti menyeretku! Kau menjual kunci rumah tempatku tidur hanya agar kau bisa berjudi lagi dengan uang d'Angelo? Kau menyebut itu hidup bersih?"

Arthur tiba-tiba berdiri, langkahnya gontai saat ia mendekati Rebecca. "Dengar, Rebecca! Maximilian Moretti adalah iblis! Dia tidak mencintaimu, dia hanya memanfaatkan namamu untuk memperkuat legitimasinya di pelabuhan. Dia meracuni pikiranmu hingga kau tega mengacungkan senjata pada ayahmu sendiri!"

Arthur meraih tangan Rebecca, mencoba memeluknya dengan paksa. "Ikutlah dengan Papa sekarang. Ada jalan rahasia di bawah vila ini. Helikopter d'Angelo menunggu di balik bukit. Jika kau membantuku melarikan diri, aku akan memberimu kode akses ke rekening rahasia Valenti yang bisa menghancurkan Max seketika. Kita bisa bebas, Rebecca. Kau tidak harus menjadi budak di ranjang Moretti selamanya."

Inilah dilema moral yang menghantam Rebecca seperti badai. Di depannya berdiri pria yang memberinya kehidupan, pria yang darahnya mengalir di nadinya. Arthur menawarkan kebebasan dari dunia gelap Maximilian—sebuah tawaran untuk kembali menjadi Rebecca Sinclair yang biasa. Namun, di baliknya ada pengkhianatan total terhadap Maximilian, pria yang telah mengajarinya cara berdiri tegak dan memberikan jantungnya sebagai jaminan.

"Papa sedang menawariku untuk mengkhianati pria yang memberiku mahkota ini demi seorang pria yang menjualku untuk membayar hutang judi?" bisik Rebecca, matanya menatap tajam ke arah Arthur.

"Dia bukan duniamu, Nak! Darah lebih kental dari wiski yang diminum Max!" Arthur berteriak, wajahnya kini memerah. "Jika kau tidak membantuku, d'Angelo akan meledakkan tempat ini! Mereka sudah memasang bom di fondasi vila ini sebagai rencana cadangan jika penyusupan semalam gagal. Pilih sekarang, Rebecca! Ayahmu, atau monster itu?!"

Telinga Rebecca berdenging. Bom. Ia melirik ke arah jendela, di mana ia tahu Maximilian sedang menunggu sinyalnya. Jika ia memilih ayahnya, ia bisa menyelamatkan satu-satunya keluarga yang ia miliki, namun ia akan menghancurkan Maximilian. Jika ia memilih Maximilian, ia harus membiarkan ayahnya membusuk atau bahkan tewas dalam konfrontasi ini.

Arthur melihat keraguan di mata Rebecca dan segera mengeluarkan sebuah pemantik api kecil yang tampak aneh. "Ini adalah pemicunya, Rebecca. d'Angelo memberikannya padaku. Jika kau tidak segera pergi bersamaku melalui jalur bawah, aku akan menekan tombol ini. Kita mati bersama, atau kita bebas bersama. Pilih!"

Manipulasi Arthur mencapai puncaknya. Ia menggunakan nyawa mereka berdua sebagai taruhan untuk memaksa Rebecca berpihak padanya. Rebecca merasa sesak. Kenangan masa kecil saat Arthur mengajarinya berkuda di London berkelebat, beradu dengan kenangan saat Maximilian mengajarinya menembak di bawah salju pegunungan.

"Kau benar, Papa," ucap Rebecca pelan, air mata mengalir tenang di pipinya. "Darah memang lebih kental dari wiski."

Arthur tersenyum penuh kemenangan, mengira ia telah memenangkan kembali putrinya. "Bagus, Nak. Ayo, cepat—"

"Tapi darah Moretti sudah bercampur dengan darahku malam saat aku menarik pelatuk untuk melindunginya," potong Rebecca dengan suara yang kini sedingin es utara.

