NovelToon NovelToon
FROZEN DAWN

FROZEN DAWN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Kutukan
Popularitas:416
Nilai: 5
Nama Author: Noulmi

Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Roda-roda kereta kayu milik Sorento kembali berputar, meninggalkan ketenangan pasca-festival di Provinsi Emerald. Tujuan akhir mereka sudah jelas: Provinsi Angel-Aura, jantung dari Kekaisaran Aethermoor di mana Istana Utama berdiri dan Ratu Seraphina mencengkeram takhtanya.

Namun, rute aman yang telah disusun dengan teramat teliti oleh Krystal dan Eros mengharuskan mereka menembus dua wilayah besar lagi sebelum benar-benar menginjakkan kaki di ibu kota. Dua wilayah itu adalah Provinsi Alexandrite dan Provinsi Citrine.

Berdasarkan laporan informan dan pengetahuan kuno Eros, kedua provinsi ini sebenarnya telah terpapar oleh jaring sihir manipulasi pikiran milik Ratu Seraphina. Namun, situasinya tidak akan pernah separah atau semencekam di Provinsi Ruby. Mengapa? Karena baik tanah Alexandrite maupun Citrine memiliki karakteristik magis alami yang bertindak sebagai filter pelindung, persis seperti batuan zamrud di Emerald. Karakteristik ini mampu menyaring dan memperlambat pembusukan mental yang disebarkan oleh menara sihir Ratu.

Pilihan rute memutar yang super jauh ini memang sengaja diambil oleh Krystal dan Eros demi keselamatan rombongan. Kasus di Provinsi Ruby tempo hari—di mana mereka terpaksa berhenti dan berujung pada insiden penculikan oleh Alucas—adalah sebuah pengecualian, karena di sanalah Elenoir dan Laura yang berharga berada.

"Rys, lihat ke depan! Bangunannya... tinggi sekali!"

Suara decakan kagum dari Laura kecil memecah keheningan di dalam gerbong saat mereka mulai memasuki wilayah urban Provinsi Alexandrite.

Krystal melongokkan kepalanya ke luar jendela dan seketika terpana. Di hadapan mereka, sebuah kota yang teramat megah berdiri dengan kokoh. Berbeda dengan arsitektur klasik bertingkat tiga di Emerald, kota Alexandrite dipenuhi oleh gedung-gedung tinggi menjulang yang terbuat dari kombinasi batuan putih kokoh dan kaca-kaca magis.

Namun, daya tarik utama yang membuat kota ini begitu magis adalah kilau dinding-dinding bangunannya. Di bawah terik matahari siang, beberapa menara tampak memancarkan warna hijau zamrud yang sejuk, namun ketika bayangan awan melintas, warnanya seketika berubah menjadi merah keunguan yang eksotis.

"Provinsi Alexandrite..." gumam Krystal, matanya berbinar menatap pantulan cahaya bunglon tersebut. "Wilayah yang terkenal dengan tambang batu permata paling unik di dunia. Permata yang bisa berubah warna secara instan, mengikuti fluktuasi aura dan emosi dari orang yang memegangnya."

"Benar," sahut Eros yang duduk di sampingnya, sebelah tangannya dengan santai memainkan jemari Krystal di balik jubah tebal mereka. "Para bangsawan di sini sangat sulit berbohong di acara formal. Jika mulut mereka berkata ramah namun hati mereka penuh dengki, permata Alexandrite yang mereka pakai sebagai bros atau cincin akan langsung berubah warna menjadi merah darah yang keruh. Itulah mengapa sihir manipulasi Seraphina bekerja sangat lambat di sini; batuan di kota ini terus-menerus memaksa aura asli manusia untuk keluar dan berbenturan dengan sihir palsu sang Ratu."

Mira yang mendengar hal itu langsung mengeluarkan buku catatan Proyek *LadyBug* miliknya. "Jika permatanya bisa merespons aura, ini bisa jadi bahan yang luar biasa untuk koleksi gaun eksklusif kita nanti, Rys! Bayangkan sebuah gaun malam yang warnanya berubah mengikuti suasana hati pemakainya."

Krystal menyeringai menawan, menyilangkan kedua tangannya dengan angkuh. "Tepat sekali, Mira. Itulah alasan lain mengapa aku bersikeras melewati jalur ini. Kita tidak hanya sedang mencari jalan aman, kita sedang mengumpulkan material terbaik untuk menghancurkan selera mode kuno Ratu dan bangsawan di ibu kota nanti."

Kereta kuda Sorento terus melaju membelah jalanan megah Alexandrite, bergerak perlahan di antara bayang-bayang menara tinggi yang warnanya terus berubah-ubah secara acak.

Kini, fokus utama Krystal bukan lagi sekadar mencari jalan aman untuk menyusup tanpa memicu kecurigaan kekaisaran. Masih ada dua kepingan *puzzle* krusial yang harus ia temukan untuk menyempurnakan struktur inti Operasi *LadyBug*. Ia masih harus menjemput Kin Zircone, sang genius yang akan menjadi pengrajin perhiasan utama mereka, serta Jaspire, sosok berotak encer yang akan memegang seluruh pembukuan dan aliran keuangan *LadyBug*. Menurut informasi rahasia yang ia kantongi, kedua target ini berada di dua provinsi yang akan mereka lewati ini.

