Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
dengan sedikit keraguan, Eksa menatap sebentar ke arah Laura dengan tatapan sulit untuk diartikan dan Hal itu membuat Laura tampak mengerutkan keningnya.
" Kenapa Sayang apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan? Kenapa Wajahmu sangat tegang seperti itu? " Laura bertanya dengan raut wajah yang semakin lama semakin cemas.
Tiba-tiba Eksa menggenggam tangan ibunya dengan erat kemudian menempelkan telapak tangan itu di pipinya.
" kalau misalnya aku jatuh cinta dengan seorang janda Apakah ibu mengizinkan? " Eksa bertanya dengan nada suara pelan.
Eksa tahu sedikit keterlaluan dia harus meminta izin jika sedang jatuh cinta. tapi apa boleh buat, Eksa tidak ingin wanita yang pernah melahirkannya itu tidak akur dengan wanita yang saat ini tengah berada di dalam hatinya.
Laura terdiam sejenak sebelum akhirnya perempuan itu menyunggingkan senyuman tipisnya dan menggenggam tangan putranya dengan erat.
" Kenapa kamu bertanya seperti itu? " tanya Laura dengan nada suara tenang. " ibu itu cuma orang tua kamu, orang yang selalu ada di belakang kamu, bukan orang yang berhak untuk mengatur hidupmu. jadi kamu bebas melakukan apapun. " Laura berkata dengan nada suara bijaknya.
Ekspresi wajah tegang yang tadi ditampilkan oleh Eksa, perlahan-lahan mulai menghilang digantikan oleh senyuman manis yang begitu rupawan.
Perlahan, helaan napas panjang dan dalam dikeluarkan saat mendengar penuturan bijak dari sang ibu.
" jadi anak ibu ceritanya Tengah jatuh cinta dengan seorang wanita? janda mana Yang berhasil meresahkan hati dingin Putra Ibu ini? " Laura bertanya dengan nada suara menggoda.
Eksa terkekeh pelan suara tawanya terdengar ringan membuat Laura ikut tersenyum juga.
" dia bukan orang baru bu, dia temen sekolah aku waktu SMA dulu, " Eksa menjawab dengan nada suara pelan.
Laura yang mendengar itu menganggukkan kepalanya mengerti. " kalau kalian sudah benar-benar serius, jangan lupa dibawa ke sini. karena Ibu juga ingin melihat calon menantu dan akrab dengan dia. " cetus Laura dengan senyuman tipis.
Eksa tampak berbinar cerah. tangannya semakin menggenggam erat tangan Laura dan tak lama laki-laki itu memeluk tubuh ibunya dengan erat.
" Aku akan berusaha untuk meyakinkannya. " Eksa bertanya dengan nada suara pelan namun yakin.
Laura tampak mengerutkan keningnya, menatap bingung ke arah sang Putra. " maksudnya apa? "
****
Sekar dan juga Sari sudah menunggu di tempat biasa. mereka saat ini tengah asik berbincang-bincang membicarakan tentang bisnis yang sedang mereka jalani bersama yang sudah berjalan beberapa minggu.
" aku nggak ngebayangin Nanti kalau aku udah punya uang banyak, aku mau jalan-jalan ke luar kota ke tempat-tempat yang dulu Aku pengen kunjungin tapi belum bisa. " kata Sari tiba-tiba dengan tatapan menerawang jauh.
sementara Sekar yang mendengar itu tampak menggeleng kecil. memang cita-cita sang sahabat dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah. perempuan berwajah manis itu tetap ingin menghamburkan uangnya untuk pergi ke tempat-tempat yang indah.
" Kalau aku sih aku mau nabung nanti aku mau bahagiain Bapak sama ibuku. " sahut Sekar tiba-tiba.
" Oh ya gimana katanya kamu kemarin mau ketemu sama teman dekat? " Sekar tiba-tiba bertanya dan langsung menoleh ke arah Sari.
wajah Sari yang awalnya berseri-seri seketika tampak murung. " semua gagal total, " sahutnya dengan nada suara yang begitu Lirih.
" Loh kenapa? "