Liora dipaksa menikah dengan Arkan demi menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut. Ia mengira Arkan hanyalah pengusaha kaya biasa yang dingin dan tertutup. Kehidupan baru Liora dimulai di kediaman megah namun penuh ketatapan. Pelan tapi pasti, Liora mulai melihat keanehan-keanehan: pengawal yang selalu berjaga, orang-orang yang menunduk takut saat melihat Arkan, dokumen rahasia, hingga pembicaraan tentang organisasi bernama Bayangan Hitam.
Liora perlahan mengetahui kenyataan pahit: suaminya bukan sekadar pengusaha, melainkan pemimpin mafia paling berkuasa yang menguasai jalur perdagangan gelap, ekonomi bawah tanah, dan memiliki koneksi hingga ke pejabat tinggi negara. Dunia Liora berantakan, rasa takut bercampur kagum. Di sisi lain, Arkan yang awalnya menganggap Liora hanya kewajiban kontrak, mulai tertarik pada ketulusan dan keberanian gadis itu yang tidak pernah lari meski sudah tahu siapa dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 : Serangan dari Bayangan
Malam itu juga, pasukan elit Unit Falcon berangkat dalam diam. Mereka tidak terlihat seperti tentara biasa, mereka bergerak seperti bayangan.
Kapal-kapal rahasia, pesawat tak terdeteksi, dan tim penyusup terbaik bergerak menuju pulau terpencil tempat Arkan ditahan.
Sementara itu, di dalam sel penjara yang gelap di benteng itu, Arkan duduk bersandar di dinding. Ia tidak takut mati, ia hanya menyesal.
Menyesal karena tidak mendengarkan peringatan Liora, menyesal karena meremehkan masa lalunya sendiri. Ia berpikir bahwa semua orang akan berubah, namun ia salah besar.
Tiba-tiba, suara ledakan kecil terdengar dari luar benteng, diikuti oleh suara tembakan yang presisi dan tajam.
Bukan suara perang yang berisik, tapi suara yang terukur, teratur, dan mematikan.
Kenjiro yang sedang menunggu di ruang utamanya tertawa sinis.
"Akhirnya mereka datang juga! Aku pikir Arkan tidak memiliki kekuatan apa pun di belakangnya.
"Tapi sepertinya ada orang yang peduli padamu, Arkan. Mari kita lihat apakah mereka cukup kuat untuk menyelamatkanmu."
Namun tawa itu segera berhenti. Dalam waktu kurang dari satu jam, seluruh sistem pertahanan Yakuza hancur berantakan.
Pintu-pintu besi yang dikunci rapat terbuka seolah tidak ada, penjaga-penjaga yang berpengalaman dilumpuhkan tanpa suara dan tanpa luka parah,
dan lorong-lorong yang mereka anggap aman kini penuh dengan orang-orang berbadan kekar dengan mata tajam seperti elang.
Kenjiro mulai merasa takut. Ia melihat rekannya satu per satu ditangkap atau dilumpuhkan, dan ia menyadari bahwa kekuatan yang datang ini jauh lebih hebat daripada apa yang pernah ia miliki atau bayangkan.
"Siapa kalian? Siapa yang mengirim kalian?" teriak Kenjiro dengan suara gemetar.
Saat pintu ruang utama terbuka lebar, cahaya masuk menerangi sosok-sosok yang berdiri di sana.
Di depan semua orang, Damar melangkah maju, seragam gelapnya bersih, wajahnya tenang namun penuh kekuatan baru yang menakjubkan.
Di belakangnya, ratusan anggota Unit Falcon berdiri tegak, siap bertindak.
"Kami datang dari tempat yang tidak bisa kau bayangkan," ucap Damar dengan suara berat dan tegas.
"Dan kami datang untuk mengambil Tuan Arkan kembali.
Kau membuat kesalahan besar, Kenjiro. Kau tidak menculik pemimpin sembarangan.
Kau menculik orang yang dilindungi oleh Sayap Elang."
Tidak lama kemudian, Damar mendengar suara yang ia kenal begitu baik, suara yang membuat hatinya tenang meski dalam situasi bahaya sekalipun.
"Biarkan aku, Damar."
