NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#4

Langkah kaki dengan sepatu bot taktis bersol tebal itu berdentum mantap di atas lantai marmer lobi utama Markas Besar CIA di Langley, Virginia.

Jauh dari gemerlapnya Hollywood, di dalam kompleks bangunan bertembok tebal yang dijaga super ketat—Markas Besar Pusat CIA di Langley, Virginia—sebuah babak baru baru saja dimulai.

Di dalam sebuah ruangan kerja berpartisi kaca buram, atmosfernya terasa berat namun diselimuti rasa hormat yang mendalam. Seorang pria berdiri tegap di depan meja kerja direktur operasional.

Tubuhnya yang menjulang setinggi 190 sentimeter tampak begitu kokoh, dengan proporsi tubuh yang begitu kekar dan atletis.

Di balik kemeja taktis hitam yang melekat ketat di tubuhnya, tersimpan barisan otot yang tertempa oleh latihan militer ekstrem dan misi-misi hidup-dan-mati di berbagai belahan dunia.

Ukuran fisiknya yang dominan dan mengintimidasi adalah jenis tubuh yang tidak akan pernah bisa ditandingi oleh pria kantoran biasa seperti Edward Snowden.

Pria itu meletakkan lencana perak dan senjata api dinasnya di atas meja dengan gerakan perlahan, namun tegas.

"Wah, sayang sekali, Brother," ucap salah satu rekan agen senior yang berdiri di dekat pintu, memecah keheningan dengan nada suara yang dipenuhi penyesalan mendalam. "Usia dua puluh Sembilan tahun adalah usia emas di keagenan kita. Kau adalah salah satu aset terbaik yang dimiliki CIA saat ini, Alphard K."

Alphard K. Itu adalah nama kode resminya di dalam dokumen rahasia negara.

Sebuah nama yang ditakuti oleh para gembong kartel dan buronan internasional. Namun, pria yang memiliki nama kode tersebut hanya menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyuman misterius yang jarang sekali dia perlihatkan.

Nama aslinya adalah Kingdom Kyle Stone.

Hari ini, pria berusia 29 tahun itu resmi dibebaskan dari segala tugas negara karena mengajukan pengunduran dirinya secara terhormat.

Kyle mulai memasukkan barang-barang pribadinya yang minim ke dalam sebuah kotak kardus kecil.

Tidak banyak yang dia bawa; hanya beberapa foto lama, sebuah pisau komando kesayangannya, dan jam tangan taktis yang selalu menemaninya di medan perang.

Keputusan besar ini tidak diambilnya dalam semalam. Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara dalam dinasti keluarga Stone—salah satu keluarga terkaya dan paling berpengaruh yang berbasis di Los Angeles—Kyle selalu menjadi pusat kekhawatiran keluarga besarnya.

Selama bertahun-tahun, ibu dan saudara-saudaranya tidak pernah bisa tidur nyenyak, selalu mengkhawatirkan keselamatan Kyle yang kerap menghilang berbulan-bulan tanpa kabar demi menjalankan misi spionase tingkat tinggi.

Setelah melalui perdebatan panjang dan desakan demi desakan, Kyle akhirnya mengalah. Dia berjanji akan pulang, melepaskan jabatannya sebagai agen rahasia, dan kembali ke Chicago untuk fokus memegang kendali atas sebagian gurita bisnis perusahaan keluarganya.

"Aku harus pulang, Sam. Tugasku untuk negara sudah selesai, sekarang saatnya aku memenuhi tugasku untuk keluarga," ujar Kyle, suaranya berat, dalam, dan bariton, jenis suara yang mampu menggetarkan naluri siapa saja yang mendengarnya.

"Lalu, kau akan langsung terbang ke Chicago malam ini?" tanya Sam, sahabat sekaligus rekan setimnya selama di lapangan.

Kyle menghentikan gerakan tangannya yang sedang menutup kotak kardus. Matanya yang sewarna elang menatap tajam ke luar jendela kaca, menembus hamparan hutan Virginia.

Kilasan sepasang mata bulat yang indah, angkuh, namun dipenuhi air mata keputusasaan mendadak terlintas di benaknya.

"Tidak," jawab Kyle datar, namun ada nada tegas yang tidak bisa diganggu gugat di dalamnya. "Sebelum ke Chicago, aku akan ke Los Angeles dulu."

