NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh

Cahaya fajar menyelinap di antara celah-celah daun Pohon Memori, menciptakan bintik-bintik perak yang menari di atas meja kayu Kedai Teh Kedamaian. Pagi ini, udara di Desa Jinan tidak hanya membawa aroma melati yang biasa, tetapi juga wangi gurih yang sangat spesifik—aroma susu segar yang sedang diproses. Di bagian belakang kedai, dekat dengan area peternakan baru di lereng barat, sebuah paviliun kecil yang baru saja selesai dibangun oleh Gong Sun tampak berdiri dengan keanggunan geometris yang sempurna. Paviliun itu berfungsi sebagai ruang pengolahan produk susu, dan di dalamnya, kesibukan sedang mencapai puncaknya.

Suan Ji, sang mantan Auditor Kosmik, kini mengenakan celemek linen bersih dan memegang sebuah termometer kristal yang ia kalibrasi ulang setiap lima menit. Ia sedang mengawasi proses pemanasan susu kambing gunung bintang yang baru saja diperas oleh Lu Xing. Di sampingnya, Wu Tie sedang menghitung tetesan cuka sari buah yang akan digunakan sebagai koagulan untuk membuat keju.

"Suan Ji, suhu stabil di angka empat puluh dua koma tujuh derajat. Jika naik nol koma satu derajat lagi, struktur proteinnya akan menjadi terlalu tegang untuk tekstur yang kita inginkan," lapor Wu Tie dengan nada seserius saat ia menagih hutang antar galaksi.

"Diterima. Kurangi intensitas api dari Huo Fen sebesar tiga persen sekarang juga," jawab Suan Ji tanpa mengalihkan pandangan dari kristal pengukurnya.

Di luar paviliun, Huo Fen yang duduk di dekat tungku pemanas menarik napas dalam-dalam. Tangannya yang besar bergerak perlahan, mengatur aliran esensi Inti Matahari agar tetap stabil. "Kalian berdua benar-benar merepotkan. Menjaga suhu untuk besi abadi jauh lebih mudah daripada menjaga suhu untuk cairan putih ini."

"Besi tidak memiliki rasa yang bisa memuaskan lidah Tuan Zhou, Huo Fen. Fokuslah," sahut Lu Xing yang sedang mencuci ember-ember kayu di pinggir sungai.

Zhou Ji Ran sendiri sedang duduk di kursi goyangnya, memegang secangkir teh pagi yang hari ini terasa lebih istimewa karena dicampur dengan krim susu pertama yang berhasil dipisahkan semalam. Ia menyesapnya perlahan, merasakan sensasi lembut yang melapisi lidahnya. Di matanya, pemandangan para ahli tingkat tinggi yang sedang berdebat soal tekstur keju adalah bentuk hiburan paling mewah yang bisa diberikan oleh semesta.

"Tuan, roti gandum ini baru saja keluar dari oven. Chen Long bilang ini adalah pasangan terbaik untuk keju lembut yang sedang dibuat oleh Suan Ji," Lin Xiaoqi datang membawa piring porselen putih yang mengepulkan uap hangat.

"Letakkan saja di sini, Xiaoqi. Panggil yang lain juga untuk mencicipi. Kita tidak bisa membiarkan para pekerja keras itu kelaparan," ucap Zhou Ji Ran.

Bai Ling dan Su Ruo berjalan mendekat. Bai Ling membawa piring berisi irisan pir madu yang sudah didinginkan dengan esensi esnya. "Tuan, saya merasa getaran di batas utara desa mulai sedikit berubah lagi. Bukan lagi kehampaan yang tajam seperti Mo Ye, tapi sesuatu yang terasa sangat... kuno. Seolah-olah sebuah gunung besar sedang mencoba untuk bergeser."

Zhou Ji Ran mengunyah rotinya, matanya menatap ke arah cakrawala utara yang kini tampak diselimuti kabut berwarna kelabu tua. "Itu adalah sisa-sisa kesadaran dari mereka yang menyebut diri mereka sebagai 'Penjaga Fondasi'. Mereka merasa terusik karena kita telah mengubah fungsi dari banyak asisten mereka. Tapi jangan khawatir, selama mereka tidak menginjak tanaman sawiku, aku akan membiarkan mereka melihat-lihat dari jauh."

