Wajib Follow Sebelum Baca.
" 𝘾𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝... 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖, 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙯𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖.
Valerie dan Matthew saling mencintai... tapi cinta mareka tidak pernah benar-benar tenang.
Hubungan mareka di uji oleh restu tak kunjung datang, tekanan keluarga, dan tekanan keluarga, dan keadaan yang perlahan menjatuhkan mareka.
Saat mareka masih berjuang untuk bertahan, seseorang datang kembali_membawa sesuatu yang lebih dari sekedar masa lalu.
La menginginkan Matthew.
Bukan hanya untuk di cintai... tapi untuk dimiliki.
Perlahan, tanpa mareka sadari, hubungan yang mareka jaga mulai retak.
Bukan karena mareka berhenti saling mencintai, tapi karena ada seseorang yang siap menghancurkan segala nya.
Kini, cinta mareka bukan tentang bertahan... tapi tentang siapa yang lebih kuat _
cinta... atau obsesi.
( Bismillah semoga rame 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALIFA RAHMA LATIFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
S2 BAB 14 : One Step Too Far
" Kita sering menyadari arti seseorang... saat dia sudah terlalu jauh untuk digenggaman. "
...
Malam itu dingin.
Lampu jalan menyala redup, menerangi trotoar yang sepi.
Valerie berjalan pelan, memeluk diri nya sendiri.
Pikiran nya masih penuh.
Tentang Matthew.
Tentang kata-kata yang masih terasa menyakitkan.
" Aku butuh waktu.. " bisik nya pelan.
Ia menarik napas dalam.
Tidak sadar...
Sepasang mata sedang mengawasi nya dari kejauhan.
Thalassa berdiri di seberang jalan.
Tatapan nya tidak lepas dari Valerie.
Setiap langkah Valerie.. ia perhatikan.
Setiap gerakan..Ia hafalkan.
Tangan nya mengepal.
Napas nya tidak teratur.
" Kenapa harus dia.. "gumam nya pelan.
Mata nya memerah.
" Gue yang menungu.. gue yang bertahan.. "
Air matanya jatuh.
" Tapi kenapa Lo yang dipilih.. "
Namun dibalik tangis itu.. Ada sesuatu yang lebih gelab.
Perlahan, ia melangkah maju.
Valerie berhenti di pinggir jalan.
Ia menoleh kanan-kiri, menunggu kendaraan lewat.
Lampu kenderaan dari kejauhan terlihat semakin dekat.
Ia bersiap menyebrang.
Dan di saat yang sama_
Thalassa sudah berada di belakang nya.
Sangat dekat.
Napasnya pelan.
Tangan nya sedikit terangkat...
Bergetar.
Ini salah.
Ia tahu itu.
Tapi..
" Gue nggak mau kalah.. " bisik nya pelan.
Satu langkah lagi.
Satu dorongan kecil..
Dan Semua nya akan berubah.
Valerie melangkah maju.
Dan di detik itu_
Dorongan itu terjadi.
" BRAKKK! "
Suara keras memecah malam.
Tubuh Valerie terpental ke aspal.
Lampu mobil menyilaukan.
Semua terjadi begitu cepat.
Hening.
Berapa detik yang terasa seperti selamanya.
Kemudian_
" TOLONG! ADA YANG KECELAKAAN!! "
Orang-orang mulai berkumuran.
Suara panik terdengar dimana-mana.
Di tengah jalan..
Valerie terbaring diam.
Darah mengalir pelan di kepala nya.
Matanya setengah terbuka.
Napasnya lemah.
" Ma.. " bisiknya hampir tak terdengar.
...
Di kejauhan..
Thalassa berdiri diam.
Tubuhnya gemetar hebat.
Matanya membesar, menatap apa yang baru saja terjadi.
" Aku.. "
Napasnya tercekat.
" Gue nggak... "
Tangannya gemetar.
Ia mundur satu langkah.
Dua langkah.
Tiga Langkah.
Lalu berbalik.
Dan pergi.
...
Sirine ambulans terdengar memecah malam.
Lampu merah itu berkilat.
Paramedis berlari cepat.
" Korban perempuan! cepat angkat! "
Tubuh Valerie diangkat diatas tandu.
Wajahnya pucat.
Sangat pucat.
Ponsel Valerie terjatuh di jalan.
Layar masih menyala.
Satu nama muncul di sana_
Matthew.
Pangilan masuk.
Berdering.
Namun..
Tidak ada yang menjawab..
Berapa minit kemudian..
Matthew berdiri di depan rumah Valerie.
Tangan nya mengenggam ponsel.
" Kenapa nggak diangkat.. " gumam nya pelan.
Perasaan nya tidak tenang.
Sangat tidak tenang.
Ia mencoba menelpon lagi.
Tetap tidak di angkat.
Tiba-tiba_
Ponsel nya bergetar.
Nomor tidak di kenal.
Matthew langsung meangkat.
" Hallo? "
" Apa ini keluarga dari Valerie? " Suara di sembarang terdengar serius.
Jantung Matthew langsung berdegup kencang.
" Iya... Saya Matthew kenapa? "
Hening sejenak.
Kemudian_
" Korban mengalami kecelakaan.Sekarang sedang di bawah kerumah sakit. "
Deg
Dunia Matthew seakan berhenti.
" Apa? " Suara nya gemetar.
" Silahkan segara datang ke rumah sakit terdekat."
Telpon terputus.
Matthew membeku.
Ponsel nya hampir jatuh dari tangan.
" Valerie... "
Napas nya tidak teratur.
" Enggak.. Enggak.. "
Ia langsung belari.
Masuk ke mobil nya.
Masin di nyalakan dengan kasar.
" Bertahan... Val.. "
Mata nya mulai berkaca-kaca.
"Tolong bertahan.. "
Mobil itu maju dengan kencang menempus malam.
Sementara itu...
Di dalam ambulans.
Mesin berbunyi cepat.
Paramedis berkerja dengan panik.
" Tekanan darah menurun. "
" Cepat, kita hampir sampai! "
Valerie tetap diam.
Tidak bergerak.
Tidak merespon.
Dan di luar sana..
Seseorang berdiri di sudut gelab.
Menatap ambulans yang menjauh.
Dengan napasnya yang masih gemetar.
Dan hati yang..tidak sama lagi.
_TBC_
...----------------...
Happy Reading All!