jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua pria satu cinta
Taehyung memandang wajah sahabatnya yang ada di hadapannya saat ini, posisi mereka sekarang adalah tidur menyamping dengan saling berhadapan.
“Kookie boleh aku bertanya satu hal?" Tanya taehyung lirih.
“Ingin bertanya apa tae", kata jungkook.
“Apakah kamu mencintai jaehyun? Apakah kamu bahagia dengannya?" Tanya taehyung.
“Kenapa kamu tanyakan itu tae?" Tanya jungkook balik.
“Jawab saja aku butuh jawabanmu", kata taehyung.
“Karena jawabanmu akan menentukan langkah yang akan aku ambil kedepannya kookie", batin taehyung sambil menatap lekat wajah manis sahabatnya.
Jungkook terdiam beberapa saat hingga sebuah senyuman terukir dari bibir ranumnya.
“Aku bahagia taehyung dan aku mencintai jaehyun", kata jungkook.
Sakit, itulah yang taehyung rasakan tapi dirinya berusaha untuk baik-baik saja.
“Baiklah kalau begitu, jika jaehyun membuatmu menangis kamu bisa bilang padaku dan aku akan langsung memarahinya", kata taehyung.
“Tenang saja dia tidak akan membuatku menangis", kata jungkook sambil tersenyum.
“Sekarang istirahatlah, kamu perlu istirahat yang banyak supaya kondisi cepat pulih”, kata jungkook lagi.
"Peluk aku seperti waktu kita kecil dulu kookie”, pinta taehyung.
"Baiklah kemari bayi beruang” kata jungkook sambil terkekeh gemas melihat sifat manja taehyung yang kembali seperti dulu saat mereka masih kecil.
Taehyung hanya tersenyum dan memeluk jungkook erat.
Tak beberapa lama terdengar dengkuran halus bukan dari taehyung justru jungkook yang terlelap.
Taehyung menatap lekat wajah sahabat kecilnya itu, kenapa baru sekarang dirinya menyadari jika dirinya mencintai jungkook. Taehyung ingin memperjuangkan cintanya tapi sudah terlambat karena jungkook sepenuhnya milik jaehyun sekarang dan taehyung tidak akan egois.
“Aku mencintaimu kookie sangat mencintaimu, apapun yang membuatmu bahagia akan aku lakukan meski harus mengorbankan perasaanku sendiri", lirih taehyung lalu mencium kening jungkook sayang.
Taehyung terlambat bahkan dirinya sendiri tidak tahu seberapa besar cinta jungkook untuknya, cinta yang bahkan jungkook sendiri belum ungkapkan kepada sahabat kecilnya itu tapi harus jungkook kubur dalam-dalam tanpa taehyung tahu.
Mungkin jika taehyung tahu dirinya akan egois dan berusaha merebut jungkook dari jaehyun, tapi kenyataannya taehyung lebih memilih melepaskan jungkook demi jaehyun karena taehyung berpikir jika jaehyun adalah cinta pertama jungkook.
Tak beberapa lama terlihat ponsel jungkook yang berkedip kedip tanda ada panggilan masuk, taehyung mengambil ponsel itu dan ada nama jaehyun di sana.
Dengan perlahan taehyung berusaha bangun meski masih sedikit pusing lalu berjalan menjauh untuk mengangkat panggilan tersebut.
"Halo sayang”, sapa jaehyun begitu panggilan tersambung.
"Ini taehyung, jungkook sedang tidur”, kata taehyung tenang.
“Ah baiklah kalau begitu, jika dia bangun katakan aku menghubunginya", kata jaehyun tenang.
Taehyung mengerutkan keningnya dengan sikap tenang jaehyun.
“Kamu tidak marah karena yang mengangkat panggilanmu aku?" Tanya taehyung.
“Aku percaya kepada kekasihku", kata jaehyun singkat.
“Sepercaya itukah kamu dengannya? Bagaimana jika dia bermain di belakangmu?" Tanya taehyung.
