NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 : Guru Privat

Begitu pintu rumah tertutup di belakangnya, Queen langsung menghembuskan napas panjang. Rumah terasa sangat sunyi. Hanya suara jam dinding yang terdengar samar dari ruang tengah.

Queen melepas sepatunya pelan lalu berjalan masuk sambil masih memikirkan ucapan Nathan tadi. Entah kenapa kalimat itu berhasil membuat perasaannya sedikit membaik.

Namun baru beberapa langkah. “Queen.”

Suara dingin itu membuat Queen langsung terlonjak kaget.

“Astaga, Ma!” serunya sambil memegang dada. “Mama ngagetin aja sih!”

Queen menoleh cepat ke arah ruang tamu. Dan benar saja, Ibu Farah sudah duduk di sofa dengan kedua tangan terlipat di dada. Wajah wanita itu terlihat serius, bahkan cenderung menyeramkan.

Lampu ruang tamu yang redup membuat suasananya terasa seperti ruang interogasi. “Duduk.”

Satu kata itu langsung membuat Queen meringis. “Ma… aku capek banget.”

“Duduk dulu, Queen.” Nada bicara Ibu Farah kali ini tidak bisa dibantah.

Dengan malas, Queen akhirnya berjalan mendekat lalu duduk di sofa seberang mamanya. Ibu Farah menatap putrinya beberapa detik tanpa bicara.

Dan itu justru membuat Queen makin gugup. 'Mau ngomong apa sih, Ma…” gumamnya pelan.

“Sekarang jawab pertanyaan Mama.”

Queen langsung menghela napas panjang. “Ini masih soal semalam?”

“Iya.”

Queen memijat pelipisnya pelan. “Mama serius banget sih…”

“Karena Mama peduli sama kamu.”

Queen terdiam.

Ibu Farah lalu bersandar pelan sebelum kembali bertanya, “kamu pergi kemana semalam?”

Queen menjawabnya dengan malas. "Aku sudah bilang, kalau aku kepestanya Anggi."

Tatapan Ibu Farah berubah tajam. "Pestanya di club?" tanya Ibu Farah.

Queen langsung terkejut, wajahnya mendadak pucat. “M-Mama tahu dari mana?” tanyanya gugup.

Namun bukannya menjawab, Ibu Farah justru mengambil sebuah amplop cokelat dari atas meja.

Brak!

Amplop itu dilempar tepat ke hadapan Queen. “Lihat sendiri!”

Dengan tangan sedikit gemetar, Queen membuka amplop tersebut. Dan detik berikutnya, matanya langsung membulat shock. Di dalamnya ada beberapa foto dirinya di club.

Foto saat ia tertawa sambil memegang minuman, saat ia berjoget bersama teman-temannya. Bahkan, ada foto ketika seorang pria memeluknya dari belakang di tengah keramaian.

“Ma...” bisik Queen pelan. “Ini bukan yang seperti Mama...”

“Cukup!” Suara Ibu Farah langsung menggema di ruang tamu. “Lihat itu!” tunjuknya marah ke arah foto-foto tersebut. “Apa pantas anak gadis melakukan hal seperti itu!”

Queen langsung menunduk diam.

“Queen, ingat!” lanjut Ibu Farah dengan napas berat. “Kamu ini anak perempuan. Tidak sepantasnya kamu bersikap seperti ini.”

“Mama…”

“Jangan mentang-mentang Papa kamu sedang di luar negeri, lalu kamu bisa seenaknya!”

Queen menggigit bibir bawahnya pelan. Dadanya mulai terasa sesak. “Dari mana Mama dapat semua ini?” tanyanya lirih.

Ibu Farah menatap tajam putrinya. “Mama sudah memantau kamu dari seminggu yang lalu.”

Deg.

Queen langsung menegang.

“Mama tahu apa saja yang kamu lakukan sama teman-teman kamu.”

Queen perlahan mengepalkan tangannya.

“Tadi kamu juga habis jalan sama teman cowok kamu, kan?”

Queen langsung diam.

“Kamu itu semakin lama, semakin membuat Mama pusing.” Nada suara Ibu Farah mulai terdengar kecewa, bukan sekadar marah.

Dan itu justru membuat hati Queen semakin tidak enak. Belum selesai sampai di situ…

Ibu Farah kembali berkata, “kamu tahu tidak, tadi dosen pembimbing kamu menghubungi Mama?”

Queen langsung mendongak cepat. “Pak Damar?”

“Iya.”

Wajah Ibu Farah berubah serius. “Dia bilang nilai skripsi kamu hancur lagi.”

Queen langsung menelan ludah.

“Kalau kamu terus seperti ini…” suara Ibu Farah melemah pelan, “kamu bisa terancam di-drop out dari kampus.”

Kalimat itu sukses membuat Queen membeku. Kini ia benar-benar tidak bisa membantah. Semua emosinya seperti runtuh begitu saja.

“Mama…” bisiknya pelan.

Namun Ibu Farah lebih dulu menggeleng. "Untuk kali ini maaf ya, Queen.” Tatapan wanita itu terlihat tegas.n“Mama harus keras sama kamu.”

Queen perlahan mengangkat wajahnya. “Maksud Mama?”

“Mulai besok Mama akan carikan kamu guru privat.”

“Apa?” Queen langsung berdiri kaget. “Mama serius!”

“Iya.”

“Ma, aku bukan anak SMA!”

“Tapi sikap kamu lebih parah dari anak SMA.”

