Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.
Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.
PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERNYATA MEMANG BENAR
Sesampai di restoran mereka memesan seokgabli dan juga 5 botol Soju.
"Permisi.. kami pesan seokgabli yang banyak dan juga Soju 5 botol.." teriak wakil kepala Nam dengan antusias karena senang di traktir oleh kepala baru nya.
"Wah benar-benar.. ini adalah makanan besar kita setelah pak kepala Kim Da Eun bergabung dengan kita… dan ini sangat lah luar biasa… terimakasih pak kepala." Ucap petugas Choi..
"Ya benar terimakasih pak kepala." Semua berterima kasih pada pak kepala Kim Da Eun.
"Ya terimakasih pak…" ucap Hyejin dengan malas.
"Kya bersikap baiklah kepada pak kepala agar kau tidak di marahi terus…" Bisik wakil kepala Nam kepada Hyejin.
"Aku sudah cukup baik kepada nya karena dia seniorku di akademi kepolisian."jawab Hyejin dengan datarnya.
Pelayan restoran datang mengantarkan pesanan mereka.
"Ya… permisi ini pesanan anda semua silahkan dinikmati…" ucap pelayan itu.
"Ya.. terimakasih kasih…" ucap pak kepala Kim Da Eun pada pelayan tersebut dengan tersenyum.
Dari kejauhan mereka, ada sekumpulan perempuan yang sedang makan dan memuji ketampanan kepala Kim Da Eun dan semua rekan setimnya.
"Wah gantengnya.." ucap gadis yang memakai baju pink.
"Bener… dia seperti idol…" ucap gadis satunya yang memakai baju kuning.
"Apakah semua polisi di sini seganteng mereka semua?" Tanya gadis yang lainnya yang memakai jaket abu-abu.
"Jika aku penjahat, ingin sekali di tangkap oleh mereka semua.. bahkan polisi wanita itu terlihat keren sekali di mata ku." Ucap gadis yang memakai baju pink.
"Kau benar …" ucap mereka bersamaan.
Para polisi merasa tersipu mendengarkan ucapan mereka. Tetapi Da Eun tidak perduli dengan semua orang karena ia menatap seseorang yang ada di timnya.
"Nah… mari kita makan terimakasih untuk makanan pak kepala." Ucap Hyejin mengalihkan keadaan yang membuat mereka tersipu malu.
Mendengar ucapan Hyejin Da Eun tersentak dan langsung memegang belakang lehernya.
"Benar,mari kita makan… dengan tenang tentunya, oke?" Ucap kepala Kim Da Eun.
"Ya.. " semua menjawab.
Hyejin di suapi bawang bombai oleh petugas Park karena ia dari tadi mendapati Hyejin menyingkirkan bawang bombay tersebut.
"Ah tidak aku tidak suka makan bawang bombay.." ucap Hyejin untuk menolak nya.
"Sudahlah jangan memilih-milih makanan oke?" Ucap petugas Park dengan tetap menyuapi Hyejin. karena Hyejin merasa tidak enak akhirnya ia tetap memakannya.
Tetapi tiba-tiba, kepala Kim Da Eun langsung berdiri dan..
"Kya hentikan Hyejin tidak bisa memakan bawang bombay.." ucap Da Eun untuk menghentikan petugas Park.
"Ya?" Petugas Park kebingungan begitu juga dengan yang lainnya.
"Ohhhoo sepertinya anda tahu betul tentang kapten Lee.. pak kepala?" Goda wakil kepala Nam.
"Benar.,. Sepertinya anda pernah memiliki hubungan dengannya." Petugas Choi ikut menggodanya.
"Kya jangan asal bicara saya dan pak kepala tidak memiliki hubungan apa-apa pun jadi hentikan perkataan yang tidak-tidak itu." Hyejin kesal.
"Ah benar kita hanya sebatas senior dan junior itupun tidaklah lebih.. apakah kalian mengerti?" Ucap Da Eun dengan menekankan kata tidak lebih dan dengan melirik Hyejin sekilas.
Hyejin langsung minum air agar ia tidak merasa canggung.
Mereka semua tidak percaya dan tetap menggoda pak kepala Kim Da Eun dan Lee Hyejin.
"Kalau kalian tidak memiliki sebuah hubung lantas mengapa kalian sepertinya dekat sekali?"goda petugas Park tanpa henti.
"Hei aku kasih tahu, sini… kemarilah petugas Park…" Da Eun memanggil petugas Park dengan lirih
"Plak .."suara sendok yang di pukul di kepala petugas Park.
