Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sukma Menunggu Kuntilanak
Doni sedang duduk sendirian di saung.
" Tidak terasa aku sudah hampir lima bulan tinggal di sini sayang, niat ku ingin menyusul mu dan calon bayi kita, tapi kamu sampai saat ini tidak pulang pulang, sayang aku rindu dengan mu di mana kamu saat ini pulang lah sayang." batin Doni,
" Hayo abang lagi melamun ya." ucap rumi.
Akhir akhir ini rumi memang sering datang ke rumah sukma,
" Eh neng rumi mengejutkan aku saja sini duduk." ucap Doni.
" Wajar kamu betah di sini, di sini pemandangan nya bagus." ucap rumi seraya duduk di samping Doni.
" Iya neng rumi di sini sejuk dan pemandangan nya pun bagus, di kota mana ada tempat seindah ini." ucap Doni,
" Aku punya tempat lebih indah dari pada di sini."
" Hah yang benar kamu rumi."
" Tentu saja abang mau lihat."
" Tentu saja aku mau kapan rumi." ucap Doni antusias.
" Nanti malam, ayo kembali ke rumah kami di cari sukma."
" Ayo rumi." Ucap Doni seraya bangkit berdiri,
Dari kejauhan ica melihat Doni dan rumi sedang berjalan berdampingan, Ica pun buru buru masuk ke dalam rumah,
" Kamu kenapa ca,? " Tanya satria.
" Tidak apa apa bang aku mau ke dapur dulu tadi lagi masak air hampir saja lupa." ucap ica.
" Ica memilih masuk ke kamar nya, Kenapa ya hati ku kok pedih saat melihat bang Doni sedang bersama kak rumi." batin ica.
" Jangan sampai aku menyukai bang Doni tolong aku tuhan, ini tidak boleh terjadi." gumam ica
" Sukma ayo keliling kok aku mencium sesuatu di Desa Lengi, ucap rumi,
" Baik lah tunggu aku ambil samurai dulu." ucap sukma
Singkat cerita sukma dan rumi sudah ada di Desa Lengi mereka duduk di teras rumah pak asep, tapi pak asep tidak tahu jika di teras rumah nya ada orang, maklum sudah hampir jam dua belas malam, suasana Desa itu juga sudah sangat sepi, terlebih sudah banyak orang yang pindah ke Desa lain, dan meninggal kan rumah begitu saja,
" Desa Lengi, cocok sih dengan suasana nya sangat Sepi." ucap rumi.
" Ayo kak kita muter lagi tumben kuntilanak itu belum kelihatan." ucap sukma.
Kedua nya pun menelusuri jalan yang masih tanah itu, jika hujan jalan itu sulit di lalui oleh kendaraan, karena jalan itu tanah merah boro boro dapat di lalui roda dua untuk jalan kaki saja licin, jalan di sini mau sampai kapan seperti ini,
" Desa lain sudah ada yang di koral bahkan sudah ada yang di cor." ucap sukma.
" Loh kok kita ada di sini sih." ucap rumi.
" Tuh rumah pak tarjo." ucap sukma.
" Iya aku tahu, makanya aku ngomong kok kita ada di sini." sahut rumi.
" Kita sembunyi di sana saja." ucap sukma seraya menuju teras salah satu rumah tidak terlalu jauh dari rumah pak tarjo.
" Ngapain kita di sini ??." Tanya rumi.
" Kak apa kamu tidak merasa jika rumah pak tarjo aura nya sangat kuat, aura ilmu hitam dan aku mencium aroma siluman."
" Ini bukan aroma siluman tapi aroma genderuwo betina." sahut rumi.
" Hmmm, kok bisa ada genderuwo di sini, Biasa nya kalau genderuwo betina peliharaan."
" Hah pak tarjo pelihara genderuwo betina. ??."
" Kalau bukan dia lalu siapa lagi jelas jelas bau nya dari rumah dia." ucap rumi.
" Lihat itu, siapa dia ??." Tanya sukma saat melihat wanita di dalam rumah itu, kebetulan gorden jendela depan tidak di tutup.
" Mungkin istri nya."
" Tidak mungkin istri pertama nya sudah meninggal, nia juga sudah meninggal."
" Dia kan sudah kawin lagi." sahut Zea yang tiba tiba muncul.
