NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:21.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Sapri

Sudah tiga hari sejak kematian Aning, dan mayatnya sudah di makamkan. Pihak polisi masih dalam penyelidikan atas kematian Aning. Namun, sayang, mereka belum juga menemukan tersangkanya. Tempat kejadian bersih. Bahkan, tidak ada DNA tersangka pada mayat Aning yang membuat polisi kehilangan jejak dan semuanya menjadi abu-abu.

Ada juga yang beranggapan, bahwa kematian Aning tidak akan mendapatkan titik terang siapa pembunuhnya.

Orang-orang mulai bersimpati lagi. Kematian yang tragis pada akhirnya mendapatkan keadilan.

Setelah beberapa Minggu, semua orang kembali menjadi tenang. Mereka pun mulai lupa dengan duka atas kepergian Aning.

Kesedihan dan kehilangan hanya bersarang di hati Bu Darsia. Hanya dia yang masih merasa tersiksa atas kehilangan itu. Namun, tiga ini, beberapa warga mengaku mendengar suara tangisan perempuan dari arah sawah dimana jasad Aning di temuknan. Tangisnya lirih, panjang, dan menyayat. Ada yang bersumpah melihat bayangan putih berdiri di antara padi yang menguning, rambutnya tergerai menutup wajah.

"Cuma perasaanmu saja," kata sebagian orang mencoba menenangkan.

Mereka mengira jika itu hanya efek takut setelah kejadian meninggalnya Aning itu.

"Siapa itu?" Sapri yang pulang sehabis minum dengan teman-temannya berjalan dengan sempoyongan.

Langkahnya tanpa arah yang jelas, sebentar ke kiri, sebentar ke kanan. Meskipun setengah sadar, Sapri merasa ada yang mengikutinya sejak tadi.

Dia pun berhenti.

"Siapa itu?" Teriaknya menoleh kebelakang.

"Jangan main-main denganku! Aku Sapri! Pantang bagiku di mainkan!" Diam, sunyi. Tak ada jawaban, hanya desiran angin malam yang terdengar.

Sapri menelan ludahnya. Mungkin itu hanya efek mabuk dan perasaannya saja.

"Sapri...." Suara seseorang memanggil namanya menyatu dengan desir angin angin dingin, seketika dia merinding.

Sapri menoleh lagi , masih tak ada siapa-siapa. Hanya dia yang berdiri di tengah gelap malam itu. Bulu kuduknya berdiri, tapi dia kembali melangkah.

Meskipun sendiri, dia gengsi mengakui takut.

"Sapri... Mau kemana?" Suara itu terdengar lagi.

"Keluar! Jangan jadi pengecut! Hadapi aku! Jangan taunya sembunyi di gelap! Keluar kau!" Teriak Sapri dengan amarah yang meluap-luap.

"Keluar! Jangan kira aku Sapri takut. Setan pun akan aku hadapi. Akan aku buat kau mati dua kali!" Ia berputar-putar di jalan setapak itu menjadi asal sumber suara yang mempermainkannya itu.

"hhh… hiks… hhh…" Suara tangis pilu terdengar.

Sapri semakin panik. Dia tidak menemukan asal suara itu.

"Si....siap kau?" Sapri mulai terlihat ketakutan.

"Hihihi..." Cekikikan dingin terdengar diantara gemerisik daun. Dan tiba-tiba kaki Sapri terseret sesuatu tak terlihat kearah sawah dan tubuhnya terhempas ketanah. Tubuh Sapri menghantam tanah berlumpur dengan keras. Nafasnya tercekat. Lumpur sawah menempel di pipinya, bau lumpur menusuk hidungnya.

Sapri mencoba berdiri namun sesuatu tak kasat mata menahan kakinya.

"Lepas! Lepas!" Sapri meronta.

Angin berembus lebih kencang. Pepohonan di tepi jalan setapak bergoyang liar. Bulan yang tadi samar kini tertutup awan gelap.

