NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMBALI KE KOTA
Seorang laki-laki terlihat diam, namun hatinya tidak setenang sikapnya. Laki-lali mampu bersembunyi di balik sakitnya, bahkan dia mampu menggenggam bara menutupi kecewanya....
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Queen dan erfan pamit kembali ke kota saat matahari masih berwarna jingga, mereka berangkat pagi agar tidak tergesa-gesa naik motornya. Perlahan-lahan roda meninggalkan rumah sederhana milik mbak tiyas, berputar menyusuri jalan menanjak menuju jalan raya.
sawah san laitan mulai terlihat jauh, karang-karang terlihat mengecil, roda yang tadinya berputar di paving kini mulai merasakan gesekan dengan aspal.
Queen mengeratkan pegangan, setelah benar-benar berjalan sempurna di atas aspal, queen memperbaiki duduknya, erfan menggenggam tangan yang melingkar di pinggang itu, lalu mencium sebentar sebelum akhirnya dia menambah perseneling, melepas kopling dan menambah kecepatan. Queen semakin berpegangan erat, menempelkan tubuhnya pada punggung erfan, agar mereka seimbang.
4 jam perjalanan tanpa istirahat, kini mereka sampai di kota T, erfan memarkir motor di depan imart dan masuk membeli minuman, perjalanan masih 4-5 jam lagi.
"kita cari makan setelah ini dek, mau makan apa?" tanya erfan.
"aku belum lapar, gimana kalau nanti saja mas, aku mau makan bebek hitam di kota K " jawab queen.
"oke, dengan senang hati sayang" kata erfan dengan menatap queen penuh cinta. Tatapan yang mampu membuat queen menunduk, tetapi sekaligus membuatnya murung.
" hei, kenapa?" tanya erfan yang menyadari perubahan queen.
" tidak apa-apa mas" jawab queen sambil tersenyum.
Erfan membuka kemasan minuman dan memberikannya pada queen, lalu membuka tutup botol untuk dirinya, terasa segar di antara terik mentari.
"mau mampir ke wisata dulu atau langsung lanjut perjalanan sayang" tanya erfan.
" hufffftttt" queen menghembuskan nafas tanpa menjawab.
" sayang... jangan di pikirkan. Sekali lagi aku bilang jangan di pikirkan... Aku di sini benar-benar ada untukmu... Bersamamu..." erfan berucap sambil mengenggam jemari queen, dia paham perasaan queen. Tetapi erfan tetap pada pendiriannya untuk terus bersama queen sekalipun nanti queen hamil.
Queen tersenyum dan menganggukkan kepala
" ayo lanjut mas"
" iya sayang" jawab erfan dan segera naik ke atas motor.
Mereka kembali menyusuri jalan, berliku... Naik turun... Dan sampai di kota K yang di maksud.
erfan memarkir motor di sebuah resto bebek hitam keinginan kekasihnya, lalu menggenggam jemari queen dan masuk ke resto itu.
" bebek hitam lengkap 2 porsi, es jeruk 2 gelas, kentang goreng 2, terimakasih " kata erfan kepada salah satu waiters di resto itu.
" ada yang mau di pesan lagi dek??" tanya erfan
" tidak mas, cukup" jawab queen
setelah melakukan pembayaran, erfan dan queen segera menuju ke tempat duduk yang sudah di tentukan sesuai no pesanan.
" capek sayang? " erfan membelai rambut queen.
" kalau aku bilang tidak, munafik mas ha ha ha... Ya capek, perjalanan jauh naik motor" jawab queen.
Erfan tertawa mendengar jawaban kekasihnya
"maaf ya, kapan2 kalau bepergian ku bawakan helikopter seperti di novel-novel" jawab erfan sambil tertawa
" hahaha mas korban novel ya?? Apa CEO yang lagi nyamar?" jawab queen
" aku korban cinta dari wanita bernama queen, ha ha ha" erfan berkata sambil tertawa.
" mas.... Ayo menikah" queen tiba-tiba berkata
Membuat erfan menghentikan tawanya.
"apa dek?, menikah?, apa aku tidak salah mendengar? Jangan bercanda" jawab erfan yang merasakan dadanya berdebar.