Sam mengerutkan keningnya, sedikit terkejut. "Los Angeles? Ada misi pribadi yang belum kau selesaikan di sana?"

Kyle hanya tersenyum samar, tidak berniat menjawab pertanyaan itu. Dia mengambil kotak kardusnya, lalu menepuk bahu Sam dengan kuat. "Jaga dirimu dengan baik di sini, Brother."

Bagi dunia, Alphard K adalah mesin pembunuh yang dingin dan efisien. Namun bagi Kyle pribadi, Los Angeles adalah tempat di mana hatinya tertinggal. Dan kali ini, perjalanannya ke kota foya-foya itu bukan untuk menjalankan tugas dari direktur CIA, bukan pula untuk penyamaran tingkat tinggi demi menangkap buronan mencurigakan yang masuk dalam daftar hitam negara.

Dia pergi ke sana untuk menemui kekasihnya. Kekasih rahasia yang selama ini hanya bisa dia lihat dan pantau dari kejauhan.

Seorang gadis yang telah ia ambil keperawan-nya.

Langkah kaki dengan sepatu bot taktis bersol tebal itu berdentum mantap di atas lantai marmer lobi utama Markas.

Setiap pasang mata yang berpapasan dengannya memberikan penghormatan tersirat—sebuah anggukan kecil penuh rasa segan.

Kyle berjalan dengan punggung tegak, memeluk kotak kardus kecil di lengan kirinya dengan santai, sementara tangan kanannya merogoh saku celana kargo hitamnya untuk mengambil kunci mobil.

Begitu pintu kaca otomatis membuka, hawa dingin Virginia menyergap wajahnya. Langit di atas pantai timur tampak abu-abu, seolah ikut mengantar kepergian salah satu predator paling mematikan yang pernah dimiliki oleh agensi ini.

Dia menyalakan mesin yang menderu halus, namun pandangannya sempat tertahan pada lencana perak yang kini sudah tidak ada lagi di dompetnya. Ada rasa hampa yang lewat sekilas, namun segera digantikan oleh debaran lain yang jauh lebih purba di dalam dadanya.

Los Angeles.

Kyle mencengkeram setir dengan erat. Enam tahun. Enam tahun telah berlalu sejak malam musim panas yang gila itu.

Malam di mana dia, yang saat itu berusia 24 tahun dan sedang menjalani misi penyamaran tingkat tinggi sebagai seorang anak SMA untuk mengawasi putra seorang gembong narkoba di sebuah pesta elite, justru berakhir di sebuah paviliun bersama seorang gadis mabuk yang agresif.

Gadis itu adalah Emmeline Valerio.

Kyle tidak akan pernah lupa bagaimana keangkuhan gadis itu runtuh di bawah pengaruh obat perangsang yang keji.

Kyle yang awalnya mencoba menolak dan menahan diri karena menghormati protokol misi, akhirnya menyerah ketika Emmeline menangis, memohon, dan menarik kerah seragam SMA palsunya dengan keputusasaan yang membakar.

Malam itu, Kyle mengambil keperawanan sang ratu universitas. Dan di malam yang sama, tanpa Emmeline sadari, gadis itu juga telah mengambil seluruh ruang di hati seorang Kingdom Kyle Stone.

Selama enam tahun bertugas di berbagai medan konflik dunia—mulai dari gurun pasir Timur Tengah hingga hutan pekat Amerika Selatan—wajah Emmeline yang menangis di bawah kecupan keningnya adalah satu-satunya jangkar yang menjaga warasnya Kyle.

Dia menggunakan seluruh akses tingkat tingginya untuk memantau Emmeline dari kejauhan. Dia tahu saat Emmeline lulus dengan predikat terbaik, dia tahu saat Emmeline berhasil menjadi dokter bedah termuda di LA Central Hospital.

Namun, ada satu celah informasi yang luput dari radar sang agen rahasia. Karena kesibukannya dalam misi hitam yang mengisolasi dirinya dari sinyal dunia luar selama hampir dua tahun terakhir, Kyle tidak pernah tahu—bahwa Emmeline telah menjalin hubungan kekasih selama satu tahun dan bahkan telah resmi menikah empat bulan lalu dengan Edward Snowden.

Di dalam benak Kyle, Emmeline masih menjadi gadis rahasia yang sedang menunggunya takdir mempertemukan mereka kembali.