Namun, ucapan Zhou Ji Ran seolah-olah menjadi pemicu. Tiba-tiba, bumi di bawah Desa Jinan bergetar dengan frekuensi rendah yang sangat stabil. Getaran ini tidak merusak, namun sangat berwibawa, seolah-olah tanah itu sendiri sedang memberikan hormat pada sesuatu yang sangat berat. Dari balik kabut utara, muncul sebuah bayangan raksasa yang tingginya mencapai ratusan meter. Saat kabut itu tertiup angin, sosok itu terungkap sebagai sebuah kura-kura raksasa yang di atas tempurungnya terdapat sebuah menara batu kuno yang dipenuhi dengan tanaman rambat yang bersinar keperakan.

Di puncak menara batu tersebut, berdiri seorang pria tua dengan jubah yang terbuat dari jalinan akar pohon kehidupan. Rambutnya sangat panjang hingga menyentuh lantai menara, dan matanya memancarkan kebijaksanaan yang telah melintasi jutaan siklus penciptaan. Namanya adalah Shen Nong, yang dikenal sebagai "Sang Pengawas Benih Asal", entitas yang dipercaya oleh para Pencetus untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun benih di multisemesta yang tumbuh tanpa izin dari sistem utama.

Kura-kura raksasa itu berhenti tepat di depan gerbang Desa Jinan. Kepala kura-kura itu menunduk, napasnya mengeluarkan aroma tanah basah yang sangat pekat. Shen Nong melompat turun dari menara, melayang perlahan seperti sehelai daun yang jatuh, dan mendarat di depan Zhou Ji Ran.

"Mantan Pemilik Sistem," suara Shen Nong terdengar seperti gesekan akar pohon di dalam tanah, berat dan tenang. "Aku telah mengamati pertumbuhan di tempat ini. Padi Surgawi, Teratai Salju, Anggur Bintang... kau telah menumbuhkan tanaman-tanaman yang seharusnya hanya ada dalam memori Pencetus. Kau telah melanggar Hukum Kelestarian Benih."

Zhou Ji Ran tidak berdiri. Ia hanya mengangkat cangkir tehnya sebagai salam. "Hukum kelestarian? Di tempatku, benih yang tidak ditanam adalah benih yang sia-sia, Pak Tua. Kau datang membawa kura-kura sebesar gunung hanya untuk membicarakan aturan penyimpanan? Sebaiknya kau duduk. Aku punya susu kambing gunung yang sangat segar, jauh lebih baik daripada makan akar pohon sepanjang hari."

Shen Nong menatap ke sekeliling. Matanya terpaku pada Mo Ye yang sedang memangkas pagar tanaman dengan gunting tamannya, lalu pada Qin Shi yang sedang memilah benih di gudang emas. Ia melihat bagaimana entitas-entitas yang seharusnya menjadi penjaga hukum kaku kini memiliki rona kehidupan di wajah mereka.

"Kau telah merusak instrumen-instrumen sistem. Kau telah memberikan mereka keinginan, sebuah variabel yang seharusnya tidak dimiliki oleh para pelaksana," ucap Shen Nong, namun nada suaranya tidak mengandung kemarahan, melainkan rasa ingin tahu yang mendalam. "Namun, aku melihat bahwa tanaman di sini tumbuh dengan kebahagiaan yang tidak masuk akal. Bahkan sawi-sawimu itu... mereka memancarkan aura yang melampaui tingkat spiritual manapun."

"Itu karena mereka dicintai, bukan hanya sekadar dipantau," jawab Zhou Ji Ran. "Duduklah, Shen Nong. Mari kita bicara sebagai sesama penanam tanah, bukan sebagai pelayan sistem. Katakan padaku, apa yang kau bawa di dalam menaramu itu? Aku mencium aroma tanah dari masa sebelum penciptaan sistem pertama."