"Aishh jangan bahas aku dan dia apa kau mengerti?" Da Eun memarahi petugas Park dan semuanya langsung tertawa.
Beberapa menit terlewati mereka semua selesai makan dan langsung bergegas kembali ke kantor nya.
Sesampainya di kantor…
"Kya kapten Lee.. anda tidak pulang?" Tanya wakil kepala Nam yang telah selesai berganti pakaian nya.
"Ah saya… saya harus memeriksa sesuatu jadi nanti baru jika sudah selesai saya akan pulang.." jawab Hyejin dengan senyum manisnya.
"Ah benarkah? Kalau begitu saya pamit ya… sampai ketemu besok pagi." Ucap wakil kepala Nam.
"Kapten Lee kami duluan, dan selamat malam bagi anda.." ucap petugas Choi yang sedang berjalan menuju pintu keluar bersama petugas Park.
"Ya.. hati-hati di jalan.." ucap Hyejin.
Hanya Hyejin yang tinggal sendiri di dalam kantornya karena petugas lainnya telah pulang dan kepala Kim Da Eun ada urusan mendadak tadi.
"Kenapa orang itu membunuh wanita itu apakah ada motif tersendiri? Dan ini adalah kasus pertama yang terjadi di daerah Daejeon." Hyejin terus memikirkan kasus tersebut.
"Ukuran sepatu nya 290 cm .. dan sudah di pastikan itu adalah sepatu pendaki gunung pria…"Hyejin terus memikirkan nya hingga ia tahu jawabannya.
"Tringg
~tring~ " suara telpon kantor berbunyi, dan Hyejin langsung mengangkatnya.
"Ya.. dengan saya kapten Lee Hyejin dari kantor kepolisian Daejeon di sini.." ucap Hyejin.
"Ya.. kami dari pihak forensik ingin memberitahukan bahwa darah yang ditemukan di pegunungan tadi sore memang benar darah perempuan tersebut, dan identitas perempuan tersebut adalah Cho Jiwoo yang berumur 25 tahun." Ucap petugas forensik.
"Ah begitu baik akan saya sampaikan pada atasan saya dan terimakasih sebelumnya.." ucap Hyejin untuk menutup telponnya.
"Cho Jiwoo? Apakah yang membunuhnya adalah orang terdekatnya dan apakah ia memiliki dendam dengannya? Aishh ini membuat ku gila" Hyejin kesal
Hyejin mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Oh ini aku bisakah kau mencari tahu semua hal tentang Cho Jiwoo yang tewas di pegunungan gyejok?" Ucap Hyejin pada orang itu
"Ya akan saya cari tahu Sunbae …" ucap Lim Hyun Woo yang ternyata adalah junior Hyejin dari akademi kepolisian yang bekerja di kantor kepolisian Incheon di bagian cyber crime.
"Terimakasih dan segeralah hubungi aku.." ucap terimakasih Hyejin.
"Ya… kalau begitu selamat malam Sunbae…" Lim Hyun Woo mengakhiri telponnya.
Hyejin yang menunggu kabar dari junior nya merasa agak lega karena ia dibantu olehnya dan ia berganti pakaian untuk berjalan pulang.
Saat ingin keluar dari kantornya ia melihat seseorang dari kejauhan yang memakai jaket hitam yang sedang menelpon sambil memperhatikan kantornya, ia curiga bahwa itu adalah orang jahat tetapi ternyata… itu adalah kepala Kim Da Eun yang sedang menelpon dan akan mengambil barang yang tertinggal di dalam kantornya.
Dan Hyejin yang belum tahu jika itu Kim Da Eun ia mengikuti perlahan dan mendapatinya berusaha membuka kunci kantornya dan Hyejin yang tahu langsung memelintir tangannya dan berkata,
"Kya kau gaejasik… beraninya kau ingin mencuri di kantor kepolisian Daejeon. Ha?" Ucap Hyejin sambil terus memelintir tangannya.
"Arghh.. arghh… Kya ini aku Da Eun.. kepala Kim Da Eun…" Da Eun merintih kesakitan.
"Aku tidak percaya kenapa kau terus menatap ke sini dan kenapa kau bertingkah mencurigakan ha? Dasar gaejasik " Hyejin semakin memelintir nya dengan keras.
"Aishhh yang benar saja… aku benar Kim Da Eun… Hyejin-ah aku Kim Da Eun lihat aku…" ucapnya dengan meyakinkan Hyejin.
"Ya? Ah benar,,.. kau Da Eun hehe… ah maksudku pak kepala Kim Da Eun… maafkan saya" Hyejin membungkuk 45 derajat.