“Dengarkan aku tae, aku mendapatkan cinta jungkook butuh perjuangan dan jungkook bukan gadis yang langsung mengucapkan cinta padaku di awal hubungan, dia butuh waktu untuk mencintaiku dan sekarang aku mendapatkan cintanya bagaimana mungkin aku akan meragukannya?” Tanya jaehyun balik.
Taehyung hanya terdiam menunggu jaehyun berbicara.
"Jungkook gadis yang unik dan tidak mudah jatuh cinta, tapi sekalinya jatuh cinta jungkook akan menyerahkan seluruh hatinya untuk pasangannya”, jelas jaehyun.
"Apakah kamu mencintainya jae?” Tanya taehyung.
"Ya aku sangat mencintainya, bahkan sejak awal aku melihatnya aku sudah jatuh cinta”, jawab jaehyun.
"Jika aku bilang aku juga mencintai jungkook apakah kamu akan melepaskannya untukku jae?” Tanya taehyung.
Seketika tubuh jaehyun membeku saat mendengar kejujuran taehyung, jantungnya berdegup kencang tapi dirinya mencoba bersikap normal.
"Apakah jungkook mengetahui jika kamu mencintainya tae?” Tanya jaehyun.
"Tidak, jungkook tidak jika aku mencintainya tapi aku menanyakan satu hal padanya tadi”, kata taehyung.
"Apa?” Tanya jaehyun penasaran.
"Aku bertanya apakah dirinya mencintaimu? Apakah dia bahagia denganmu”, kata taehyung.
"Lalu apa jawabannya?” Tanya jaehyun.
Taehyung menarik nafas dan menghembuskannya pelan menyingkirkan rasa sesak di dada yang entah kenapa sangat menyiksa dia malam ini.
"Jungkook mengatakan jika dirinya mencintaimu dan bahagia bersamamu”, jawab taehyung pelan dengan suara yang terdengar bergetar.
"Jadi soal pertanyaanku tadi, maukah kamu melepaskan jungkook untukku jae?” Tanya taehyung.
"Tidak, jungkook milikku dan selamanya begitu, aku tahu kamu mencintainya sekarang tapi itu sudah terlambat tae”, ucap jaehyun tegas.
Taehyung tersenyum getir dan menyeka air mata yang tiba-tiba mengalir ke pipinya.
"Ya aku memang terlambat menyadarinya, untuk itulah aku minta bahagiakan jungkook jangan pernah membuatnya menangis atau aku akan merebutnya darimu" kata taehyung tegas.
“Aku tidak akan membiarkanmu merebutnya dariku, karena aku sangat mencintainya", kata jaehyun tanpa ada keraguan.
"Baiklah kalau begitu aku pegang janjimu, untuk malam ini biarkan dia menginap disini dia terlihat letih. Besok pagi kamu bisa menjemputnya”, kata taehyung.
"Baiklah”, kata jaehyun dan setelahnya panggilan pun berakhir.
Jaehyun menatap ponselnya.
"Jika jungkook belum mencintaiku mungkin aku akan melepaskannya untukmu tae, tapi saat ini jungkook juga mencintaiku dan aku juga mencintainya”, monolog jaehyun.
Jaehyun keluar kamar menuju balkon kamarnya dan memandang pemandangan malam yang terasa sunyi.
"Kamu terlambat kim taehyung, bahkan kamu tidak tahu seberapa besar jungkook mencintaimu dulu”, lirih jaehyun.
Kembali ke kamar taehyung.
Taehyung meletakkan ponsel jungkook di atas nakas dan kembali berbaring di samping jungkook yang sama sekali tidak terusik tidurnya.
"Sekarang aku yakin jika jaehyun sangat mencintaimu kookie, berbahagialah selalu", kata taehyung lirih dan setelahnya ikut terlelap bersama jungkook.
Keesokan pagi.
