NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

Hari Minggu siang yang cerah menyelimuti rumah keluarga Quinn. Angin sepoi-sepoi yang masuk melalui jendela membawa aroma bunga dari taman kecil di depan rumah mereka. Cahaya matahari yang hangat membuat suasana terasa nyaman.

Ryuga baru saja tiba. Meskipun dia sudah sering datang, ada sesuatu yang berbeda kali ini. Suasana di rumah Quinn terasa lebih kental dengan ketegangan yang belum sepenuhnya hilang, terutama setelah kejadian balapan seminggu lalu yang melibatkan Ryuga dan Kael.

Begitu Ryuga sampai di depan pintu, Selena menyambutnya dengan senyum ramah yang selalu hangat.

"Ryuga, sudah lama nggak ketemu! Ayo masuk, kebetulan Tante masak banyak hari ini." kata Selena dengan nada ceria, meskipun di balik senyumnya, ada ketegangan yang sedikit terasa.

Sejak kejadian itu, hubungan antara Ryuga dan keluarga Quinn sempat sedikit renggang.

Armand yang sedang duduk di ruang tamu, juga ikut menyambut Ryuga. Meskipun terkesan lebih serius, Armand memberi senyum tipis. "Ryuga, sudah datang. Apa kabar?" Armand merasa sedikit canggung, tapi tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan Ryuga.

Ryuga mengangguk sopan. "Baik, Om."

Quinn, yang sejak tadi berdiri di pintu depan, langsung tersenyum lebar ketika melihat Ryuga. Wajahnya yang cerah menunjukkan betapa ia senang bisa menghabiskan waktu bersama kekasihnya di hari libur ini.

"Ayo, masuk, Ga!" Quinn hampir berlari menghampiri Ryuga dan menggandeng tangannya, menariknya masuk ke rumah. "Kita makan bareng, ya? Aku udah laper banget."

Armand dan Selena bertukar pandang sebentar. Armand akhirnya memutuskan untuk berbicara, membuka percakapan yang sudah lama ingin ia selesaikan.

"Ryuga," Armand memulai, "Om sudah tahu tentang kejadian balapan seminggu lalu." Suaranya terdengar berat, namun ada rasa pemahaman di balik kata-katanya.

Ryuga menatap Armand serius. "Jadi?"

Armand terdiam sejenak, seperti menimbang kata yang akan diucapkan. "Om tahu kamu tidak bersalah. Kami sudah mendengar versi cerita yang lebih jelas. Ternyata Kael yang bersalah. Om harap kita bisa saling memahami dan melupakan kejadian itu. Om cuma mau keluarga ini kembali harmonis."

Ryuga lega mendengar pengakuan itu. "Tentu, Om."

Selena tersenyum, melangkah maju untuk meredakan suasana. "Ayo, makan siang dulu. Semua yang ada di sini adalah keluarga. Kami cuma mau kamu merasa nyaman."

Setelah itu, mereka semua duduk di meja makan yang sudah dipenuhi dengan berbagai hidangan lezat.

Quinn terlihat sangat bahagia. Ia duduk di samping Ryuga, memastikan bahwa dia merasa diterima di tengah keluarga mereka.

Selena duduk di ujung meja, sementara Armand duduk di sisi lainnya, memandangi makanan yang sudah tersaji dengan tenang.

Namun, ada satu sosok yang tampaknya tidak merasa sepenuhnya nyaman.

Kael.

Pemuda itu duduk di meja dengan ekspresi datar. Sejak semua fakta terungkap, Kael memang mulai menerima kenyataan bahwa Quinn adalah adiknya, meskipun dalam hatinya ada sedikit rasa kesal terhadap Ryuga. Ia berusaha keras untuk menerima kenyataan itu, meskipun cemburu pada perhatian yang diberikan Quinn kepada kekasihnya itu.

Kael akhirnya membuka suara. "Jadi, lo beneran pacaran sama Quinn?" tanyanya, meskipun nada suaranya terdengar sedikit sinis. "Gue masih nggak paham kenapa Quinn bisa suka sama cowok dingin kayak lo."