Liora melangkah masuk. Ia tidak membawa senjata apa pun, hanya mengenakan gaun gelap yang mengalun lembut, namun setiap orang yang melihatnya merasa kewalahan oleh aura kekuatan yang terpancar darinya.
Matanya menatap lurus ke arah Kenjiro, dan pria yang selama ini berani menguasai pulau itu kini gemetar ketakutan di hadapan wanita itu.
"Kau pikir dengan menculik Arkan, kau bisa menakuti kami?" tanya Liora dengan suara yang tenang namun menusuk seperti pedang.
"Kau pikir kau masih memiliki hak untuk menuntut apa pun dari orang yang pernah kau anggap sebagai pemimpinmu?"
Kenjiro jatuh berlutut, tubuhnya tidak mampu menahan tekanan yang dipancarkan oleh wanita di hadapannya.
"Siapa kau? Siapa kau sebenarnya?"
Liora tersenyum tipis, senyum yang tidak mengandung ampun sedikit pun.
"Aku adalah Liora. Dan Arkan adalah suamiku. Dan siapa pun yang berani menyentuhnya, akan menghadapi kekuatan yang jauh lebih besar daripada seluruh pasukan Yakuza yang kau kumpulkan ini."
Damar melangkah maju, membuka pintu sel tempat Arkan berada.
Saat Arkan melihat istrinya berdiri di sana, aman dan berkuasa, seluruh beban di dadanya hilang seketika.
Ia tidak hanya melihat istrinya, ia melihat pelindung terkuat yang pernah ada di dunia ini.
"Liora..." bisik Arkan dengan suara lemah namun penuh rasa syukur.
Liora berjalan mendekat, merangkul suaminya dengan lembut, lalu menatap Kenjiro sekali lagi dengan tatapan dingin.
"Kau akan menghadapi hukum yang pantas untuk semua kejahatan yang telah kau lakukan," ucap Liora tegas.
"Dan untukmu... pelajaran ini akan membuatmu ingat selamanya: Dunia sudah berubah. Dan siapa pun yang berjalan di jalan kejahatan, akan dilenyapkan oleh Sayap Elang."
Dalam waktu singkat, seluruh jaringan Yakuza yang dibangun oleh Kenjiro runtuh sepenuhnya.
Semua anggota ditangkap, aset mereka disita, dan kekuasaan mereka lenyap selamanya.
Kenjiro sendiri diserahkan kepada pihak berwenang internasional untuk diadili, tidak akan pernah bisa keluar dari penjara seumur hidup.
Saat mereka kembali ke markas utama, malam sudah mulai terang.
Arkan duduk di dalam mobil, memegang tangan Liora dengan erat, matanya penuh rasa takjub dan rasa terima kasih yang tidak terucapkan.
"Liora..." ucap Arkan pelan. "Aku baru saja mengetahui sesuatu hari ini.
Aku tahu kau cerdas, aku tahu kau kuat. Tapi hari ini... aku melihat kekuatan yang dimiliki oleh orang di sampingku.
Kekuatan yang tidak ada di dunia ini. Siapa kau sebenarnya? Sebenarnya siapa kau?"
Liora menatap suaminya dengan lembut, lalu tersenyum manis.
Ia tidak mengungkapkan semuanya sekarang, tapi ia tahu waktunya akan tiba.
"Aku hanya istrimu, Arkan," jawab Liora lembut.
"Dan aku hanya wanita yang tidak akan pernah membiarkan siapa pun menyakiti orang yang kucintai."
"Itu saja yang perlu kau ketahui."
Arkan tersenyum, merasa tenang kembali. Ia tidak perlu tahu semuanya.
Yang penting baginya adalah, wanita di sampingnya itu adalah pelindungnya, keluarganya, dan segalanya.
Dan di dalam hati, Liora berjanji pada dirinya sendiri: Tidak akan pernah ada lagi ancaman, tidak akan pernah ada lagi musuh yang berani menyentuh mereka lagi.
Unit Falcon akan selalu terbang tinggi, menjaga, dan memastikan bahwa kerajaan mereka akan aman, abadi, dan tak tertandingi selamanya.
jangan lupa mampir ya thor 💗, tinggalin jejak oke 😍