NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#4

Matahari musim panas di Los Angeles sudah bergerak semakin meninggi, menembus lapisan gorden tipis dan membanjiri ruang tengah penthouse dengan cahaya keemasan yang terik.

Jam dinding di area dapur menunjukkan hampir pukul sepuluh pagi. Aroma gurih dari scrambled eggs, daging asap yang renyah, serta wangi panggangan roti gandum sudah lama memenuhi seluruh sudut ruangan, namun tanda-tanda kehidupan dari lantai atas masih nihil.

Alceena Brox Riccardo berdiri di dekat meja konter dapur dengan tangan terlipat di dada.

Dia sudah mengganti jubah mandi sutranya dengan pakaian rumah yang lebih santai namun tetap modis—sebuah oversized kemeja putih linen dan celana pendek sewarna kulit.

Rambut panjangnya yang bergelombang kini dikuncir kuda dengan rapi. Teh hijau hangatnya bahkan sudah mendingin sejak satu jam yang lalu, dan rasa lapar di perutnya mulai berganti menjadi rasa jengkel yang memuncak.

"Apakah dia pingsan atau mati karena alkohol?" gumam Alceena kesal.

Dia melirik ke arah tangga melingkar. Kesabarannya yang setipis tisu sebagai seorang diva papan atas benar-benar diuji pagi ini.

Biasanya, orang-oranglah yang mengantre dan menunggunya bangun, bukan sebaliknya.

Mengembuskan napas panjang dengan gusar, Alceena akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan.

Dia tidak bisa membiarkan makanan yang sudah dia masak dengan susah payah menjadi benar-benar hambar dan dingin.

Langkah kakinya membawa Alceena kembali menaiki tangga. Rasa perih di pangkal pahanya masih sedikit terasa, sebuah pengingat yang menyebalkan tentang betapa hebatnya pergumulan mereka malam tadi. Begitu sampai di depan pintu kamar tidur utama yang setengah terbuka, dia mengintip ke dalam.

Xander Hayes-Stone masih berada di posisi yang sama seperti beberapa jam lalu. Tubuh tegapnya yang berotot sempurna tenggelam di balik selimut abu-abu gelap, dengan separuh wajahnya tertimbun bantal.

Pria itu tampak tertidur begitu lelap, seolah-olah seluruh beban dunia yang menghimpitnya di Chicago menghilang ketika dia memejamkan mata di kamar ini.

Alceena berjalan mendekat ke sisi ranjang, mencoba menjaga langkahnya agar tidak menimbulkan suara. Dia berdiri di tepi tempat tidur, menatap siluet punggung kokoh Xander yang naik-turun secara teratur.

Sesaat, Alceena ragu. Apakah dia harus menyiram pria ini dengan air dingin agar segera bangun? Ataukah dia harus bersikap anggun?

Menyingkirkan keraguannya, Alceena memberanikan dirinya untuk membangunkan pria itu.

Dia membungkuk sedikit, mengulurkan tangan kanannya yang lentik, lalu menyentuh lengan atas Xander yang dipenuhi otot keras. Baru saja dia menggoyangkan lengannya secara perlahan, sebuah reaksi tak terduga langsung terjadi.

Xander tidak mengerang, tidak juga meregangkan tubuhnya dengan malas seperti orang normal saat terbangun. Kedua kelopak matanya langsung terbuka lebar dalam satu detik—sebuah refleks protektif yang sangat cepat, seolah-olah pria itu adalah seorang tentara atau penjaga terlatih yang selalu siaga dalam tidurnya.

Alceena terkejut dan sempat menarik tangannya kembali. Namun, fokusnya seketika teralih ketika sepasang manik mata Xander menatapnya secara langsung dalam jarak dekat.

Dari dekat seperti ini, di bawah siraman cahaya pagi yang terang, Alceena bisa melihat dengan sangat jelas keunikan fisik yang dimiliki pria itu.

Mata unik heterochromia-nya indah sekali.

Satu matanya berwarna biru jernih laksana samudra yang dalam, sementara mata satunya lagi memiliki warna Coklat gelap yang dingin dan misterius. Perpaduan dua warna yang berbeda itu memberikan kesan mistis, tajam, namun luar biasa memikat pada wajah maskulinnya. Alceena sempat menahan napasnya selama beberapa detik, terpaku pada keindahan yang langka itu.

Xander berkedip beberapa kali, mencoba mengusir kabut tidur yang tersisa di kepalanya. Dia menatap langit-langit kamar sejenak, lalu melirik Alceena yang masih berdiri kaku di samping ranjangnya.

"Sudah pagi?" tanya Xander dengan suara yang sangat berat, serak khas orang yang baru bangun tidur.

Mendengar suara datar dan tenang dari pria itu, entah mengapa seluruh rasa canggung Alceena langsung menguap, digantikan oleh energi alaminya yang meluap-luap.

Dan di sinilah letak kekurangan yang dimiliki oleh Alceena. Di balik citranya sebagai diva Hollywood yang anggun, dingin, dan penuh misteri di depan kamera, dalam kehidupan nyata—terutama jika emosinya sedang tersulut—dia ternyata sangat cerewet dan dramatis.

"Pagi?!" cetus Alceena dengan nada suara yang meninggi, kedua tangannya langsung bertolak pinggang. "Tidak! Kau lihat ke luar jendela sana? Sinar yang masuk itu bukan lagi matahari pagi, itu sudah hampir jam sepuluh! Itu surga yang hampir runtuh karena menunggumu bangun, tahu?!"

