NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

#30

📤 Deal

Tak perlu pikir panjang sekali lagi, karena jawaban itulah yang paling Ahtar tunggu-tunggu. 

Pria itu segera melompat turun dari tempat tidurnya, kemudian berjalan cepat melintasi ruang tengah dan ruang makan. 

“Mbok! Mbok!” pekik Ahtar pada Mbok Sari yang sedang berjibaku di dapur menyiapkan sarapan. 

“Apa, sih, Den? Telinga Mbok hampir pecah, nih,” keluh Mbok Sari. 

“Ersha, Mbok, Ersha!” 

“Kenapa dengan Ersha?” 

“Dia mau, Mbok!”

“Mau? Mau apa? Mau kerja?” cetus Mbok Sari asal bunyi. 

“Ih, mau menerima lamaranku.” 

Hening, Mbok Sari mencoba mencerna ucapan Ahtar. 

“Beneran?” 

Ahtar mengangguk penuh semangat, ia bahagia seperti baru saja memenangkan tiket lotre. “Bayangin Mbok, setelah menikah aku akan langsung jadi ayah!” 

“Alhamdulillah— Mbok ikut senang, Den. Semoga lancar sampai hari H,” ucap Mbok Sari dengan binar bahagianyanv tak dapat disembunyikan. 

“Ada apa ini?” 

Sebuah suara mengejutkan harmoni bahagia yang sedang Ahtar rasakan. Rupanya itu suara Bu Laksmi, ibu tiri Ahtar. 

Wanita itu kembali menikah setelah ayah kandung Ahtar meninggal, bahkan melahirkan dua orang anak dari suami barunya. Meski bukan ibu kandung, tapi Bu Laksmi tetap mengajak Ahtar tinggal bersamanya setelah menikah lagi. 

Ahtar juga tidak protes, meski Nyonya Laksmi hanya mampu memberinya hidup pas pasan. Karena itulah, Ahtar harus bisa bekerja sendiri agar bisa melanjutkan sekolah pada saat itu. 

Karena itulah, Ahtar tetap tinggal bersama Bu Laksmi dan kedua adik tirinya setelah ia menjadi orang sukses. 

“Ini, Bu. Aku melamar seseorang, dan baru saja wanita itu memberikan jawaban.” 

“Lalu, dia bilang apa?” 

“Dia setuju, Bu.” 

Bu Laksmi tersenyum tipis, “Baguslah, segera siapkan pesta meriah, Ibu juga mau pesan pakaian baru.” Bu Laksmi berbalik hendak kembali ke kamar setelah menuang segelas air putih untuknya. 

“Tapi, Bu.” 

“Kenapa?” 

“Dia tak mau pesta mewah, hanya akad nikah dan syukuran sederhana.” 

Brak! 

Bu Laksmi meletakkan gelasnya dengan keras, hingga terjadilah benturan. “Dan kamu setuju-setuju saja, sebelum bertanya pada Ibu?” 

“Mmm, karena aku tak mau kehilangan dia lagi, jadi apapun syaratnya akan aku penuhi.” 

“Apa wanita itu pernah meninggalkanmu?”

Ahtar menggeleng kuat, “Tidak, Bu. Tapi dulu aku tak berani menyatakan perasaanku, jadi dia keburu menikah dengan pria lain.” 

Uhuk! 

Uhuk! 

Bu Laksmi tiba-tiba tersedak, ia cukup terkejut mendengar pengakuan Ahtar tentang calon istrinya. “Jadi dia seorang janda?” 

“Iya, Bu, Janda dengan seorang anak.” 

“Ibu tidak setuju!” pekik Bu Laksmi. 

Ahtar menatap tak percaya, “Kenapa, Bu?” tanyanya. 

“Kamu belum pernah menikah, jadi sudah sepantasnya jika kami juga berjodoh dengan wanita yang belum pernah menikah.” 

Tapi Ahtar tak sependapat dengan Bu Laksmi. “Sejak kapan ada aturan semacam itu? Jika aturan semacam itu diberlakukan, bukankah sama dengan diskriminasi pada kaum wanita?”

“Memang tidak ada aturan tertulis, tapi apa kata para tetangga terutama teman-teman arisan Ibu, bila mereka tahu kamu menikahi seorang janda?” bantah Bu Laksmi. Karena belakangan ini ia kerap mendapat desakan dari teman-teman arisannya yang ingin menjodohkan putri mereka dengan Ahtar. 

Maklum saja, karena di kalangan para ibu, Ahtar terkenal sebagai high quality jomblo. Usia mapan nyaris menyentuh angka 37 tahun, ditambah wajah yang tak bisa dibilang jelek, dompet pun sangat tebal. Soleh? Tak perlu lagi di pertanyan. 

Intinya Gantara Bumi adalah paket lengkap pria dan menantu idaman. 

“Kalau begitu, keputusan Ahtar tidak salah, kan?” 

“Tetap saja—”

“Bukankah ibu dulu juga menikahi seorang bujangan? Bahkan pria itu menerimaku dengan baik, padahal aku bukan anak kandung Ibu, dia tetap menerimaku, meski penghasilannya tak cukup untuk menghidupi kita berlima pada saat itu.” 