"Apa kau lupa padaku?" Suara itu lebih dekat. Tepat di belakang telinganya.

Sapri membeku. Dia pun menoleh, tapi tak ada siapa-siapa. Sekujur tubuh Sapri mulai gemetar ketakutan.

Saat dia kembali menoleh kedepan, di tanah becek di depannya, muncul jejak kaki. Satu langkah. Dua langkah. Seolah seseorang berjalan mendekatinya, padahal tak terlihat wujudnya.

"Ja..gan… jangan ganggu aku…" suara Sapri kini tak lagi garang. Dia gemetar dan nyaris menangis.

Tiba-tiba tubuhnya kembali ditarik keras ke arah pematang sawah.

Kukunya mencakar tanah, mencoba bertahan.

“Ampun! Ampun!” teriaknya.

Di antara batang-batang padi yang menguning, sosok itu akhirnya tampak.

Perempuan berambut panjang terurai menutupi wajah. Tubuhnya penuh luka. Gaun yang ia kenakan robek dan kotor.

"A...Aning?" Gumam Sapri.

Kini barulah dia sadar sepenuhnya jika di depannya adalah hantu Aning, yang mungkin datang untuk menuntut balas atas kematiannya.

Sapri menjerit.

“Bukan aku! Bukan aku yang mulai!” teriaknya tanpa sadar.

Sosok itu berhenti beberapa langkah darinya.

"Kau akan menemaniku…" bisiknya pelan.

Sapri menggeleng cepat.

"Tidak... ampuni aku... Ampuni aku..." Teriaknya memohon pengampunan dari arwah Aning.

Teriakkan meminta ampun berubah menjadi jeritan yang terputus terputus tiba-tiba, digantikan suara patahan tulang yang mengerikan.

Suara Sapri tidak terdengar lagi.

Hening.

Angin berhenti. Padi-padi yang tadi bergoyang liar kini diam seperti tak pernah terjadi apa-apa. Seolah jeritan dan rasa takut Sapri hanya ilusi.

"Pak! Pak! Ada orang tergeletak di sawah!" teriak pak Harto memanggil Pak Warsito.

Beberapa petani yang hendak berangkat ke ladang Dan di sanalah mereka melihat tubuh Sapri.

Tubuhnya terpelintir tak wajar. Lehernya miring hampir menyentuh bahu. Matanya melotot lebar, membeku dalam ekspresi teror yang tak terlukiskan. Mulutnya terbuka seperti hendak menjerit. Tangannya seperti mencakar, kuku-kukunya patah tak berbentuk dan penuh lumpur.

"Ya Allah…" gumam salah satu petani, mundur beberapa langkah.

Kabar itu menyebar secepat angin. Dalam hitungan menit, warga kembali berkerumun di tempat yang sama seperti beberapa hari yang lalu tempat Aning di temukan.

Pak Warsito datang dengan wajah tegang menyaksikan mayat Sapri.

Pak Warsito menatap tubuh Sapri dengan rahang mengeras. Ada sesuatu yang tak wajar. Tidak ada tanda-tanda perkelahian besar. Tidak ada jejak kaki mencurigakan selain milik Sapri sendiri yang teracak di lumpur.

Seorang warga berbisik pelan.

"Apa mungkin dia yang membunuh Aning."

Yang lain mulai saling pandang.

Dari kejauhan, Bu Darsia melihat. Dia menatap dengan dingin. Tapi, tak mendekat. Tatapan penuh misteri.

Polisi kembali datang. Garis pembatas kembali dipasang. Namun seperti kasus Aning, tak banyak yang bisa mereka temukan.

Tidak ada bekas senjata. Tidak ada jejak orang lain.

Seolah Sapri mati sendirian.

Polisi saling bertukar pandang dengan wajah kusut. Petugas yang memeriksa lokasi hanya menggeleng pelan.