Quinn mengerutkan kening, mencoba untuk menjaga ketenangan. "Kak, kita kan udah ngobrol tentang ini," katanya dengan lembut. "Ryuga cowok baik-baik. Dia juga sayang sama aku. Ya kan, Ga?"

Cih... Baik katanya?

Rasanya Kael ingin tertawa mendengar hal tersebut. Belum tahu saja Quinn bagaimana kejamnya Ryuga saat menghabisi musuh-musuhnya.

Ryuga yang mendengar itu hanya bisa tersenyum tipis dengan wajah merona. "Iya, Sayang."

Kael mendengus, lalu tanpa berkata apa-apa, ia mulai mengambil piring dan mulai mengambil makanannya. Namun, pergerakan tangannya terhenti saat melihat Quinn yang sedang dengan perhatian mengambilkan ayam goreng untuk Ryuga. Seperti biasanya, Kael merasa sedikit kesal melihat perhatian itu.

"Eh, gue juga mau ayamnya, Dek," kata Kael dengan nada setengah serius, setengah menggoda.

Tanpa menunggu jawaban, ia langsung menyodorkan piringnya ke arah Quinn.

Quinn tersenyum dan mengambilkan ayam goreng untuk Kael tanpa banyak berpikir.

"Ini ayamnya, Kak." Ia tampak seperti tidak ingin ada masalah. Quinn cuma semua orang merasa nyaman.

Namun, Ryuga yang memperhatikan situasi ini merasa sedikit kesal. Dia melirik Kael dengan tajam, merasa bahwa Kael sengaja ingin menggangu kedekatannya dengan Quinn. Kael tersenyum lebar, merasa sedikit puas dengan reaksinya.

Quinn kembali mengangkat ayam goreng dan menaruhnya di piring Kael. Sementara Kael tersenyum penuh kemenangan, seolah ia berhasil 'mengalahkan' Ryuga dalam permainan diam-diam ini. "Makasih, Dek," katanya sambil melirik Ryuga dengan ekspresi minta di hajar .

Ryuga menatap Kael dengan tajam dan dingin. Hatinya sangat kesal, meskipun ia berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaan itu. "Menyebalkan." desisnya masih sangat kesal.

Quinn yang melihat perubahan ekspresi di wajah Ryuga langsung merasa khawatir. Dia tahu bahwa Ryuga merasa tidak nyaman, tetapi ia juga tahu bahwa Kael sedang berusaha membuat Ryuga merasa tersinggung. Tanpa ragu, Quinn menggenggam tangan Ryuga dengan lembut, mencoba menenangkan hatinya.

"Kamu kenapa?" tanyanya dengan lembut, suaranya penuh perhatian. "Marah?"

Ryuga tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya. "Nggak." jawabnya sambil mengusap punggung tangan Quinn dengan lembut.

Kael yang melihat kedekatan itu hanya mendengus. Ia merasa sedikit terjebak antara perasaan cemburu dan kewajibannya sebagai kakak yang harus menjaga hubungan dengan adiknya. Meski sudah mulai menerima kenyataan bahwa Quinn adalah adiknya, ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ryuga ada dalam hidupnya.

"Kenapa sih lo nggak jauhin adek gue?" Kael akhirnya berkata, suara penuh ketegangan. "Lo pikir gue ngerestuin lo? Nggak bakal."

"Kael." tegur Selena dengan mata melotot.

Kael pun mendengus kesal dan langsung kincep karena tak berani menjawab ibunya.

Sementara Ryuga yang hendak menanggapi ucapan Kael terpaksa mengurungkan niatnya saat Quinn menatapnya memelas sambil menggelengkan kepalanya pelan, sebagai tanda bahwa jangan menanggapinya.

Quinn menatap Kael dengan tatapan lembut. "Kak, jangan bilang gitu lagi bisa? Karena kalau Kakak nyakitin Ryuga, itu artinya Kakak juga nyakitin aku."

Kael seketika terdiam.

Selena yang duduk di ujung meja mencoba menengahi. "Sudah-sudah, jangan pada berantem. Ayo, makan. Keburu makanannya dingin."

Kael diam-diam mengepalkan tangannya. "Gue nggak bisa lihat kalian terus-terusan kayak gini." gumamnya dalam hati.

