NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Resty senyum hambar. "Dia gak jahat dari lahir...Din!. Dulu pas SD, dia baik. Tapi karena ibunya tidak menyukaiku, akhirnya Bintang juga ikut tidak suka denganku."

Dinda mengusap dagu, seperti mikir."Jadi... dia korban lingkungan juga dong? Kasian deh lu. Punya saudara isinya racun."

"Jangan kasian," Resty cepet-cepet bilang."Aku gak mau dikasihani. Aku cuma mau hidup normal aja. Tidak diledek atau dibandingin."

Dinda manggut-manggut. Terus dia nyolek bahu Resty pakai jempol."Udah, mulai sekarang definisi 'normal' kita rubah. Normal itu. Kau diam aku temenin. kau diganggu aku teriak. kau telat, kita push up bareng."

Resty ketawa kecil."Standar normal kau aneh banget."

"Emang...!Aku kan Dinda. Standarku..? Tidak standar. Dia berdiri, menepuk-nepuk roknya yang kena debu."Udah kelar curhatnya. Sekarang giliranku. Mau dengar cerita gak. kenapa aku benci upacara?"

Resty ikut berdiri."Mau...!Tapi janji jangan sedih-sedihan."

"Enggak..! Ceritaku lucu. Tragis tapi lucu." Mereka berjalan menuju kelas. Dan mereka larut dalam cerita.

*Flashback Dinda, 2 tahun lalu, upacara 17 Agustus*

Dinda kelas 8. Rambutnya di kuncir dua. Masih polos. Dia ditunjuk jadi petugas baca UUD. Deg-degan setengah mati. Pas maju, mikrofonnya tidak nyala. Dia sudah baca kenceng. "KAMI RAKYAT INDONESIA..." tidak ada suara.

Terus Pak Kepsek bisik dari belakang."Nak, mikrofonnya dideketin ke mulut."

Dinda panik. Mikrofonnya dia deketin ke kuping. Terus dia baca UUD sambil kupingnya yang dideketin. Satu lapangan ketawa.

"Sejak itu," Dinda nyelesain cerita sambil nahan ketawa. "Aku trauma. Setiap upacara, aku merasa semua orang melihatku, Nungguin salah lagi."

Resty dengerin sambil nutup mulut biar tidak ketawa."Kasian...!tapi lucu juga sih."

"Iya kan? Makanya Aku milih telat. Daripada disuruh maju, mending push up. Keringat doang, gak malu." Dinda nyubit lengan Resty. "kau ngerti kan sekarang? Kita sama-sama punya alasan buat kabur."

Resty manggut."Berarti kita tim kabur nasional."

"Tim Kabur Tapi Setia," koreksi Dinda. "Kabur dari upacara, tapi setia nemenin push up."

Mereka ketawa bareng. Ketawa yang tidak dipaksa. Ketawa yang dari perut. Dari kejauhan, Bintang melihatnya. Dia habis dari UKS karena pusing. tidak sengaja lihat Resty ketawa. Ketawa beneran. Bukan senyum tipis yang dipaksa seperi kalau ada di rumah saudara yang lain.

Bintang diam di situ. masih ingat kejadian pagi tadi, bagaimana dia dipermalukan di depan teman-temannya. Dia akan ingat semuanya dan akan membalas suatu saat ini

Perlahan punggung mereka hilang sampai di tikungan kelas. Tapi bintang masih berdiri di situ dan tidak bergerak sedikitpun. Matanya ngikutin punggung Resty sama Dinda sampai hilang di tikungan kelas 10A. Angin pagi lewat, bawa debu. Tapi Bintang merasa dingin. Dingin yang aneh. Bukan dingin AC UKS tadi.

'Dia akan ingat semuanya dan akan membalas suatu saat ini'pikir Bintang. Itu yang dia janjiin ke dirinya sendiri 5 menit lalu. Janji balas dendam karena dipermalukan Dinda di lapangan. Tapi sekarang, melihat Resty tertawa lepas. Janji itu jadi aneh. Pahit di lidah.

Dia ingat SD dulu. Waktu dia jatuh dari pohon jambu, lututnya berdarah. Yang pertama lari ngambilin tisu siapa? Resty. Yang bilang "jangan nangis Bin." sambil matanya sendiri merah siapa? Resty juga.

Terus kapan berubahnya? Oh iya. Pas ibunya bilang."Bin...!, jauhin Resty. Ia anak piatu, nanti kau ketularan apes."

Sejak saat itu Bintang belajar. Belajar jadi Bintang yang pintar, Bintang yang ranking, Bintang yang tidak boleh deket sama yang lemah. Pelan-pelan dia jadi seperti ibunya. Mulutnya jadi tajam. Senyumnya jadi miring. Bintang mulai berjalan pelan sambil memikirkan, apakah perbuatannya selama ini sudah benar. Tapi segera ia tepis semua itu, dendamnya lebih besar daripada kenangan masa lalu. Karena pagi tadi ia dipermalukan depan orang-orang.

Sedangkan Resty dan Dinda berdiri depan kelas. Guru sudah masuk dari menit yang lalu."kalian dari mana." Suara Bu Maya. Dingin, tajam, Satu kelas langsung hening.

Resty sama Dinda masih berdiri depan pintu kelas 7. Napas mereka ngos-ngosan. Rambut Dinda berantakan, dasi Resty miring. Jelas banget seperti habis lari-larian.

"Jam 07.50" lanjut Bu Maya sambil melepas kacamata. "Upacara selesai jam 07.40 Kalian dari mana? apakah kalian tidak mengikuti upacara?"

Dinda dan Resty menelan ludah. Dulu, pertanyaan seperti ini bikin kakinya lemes. Dia bakal menunduk. "maaf Bu telat", terus diam sampai jam pelajaran selesai.

Tapi sekarang ada Dinda di sebelah. Ada "Tim Kabur Tapi Setia" di kepalanya.

Resty mengangkat kepala. Tidak menunduk. "Maaf Bu...! Kami dari lapangan, habis dihukum karena Kami telat 4 menit saat upacara."

Bu Maya mengangkat alisnya sebelah." kalau begitu....! Kalian masuk ke kelas. Besok jangan diulangi lagi."

Bu Maya ngomong gitu terus balik ke papan tulis. Tidak ada bentakan ataupun push up 20x".

Resty sama Dinda bengong."Eh...iya Bu! Makasih Bu," jawab Dinda reflex. Suaranya kecil banget. seperti tidak percaya.

Mereka jalan ke bangku paling belakang. Langkahnya pelan. tidak seperti biasanya yang lari trus menunduk. Kali ini dada mereka tegak. Begitu duduk, Dinda langsung nepuk meja pelan."Woi... kita selamat."

Resty manggut. Telinganya masih panas."Iya. Hari ini kita selamat."

setelah itu mereka fokus ke papan tulis mendengarkan pelajaran yang diterangkan oleh Bu Maya. Mereka bersyukur tidak dihukum untuk kedua kalinya, bisa-bisa mereka tepar jika di hukum lagi.

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!