Dalam satu gerakan kilat yang ia pelajari dari Erica, Rebecca tidak menarik senjatanya. Ia justru menerjang maju, mencengkeram pergelangan tangan Arthur dan menghantamkannya ke pinggiran meja marmer. KRAK! Tulang pergelangan tangan Arthur patah, dan pemantik pemicu itu jatuh ke lantai.

"Aaaarrgh! Kau... kau anak durhaka!" raung Arthur sambil memegangi tangannya.

Rebecca memungut pemicu itu, lalu menatap ayahnya dengan tatapan yang sudah tidak lagi mengandung cinta, hanya ada kehampaan. "Kau tidak pernah mencintaiku, Papa. Kau hanya mencintai dirimu sendiri. Kau menggunakan aku sebagai chip judi terakhirmu."

Rebecca menekan interkom di kerahnya. "Max, Vargo... masuk. Amankan area bawah tanah. Ada ancaman bahan peledak. Ayahku... dia sudah selesai."

Pintu vila didobrak terbuka. Maximilian masuk dengan senapan serbu di tangan, diikuti oleh tim taktis. Max segera menghampiri Rebecca, memeriksa keadaannya. Ia melihat Arthur yang meringkuk di lantai, lalu menatap pemicu di tangan Rebecca.

"Kau baik-baik saja?" tanya Maximilian, suaranya penuh kekhawatiran yang tulus.

Rebecca tidak menjawab. Ia hanya menyandarkan kepalanya di dada Maximilian, membiarkan senjatanya tetap di pinggang. Ia telah membuat pilihannya. Ia telah memutus tali terakhir yang mengikatnya pada masa lalu yang beracun.

"Bawa dia, Vargo," perintah Maximilian dingin. "Pastikan dia tidak mati dulu. Dia punya banyak penjelasan yang harus diberikan tentang d'Angelo."

Saat Arthur diseret keluar oleh pengawal Moretti, ia masih terus berteriak, menyebut Rebecca sebagai pengkhianat bangsa Sinclair. Rebecca hanya diam, menutup telinganya di dalam dekapan Maximilian.

"Aku sudah kehilangan ayahku, Max," bisik Rebecca.

"Tidak," sahut Maximilian, mencium puncak kepala Rebecca dengan lembut. "Kau baru saja membuang benalu yang menghambatmu menjadi penguasa yang sebenarnya. Hari ini, kau bukan lagi seorang Sinclair yang malang. Kau adalah Moretti seutuhnya."

Di bawah langit Tuscany yang kini sepenuhnya gelap, vila itu tidak meledak—tim Vargo berhasil menjinakkan ancaman d'Angelo tepat waktu. Namun, di dalam batin Rebecca, sebuah ledakan besar telah terjadi. Ia telah memilih jalannya, memilih rajanya, dan memilih untuk meninggalkan moralitas lama demi keadilan baru yang ditulis dengan darah dan kesetiaan.

Konfrontasi itu mengakhiri dilema moralnya selamanya. Rebecca Moretti kini berdiri tegak, siap menghadapi dunia bawah tanah yang jauh lebih rumit, karena ia tahu bahwa pengkhianatan terdalam pun tidak akan sanggup meruntuhkan mahkota yang kini ia pakai dengan bangga.

1
Hennyy Handriani
menarik nih ceritanya 💪
Mita Paramita
Rebecca makin jauh sama max gak seperti dulu 🤨 mesti salin jujur tetep bertahan
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠, 𝐛𝐢𝐚𝐫 𝐦𝐫𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢, 𝐥𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐧 𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐛𝐥𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐠 𝐬𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮


𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐟𝐨𝐤𝐮𝐬 𝐤𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐜𝐚𝐤𝐚𝐝𝐮𝐭 𝐛𝐚𝐛 𝐧𝐲𝐚 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐬𝐨𝐚𝐥𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐝 𝐚𝐧𝐞𝐡 𝐲𝐠 𝐭𝐚𝐝𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐨𝐤 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐠𝐤 𝐭𝐚𝐮, 𝐝𝐫𝐩𝐝 𝐫𝐞𝐯𝐢𝐬𝐢 𝐭𝐡𝐨𝐫 😊😊
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐣𝐮𝟐𝐫 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐦𝐚𝐱 😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐮𝐝𝐡 𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐤𝐥𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥


𝐩𝐚𝐬 𝐦𝐚𝐮 𝐧𝐲𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐧 𝐯𝐚𝐫𝐠𝐨 𝐬𝐞𝐫𝐢𝐧𝐠 𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐞𝐭𝐢𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 🥺🥺🥺
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐞𝐡 𝐢𝐤𝐮𝐭𝐢𝐧 𝐚𝐥𝐮𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐣𝐚
𝐰𝐚𝐥𝐚𝐩𝐮𝐧 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐤𝐫𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭 𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐥𝐠 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐡 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐲𝐚

𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐢𝐧 𝐚𝐪


𝐤𝐫𝐧 𝐀𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐛𝐥𝐧 𝐢𝐧𝐢 𝐮𝐥𝐭𝐚𝐡 🤣🤣🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐢𝐜𝐮𝐥𝐢𝐤 𝐥𝐠? 𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠 😭😭🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐤𝐲𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐥𝐮𝐩𝐚


𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐛 𝟗𝟖 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐢𝐣𝐦𝐩𝐭 𝐝𝐠𝐧 𝐡𝐞𝐥𝐢 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐢 𝐜𝐚𝐩𝐨𝟐 𝐭𝐮𝐚 𝐲𝐠 𝐦𝐬𝐡 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐢𝐤𝐮𝐭 𝐝𝐥𝐦 𝐤𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐢 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐤𝐞 𝐭𝐦𝐩𝐭 𝐦𝐚𝐱 𝐝𝐢 𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐱 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐭𝐩 𝐣𝐠 𝐧𝐠𝐞𝐫𝐢, 𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐫𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐞𝐥𝐮𝐤𝐚𝐧, 𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐤𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐛𝐫𝐢𝐤𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐝𝐢𝐥𝐞𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐒𝐜𝐚𝐫𝐥𝐞𝐭 𝐫𝐨𝐬𝐞́ 🤔🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐰𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐡𝐚𝐦𝐢𝐥 😘😘😘 𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐤𝐚𝐤𝐤
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐤𝐚𝐤 𝐨𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐱 𝐮𝐝𝐡 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐮𝐢𝐧 𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝟗𝟖 𝐤𝐦𝐫𝐧, 𝐦𝐬𝐡 𝐝𝐢𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭 𝐤𝐚𝐧 𝐲𝐚???

𝐤𝐨𝐤 𝐝𝐢𝐣𝐦𝐩𝐭 𝐥𝐠 🤔🤔
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐉𝐨𝐤𝐞𝐫, 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐩𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐣𝐝 𝐣𝐚𝐡𝐚𝐭 𝐤𝐫𝐧 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐧𝐣𝐭 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐛𝐧𝐲𝐤 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐤 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐚𝐩𝐚𝐢𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚🥺🥺😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐤𝐞𝐫𝐞𝐧 𝐬𝐠𝐭 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢...


𝐚𝐪 𝐣𝐝 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧-𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐥𝐨 𝐚𝐪 𝐛𝐬 𝐣𝐝 𝐤𝐲𝐤 𝐑𝐞𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚, 𝐚𝐪 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡 𝟏 𝐩𝐞𝐫𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚🤪🤪🤪
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 🤪🤪🤪 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐤 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐦𝐞𝐬 𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐨𝐫𝐮𝐩𝐭𝐨𝐫 𝐢𝐧𝐝𝐨 𝐲𝐠 𝐡𝐮𝐤𝐮𝐦𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐲𝐤 𝐦𝐚𝐢𝐧𝐚𝐧
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐩𝐢𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐛𝐧𝐠𝐭 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐠𝐨𝐨𝐝 𝐣𝐨𝐛 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐛𝐞𝐜𝐜𝐚 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐡😘😘
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐱 𝐬𝐨𝐦𝐛𝐨𝐧𝐠 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐦𝐮, 𝐭𝐝𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐜𝐲 𝐟𝐞𝐞𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐬𝐭𝐫𝐢 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐦𝐚𝐱𝐱𝐱😭😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐭𝐡𝐨𝐫 𝐚𝐩𝐚𝐤𝐡 𝐦𝐚𝐱 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐫𝐮𝐭?
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐢𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!