Xander tidak tersenyum mendengar omelan panjang dan hiperbolis dari wanita di depannya. Wajahnya tetap datar, seolah-olah omelan Alceena hanya angin lalu yang tidak berarti.

Dia merubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang, membiarkan selimutnya merosot hingga sebatas pinggang, menampilkan dada bidangnya yang terekspos bebas.

Xander mengusap wajahnya sebentar, lalu menatap Alceena kembali dengan mata indahnya yang kini tampak lebih fokus. Dia tidak memedulikan protes Alceena tentang waktu, melainkan langsung beralih ke inti masalah yang mengganjal di kepalanya sejak malam tadi.

"Soal tawaranmu semalam untuk menghidupiku... apa masih berlaku?" tanya Xander datar, tanpa ada rasa malu atau ragu dalam nada suaranya.

Mendengar pertanyaan itu, ingatan Alceena langsung berputar kembali ke kejadian di bar mewah semalam.

Ya, Alceena teringat sekarang. Setelah dia melangkah laksana predator ke meja sudut remang-remang itu, mengajak pria ini bercinta tanpa ba-bi-bu, dia juga sempat membisikkan kalimat gila lainnya sebelum mereka meninggalkan bar.

Dengan ego yang terluka karena dikhianati pria kaya seperti Aldridge, Alceena sempat berkata pada Xander:

"Ikutlah denganku. Aku akan menghidupimu, membiayai seluruh hidupmu di kota ini, jika kau mau menjadi simpanan ku."

Kata-kata itu awalnya keluar karena Alceena mengira Xander adalah seorang gigolo yang sedang patah hati, seperti yang dikatakan oleh para bartender.

Dia ingin membeli pria ini untuk memuaskan egonya. Dan ternyata, ucapan impulsifnya semalam benar-benar berlaku pagi ini. Pria di hadapannya menuntut janji tersebut.

Alceena berdehem, mencoba mengembalikan wibawanya yang sempat runtuh karena kecerewetannya tadi. Dia menegakkan tubuhnya, menatap Xander dengan tatapan angkuh khas seorang majikan.

"Tentu saja berlaku. Seorang Alceena Brox Riccardo tidak pernah menarik kembali kata-katanya," ucap Alceena dengan nada sombong yang dibuat-buat. Dia mengangguk sekali, menegaskan posisinya. "Kita akan membahas detail kontrak dan aturan-aturannya nanti setelah sarapan. Sekarang, bangun dan pakai bajumu. Kita akan sarapan di bawah. Aku sudah memasak, dan aku tidak suka makananku mendingin lebih lama lagi."

Alceena berbalik, bersiap untuk melangkahkan kakinya keluar dari kamar untuk memberikan privasi bagi Xander untuk berpakaian. Namun, baru saja dia mengambil satu langkah, suara berat Xander kembali terdengar, menghentikan gerakannya seketika.

"Jangan berharap banyak padaku," kata Xander tenang, namun setiap kata yang diucapkannya terdengar begitu dingin dan penuh penekanan.

Alceena membalikkan tubuhnya kembali, mengerutkan alisnya tidak mengerti. "Apa maksudmu?"

Xander menatapnya lurus, tanpa ada keraguan di dalam sepasang matanya yang berbeda warna itu. "Jangan sampai kau jatuh cinta padaku."

Deg.

Jantung Alceena serasa berdenyut kencang karena keterkejutan yang luar biasa. Kalimat itu bagaikan sebuah hantaman telak yang langsung menyerang harga dirinya.

Brengsek, pria ini percaya diri sekali! pikir Alceena dengan dada yang mendadak bergemuruh marah.

Bagaimana bisa seorang pria asing yang ditemuinya di bar semalam, dengan begitu berani memperingatkannya agar tidak jatuh cinta? Memangnya dia pikir dia siapa? Apakah dia mengira semua wanita akan bertekuk lutut di bawah pesonanya?

Rasa gengsi dan ego Alceena yang setinggi langit langsung terbakar.

Dia mengeluarkan tawa sinis yang pendek, memandang Xander dengan tatapan meremehkan dari ujung rambut hingga ujung kaki, mencoba menyembunyikan fakta bahwa kata-kata pria itu baru saja berhasil mengusik ketenangannya.

Alceena kemudian berkata dengan nada suara yang dibuat sedingin dan seacuh mungkin, "Tenanglah, Tuan Percaya Diri. Kau sama sekali bukan tipeku. Pria tampan sepertimu hanya berguna seperti malam tadi, tidak lebih."

Mendengar jawaban ketat dan tajam dari Alceena, Xander tidak menunjukkan kilatan amarah atau ketersinggungan sedikit pun. Dia justru tampak puas dengan ketegasan wanita itu.

"Baguslah," jawab Xander pendek.

Dia kemudian menarik selimutnya ke samping, bersiap untuk bangun dari ranjang dan mengabaikan kehadiran Alceena yang masih menatapnya dengan pandangan membunuh.

Alceena yang merasa memenangkan perdebatan verbal itu langsung memutar tubuhnya dengan sentakan penuh kekesalan, melangkah lebar-lebar meninggalkan kamar tidur dengan hati yang mendumal serapah untuk pria egois asal Chicago tersebut.

1
winpar
cerita ini seru bgt kk 🥰
Ros 🌷🦋: Huhuhu Ma'aciww banget ka🫶🥰
total 1 replies
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!