" Hah nikah lagi kapan Zea kok aku tidak tahu."
" Sudah lama tapi gak tahu sudah berapa bulan, tahu gak siapa istri pak tarjo.?."
" Siapa Zea ??." Tanya sukma.
" Nama nya nunung adik nia."
" Apa nunung, pak tarjo benar benar sudah tidak waras." ucap sukma,
" Bukan Gila lagi tapi pak tarjo sudah tidak punya otak, genderuwo di jadi kan istri nya." ucap Zea.
" Jadi benar pak tarjo pelihara genderuwo." sahut sukma.
" Iya dan pemilik genderuwo itu minta tumbal fani dan ica, tapi ada hal yang sedang aku bingung kan."
" Apa itu Zea ??."
" Ada seseorang di belakang nunung, bahkan ia mampu mengelabuhi pak tarjo."
" Mengelabuhi bagai mana Zea ??." Tanya rumi.
" Dia mampu mengubah nunung menjadi orang lain saat pak tarjo minta jatah."
" Hah jadi selama ini nunung masih perawan ??." Ucap sukma.
" Tentu saja, sepertinya wanita itu sangat dendam dengan pak tarjo, Dan aku yakin sosok kuntilanak itu adalah wanita yang menolong nunung."
" Dia pun mampu merubah wajah nya mirip seperti kaka ku." ucap sukma.
" Aku jadi penasaran siapa dia." ucap rumi.
" Aku pun penasaran dan sempat mengikuti dia tapi ketahuan aku pun hampir di serang, dia bilang tidak usah ikut campur urusan dia, jika sesekali aku ikut campur katanya mau buat aku mati dua kali ngeri gak tuh." ucap Zea.
" Ya sudah lebih baik kita diam saja gak usah ikut campur aku pikir wanita itu mampu membunuh pak tarjo." ucap rumi.
" Tapi dia tetap salah kak dia banyak membunuh orang yang tidak salah." ucap sukma.
" Tidak mungkin dia membunuh orang yang tidak salah pasti mereka salah, buktinya tidak semua dia bunuh, Ya sudah aku pulang dulu, lebih baik kalian pulang saja." ucap rumi.
" Zea wanita itu sekarang ada tidak di rumah pak tarjo ???." Tanya sukma.
" Tidak ada, ayo ah pulang gua ngantuk." ucap Zea.
" Zia mana Zea.? " Tanya rumi.
" Zia sedang ada urusan." sahut Zea.
Sedang kan Doni dan satria sedang ngobrol,
" Dek mau sampai kapan aku harus nunggu."
" Nunggu siapa bang ??."
" Nunggu kakak pulang, abang kan tahu kaka sudah meninggal, Kenapa abang tunggu terus ikhlas kan bang."
" Tidak.. sampai kapan pun aku tidak ikhlas, aku yakin kaka mu masih hidup." ucap Doni.
Satria pun langsung diam, jujur saja ia sendiri pun berharap yang sama dengan Doni semoga kaka nya masih hidup,
" Di mana topan dek."
" Topan sedang menjenguk fani." Tidak lama sukma dan Zea datang.
" Bang pak tarjo sudah nikah lagi." ucap sukma.
" Nikah sama siapa ucap satria,
" Sama nunung adik nia."
" Hah adik nia, kok bisa sih, Maksud ku kok nunung mau."
" Ya pasti di paksa lah, kayak gak tahu pak tarjo saja." ucap Zea,
" Sukma lihat itu." ucap Doni seraya menunjuk.
" Datang juga dia, dari tadi aku tunggu tunggu." ucap sukma seraya melesat menuju sosok kuntilanak yang sedang melayang di udara.
" Hey kamu aku nunggu kamu dari tadi." ucap sukma.
" Menjauh dari ku." ucap sosok kuntilanak itu pelan tapi penuh penekanan.
" Aku tidak mau ganggu kamu kok, hanya ingin jadi teman mu."
" Pergi." sentak kuntilanak itu seraya mengacungkan tangan nya, dan membuat tubuh sukma terhempas, untung saja satria sigap meraih tubuh sang adik Dan sosok kuntilanak itu pun menghilang,
" Ngapain kamu dekati dia, sudah tahu dia sulit untuk di dekat." ucap satria.
" Aku hanya penasaran siapa dia sesungguhnya bang." ucap sukma.