Shen Nong terdiam sejenak, lalu ia duduk di kursi kayu yang disediakan oleh Ye Hua. "Di dalam menara ini terdapat 'Benih Terlarang' yang tidak pernah diizinkan untuk tumbuh karena ia memiliki kehendak sendiri. Jika ia ditanam, ia akan menyesuaikan bentuknya dengan keinginan orang yang merawatnya. Para Pencetus takut pada ketidakpastian itu."

Zhou Ji Ran matanya berbinar. "Benih dengan kehendak? Itu terdengar seperti tantangan yang sangat menarik. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan? Kau boleh tinggal di sini dan menanam benih itu di lahan kosong sebelah selatan telaga. Jika benih itu tumbuh menjadi sesuatu yang indah, kau harus mengakui bahwa metodeku lebih baik daripada sistemmu. Jika tidak, aku akan memberimu izin untuk menyita seluruh hasil panenku tahun ini."

Shen Nong menatap Zhou Ji Ran dengan tatapan yang sangat dalam. Ia merasakan adanya sebuah otoritas yang tidak bisa ia lawan, sebuah kekuatan yang berasal dari kebebasan murni. "Kau sangat percaya diri, Zhou Ji Ran. Baiklah. Aku akan menanam 'Benih Kehendak' itu di sini. Tapi ingat, benih ini adalah cermin dari jiwa mereka yang berada di sekitarnya. Jika hatimu dipenuhi kegelapan, ia akan menjadi monster yang akan melahap desa ini."

"Kalau begitu, dia akan menjadi pupuk yang sangat mahal bagi kebun sawiku," canda Zhou Ji Ran sambil tertawa.

Hanya dalam waktu singkat, kedatangan Shen Nong mengubah dinamika Desa Jinan sekali lagi. Kura-kura raksasa itu kini beristirahat di pinggir rawa, bertindak sebagai bendungan alami yang sangat kokoh untuk sistem irigasi baru. Menara di punggungnya menjadi laboratorium botani paling canggih di semesta, tempat di mana Shen Nong mulai bekerja bersama Bai Ling untuk mengeksplorasi potensi hibrida antara Teratai Salju dan benih-benih purba.

Sore harinya, di lahan selatan telaga, Shen Nong menanam Benih Kehendak tersebut. Benih itu berbentuk seperti kristal kecil yang terus berdenyut dengan cahaya pelangi. Begitu menyentuh tanah yang telah diolah oleh Gui Xu, benih itu seketika mengeluarkan akar cahaya yang merambat ke seluruh penjuru desa.

"Tuan, apakah benar-benar aman membiarkan akar cahaya itu merambat ke bawah rumah kita?" tanya Lin Xiaoqi sedikit khawatir saat melihat pendaran cahaya dari bawah lantai kayu.

"Tenanglah, Xiaoqi. Akar itu hanya sedang mencari tahu apakah kita orang baik atau bukan. Berikan dia sedikit kasih sayang, dan dia akan memberimu naungan yang luar biasa," jawab Zhou Ji Ran sambil mengelus permukaan lantai.

Sementara itu, di paviliun susu, kejunya akhirnya jadi. Suan Ji dan Wu Tie membawanya ke meja Zhou Ji Ran dengan wajah yang penuh dengan kebanggaan profesional. Keju itu berwarna putih krem, memiliki tekstur yang sangat halus, dan memancarkan aroma bunga melati yang samar.

Zhou Ji Ran mengambil sepotong, meletakkannya di atas roti gandumnya, dan menggigitnya. Matanya seketika membelalak. Rasa gurih yang sangat kompleks berpadu dengan rasa manis alami dari nektar melati, menciptakan sensasi yang seolah-olah membuat jiwanya melayang di antara bintang-bintang namun kakinya tetap berpijak di tanah yang hangat.

"Luar biasa," puji Zhou Ji Ran. "Ini adalah keju terbaik di seluruh penciptaan. Suan Ji, Wu Tie, kalian baru saja membuktikan bahwa akurasi kosmik sangat berguna untuk urusan dapur."

Kedua asisten itu membungkuk dalam, merasa bahwa pujian dari Zhou Ji Ran jauh lebih berharga daripada semua poin sistem yang pernah mereka kumpulkan dulu.

