Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.
Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Gosip Keluarga Yan?
Pagi hari tiba dengan membawa sisa-sisa embun yang menyelimuti hutan. Perlahan-lahan, formasi pelindung yang semalam berdiri kokoh mulai memudar dan menghilang menjadi partikel cahaya.
Bersamaan dengan itu, rumah kayu kecil yang menjadi saksi bisu penyatuan mereka juga mulai lenyap, kembali menjadi energi alam yang tak kasat mata.
Di tepi sungai yang berkilauan terkena cahaya fajar, Tianqiong berdiri dengan sangat tenang dan anggun. Matanya yang merah misterius menatap lurus ke cakrawala langit dengan ekspresi yang sulit ditebak, antara harapan dan keangkuhan.
Ia melangkah maju satu tindak, sebuah gerakan yang membuat pinggulnya yang sintal bergetar halus di balik jubahnya yang tipis.
Kedua puncak kembarnya yang membusung ikut bergoyang ringan seirama dengan gerakannya, menambah kesan kemolekan yang tak tertandingi di tengah alam liar.
Yun Zhu berdiri beberapa langkah di belakangnya. Ia hanya diam, membiarkan kesunyian pagi menjadi penghantar perpisahan mereka tanpa ingin mengganggu konsentrasi wanita itu.
"Ini sudah saatnya."
Tianqiong menyapukan tangannya ke udara dengan gerakan yang lebar. Seketika itu juga, energi spiritual di sekeliling mereka meningkat dengan sangat pesat, membawa aura hitam yang pekat dan berat.
Bagi kultivator biasa, aura ini akan terasa sangat menyiksa dan menyesakkan dada, namun bagi Yun Zhu, energi ini justru terasa akrab dan membawa manfaat bagi sirkulasi Qi dalam tubuhnya.
"Sampai jumpa lagi, Yun Zhu."
Tianqiong menolehkan kepalanya sedikit ke belakang, melirik Yun Zhu dari balik bahunya yang mulus.
Sekali lagi, sebuah senyuman muncul di wajah cantiknya, sebuah senyum samar yang penuh misteri namun jelas ditujukan hanya untuk pemuda itu.
Yun Zhu mengedipkan matanya, merasakan dadanya sedikit berdegup kencang melihat tatapan terakhir itu.
"Ya. Sampai jumpa."
Ia sedikit menundukkan kepalanya, memberikan penghormatan terakhir yang tulus.
Meskipun ia sadar perjalanannya akan jauh lebih sulit tanpa bimbingan Tianqiong, ia juga paham bahwa inilah saatnya untuk benar-benar berkembang.
Ia harus membuktikan bahwa tanpa kehadiran wanita itu pun, ia mampu berdiri tegak di atas kakinya sendiri.
'Lihatlah aku, aku akan mendaki sampai ke puncak dengan kekuatanku sendiri!'
Kalimat itu bergema dengan sangat jelas di dalam jiwanya, membakar semangat yang baru.
Tianqiong mulai melayang naik ke langit, tubuhnya terangkat begitu saja tanpa terpengaruh oleh hukum gravitasi dunia. Dengan satu sentakan tenaga yang dahsyat, ia melesat lurus ke atas bagaikan garis cahaya hitam, menciptakan retakan ruang yang mengerikan di jalurnya.
Dalam satu kedipan mata, tubuh indahnya masuk ke dalam pecahan ruang tersebut. Retakan itu menutup kembali dengan cepat, menghilang bersamaan dengan keberadaan Tianqiong dari dunia ini.
Kini, yang tersisa di tepi sungai itu hanyalah hembusan angin pagi yang dingin dan sisa-sisa kekuatan spiritual tipis yang perlahan menyatu dengan udara.
Yun Zhu hanya melambaikan tangan dengan gerakan singkat ke arah langit yang kini kosong. Ia kemudian menghela napas panjang, membiarkan udara pagi memenuhi paru-parunya.
Tanpa kehadiran Tianqiong di sisinya, suasana memang terasa jauh lebih tenang dan damai, namun ada sekelumit rasa sepi yang mendadak menyusup di sela-sela keheningan itu.
"Sekarang... harus mulai dari mana, yah."
Yun Zhu segera mengaktifkan Langkah Dewa Void miliknya. Tubuhnya seketika menjadi seringan kapas, melesat cepat menembus rimbunnya pepohonan.
