NovelToon NovelToon
Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Gagal Jadi Istri Gus, Dinikahi Kakaknya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Rela menunggu kepulangan seorang lelaki selama 5 tahun. Alisa harus dihadapkan dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang akan Gus Hafidz nikahi, bukanlah dirinya.

Sebagai salam perpisahan terakhir, Alisa rela menjadi bridesmaid pengantin wanita sebelum ia memilih untuk pergi dari pesantren.

Namun ternyata, kakaknya, Zefano. Pria yang baru pulang dari luar negeri itu jatuh cinta pada Alisa pada pandangan pertama. Dan berusaha menjerat Alisa agar menjadi miliknya. Hingga melakukan hal diluar nalar demi menjadikan Alisa istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria bertopeng busuk

"Alisa, sudah pulang?"

Alisa yang baru saja membuka pintu itu terhenti, menoleh pelan.

Ternyata yang memanggilnya adalah Damar, anak pemilik kontrakan yang ia tempati.

"Iya, Mas. Hari ini libur dulu, besok baru kerja." jawabnya tersenyum tipis.

Damar balas tersenyum. Pria itu lantas berjalan masuk ke pelataran kontrakan Alisa. Menyodorkan sebungkus kresek berisi nasi padang pada gadis itu.

Alisa yang tiba-tiba disodorkan makanan seperti itu spontan tertegun, menatap Damar di depannya melongo.

"Lho, Mas. Ini apa?" tanyanya.

Damar mengulum senyum tipis, "Nasi Padang, kebetulan tadi aku kelebihan belinya. Jadi ku kasih ke kamu saja, masih anget kok. Nih." sodornya.

Alisa jadi merasa kikuk sekaligus malu, namun ia tak bisa menolak rezeki, yang akhirnya ia pun menerimanya, "Makasih yah, Mas."

Dibalas anggukan oleh pria itu, "Nanti malam, bisa Dateng ke rumah ngga, Sa?" tanya Damar lagi.

Makin tertegun lah Alisa, ke rumah? Malam-malam? Ada apa lagi ini?

"A-anu...ada apa yah, mas?" tanyanya ragu-ragu.

Damar mengulum senyum tipis, "Tenang saja, aku ngga lagi mau culik kamu kok." Jawa Damar bercanda, membuat Alisa terkekeh gugup, "Nanti malam keponakanku, Arasya mau ulang tahun. Aku bisa minta tolong kamu nyiapin dekornya ngga? Soalnya Ibu ada urusan di kota." jelasnya.

Makin bingung lagi lah Alisa. Mau nolak...putra pemilik kosan. Ngga nolak....dia cewe, gaenak nanti apa kata tetangga kalo lihat.

"Anu...bukannya saya nolak, Mas. Tapi...gaenak di lihat tetangga, apalagi saya perempuan." tolaknya halus.

Mendengar betapa terjaganya gadis di depannya, Damar justru semakin kesem-sem pada gadis itu. Sudah cantik, Sholehah, jaga pandangan, ga suka neko-neko lagi.

"Tenang saja, kamu ngga sendirian. Ada adikku, Amel. Nanti biar Amel yang bantu-bantu juga...."

Mendengar ada teman wanitanya, makin tidak bisa menolak lah Alisa disitu. Akhirnya mau tak mau menyetujuinya.

Malamnya, tepat pukul setengah 7, Alisa datang ke rumah Damar. Disana ternyata cukup rame, ada Amel, adik Damar, Mpo Darmi, dan juga Damar serta ponakan Damar.

"Asalamualaikum." lirihnya masuk sembari membungkuk.

Melihat Alisa datang, senyum di bibir Damar merekah, "Kamu datang Alisa."

"Kakak!!!" seru Amel histeris, berlari mendekati Alisa sembari merengkuh lengannya, menariknya masuk, membuat Alisa tertegun.

"Akhirnya Kak Alisa Dateng juga. Aku nunggu lho dari tadi. Kak Damar, siapin bantal dong buat duduk Kak Alisa!" dumal Amel, mengejutkan gadis itu, lantas menggeleng.

"Gausah! Serius....aku juga cuma bantu-bantu doang disini!" tolaknya merasa malu.

Amel, gadis yang baru sehari Alisa kenal. Itu malah langsung akrab dengannya. Karena dari Amel juga lah, ia jadi mengenal Damar. Tentunya bocah SMA kelas 2 itu yang mengenalkannya.

"Dahh! Sini duduk kak!" seru Amel menepuk bantal yang hendak di duduki Alisa.

Namun demi apapun, Alisa tidak bisa menerima kebaikan berlebih itu. Lebih memilih menjadikan bantal itu sebagai penahan siku.

"Makasih lho, Amel...kamu ini baik banget." puji Alisa tersenyum lembut.

"Iyalah pasti baik dong, kan buat calon kakak ipar!"

UHUKKK!!

Damar yang sedang meminum segelas air langsung terbatuk mendengar celotehan adiknya itu. Refleks melotot ke arah Amel yang nyengir kuda ke arahnya. Sementara Alisa spontan merunduk, menelan ludah susah payah.

Akhirnya, berkat persiapan yang matang, acara ulang tahun keponakannya Damar pun berjalan lancar. Kini, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Alisa pun izin untuk pamit.

"Semuanya, saya izin pamit pulang dulu yah. Soalnya besok sudah mulai kerja." pamitnya, yang langsung diangguki antusias oleh mereka.