"Tunggu aku, Emme," bisik Kyle, suaranya yang berat memecah keheningan mobil saat SUV-nya melesat menuju bandara pangkalan militer pribadi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi Itu, Los Angeles disambut oleh kabut tipis sisa badai semalam. Rumah Sakit Pusat Los Angeles sudah mulai sibuk sejak pagi hari, namun di lantai departemen bedah, atmosfernya terasa lebih tenang.

Dr. Emmeline Valerio duduk di dalam ruangannya. Sif malamnya telah usai beberapa jam yang lalu, namun dia menolak untuk pulang ke apartemen Saudaranya.

Dia sengaja mengambil lembur administratif, memeriksa tumpukan berkas rekam medis pasien hanya untuk membuat otaknya tetap bekerja. Dia takut jika dia berhenti berpikir tentang pekerjaan, bayangan pengkhianatan Edward dan misteri inisial 'K.K.' akan kembali menggerogoti akal sehatnya.

Matanya yang indah tampak sedikit letih, dengan lingkaran hitam tipis yang tersembunyi di balik riasan tipis. Rambutnya diikat kuda dengan rapi, menampilkan leher jenjangnya yang putih.

Tok, tok, tok.

Pintu kubikelnya diketuk perlahan. Seorang perawat senior masuk dengan membawa sebuah papan jalan berisi dokumen rekam medis baru.

"Dr. Valerio, maaf mengganggu waktu istirahat Anda," ucap perawat itu dengan nada sungkan. "Ada seorang pasien VIP di ruang pemeriksaan utama. Beliau datang tanpa janji temu, namun memiliki rujukan khusus dari dewan direktur rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Alasan keluhannya adalah sisa trauma fisik akibat... kecelakaan latihan lama, dan beberapa indikasi penyakit dalam lainnya. Beliau meminta dokter bedah terbaik yang menangani."

Emmeline menghela napas, meletakkan pulpennya di atas meja. "Siapa namanya?"

"Di berkas hanya tertulis Tuan Stone, Dok. Beliau menolak menuliskan nama lengkapnya karena alasan privasi keamanan," jawab perawat itu.

Emmeline memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. "Baiklah. Bawa berkasnya ke ruang pemeriksaan. Aku akan ke sana lima menit lagi."

Ruang pemeriksaan VIP LA Central Hospital lebih mirip seperti kamar hotel bintang lima daripada ruang medis.

Di dalam ruangan bernuansa putih dan krem itu, Kyle berdiri membelakangi pintu, menatap keluar jendela kaca yang besar. Dia sudah menanggalkan kemeja taktisnya, kini hanya mengenakan kaus oblong hitam ketat yang mencetak jelas lekuk otot punggung dan lengannya yang masif.

Kulitnya yang kecokelatan dipenuhi oleh beberapa bekas luka tembak dan sayatan pisau yang sudah mengering—tanda dari pekerjaan lamanya yang bertaruh nyawa.

Suara gesekan pintu otomatis yang terbuka membuat tubuh Kyle menegang sesaat. Indra keagenannya yang tajam langsung menangkap aroma wewangian mawar yang sangat dia kenali. Bau yang sama dengan malam enam tahun lalu.

Kyle membalikkan tubuhnya perlahan.

Emmeline masuk dengan langkah tegas, matanya fokus menatap papan klip dokumen di tangannya tanpa melihat ke arah pasien.

"Selamat pagi, Tuan Stone. Saya Dr. Emmeline Valerio yang akan memeriksa keluhan Anda hari ini. Berdasarkan catatan rujukan..."

Kalimat Emmeline mendadak terputus di tenggorokan.

Langkah kakinya berhenti mendadak tepat tiga langkah di depan pria itu. Perlahan, Emmeline mengangkat wajahnya, dan detak jantungnya seolah berhenti berputar seketika saat matanya bertemu dengan sepasang manik mata sewarna elang yang tajam, dingin, namun memancarkan kehangatan murni yang begitu kontras.

Pria di depannya ini... luar biasa mengintimidasi.

Emmeline, yang terbiasa memeriksa berbagai macam pria dari kalangan elite hingga atlet, belum pernah melihat proporsi tubuh se-ekstrem ini.

Tinggi pria itu pasti mencapai 190 senti, membuat Emmeline yang bertubuh ideal harus mendongak tinggi untuk menatap wajahnya.