Jungkook terbangun dan dirinya merasa ada yang janggal saat dia membuka matanya.
"Ini bukan kamarku”, katanya lirih, otaknya berusaha memproses hal yang dirinya lakukan kemarin hingga saat dirinya menoleh ke samping dirinya melihat taehyung yang terlelap.
Seketika jungkook terbangun dan menepuk keningnya pelan.
"Ya ampun aku ketiduran dan aku lupa mengabari jaehyun, bagaimana jika dia marah”, monolog jungkook khawatir.
Dengan segera jungkook mengambil ponselnya di atas nakas untuk menghubungi jaehyun, disaat dirinys akan menelepon tiba-tiba ketukan di pintu mengalihkan atensinya.
"Kookie”, panggil nyonya kim saat membuka pintu.
"Iya mah ada apa?” Tanya jungkook.
"Ada jaehyun dibawah”, kata nyonya kim.
"Eoh sepagi ini dia datang”, kata jungkook heran.
"Dia membawakan seragam untukmu yang dia bawa dari mansion jeon”, kata nyonya kim sambil tersenyum
"Baiklah mah, setelah ini kookie turun ke bawah”, kata jungkook dan diangguki oleh nyonya kim.
Jungkook menatap taehyung yang masih terlelap mungkin karena pengaruh obat pikirnya, lalu dirinya keluar kamar menemui jaehyun.
Jungkook melihat jaehyun yang sedang mengobrol dengan nyonya kim dan ekspresi jaehyun terlihat biasa saja tapi entah kenapa jungkook merasa bersalah karena semalam tidak menghubungi kekasihnya itu.
“Sayang", panggil jungkook lirih
“Hi, selamat pagi ini aku bawakan seragam ganti daripada kamu bolak balik ke mansion jeon”, kata jaehyun sambil tersenyum.
Jungkook menerima seragam itu dengan senyum canggung.
"Kamu bisa mandi di salah satu kamar yang kosong sayang”, kata nyonya kim dan jungkook pun mengangguk.
Saat ini jaehyun dan jungkook dalam perjalanan ke sekolah, tidak ada yang memulai percakapan hingga.
“Sayang maaf semalam aku tidak memberi kabar", kata jungkook lirih.
“Aku tahu sayang, kamu ketiduran karena letih kan", kata jaehyun.
Gadis itu menatap ke arah kekasihnya terkejut
“Darimana kamu tahu sayang?" Tanya jungkook.
“Dari taehyung, semalam dia memberitahu padaku jika kamu sudah tidur", jelas jaehyun.
“Taehyung? Memang dia menghubungimu?" Tanya jungkook.
“Semalam aku menghubungimu dan yang mengangkat taehyung", jelas jaehyun.
“Aku benar-benar minta maaf, aku sendiri tidak sadar jika aku tertidur", jelas jungkook lirih.
Jaehyun menggenggam tangan mungil jungkook dengan tangan yang bebas dari kemudi.
“Aku tahu sayang, taehyung sudah cerita semalam”, kata jaehyun.
"Kamu tidak marah yang jawab panggilan kamu taehyung”, kata jungkook penuh selidik.
"Tidak, bahkan kami semalam mengobrol banyak”, kata jaehyun.
"Kamu mengobrol dengan taehyung”, kata gadis itu tidak percaya.
“Iya sayang, dan sepertinya kami bisa berteman baik mulai sekarang".
Jungkook memicingkan matanya menatap sang kekasih penuh curiga dan itu disadari oleh jaehyun.
“Ya ampun sayang tidak perlu curiga karena memang aku dan taehyung sekarang berteman", kata jaehyun sambil terkekeh.
“Tapi kenapa jae? Kan kamu tahu siapa taehyung", kata jungkook lirih.
“Ya aku tahu dia sahabatmu dan masa lalumu, tapi akulah masa depanmu dan sebagai kekasihmu aku harus dekat dengan para sahabatmu bukan", jelas jaehyun dan jungkook pun tersenyum.