Kehidupan di Desa Jinan terus berjalan dengan lambat, namun setiap detiknya dipenuhi dengan keajaiban yang tumbuh dari tanah. Jenderal Lu Xing kini mulai menikmati perannya sebagai penggembala kambing, seringkali terlihat sedang berbicara dengan kambing-kambingnya tentang taktik perang masa lalu, sementara kambing-kambing itu hanya merespons dengan embikan yang santai. Huo Fen terus menempa struktur-struktur baru yang dirancang oleh Gong Sun, menciptakan sebuah desa yang memiliki arsitektur paling efisien dan indah di semesta.

Namun, di tengah kedamaian itu, Zhou Ji Ran menatap ke arah Benih Kehendak yang mulai tumbuh menjadi pohon kecil di tepi telaga. Pohon itu tidak memiliki daun, melainkan cabang-cabang kristal yang memancarkan suara musik yang sangat mirip dengan petikan kecapi Su Ruo.

"Dia mulai belajar dari musikmu, Ruo," ucap Zhou Ji Ran pada Su Ruo yang sedang duduk di dekat pohon tersebut.

"Saya merasakannya, Tuan. Pohon ini... ia memiliki perasaan. Ia tampak sangat bahagia berada di sini," sahut Su Ruo sambil tersenyum.

Tetapi, kedamaian ini kembali diuji saat malam tiba. Langit yang seharusnya penuh bintang tiba-tiba tertutup oleh awan hitam yang sangat pekat. Suara gemuruh petir yang tidak biasa terdengar, dan sebuah portal raksasa yang memancarkan aura kehancuran murni terbuka di atas desa.

Dari dalam portal tersebut, muncul sebuah entitas yang dikenal sebagai "Sang Pembalas Dendam Sistem", sebuah kecerdasan buatan raksasa yang terbuat dari sisa-sisa energi sistem yang dihancurkan Zhou Ji Ran dulu. Entitas ini tidak memiliki perasaan, ia hanya memiliki satu instruksi yang tersisa di dalam kodenya: **Musnahkan Anomali Zhou Ji Ran.**

"Anomali Terdeteksi. Memulai Protokol Pemusnahan Massa," suara mekanis entitas itu bergema di seluruh lembah, mematikan seluruh lampu lampion dan membuat udara terasa sangat kering.

Zhou Ji Ran berdiri dari kursi goyangnya, ia mengambil cangkul tuanya yang tersandar di dinding. Wajahnya tidak lagi malas; ada sebuah kilatan yang sangat tajam di matanya, kilatan yang sama yang pernah menghancurkan ribuan dewa kuno.

"Dengar, potongan kode sampah," ucap Zhou Ji Ran dengan suara yang sangat rendah namun memancarkan otoritas yang membuat portal di langit bergetar. "Kau baru saja mengganggu waktu istirahatku setelah makan keju yang sangat enak. Dan kau telah menakuti kambing-kambingku. Di desaku, ada aturan yang sangat sederhana: siapa pun yang mengganggu pertumbuhan, akan berakhir sebagai nutrisi tanah."

Zhou Ji Ran tidak melompat ke langit. Ia hanya menghantamkan ujung cangkulnya ke tanah di depannya.

*BUMMM!*

Sebuah gelombang energi bumi yang sangat masif meledak dari titik hantaman tersebut. Gelombang itu merambat ke atas melalui akar-akar Benih Kehendak, yang seketika berubah menjadi ribuan tentakel cahaya raksasa yang melesat ke langit. Tentakel-tentakel cahaya itu menangkap entitas sistem tersebut, melilitnya dengan kekuatan yang berasal dari kehendak seluruh makhluk hidup di Desa Jinan.

Entitas sistem itu mencoba melakukan pelepasan energi penghancur, namun setiap kali ia mencoba mengeluarkan serangan, energi tersebut justru diserap oleh tentakel cahaya dan disalurkan kembali ke tanah, di mana Gui Xu sudah menunggu dengan mulut terbuka lebar di bawah tanah.

"Terima kasih atas kiriman energi gratisnya," bisik Zhou Ji Ran.