Queen langsung menghela napas frustrasi sambil mengacak rambutnya sendiri. “Ini berlebihan banget…”

“Tidak.” Ibu Farah ikut berdiri. “Mama hanya ingin masa depan kamu tidak hancur.”

Queen memejamkan mata kuat-kuat. Kepalanya terasa pening, masalah Nathan, kuliah, skripsi, dan sekarang guru privat?

“Aku capek…” gumamnya lirih.

Namun Ibu Farah tetap bersikap tegas. “Besok sore orangnya datang ke rumah.”

Queen langsung menoleh cepat. “Besok?”

“Iya.”

“Ma!”

“Tidak ada bantahan.”

Dan tanpa memberi kesempatan Queen protes lagi, Ibu Farah langsung berjalan meninggalkan ruang tamu.

Meninggalkan Queen sendirian dengan foto-foto berserakan di meja, dan perasaan kacau di dalam dadanya.

Queen akhirnya masuk ke dalam kamarnya dengan langkah lemas.

Brak.

Pintu kamar langsung ia tutup cukup keras sebelum tubuhnya jatuh terduduk di atas kasur. Kepalanya terasa penuh.

Foto-foto dari club tadi masih terus terbayang di pikirannya. Belum lagi ucapan mamanya soal skripsi dan ancaman drop out.

“Akh... nyebelin,” gumamnya pelan sambil mengusap wajah frustrasi.

Dengan kesal, Queen langsung meraih ponselnya lalu menekan salah satu kontak favoritnya.

“Kak Kevin.”

Tak butuh waktu lama hingga panggilan video tersambung. Wajah seorang pria tampan muncul di layar laptop. Rambutnya sedikit berantakan, mengenakan hoodie abu-abu sambil duduk di depan meja belajar penuh buku dan dokumen.

Di belakangnya terlihat jendela apartemen dengan pemandangan malam kota Amerika. Pria itu adalah kakak laki-laki Queen, satu-satunya orang yang selalu mau mendengarkan semua keluh kesahnya.

“Tumben nelepon,” ucap pria itu santai sambil tetap sibuk mengetik di laptopnya.

Dan itu langsung menjadi awal curhatan panjang Queen.

“Kak, gue kesel banget sumpah!” keluhnya tanpa jeda. “Mama tuh selalu aja ngatur hidup gue!”

Pria di layar hanya mengangguk kecil sambil sesekali mengetik sesuatu.

“Sekarang Mama nyuruh gue les privat segala! Emang gue anak SMA apa!”

“Hm.”

“Terus tadi gue dimarahin panjang lebar cuma gara-gara pulang malam.”

“Hm.”

“Belum lagi soal skripsi. Mama terus maksa gue serius di manajemen bisnis.”

Queen mulai duduk bersila di atas kasurnya sambil ngomel tanpa henti. “Padahal lo juga tahu kan gue nggak suka jurusan itu.”

Di seberang sana, kakaknya masih diam mendengarkan.

“Gue tuh sukanya fashion,” lanjut Queen dengan nada lebih pelan. “Gue pengen punya salon sendiri, spa dan punya butik…”

Tatapan Queen perlahan melemah. “Itu yang gue mau dari dulu.”

Suasana mendadak sunyi beberapa detik.

Karena pria di layar tidak memberi respons apa pun.

Queen langsung mengernyit. “Kak?”

Tidak ada jawaban.

“Kak, lo denger gue kan?”

Akhirnya pria itu bersandar santai di kursinya lalu menghela napas kecil. “Iya, gue denger.”

Queen langsung manyun kesal. “Terus, kenapa lo diem aja sih?”

Kakaknya terkekeh pelan. “Lanjutin aja keselnya.”

“Ih seriusan gue lagi bad mood!”

“Nah makanya keluarin semua.”

Queen langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur sambil memeluk bantal. “Mama tuh nggak pernah ngertiin gue.”

Pria itu akhirnya berhenti mengetik lalu fokus melihat adiknya dari layar. “Queen.”

“Hm?”

“Lo pernah nggak coba ngomong baik-baik sama Mama?”

Queen langsung mendecih. “Percuma. Mama pasti maunya gue jadi seperti yang dia mau.”

“Karena Mama takut.”

Queen terdiam sebentar. “Takut apa?”

“Takut lo salah jalan.”

Queen memutar bola matanya malas. “Dih lebay banget sih!”

Namun kakaknya justru tersenyum tipis. “Lo pikir Mama marah karena dia nggak sayang sama lo?”

Queen diam.

Pria itu melanjutkan dengan suara lebih lembut. “Mama begitu, karena Mama terlalu sayang sama lo.”

Kalimat itu membuat Queen perlahan terdiam. Meski kesal... jauh di dalam hatinya, ia tahu kakaknya benar.

“Tapi gue capek, mama terus-terusan ngatur hidup gue,” gumamnya pelan.

Kakaknya mengangguk mengerti. “Gue paham.”

“Kadang gue cuma pengen hidup sesuai yang gue mau aja.”

Pria itu tersenyum kecil. “Yaudah buktiin.”

Queen mengernyit bingung. “Maksud lo?”

“Kalau lo memang serius mau punya bisnis fashion, butik, atau salon…” katanya tenang, “tunjukin kalau lo bisa tanggung jawab sama hidup lo sendiri.”

Queen langsung terdiam.

“Mulai dari kuliah lo,” lanjut kakaknya. “Selesain dulu.”

Queen menggigit bibir bawahnya pelan. Dan entah kenapa, ucapan itu terasa menamparnya cukup keras.

1
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!