Diam, Bu Laksmi tak bisa membantah perkataan Ahtar, karena semuanya adalah fakta. “Lagi pula, di usiaku saat ini, yang kubutuhkan adalah istri yang bisa menenangkan aku disaat aku lelah sepulang kerja. Bukan rengekan istri yang terkadang sikapnya masih belum dewasa.” 

Bu Laksmi menyerah, ia menghembuskan nafas pasrah, “Terserah kamu saja,” katanya. 

“Jadi kita sudah sepakat, Bu?” 

“Ibu bilang, terserah kamu saja.” 

•••

Seminggu kembali berlalu, dalam rentang waktu itu, Ahtar mengajak Bu Laksmi menemui Abah Husain dan Ummi Fitria, untuk melamar Ersha secara resmi, benar-benar hanya berdua, karena Ersha tak ingin ada rebana atau acara resmi seperti lamaran pada umumnya. 

Tapi jangan ditanya apa saja barang pemberian Ahtar sebagai bukti keseriusannya, semua perlengkapan wanita dari ujung rambut hingga ujung kaki, perhiasan, serta beberapa gamis dari butik ternama. 

Tapi, Ersha tak serta merta memanfaatkan hal itu untuk meminta mas kawin berupa perhiasan mewah, cukup cincin dan sejumlah uang yang bagi Ahtar tak seberapa. 

Maka setelah semua disepakati, tanggal pernikahan pun ditetapkan. Ahtar mengerahkan begitu banyak rupiah, serta meminta bantuan dari koneksi teman-temannya yang ada di KUA, agar proses pendaftaran bisa dipercepat. 

Terkesan buru-buru? Ahtar tak peduli, memang pada dasarnya dirinya yang sudah ngebet ingin menghalalkan sang pujaan hati, sebelum ada badai datang menghalangi. Dan lagi, sebuah pernikahan memang harus disegerakan. 

•••

Setelah tenggelam dan mengurung diri dalam sesal, Firza akhirnya berani beranjak meninggalkan tempat persembunyiannya. Hari ini ia ingin mengajak Abizar bermain, karena sudah sangat lama ia tak datang menemui putranya itu. Hanya uang yang ia kirimkan setiap bulan, tapi sentuhan dan pelukan justru luput dari perhatiannya. 

Di tengah perjalanan, sesekali ia melirik kursi di sebelahnya, Firza membeli banyak mainan untuk Abi. Membayangkan senyuman Abizar saja sudah membuat hatinya kembali hangat, Firza semakin tak sabar untuk segera sampai di rumah mantan mertuanya itu. 

Semakin mendekati rumah Ersha, semakin kencang detak jantung Firza. Rasanya sangat penasaran sudah sebesar apa Abizar saat ini? Dan juga apa kabar sang mantan istri? 

Pandangan Firza menyapu ke sekitar, seperti ada yang menggelar acara hajatan, hingga arah menuju rumah Ersha ditutup untuk umum serta ada beberapa hansip yang berjaga. 

Firza tiba-tiba dejavu dengan suasana saat ini, dulu, ketika acara akad nikahnya bersama Ersha digelar, suasananya pun seperti ini. Hanya mengundang tetangga, kerabat, serta kenalan, tak lebih tak kurang. 

Firza turun dari mobil, hendak bertanya apakah ia bisa masuk atau tidak. Karena biasanya hanya warga dekat situ saja yang boleh melintas, sementara orang luar dilarang lewat untuk sementara. 

“Ada acara apa, ya, Pak?” tanya Firza. 

Hansip yang tak pernah mengenal Firza secara langsung, hanya menjawab dengan polosnya. 

“Oh, ini, ada acara akad nikah. Bapak Mau bertamu?"

"Iya, Pak. deket situ kok, rumah Abah Husain."

Tiga orang hansip itu saling pandang. "Ya, itu yang punya hajat, Abah Husain. Hari ini putrinya menikah lagi, mujur sekali Neng Ersha, calon suaminya bukan orang sembarangan."

1
Bunda Idza
gubrakkk....edit, jangan pingsan Za 😂😂😂
Bunda Idza
gimana kalo ternyata sang anak sedikit lupa ya??
Patrick Khan
aku suka😍😍
Patrick Khan
sakit kan lu firza🔪🔪🔪🔪🔪emang enak.. udah jgn ganggu .. pulang dulu sana mandi biar seger tu otak lu😂😂😂
Patrick Khan
acc di trima Ersa.. kawal sampai sah
Patrick Khan
Firza km belum beruntung😁😁💃😂
🌷Vnyjkb🌷
duuaarrrr!!! gubraaaakkkk!!! nangis darah gak tuuu!!
Nihayatuz Zain
nah Lo
😏😏😏😏😏
RiriChiew🌺
eh eh gimana jadi nya ituu 🙈Dejavu saat ahtar dulu yaa
Dewi
duuar si firza langsung terkaget-kaget
Esther
jantung aman Firza dengar Ersha mau nikah🤭
Dozky 2 Crazy
awas lu jin dasim jadi pengacau
pergi sono yg jauuuh yg lamaaaaa
Dozky 2 Crazy
ngaaaca ngacaa
Dozky 2 Crazy
pasti dedemit yg lain nih
Dozky 2 Crazy
mbok mbook doa kitab terkabul
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain tuh 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
di pertanyakan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah loh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ga dikenalin dulu sama keluargamu gitu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sudah ia olah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!