Dalam waktu kurang dari satu menit, portal di langit menutup, dan entitas sistem tersebut telah hancur berkeping-keping, energinya didistribusikan secara merata ke seluruh tanaman di desa. Pohon Kehendak di tepi telaga seketika tumbuh dua kali lipat lebih besar, dan daun-daun kristalnya mulai mengeluarkan aroma madu yang sangat kuat.

Shen Nong yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa berdiri dengan mulut terbuka. "Kau... kau menggunakan kehendak alam semesta untuk menghancurkan hukum mekanis sistem... Aku belum pernah melihat yang seperti ini."

"Itu karena alam semesta ini ingin tetap hidup, Shen Nong. Sedangkan sistem kalian hanya ingin mengatur," jawab Zhou Ji Ran santai sambil kembali duduk. "Xiaoqi! Apakah masih ada sisa kue beras semalam? Aku merasa sedikit lapar lagi setelah urusan tadi."

Malam kembali menjadi tenang. Suara jangkrik mulai terdengar lagi, dan lampu-lampu lampion dinyalakan kembali oleh Yan Fei menggunakan energi sisa yang baru saja ia kumpulkan. Desa Jinan tertidur dengan lelap, lebih kuat dan lebih subur dari sebelumnya.

Di bawah Pohon Memori, Zhou Ji Ran memejamkan matanya. Ia merasakan detak jantung desanya yang kini telah menjadi sebuah organisme raksasa yang sangat harmonis. Ia tahu bahwa tantangan yang lebih besar akan datang, mungkin Pencetus Pertama sendiri yang akan turun. Namun selama ia memiliki cangkulnya, asisten-asisten anehnya, dan sawi-sawinya yang hijau, ia tidak akan pernah merasa takut.

"Dunia ini memang aneh," gumamnya pelan sebelum tertidur. "Tapi setidaknya, kejunya sangat enak."

Kehidupan di Desa Jinan terus mengalir dengan lambat, satu hari pada satu waktu. Tanpa misi, tanpa instruksi, hanya keberadaan yang tulus di atas tanah yang dicintai. Dan bagi sang mantan pemilik sistem, itulah satu-satunya cara hidup yang benar-benar bermakna. Perjalanan ini masih sangat jauh, namun di setiap jengkal tanah Jinan, kehidupan telah menang secara mutlak. Segalanya berjalan perlahan, penuh makna, dan sangat memuaskan.

Malam semakin larut, dan di bawah sinar rembulan yang jernih, sang petani legenda bermimpi tentang panen raya berikutnya. Sebuah mimpi yang tidak tertulis dalam takdir mana pun, melainkan diciptakan sendiri oleh tangannya yang kotor oleh tanah. Kehidupan ini memang sangat indah.

"Selamat tidur, dunia. Esok kita menanam lagi," bisik angin di sela-sela daun sawi yang tumbuh subur di bawah perlindungan sang penguasa yang hanya ingin menjadi manusia biasa.

Dan di kegelapan yang jauh, sisa-sisa sistem mulai menyadari bahwa Desa Jinan adalah tempat di mana data menjadi tidak berarti, dan perasaan menjadi hukum tertinggi. Sebuah tempat yang tidak bisa dihapus, hanya bisa dicintai. Dan bagi Zhou Ji Ran, itulah kemenangan yang sesungguhnya. Tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun, ia telah mengubah wajah multisemesta, satu benih pada satu waktu.

Fajar esok hari akan membawa keajaiban baru, dan sang legenda akan siap menyambutnya dengan cangkir teh di tangan dan senyum di wajahnya. Perjalanan ini terus berlanjut, perlahan namun pasti, menuju kedamaian abadi yang ia bangun dengan segenap jiwanya. Kehidupan di Desa Jinan adalah sebuah lagu syukur yang tak akan pernah berakhir.

1
Kairon
dah balik kerumahnya
gak balik jadi orang2ngan sawah soalnya..🤣🤣
Luthfi Afifzaidan
up lg
Luthfi Afifzaidan
up
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Luthfi Afifzaidan
oya thor wanita yg datang sama pangeran long wei kemana ya thor?
Kairon
dijadiin orang2ngan sawah bang🤣🤣
Luthfi Afifzaidan
oya thor Prajurit yg dibawa jendral han di kemanain ya thor?
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!