Melihat calon kakak ipar impiannya mau pulang, Amel spontan menyikut lengan kakaknya. Memberi kode.

Sebenarnya tanpa disuruh pun, Damar ingin mengantar Alisa sampai pulang. Meski tidak jauh, tetap saja ini jalan gang ramai. Ia tidak mau ada yang mengganggu Alisa di jalan.

"Alisa, biar saya antar." ucap Damar keluar dari pintu.

Alisa sontak tergagap, "Anu...gausah, Mas. Saya bisa sendiri." pekiknya menggeleng.

Damar mengulum senyum, "Sudah....nurut saja, kamu belum tau di gang ini ramenya kaya apa kalo jam segini. Aku gamau kamu diganggu mereka."

Akhirnya, mau tak mau Alisa pun menurutinya . Meski agak canggung, dan sering merunduk serta menjaga jarak dari pria itu. Damar sendiri pun tidak merasa keberatan. Mengawalnya dari samping agak kebelakang.

Tepat di tikungan jalan, dekat pos ronda. Banyak preman-preman komplek sedang berkumpul sembari bermain gaple di trotoar.

Melihat hal itu, Alisa langsung terkejut, refleks merunduk dalam, mempercepat sedikit langkah kakinya.

"Psstt...psstt! Cewe cantik boy!" bisik mereka.

"Alahmakk....cantiknyoooo..." mata mereka nyaris keluar dari tempatnya saat melototi Alisa. Sementara Alisa yang tidak nyaman menjadi takut sendiri.

Namun mereka semua spontan tergagap saat melihat Damar mendelik tajam ke arahnya. Membuat mereka semua refleks mengalihkan pandangan, merunduk takut.

"Mas Damar, makasih yah udah nganterin Alisa sampai rumah." lirih Alisa setelah sampai di depan pintu, terlihat sekali wajahnya pucat dan berkeringat.

Damar mengangguk sembari tersenyum tipis, "Iya, sama-sama Alisa. Kamu liat sendiri kan tadi, coba bayangin kalo pulang sendiri. Mas gabisa bayangin kamu bakal diapain sama mereka tadi."

Alisa merunduk dalam, wajahnya semakin pias. Meski begitu, ia merasa senang sekali karena ada Damar membersamainya. Mengangguk antusias, "Iya mas, ini semua berkat mas. Makasih yah udah anterin Alisa."

Yang langsung diangguki oleh pria itu, "Sama-sama, Alisa. Yasudah gih masuk, Jangan lupa dikunci pintunya yah." yang diangguki antusias oleh gadis itu.

Pintu tertutup sempurna saat Alisa masuk, namun Damar tidak lekas pergi dari sana. Tatapannya terus terpaku ke arah pintu kontrakan Alisa dengan bibir tersenyum. Sebelum akhirnya berbalik pergi dari sana.

"Ehhh si bos! Tadi tuh cewe siapa bos? Bening bener!" seru preman tadi saat Damar sampai di tempat mereka.

Damar tatap malas mereka semua, "Gausah sok kepo. Dia inceran ku, kenapa memangnya?" jawabnya ketus.

Mereka semua refleks terkekeh, "Weww....inceran baru nih. Tumben milihnya yang tertutup bos. Biasanya yang ke lepet." kekeh mereka tertawa terbahak-bahak.

Damar tatap mereka malas sebelum akhirnya ikut bergabung bersama mereka. Menyambar tuak salah satu dari mereka.

"Sekali-kali lah yang tertutup." jawabnya ikutan main gaple.

Mereka semua terkekeh, tertawa bersama-sama.

"Sialan, gatau saja tuh cewe bos kita bejadnya kaya apa, hahaha!"

Damar tatap sinis mereka semua, "Bacot! Udah gih lanjut main! Malam ini bakal aku kalahin kalian semua!" ucapnya mulai teler.

"Bos, kapan nih mau ehem-ehem..." bisik salah satu dari mereka tiba-tiba.

Damar yang kesal di tanya ini itu lantas menyikut muka di samping bahunya, "Kepo banget! Adalah, sudah terjadwal."

"Wewww!!! Ngerii....!"

1
falea sezi
kenapa minggat g jauh muter di situ aja ttep ketemu zefano lah😒.. lanjut bayak thor q ksih bunga
Dynhz: makasih sayang😍
total 1 replies
falea sezi
pergi sejauhnya biar suami. goblok mu klo uda inget pasti kelabakan🤣 sebel liat laki oon gini pengen tak timpuk🤭 lanjut banyak thor q ksih hadiah deh
Dynhz: hihihi masyaallah, makasih banyak sayang🤗🤗
total 1 replies
falea sezi
pergi aja Alisa biar klo dia inget mampus uda telat🤣 laki. goblok gini males bgt bkin Alisa pergi thor biar gk kayak ikan terbang
Dynhz: hhhi siap, aku juga klo jadi Alisa pergi sih😭
total 1 replies
Winny
👍
AsLan 🦁
diawal-awal udah bagus makin kesini makin pret kaya sinetron ikan terbang, basiiii
Dynhz: maaf yah kalo cerita saya kaya ikan terbang😁🙏🏻makasih sudah mampir😁🙏🏻
total 1 replies
AsLan 🦁
preeeetttlaaaghh
falea sezi
yaa kemana si zafano😕 msak hanyut nanti amnesia lagi😕
falea sezi
lanjut donk
Dynhz: uwokeee😍👍
total 1 replies
falea sezi
jahat bgt si hafiz makan aja itu ning nong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!