"aku tidak bercanda mas, aku serius. Bulan depan jika aku tidak hamil, ayo kita menikah, tetapi jika aku hamil.... Maaf kita putus. " jawab queen dengan tegas.
deg! erfan merasa jatuh sejatuh-jatuhnya, setelah melambung tinggi seperti di hempaskan begitu saja.
"jangan bicara perpisahan dek, aku tidak suka" jawab erfan
" tetapi kenyataannya, jika aku hamil aku tidak bisa menikah sama kamu mas" ucap queen
" jika kamu hamil pun bisa jadi anak itu adalah anak ku, ingat! Aku juga pernah bersamamu, jadi aku pastikan aku tetap bertanggung jawab padamu dan anak kita, jadi jangan coba-coba pergi dari ku" jawab erfan dengan tegas.
Waiters datang membawa pesanan mereka
" selamat menikmati kak, apa perlu bantuan lagi?" tanya waiters.
"tidak, cukup" jawab erfan dingin, karena masih dongkol sama queen.
"tidak mba...terimakasih sudah mengantarkan pesanan kami... " jawab queen yang sungkan karena erfan menjawab dengan ketus.
" baik kak, kalau begitu saya permisi" jawab waiters sambil tersenyum dan berlalu.
" mas... Jangan ketus begitu, kasihan mereka yang sudah bekerja untuk melayani kita. Aku minta maaf ucapan aku tadi menyinggung mu. Tetapi aku serius jika aku ingin kita menikah" queen berkata sambil menggenggam jemari erfan.
hufffft erfan menolah ke arah queen yang menundukkan kepala, lalu dia berkata
" aku sudah bilang, jangan bicara perpisahan. Harus berapa kali aku bilang kalau aku mencintai mu dan menerima segala yang ada dalam diri mu"
"iya mas, aku minta maaf ya... Sekarang kita makan dulu, aku sudah lapar" jawab queen yang tidak ingin memperpanjang perdebatan.
Erfan mencium sekilas pucuk kepala queen, lalu membelai pipi wanita manis itu.
" baiklah, kita menikah! minggu depan aku akan membawa kedua orang tua ku untuk melamar mu " jawab erfan yang membuat queen kaget.
" mas!!! Ya tidak minggu depan juga kali. Jangan dadakan, semua butuh persiapan" jawab queen dengan cemberut.
" sudah... Kita makan dulu sayang, katanya sudah lapar?" jawab erfan
Mereka akhirnya makan dengan tenang, sesekali erfan menyuapkan daging bebek yang gurih itu ke mulut queen, saling bercanda dan menikmati setiap menu yang ada.
Queen dan erfan melanjutkan perjalanan, hingga mereka tiba di kota tempat mereka tinggal. erfan langsung ke arah rumah queen, mengantar sang kekasih sampai di depan orang tua nya.
" masuk nak erfan, mampir dulu sebentar, kamu pasti capek" kata bapak yang memang ada di teras saat mereka tiba.
" iya pak, terimakasih" jawab erfan setelah salim.
" jam berapa berangkat dari rumah tiyas?" giliran ibu bertanya sambil menyiapkan minum.
Sedangkan queen langsung ke kamar mandi karena sudah tidak tahan dengan rasa gerah di badannya.
" sekitar jam 7 pagi bu, maaf tadi sempat beberapa kali berhenti untuk istirahat" jawa erfan.
" oalah ya tidak apa-ap nak, kamu sudah mengantar queen sampai rumah dengan selamat saja , ibu ini sudah alhamdulillah dan terimakasih" jawab ibu
" Bu... Pak... mohon maaf, minggu depan saya berencana membawa ibu saya kesini untuk melamar queen, tolong ibu dan bapak merestui kami" kata erfan penuh keyakinan.
Suasana langsung senyap, ibu dan bapak terdiam saling memandang, queen yang keluar dari kamar mandi berhenti berjalan, hatinya gemetar meskipun rencana itu tercetus dari mulutnya sendiri. Erfan menundukkan kepala penuh kesopanan menunggu jawaban orang tua queen.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...