Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.
Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Matahari datang, Pearl tidak tidur.
Mejanya penuh dengan tumpukan dokumen catatan transaksi saham lama, daftar nama investor, laporan yang Roland kirimkan diam-diam semalam. Cangkir tehnya sudah dingin sejak jam tiga pagi dan tidak pernah ia sentuh lagi setelahnya.
Orla mengira Pearl akan menyerah.
Orla mengira Pearl akan memilih antara Lorcan atau dirinya sendiri, dan dalam pilihan itu Pearl akan hancur bagaimana pun jawabannya.
Tapi Orla lupa satu hal, Pearl adalah putri dari seorang pria yang pernah membangun sesuatu dari nol, bahkan jika akhirnya semuanya runtuh. Darah itu ada di dalam Pearl. Tertidur lama, terpendam di bawah bertahun-tahun menjadi bayangan, tapi tidak pernah benar-benar mati.
Malam ini, sesuatu di dalam diri Pearl yang sudah lama diam akhirnya terbangun.
"Greta"Pearl menghubungi asistennya melalui telepon, suaranya lebih stabil dari yang bahkan ia sendiri antisipasi, "hubungi pengacara kita. Dan panggil semua staf yang sedang tidak bertugas. Aku butuh mereka pagi ini."
**
Langkah pertama Pearl adalah membersihkan namanya.
Ia menghubungi beberapa jurnalis investigasi yang sudah ia kenal dari liputan tentang Pearl's Bloom sebelumnya, mengundang mereka ke depan tokonya yang masih disegel. Pearl berdiri di depan garis pembatas itu dengan blazer putih bersih, kepala tegak, bahu tidak merosot, tatapan yang tidak meminta belas kasihan dari siapa pun.
"Saya Pearl Rowan, pemilik Pearl's Bloom. Hari ini saya tidak akan membela diri dengan kata-kata. Saya akan melakukannya dengan bukti."
Ia menampilkan rekaman dari kamera tersembunyi yang ia pasang di gudang tepungnya sebulan lalu, langkah pencegahan yang ia ambil tanpa memberitahu siapa pun setelah kejadian Cormac. Di dalam rekaman itu, dua pria tidak dikenal masuk pada malam hari dan menukar stok tepungnya dengan paket yang sudah disiapkan sebelumnya.
"Identitas kedua pria ini sudah diserahkan ke kepolisian Berlin. Ini bukan kecelakaan produksi. Ini sabotase yang dirancang untuk menghancurkan kredibilitas saya dan orang-orang yang berada di sisi saya. Dalangnya sedang menggunakan nama keluarga saya, nama yang sudah cukup menderita, untuk kepentingan yang tidak pernah ada hubungannya dengan keadilan."
Berita itu menyebar dalam hitungan menit.
Reputasi Pearl's Bloom pulih, tidak sempurna, tidak instan, tapi fondasi kebenarannya sudah tertanam.
**
Sementara itu, di Vienna, Lorcan sedang berdiri di depan dewan komisaris Darragh Group dalam rapat yang seharusnya tidak pernah harus terjadi.
"Tuan Darragh, saham kita turun empat puluh persen dalam tiga hari. Tuduhan ini telah menghancurkan kepercayaan investor internasional." Komisaris senior itu berbicara dengan nada yang sudah memutuskan sesuatu sebelum rapat dimulai. "Kami mempertimbangkan agar Anda mengundurkan diri sementara sampai situasi ini selesai."
Lorcan mengepalkan tangannya di bawah meja.
Ia baru akan membuka mulut ketika Roland masuk dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya, membisikkan sesuatu di telinganya.
"Tuan, lihat layar sekarang."
Lorcan menoleh ke layar besar di sudut ruang rapat.
Di sana, Pearl sedang duduk di depan kamera tapi yang membuat seluruh ruangan terdiam adalah orang-orang yang duduk di sampingnya. Tiga pria dan satu perempuan, semua berusia di atas enam puluh tahun, dengan wajah-wajah yang membawa bobot pengalaman bisnis puluhan tahun.
"Kami adalah pemegang hak suara dari sisa aset Rowan Group," ucap salah satu dari mereka dengan suara yang berat dan jelas. "Selama ini kami mengumpulkan bukti tentang siapa yang sebenarnya menghancurkan perusahaan kami dulu. Dan orang itu bukan keluarga Darragh, melainkan pihak ketiga yang sekarang sedang mencoba merebut posisi mereka."
Pearl mengambil alih.
"Saya, sebagai ahli waris sah dari keluarga Rowan, menyatakan bahwa segala klaim yang menggunakan nama keluarga saya untuk menyerang Darragh Group adalah ilegal dan merupakan penipuan terstruktur. Kami telah mengajukan tuntutan hukum internasional terhadap perusahaan cangkang yang menjadi alat operasi mereka."
Di ruang rapat Vienna, wajah komisaris berubah.
Spekulan yang selama tiga hari ini tampak seperti tembok tak tertembuskan tiba-tiba kehilangan fondasinya.
Lorcan menatap layar itu, menatap Pearl yang berdiri di sana dengan blazer putih dan kepala tegak, bertarung di garis depan dengan cara yang tidak pernah ia minta tapi tidak pernah ragu untuk dilakukan.
Matanya memanas.
Ia yang dulu mengurungnya di ruang bawah tanah, yang dulu tidak memberinya ruang untuk menjadi siapa pun dan perempuan itu sekarang sedang menyelamatkan sesuatu yang bahkan ia sendiri hampir tidak bisa pertahankan.
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