"Di kota dengan menara menjulang inilah, tempat persembunyian Kin Zircone. Hanya jemari genius milik Kin yang mampu memotong dan merangkai permata Alexandrite ini tanpa merusak esensi sihir auranya. Setelah kita mendapatkan Kin di sini, kita akan melanjutkan perjalanan ke Citrine untuk menjemput Jaspire. Dengan begitu, tim kita akan benar-benar siap mengguncang kekaisaran," ucap Krystal dengan tatapan penuh rencana.

Kereta kayu Sorento perlahan merayap membelah ramainya jalanan berlapis marmer di Provinsi Alexandrite. Di balik keindahan gedung-gedung tinggi yang warnanya terus bermutasi dari hijau zamrud ke merah keunguan, Krystal menatap selembar perkamen berisi catatan informasi terbaru yang diberikan oleh Eros.

Raut wajah sang putri berubah masam saat membaca baris demi baris laporan tersebut.

"Ratu Seraphina dan faksi Ratu benar-benar kumpulan lintah yang menjijikkan," desis Krystal, meremas pelan pinggiran perkamen itu sebelum melipatnya kembali.

Mira yang duduk di seberangnya mendongak. "Ada apa, Rys? Apakah terjadi sesuatu pada Kin Zircone?"

"Informan Eros baru saja memperbarui laporannya," jawab Krystal dengan nada dingin yang sarat akan kekecewaan. "Surat misteri yang tempo hari dikirimkan kepada Kin di ibu kota... ternyata sebuah jebakan busuk. Seorang bangsawan faksi Ratu sengaja mengundangnya ke ibu kota dengan iming-iming kontrak kerja sama dengan nilai yang besar. Namun, begitu Kin tiba di sana, mereka hanya memanfaatkan kebaikannya untuk merampas beberapa cetak biru desain perhiasan terbaru miliknya."

Elenoir yang sejak tadi mendengarkan langsung tersentak, tangannya mengepal di atas pangkuan. "Lalu... apa yang terjadi pada Tuan Kin setelah itu?"

"Mereka mengusirnya dengan tuduhan keji," sahut Eros yang bersedekap dada di sudut gerbong, sepasang matanya menatap lurus ke luar jendela. "Mereka menuduh Kin melakukan plagiarisme dan pencurian material mentah istana. Tanpa nama baik dan tanpa modal, Kin terpaksa melarikan diri dari ibu kota demi menghindari hukuman dari faksi Ratu. Sekarang, dia terdampar di kota menara ini."

Krystal menghela napas panjang, bersandar pada bahu Eros yang kokoh. "Dia mengadu nasib di Alexandrite sebagai tenaga ahli lepas—bekerja di bawah tekanan bengkel-bengkel perhiasan besar tanpa adanya kontrak resmi. Di kota ini, bakatnya diperas habis-habisan dengan upah murah karena para pemilik bengkel tahu bahwa Kin adalah seorang buronan kekaisaran yang tidak punya posisi untuk tawar-menawar."

"Itu sangat kejam..." gumam Laura kecil, memeluk koper kayunya dengan erat sembari menatap dinding-dinding gedung Alexandrite yang tampak berkilau angkuh.

"Dunia bangsawan ibu kota memang sekotor itu, Laura," ucap Krystal lembut, namun sedetik kemudian matanya memancarkan kilat ambisi yang tajam. "Namun, situasi ini justru menjadi keuntungan bagi kita. Kin saat ini sedang berada di titik terendahnya, dipenuhi rasa kecewa dan amarah pada kekaisaran. Kita akan datang bukan sebagai majikan baru yang memerasnya, melainkan sebagai faksi yang akan mengembalikan martabatnya sekaligus memberi panggung untuk membalas dendam pada bajingan-bajingan di ibu kota."

Kereta kuda mereka akhirnya berhenti di sebuah kawasan distrik bawah, tempat di mana bengkel-bengkel peleburan logam dan pemotongan batu permata beroperasi siang dan malam. Di kawasan ini, kilau bangunan Alexandrite tidak lagi seindah di pusat kota; dinding-dindingnya tampak lebih kusam karena tertutup jelaga asap pembakaran.

Eros memejamkan matanya sejenak, membiarkan radar energinya menyebar tipis menembus dinding-dinding batu di sekitar mereka, mencari fluktuasi aura yang spesifik. Tak butuh waktu lama, sang Dewa Agung kembali membuka matanya.

"Dia ada di ujung gang ini. Di sebuah ruang bawah tanah bengkel perhiasan '*Glinting-Chameleon*'," ucap Eros datar.

Krystal bangkit berdiri dengan anggun, membetulkan letak tudung jubah samarannya. "Mira, Elenoir, tetap di kereta bersama Sorento dan Laura. Biar aku dan Eros yang turun untuk menjemput perajin kita."

Dengan langkah kaki yang mantap, Krystal melangkah turun dari gerbong. Di sampingnya, Eros berjalan dengan postur protektif, siap meratakan seluruh distrik ini jika ada satu saja manusia yang berani mengusik ketenangan wanita yang sudah menjadi belahan jiwanya tersebut. Sebentar lagi, lembaran baru Proyek *LadyBug* akan segera dimulai dari ruang bawah tanah yang gelap ini.

1
Jasa Curhat
waktu antara hyal memohon dan bulan purnama pertama tidak sinkron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!