Ryuga menatap Kael dengan tatapan yang lebih keras. "Lo nggak perlu khawatir tentang gue," ujarnya dengan nada yang lebih serius. "Gue cuma mau jaga Quinn."

Suasana di meja makan menjadi sedikit lebih tegang, tetapi akhirnya mereka semua mulai melanjutkan makan siang mereka dengan percakapan yang lebih santai. Meskipun ada ketegangan, ada juga keinginan untuk menjaga hubungan baik antara satu sama lain.

Setelah makan siang, Selena dan seorang pelayan mulai merapikan meja, sementara Kael dan Armand pergi ke ruang tamu

Ryuga duduk di kursi teras samping, menatap kolam renang dengan tatapan datar.

"Kamu jangan dengerin Kak Kael," Quinn berkata lembut, mendekat ke Ryuga. "Dia cuma butuh waktu buat nerima kita."

Ryuga mengangguk. "Aku ngerti."

Quinn tersenyum dan menggenggam tangan Ryuga lebih erat. "Makasih, Ga."

Kael yang melihat itu dari kejauhan, hanya bisa mendengus dan berpikir dalam hati, "Mungkin suatu hari nanti gue bisa nerima semuanya, tapi buat sekarang... gue cuma mau lihat keluarga gue bahagia."

...----------------...

Pagi itu di sekolah, Quinn sudah merasa pusing setengah mati. Sejak kejadian di rumah kemarin, dia benar-benar merasa kebingungannya semakin dalam. Kael kini yang sangat protektif dan selalu menganggapnya sebagai adik kecil. Sementara, Ryuga yang posesif dan selalu berusaha melindunginya, tak pernah berhenti bertengkar—baik secara langsung maupun lewat sindiran-sindiran halus.

Semakin lama, Quinn merasa seperti berada di tengah medan perang yang tak pernah selesai.

Beruntung, hari ini ada Vexa, yang selalu bisa memberinya perspektif baru. Vexa adalah tipe teman yang lebih bijak, lebih sabar dalam menghadapi masalah, dan sangat paham bagaimana cara membuat orang merasa lebih baik.

Begitu bel istirahat berbunyi, Quinn langsung menarik Vexa untuk duduk di pojokan kantin.

"Xa, lo harus dengerin gue. Gue beneran nggak ngerti lagi deh sama Kak Kael dan Ryuga!" Quinn langsung membuka percakapan dengan keluhan panjang.

Vexa menatapnya dengan tatapan penuh pengertian. “Gue ngerti kokk, Quinn. Jadi, apa yang sebenarnya bikin lo bingung? Mereka berdua kan pasti punya alasan kenapa ngelakuin itu semua.”

Quinn menepuk meja kesal. “Kak Kael tuh kayak nggak bisa lepas dari gue. Dia selalu aja mikir gue butuh dia, meskipun gue udah gede. Sementara Ryuga, lo tahu sendiri, dia selalu posesif dan nyaris nggak pernah bisa santai. Gue jadi bingung, Xa. Mereka berdua ini kayak nggak ngerti gue sama sekali!”

Vexa mengangguk perlahan, sambil menyusun kata-kata dengan hati-hati. “Gue paham perasaan lo. Kael itu kan kakak lo, jadi dia memang wajar kalau khawatir sama lo. Tapi di sisi lain, Ryuga juga punya hak buat peduli, dia pacar lo. Tapi, yang penting itu lo. Lo yang harus tahu apa yang lo mau.”

Quinn mendengus. "Gue ngerti itu, Xa. Tapi kadang-kadang gue merasa terjebak, dan nggak enak juga ngeliat mereka berdua terus menerus nggak akur."

Vexa tersenyum tipis. “Lo perlu waktu buat sendiri, Quinn. Lo butuh sedikit ruang buat diri lo, tanpa ada yang ganggu. Kalau lo terus-terusan terjebak di antara mereka, lo bisa semakin bingung.”

Quinn menghela napas panjang. “Iya sih, gue juga udah mulai capek. Rasanya gue cuma kayak penghubung antara dua dunia yang nggak bisa nyatu.”