Otot-otot dada dan lengannya begitu kekar dan padat, seolah dipahat dari batu karang. Ukuran fisiknya yang dominan dan jantan memancarkan aura maskulinitas yang begitu pekat, jenis tubuh yang tidak akan pernah bisa ditandingi oleh Edward Snowden yang bertubuh ramping khas pria kantoran.

Namun, bukan ukuran fisik itu yang membuat napas Emmeline tercekat. Melainkan getaran asing yang mendadak menyengat seluruh saraf tubuhnya. Ada sesuatu yang sangat akrab dari tatapan mata pria ini, sesuatu yang memicu alarm di dalam kepalanya.

Kyle menatap Emmeline dengan pandangan mata yang dipenuhi rindu yang membuncah. Selama enam tahun dia hanya bisa melihat wanita ini melalui jepretan foto satelit atau laporan intelijen rahasia.

Kini, Emmeline berdiri di depannya. Begitu cantik, begitu dewasa dengan jas dokter putihnya, namun masih menyisakan gurat keangkuhan yang dulu membuatnya jatuh cinta.

Kyle melangkah maju satu langkah, membuat jarak di antara mereka semakin menipis. Hawa panas dari tubuh kekar pria itu seolah merambat masuk ke dalam indra penciuman Emmeline.

"Namaku K..." ucap Kyle, suaranya terdengar sangat berat, dalam, dan bariton. Jenis suara yang begitu rendah hingga mampu menggetarkan naluri terdalam seorang wanita.

Deg.

Emmeline yang sedang memegang berkas medis di tangannya tersentak hebat. Jarinya refleks mencengkeram pinggiran papan klip hingga memutih.

Matanya melebar, menatap tidak percaya pada bibir pria di depannya yang baru saja mengucapkan huruf itu.

"K?" tanya Emmeline memastikan, suaranya bergetar tipis, nyaris berupa bisikan yang panik.

Otak jenius Emmeline langsung berputar liar, mencoba mencocokkan pria di depannya ini dengan memori bayangan anak SMA enam tahun lalu.

Namun, logikanya menolak keras. Kejadian itu terjadi saat umurnya 20 tahun—enam tahun lalu. Dan di depannya saat ini, sama sekali bukan perawakan pria remaja atau anak sekolah yang ada di dalam ingatannya.

Pria ini terlalu matang, terlalu berbahaya, dan terlalu... untuk menjadi bocah SMA yang dia paksa malam itu.

"Kau..." Emmeline menelan ludah, tenggorokannya mendadak kering.

Kyle tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. Dia justru mengulurkan tangannya yang besar, jemarinya yang dipenuhi kapalan tipis bergerak perlahan, seolah ingin menyentuh untaian rambut Emmeline yang lolos dari ikatannya, namun dia menahannya di udara—menghormati batasan profesional tempat kerja wanita itu.

Matanya yang tajam menatap lurus ke dalam manik mata Emmeline yang bergetar penuh kebingungan dan ketakutan.

"Bagaimana kabarmu, Emme?" tanya K lagi, suaranya melembut, memanggil nama kecil Emmeline dengan intonasi yang begitu intim, begitu persis dengan cara pria misterius malam itu berbisik menenangkannya di tengah badai gairah palsu enam tahun yang lalu.

Suara itu. Sentuhan emosi di dalam nada bicaranya.

Dada Emmeline bergemuruh hebat. Seluruh bulu kuduknya berdiri.

Meskipun fisik pria di depannya ini jauh berbeda dengan bayangan "anak SMA" yang selama ini dia rekayasa di dalam otaknya untuk merendahkan kasta kejadian malam itu, namun getaran jiwa dan cara pria ini menatapnya tidak bisa berbohong.

Dia adalah pria itu. Pria yang memegang inisial K.K. Pria yang telah mengambil keperawanannya dan memberikan kelembutan sejati yang tidak pernah bisa dia dapatkan dari suaminya sendiri.

Emmeline mundur satu langkah, wajahnya mendadak memucat di bawah lampu neon ruang pemeriksaan. "Kau... tidak mungkin. Bagaimana bisa kau..."

1
Agus Tina
Iya thor jangan buat ketiga pangeran kembar itu berpasangan sama wabita biasa, bukan kalangan dari mereka. Buat mereka apt daddynya yg bisa berpasangan dgn wanita hebat swperri mommy mereka
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!