NovelToon NovelToon
Istriku Memiliki Dua Wajah

Istriku Memiliki Dua Wajah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:238
Nilai: 5
Nama Author: sena himura

Arka tidak pernah menyangka pernikahannya akan runtuh karena sebuah ponsel tersembunyi.
Istrinya yang lembut dan sempurna ternyata menyimpan kehidupan lain yang tidak pernah ia ketahui.
Chat tengah malam. Nama asing. Dan kebohongan kecil yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Namun semakin Arka mencari kebenaran… semakin ia sadar bahwa semua orang di sekitarnya menyimpan rahasia.
Karena terkadang— orang yang tidur di sampingmu belum tentu orang yang benar-benar kamu kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sena himura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

BAB 3: RAHASIA DI LACI MEJA KERJA

"Kadang, barang yang paling tersembunyi justru ditaruh di tempat yang paling terlihat."

Jawaban bercanda yang dulu membuat Arka tertawa, kini terasa seperti ancaman samar.

Tapi hari ini, laci itu tidak terkunci.

Kenop logam itu berputar halus saat Arka menariknya keluar. Bunyi gesekan kayu terdengar nyaring di ruangan yang hening itu. Di dalamnya, tertata rapi berkas-berkas proyek desain, buku catatan bersampul kulit, dan sebuah kotak beludru kecil berwarna hitam.

Jantung Arka berdegup kencang. Ia mengambil kotak itu. Berat.

Dibukanya perlahan. Di dalamnya bukan perhiasan atau cincin, melainkan selembar kartu identitas lama dan sebuah buku tabungan yang sudah usang. Arka mengambil kartu itu, matanya membelalak tak percaya.

Kartu tanda penduduk itu terbit lima tahun lalu. Foto di sana jelas Elena, tidak salah lagi. Wajah yang sama, mata yang sama, bentuk bibir yang sama. Namun nama yang tertulis di sana bukan Elena Wijaya.

Tertulis jelas: Claire Nathania.

Tempat lahir: Jakarta. Bukan Surabaya.

Arka merasakan darahnya menetes perlahan ke kakinya. Claire? Jakarta? Bukankah Elena selalu bilang ia lahir dan besar di Surabaya? Bahkan logat bicaranya pun khas Surabaya yang kental.

Tangannya gemetar hebat saat mengambil buku tabungan itu. Di halaman depan, nama pemiliknya tertulis sama: Claire Nathania. Transaksi terakhir tercatat dua tahun lalu—tepat sebulan sebelum ia dan Elena bertemu pertama kali di sebuah pameran seni. Uang di dalamnya jumlahnya fantastis, mengalir masuk dari rekening bernama Adrian Mahesa.

Nama itu. Lagi-lagi nama itu.

Adrian Mahesa.

Pria yang sama yang ada di pesan ponsel tersembunyi itu. Pria dari Bandung.

"Siapa kamu sebenarnya, Le?" bisik Arka parau. Suaranya bergema di ruangan kosong itu.

Belum sempat ia menyimpan kembali barang-barang itu, matanya menangkap secarik kertas yang terselip di balik tumpukan berkas paling bawah. Kertas itu terlipat rapi, seolah sering dibuka tutup. Arka membukanya dengan tangan masih gemetar.

Itu adalah surat perjanjian. Tidak ada kop surat, tidak ada cap resmi, hanya tulisan tangan dan tanda tangan dua pihak.

Pihak Pertama: A.M.

Pihak Kedua: C.N. (Elena Wijaya)

Isi: Pihak Kedua wajib menjalankan peran sesuai kesepakatan hingga batas waktu yang ditentukan. Segala bentuk perasaan pribadi yang tumbuh dianggap pelanggaran berat. Keberhasilan misi ini akan menghapus seluruh hutang masa lalu.

Tanda tangan...

Di bawahnya, dua tanda tangan. Satu meliuk-liuk sulit dibaca, satu lagi tulisan tangan Elena yang sangat ia kenal. Namun, ada satu hal aneh. Tanda tangan Elena di sini sedikit berbeda. Huruf 'a' di akhir namanya ditulis melengkung ke bawah, padahal selama Arka kenal, Elena selalu menulis huruf 'a' dengan ujung melengkung ke atas.

Dua gaya tulisan tangan. Dua nama. Dua identitas.

Arka jatuh terduduk di kursi kerja Elena. Kepalanya terasa mau pecah. Semua cerita tentang masa kecil Elena di Surabaya, tentang toko kue orang tuanya, tentang kakak dan adiknya... apakah semuanya bohong?

Ponsel di saku celananya bergetar kencang, mengejutkannya. Layar menyala, nama pengirim pesan tertera jelas: Elena ❤️.

"Mas, aku lupa ambil dokumen di meja kerjaku. Tolong taruh di atas meja makan ya. Jangan dibuka-buka ya, rahasia klien lho 😉"

Arka menatap pesan itu lama. Senyum emoji di akhir kalimat itu terasa seperti ejekan. Elena tahu. Entah bagaimana, Elena tahu dia ada di ruangan itu. Elena tahu dia sedang membuka laci itu.

Dan kalimat "Jangan dibuka-buka" itu... bukan permintaan. Itu peringatan.

Arka menyimpan kembali semua barang itu ke tempat asalnya, menata persis seperti semula. Namun satu hal yang ia simpan diam-diam: secarik kertas kecil berisi contoh tanda tangan itu. Ia harus memastikan.

Ia keluar dari ruangan itu dengan langkah berat, menutup pintu pelan. Di dadanya, rasa cinta yang dulu utuh kini retak, dan dari celah itu, rasa curiga merayap masuk, memenuhi setiap ruang kosong di hatinya.

— BERSAMBUNG........

1
Key Kastara
✨🔥😍
MayAyunda
bagus👍
Ana Dww
aku tertarikkk
sena himura: iya,kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!