Vexa mengangkat alis, menyadari perasaan Quinn yang sudah cukup tertekan. "Ya udah, lo butuh hiburan, kan? Malam ini ikut gue nongkrong di cafe bareng Finka. Itu bisa jadi cara buat ngilangin stres. Lo butuh refreshing, biar gak terus-terusan dipusingin sama masalah ini."

Quinn sempat ragu, tapi setelah mendengar tawaran Vexa, dia mulai merasa sedikit lebih ringan. “Hmm, iya juga sih. Gue butuh banget hiburan. Dan Finka selalu bisa bikin gue ketawa.”

Vexa tersenyum lebar. “Itulah yang gue harapin. Lo butuh teman yang bisa bikin lo bahagia, bukan cuma mikirin masalah terus-terusan.”

Quinn akhirnya setuju. “Oke deh, gue ikut. Tapi kalau ada kejadian aneh, gue kabur ya.”

Vexa tertawa. “Tenang aja, gue dan Finka nggak bakal bikin lo kabur kok. Kita cuma pengen lo ngerasa rileks sebentar.”

...****************...

1
Nur Halida
kakeknya ryuga pasti ini..
semoga dg bertemu langsung dg quinn kakek jadi berubah haluan dari yg awalnya jodohin ryuga dg naomi jadi ke quiin
ollyooliver🍌🥒🍆
lah itu kan musuh masa mau diabikin.oon!😏
ollyooliver🍌🥒🍆
idiiii..nyalain orng lain, anak lu tuh juga gk bener, dia yg dlua nantangin orng juga😒
Adinda
jodohin finka sama kael,Quin🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
hidupmu dan pasanganmu lo yg tentuin, orngtua hanya pantas memberi masukan tapi yg jalani lo, jadi keputusan ya di lo😌
Nur Halida
semangat ga... 💪💪💪
Nur Halida
untung ortunya ryuga ngedukung anaknya .. gak takut sama si kakek
Nur Halida
gak beneer ini.. baru datang udah jodoh2in orang aja ..
naomi pasti terbang ini
ollyooliver🍌🥒🍆
faktanya..sekalipun kael gk tau quiin adiknya, tapi dia.mengatakan kejujuran bahwa quiin adalah mainan yg bisa dipake kek jalang. dan ya dari situ bisa disimpulkan kael gk hanya gk sopan dlm bertutur kata tapi juga pemain wanita..karna hidupnya bebas😌
ollyooliver🍌🥒🍆
gk baguslah dibaca kalimat ini
ollyooliver🍌🥒🍆
ndk sopan..meski gk tau itu ibu lu setidaknya bertutur kata yg bagus ..orangtua itu😒
ollyooliver🍌🥒🍆
baru chapter ini yg banyak paragrafnya cukup tebal..enak kan dibaca
ollyooliver🍌🥒🍆
jangan nyalahi ryuga donh, si kael itu juga yg salah..lo tau juga anaknya suka balap liar. mau sama mau..yaudin mereka berdua salah. hanya gergara kael kecelakaan bukan brrti salahnya di ryuga doang😒
ollyooliver🍌🥒🍆
lah, yg dluan si kael..katanya lo mainan trus mau dibawa.pulang lagi..kata"nya buat orng berpikir nih kael udah biasa main cw😌
Nur Halida
apa hunungan quinn dan ryuga bakal di tentang??
Angelia nikita Sumalu
kalau Kael memang kakak kembarnya Quiin berarti hidup quiin bakal lebih diposesifin Ama pacar dan sang kakak.. bakal banyak yg akan semakin iri apalagi 2²nya sama² ketua geng motor...
Yudi Chandra: Hahaha....iya iya. kamu bener🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
semoga kael emang kambarannya quinn dan bisa berkumpul lagi dg keluarganya
Yudi Chandra: Amiin😘😘😘😘😘
total 1 replies
Nur Halida
eh jelangkung nongol.. gak ada kapok2nya se naomi ini
Yudi Chandra: namanya juga cinta, sayyyy🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
fiks kael kembarannya quinn
Yudi Chandra: kayaknya iya😅😅😅😅
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
kael?🤔
Yudi Chandra: bingung ya🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!