Kakinya berpijak sangat singkat pada dahan-dahan pohon yang tinggi, hanya sekadar tumpuan kecil sebelum ia melontarkan tubuhnya kembali ke dahan lain dengan akurasi yang luar biasa.
Ia berlari menempuh jarak yang cukup jauh hingga akhirnya pepohonan mulai menipis dan ia keluar dari batas hutan. Yun Zhu mengerem lajunya, membuat kakinya sedikit bergeser di atas tanah berbatu sebelum benar-benar berhenti tegak.
Ia menyipitkan mata, memandang ke kejauhan. Kesadaran ilahi yang kini lebih tajam setelah mencapai Foundation Establishment menangkap keberadaan sebuah pemukiman besar tak jauh dari posisinya. Dengan langkah yang lebih mantap, ia segera menuju ke arah pusat keramaian tersebut.
Tempat itu adalah Kota Peiling.
Sebuah kota yang meski tidak terlalu luas, namun terlihat sangat tertata dan makmur.
Di gerbang masuk, Yun Zhu dapat melihat hiruk-pikuk orang-orang yang lalu-lalang. Para kultivator dengan jubah berkibar tampak terbang rendah di udara, sementara deretan lentera merah yang bergantung di atas jalanan bergoyang pelan ditiup angin.
Suasana kota itu terdengar sangat berisik, penuh dengan teriakan pedagang dan tawa para pengelana. Tanpa membuang waktu, Yun Zhu langsung masuk ke dalam sebuah kedai makan yang cukup mewah.
Ia melangkah naik ke lantai atas, memilih meja di sudut yang strategis, lalu langsung memesan makanan dan minuman kepada pelayan wanita yang melintas dengan pakaian ringkas yang memperlihatkan lekuk pinggangnya.
Sambil menyeruput minumannya yang masih hangat, Yun Zhu menajamkan pendengarannya, mencoba menangkap gosip-gosip yang beredar di sekitarnya.
"Hei, kau dengar? Katanya kepala keluarga Yan mengadakan kompetisi untuk mengalahkan tuan muda keluarga Yan!"
Beberapa pria paruh baya di meja tak jauh dari Yun Zhu mulai berbicara dengan nada serius, sesekali mereka meneguk arak dengan kasar.
"Benar! Benar! Kudengar yang berhasil mengalahkan tuan muda Keluarga Yan akan bisa menikahi tuan putri mereka."
"Orang yang berhasil pasti sangat beruntung. Tuan putri itu meski kelihatan dingin, tapi wajahnya sangat cantik, tubuhnya juga sangat menggoda! Pria mana pun pasti menginginkannya!"
Salah satu pria itu menggambarkan kecantikan sang putri dengan gerakan tangan yang melebih-lebihkan, membayangkan sosok wanita dengan lekuk tubuh yang sempurna dan tatapan mata yang membekukan namun memikat.
Yun Zhu hanya mampu menghela napas panjang mendengar ocehan yang menurutnya dangkal itu. Ia mengetukkan jemarinya di atas meja kayu dengan bosan.
'Hanya memperebutkan wanita? Aku tidak tertarik.'
Namun, kalimat berikutnya dari meja sebelah membuat Yun Zhu kembali memasang telinga dengan serius.
"Ngomong-ngomong menantu keluarga Yan pasti akan diberikan warisan teknik api keluarga mereka yang terkenal itu. Kekuatannya tak tertandingi di alam yang sama!"
"Itu benar-benar menguntungkan, dapat wanita cantik, lalu juga mendapatkan kekuatan tak terkalahkan!"
Mendengar kata teknik api, sebuah senyum tipis mulai terbentuk di sudut bibir Yun Zhu. Matanya berkilat penuh minat.
'Teknik tak terkalahkan...? Tidak ada yang tidak terkalahkan di dunia ini. Tapi, aku sungguh tertarik dengan teknik api itu.'
Ia telah menghabiskan makanannya hingga tak bersisa. Cangkirnya diletakkan kembali ke atas meja dengan gerakan yang sangat perlahan, nyaris tanpa suara.
Ia menaruh beberapa keping koin di samping cangkir tersebut sebagai pembayaran.
Dalam kedipan mata berikutnya, sebelum pelayan sempat datang kembali, sosok Yun Zhu sudah menghilang dari tempat itu tanpa meninggalkan jejak sedikit pun, hanya menyisakan semilir angin tipis yang berembus di bekas tempat duduknya.