"Tidak ada tanda kekerasan dari orang lain, tidak ada jejak tambahan," gumam salah satu penyidik.n

"Mustahil," sahut rekannya. "Lehernya seperti dipatahkan dengan tenaga besar." Namun fakta di lapangan membuat mereka buntu. Tanah berlumpur hanya menyimpan jejak kaki Sapri sendiri. Tak ada sidik jari asing. Tak ada bekas seret selain yang mengarah dari langkahnya sendiri yang terhuyung.

Warga mulai bergerombol lebih rapat. Bisikan demi bisikan terdengar.

"Dulu Aning ditemukan di sini."

"Sekarang Sapri."

"Apa mungkin dia pelakunya?"

Ada yang berbisik lebih pelan, nyaris tak terdengar. "Atau… Aning yang menuntut balas?”

Beberapa orang bergidik.

"Atau orang yang membunuh Aning, adalah orang yang sama yang bunuh Sapri?" Spekulasi tentang kematian Aning dan Sapri terbagi menjadi dua kubu.

Ada yang beranggapan jika Sapri mati di bunuh arwah Aning. Dan, ada juga yang beranggapan jika orang yang sama membunuh keduanya.

1
Aisyah Ashik
kenapa aning balas dendamnya lambat bgt😄, keburu keluarga jaka dan undin jadi korban
Gadis misterius
kepala desa tdk adil.pilih kasih mentang2 budarsia miskin dan karmin kaya jd condong ke yg kaya pkoknya jngn kasih ampun semua aning
Maple latte
🤗🤗🤗
Gadis misterius
Apa sih yg ditunggu aning knp gk langsng dibunuh karmin cs
Gadis misterius
Jngn smpai jaka udin knp2 cukup budarsia aza
Gadis misterius
Ya Allah sungguh pilu dan sedih tk terasa air mata menetes,Selamatkan budarsis dan jaka udin semoga mereka tdk knp2....blas ning jngn kasih ampun apa lg yg kau tunggu bunuh mereka yg menyiksa ibumu bak hewan
Santi mutia Rahayu
lanjut thor🤭cerita nya sungguh menarik👍
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
untung BPK nya Seno gk ikutan .. mngkin msh bsa selamat ..
Yati Susilawati
sampai ngeri bacanya.
tega kalian!!
Srikandi_putri
It's a good story 👍👍👍👍
Delisa
Keren sih ini. dari awal menengangkan banget. suka aku sama cerita ini
Gadis misterius
Jngn kasih ampun aning bikin mereka mati berbarengan ,melebihi iblis dngn alasan balas dendam tp sesungguhnya mreka hnya mencari pelampiasan krn sejatinya mereka bertiga adalah iblis berwujud manusia,,,siksa mereka aning sebelum mati tarik tubuhnya dijalan yg berbatu menyesalpun tiada guna
Gadis misterius
pak warsito udin dan jaka yg paling waras dan yg baik tnpa pamrih dan yg paling sibuk mengurus orang2 mati walaupun takut masih aza'membntu smpai selesai
Gadis misterius
Karmin cs jngn lma2 ning sdh cukup mereka memfitnah dan menyiksa ibumu
Mega Arum
terasa ikut nyesek
Mega Arum
semakin menegangkan... Lanjuut thor
Gadis misterius
lanjuttt
Gadis misterius
Tampakkan dirimu didepan warga aning biar mereka sadar kau ingin menuntutt blas dan blom tenang klu orang yg sdh menyakitimu blom mati ....emmak2 rempong hobinya gosib klu lg disawah biar mereka takuttt yg sdh mengosipi ibumu
Gadis misterius
Gitu aning gk usah basa basi cari smua yg menyakiti ibu habisi smua blas klu bisa smalam bkn hny 1 orang yg dibikin mati ....mereka smua jahat beraninya main kroyokan apalagi si karmin cs
Gadis misterius
Apakah marzuki kali ini akan metong dngn mulut busuknya itu ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!