"Kya benar kau harus waspada tetapi lihat dulu orangnya apa kau mengerti?" Da Eun masih merasa sakit.
"Ya..maka dari itu maafkan saya " ucap Hyejin menyesal.
"Ya aku maafkan.. ngomong-ngomong kenapa kau tidak Pulang?apa kau membawa mobil?". Tanya Da Eun.
"Ah itu… saya sedang mencari tahu tentang pembunuhan tadi dan ternyata tadi kantor di telepon oleh pihak forensik mengabarkan bahwa nama mayat tadi adalah Cho Jiwoo berusia 25 tahun." Jelas Hyejin.
"Ah begitu… bagus terimakasih kasih atas kerja keras mu…" Da Eun menepuk pundak Hyejin.
"Ya.. selamat malam kalau begitu… dan saya permisi terlebih dahulu.." pamit Hyejin.
"Kya Lee Hyejin… biar aku temani kau pulang… bukan karena apa-apa hanya saja rumah kita searah dan juga diluar sana banyak orang jahat."ucap Da Eun dengan canggung.
"Ya? Ah tidak.. tidak perlu saya bisa menjaga diri saya sendiri jadi… permisi." Hyejin keras kepala.
"Kya kalau senior mu menawarkan sesuatu seharusnya kau jawab iya dan bukannya menolaknya.. apa kau mengerti? Dan kau tahu? Kau telah menolak ajakan ku kedua kalinya." Da Eun tidak mau mengalah dan sama keras kepala nya.
"Ya? Anda memaksa saya?" Tanya Hyejin merasa bingung.
"Tidak.. hanya saja aku menawarkan nya. Kalau tidak mau ya sudah sana pergi dan kalau ada orang jahat jangan berteriak untuk memanggil ku.." ucapnya dengan percaya diri.
"Ah tentu tidak akan…" ucap Hyejin dengan sinis.
Mendengar ucapan Hyejin yang begitu Da Eun langsung masuk ke kantor untuk mengambil barangnya.
Tetapi, Hyejin yang takut melihat anak anjing langsung berteriak karena ada anak anjing di depannya.
"Arghh~". Teriak Hyejin.
"Kenapa?kenapa? Ada orang jahat atau kau melihat pembunuhnya?" Da Eun panik dan langsung mendatangi Hyejin di luar kantor.
"Ti-ti-tidak itu ada anak anjing…" tunjuk Hyejin sambil terus menutup matanya.
Da Eun yang melihat nya begitu langsung tertawa lepas.
"Hahhaha kau takut padanya?pada anak anjing ini?" Tawa Da Eun.
"Ya dia sangat menakutkan di mataku." Hyejin belum berani membuka mata.
"Kan apa kubilang, lebih baik aku mengantarmu pulang agar kau aman . Tetapi kau menolaknya dan sekarang kau ketakutan karena ini… jadi ayo ku antar kau pulang." Ajak Da Eun pada Hyejin.
"Ya tapi jauhkan dulu anak anjing itu dari hadapan ku agar aku tidak ketakutan lagi." Pinta Hyejin.
Da Eun berusaha mengusir anak anjing itu dari hadapan Hyejin dan akhirnya Hyejin berani membuka matanya dan tanpa sengaja memegang tangan kepala Kim Da Eun.
Da Eun menyadari nya dan meliriknya, dan Hyejin langsung meminta maaf,
"Maaf." Permintaan maaf yang singkat.
"Ayo kuantar." Ajak Da Eun
"Ya." Jawabnya singkat
Beberapa menit mereka berjalan dan kepala Kim Da Eun terus tersenyum sendiri karena pertama kali melihat Hyejin ketakutan, karena sejak dulu Hyejin di matanya adalah anak yang tak kenal takut.
Sesampai di rumah Hyejin…
"Sudah sampai… terimakasih Sunbae…dan selamat malam." Tanpa basa-basi Hyejin langsung ingin meninggalkan Da Eun.
"Kya kau tidak mau menawari ku untuk masuk atau apa?" Tanya Da Eun spontan.
"Ya?" Hyejin kebingungan
"Ah tidak lupakan saja… aku pergi…" Da Eun langsung pergi karena malu telah mengatakan itu.
Dijalan Da Eun hanya menggerutu.
"Aisshh yang benar saja kenapa aku mengatakan hal bodoh itu… ah dasar kau Da Eun…" Da Eun terus menggerutu sepanjang jalan..
Walau menggerutu dia tetap senyum-senyum sendiri karena dia bisa mengantar Hyejin.