Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.Pria gila.
Jane sama sekali tidak menyadari pikiran kotor yang terpancar dari mata Carlos.
Dia kembali menguap saat ini.
Hoammm.
"Apakah tujuan mu mengacaukan tidur ku hanya untuk membuat ku berdiri disini? Jika iya,maka kau berhasil." Sindir Jane.
Dia sama sekali tidak lagi menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap pria tidak punya hati ini.Toh,diantara mereka juga tidak ada hubungan apapun yang mengharuskan Jane untuk menaruh rasa hormat terhadap Carlos.
Menyadari kata-kata penuh sindiran dari Jane.Carlos berdehem dengan canggung.Dia berpura-pura memasang wajah serius demi menyembunyikan pikiran liar yang sempat terlintas dibenaknya.
"Aku datang karena ingin membicarakan hal yang penting dengan mu." Kata Carlos.
Dengan kedua tangan dibelakang punggungnya,dia tanpa malu-malu melangkah masuk kedalam kamar tidur Jane.
Jane yang dilewati begitu saja,mendengus dengan kesal.
"Apakah pantas bagi seorang pria besar seperti mu,memasuki kamar tidur seorang gadis di tengah malam begini?" Tanya Jane dengan ketus.
Dia tidak menutup pintu kamarnya untuk berjaga-jaga dari Carlos.
Carlos sama sekali tidak peduli dengan ucapan Jane.Dia mengamati seluruh ruang tidur Jane dengan cermat.
Kamar yang didominasi dengan warna putih itu,tampak polos tanpa hiasan.Hanya ada satu lukisan tunggal yang ditempel di dinding.Tempat tidur berukuran sedang,satu sofa tunggal,satu lemari pakaian standar,dan juga meja rias yang kosong.Bahkan lantai kamar Jane dibiarkan telanjang begitu saja.Padahal setiap lantai di kamar-kamar yang lain,semuanya dialasi dengan menggunakan karpet tebal.Supaya lantai tidak dingin ketika diinjak.
Untung saja kamar ini masih dipasangi AC.
Tidak ada rak khusus sepatu,tas,atau aksesoris khas perempuan.Benar-benar polos.
Jika dibandingkan dengan kamar Camelia dan Flowy,kamar yang ditempati oleh Jane ini lebih mirip dengan kamar yang diperuntukkan khusus untuk tamu.Padahal Jane adalah salah satu majikan dirumah ini.Meskipun statusnya hanya sementara.
"Apakah kau ingin menambahkan beberapa prabot kedalam kamar mu? Aku bisa meminta Bibi Ann,untuk melakukannya." Kata Carlos.
Dia sama sekali tidak menanggapi kalimat sindiran yang dilontarkan oleh Jane,sebelumnya.
"Tidak perlu." Jawab Jane singkat.
Dia sama sekali tidak memerlukan apapun saat ini,kecuali uang.Dan juga Carlos pergi dari kamar tidurnya.
"Tapi kamar tidur mu terlalu polos,membuat mata ku sakit saat melihatnya." Bantah Carlos.
Dia sudah berbaik hati menawarkan tetapi wanita ini malah menolak niat baiknya.Benar-benar tidak tahu terimakasih.
Seolah-olah teringat akan satu hal,tiba-tiba Carlos menoleh kearah Jane,dan berkata dengan tegas. "Jangan besar kepala. Aku tidak melakukan ini karena peduli kepada mu.Aku melakukannya karena aku tidak ingin orang lain meremehkan keluarga Benjamin,jika mereka mengetahui jika Nyonya Muda baru keluarga Benjamin,tinggal dikamar yang mirip gudang ini"
Ingin sekali Jane meninju wajah yang sok ini.
Dia bahkan tidak keberatan untuk tinggal didalamnya.Lalu mengapa pria ini malah mengoceh tidak jelas.
"Siapa juga yang ingin menerima kepedulian dari Anda,Tuan Carlos yang terhormat?" Ejek Jane. "Saya akan sangat berterimakasih jika Anda bersedia meninggalkan kamar tidur saya,sekarang juga.Ingat!!! Kita bukan pasangan suami isteri sungguhan,kan?" Jane menekankan setiap nada dalam ucapannya.
Melihat Jane yang sangat tidak sabar untuk mengusirnya dari kamar ini,membuat Carlos sedikit kesal.
"Kau terlalu terburu-buru mengusir ku dari kamar ini.Apakah kau lupa jika setiap jengkal lantai yang kau injak adalah milik ku?" Kata Carlos dengan kesal.Tanpa sadar,kesombongannya kembali muncul.
Diluar sana,entah berapa banyak wanita yang akan berharap bisa berlama-lama tinggal dengannya,didalam satu ruangan.Namun,wanita yang tiba-tiba menjadi isterinya ini malah ingin mengusirnya secepat mungkin dari kamar ini.
Tentu saja,tuan muda Carlos yang terbiasa terbang tinggi,merasa egonya ditentang.
Hah,
"Pria gila ini...!" Gumam Jane.
Dia menatap Carlos dengan pandangan penuh penghinaan.
"Kalau begitu,silahkan Anda tinggal disini saja,Tuan Muda.Saya akan mencari tempat tidur saya sendiri." Kata Jane dengan malas.
Dia meraih selimut dan bantal,lalu hendak melangkah keluar meninggalkan Carlos.Masih ada kamar Flowy yang bisa dia datangi kan?
Jane sama sekali tidak mempermasalahkan jika dirinya harus berpindah tempat tidur malam ini.Dengan langkah yang ringan,Jane memutar pinggulnya disetiap langkahnya.
Mata Carlos tentu saja menangkap semua itu.Meskipun gaun tidur Jane terlihat longgar,akan tetapi setiap langkah yang Jane ambil,berhasil menciptakan bayangan ambigu dari bokongnya,yang bergerak-gerak.
Glek.
Tanpa sadar,jakun Carlos naik turun.
Dia menarik dasi dilehernya yang tiba-tiba terasa sangat mencekik.
"Tunggu! Jangan membuat semua orang khawatir." Cegah Carlos secepat mungkin.
Dia bahkan sampai menahan lengan Jane,dengan tangannya sendiri.
Jane yang tiba-tiba ditahan,segera menatap Carlos dengan penuh tanda tanya.Matanya menatap Carlos,kemudian berpindah ke lengannya yang masih dicengkeram itu.
Carlos segera sadar akan tindakan kasarnya.
"Maaf." Katanya dengan canggung,lalu melepaskan lengan Jane.
Ehem.
"Aku hanya ingin memberitahu mu bahwa Camelia dan aku sama sekali tidak memiliki hubungan romantis apapun." Jelas Carlos tiba-tiba. Jane menatapnya dengan tidak percaya.Kenapa pria ini malah memberitahukan hal yang tidak penting ini kepadanya? Batinnya bingung. Rasa penasaran Jane langsung terjawab didetik berikutnya.
"Jadi, tidak perlu memamerkan betapa dekatnya hubungan mu dengan Ibu,jika ada dia diantara kalian.Camelia sudah cukup menderita sejak ia masih sangat muda.Itulah alasan mengapa aku membawanya tinggal dirumah ini.Namun,jika kau dan Ibu terus memperlakukannya seperti pagi ini.Itu akan sangat menyulitkan ku." Takut Jane tidak mengerti,Carlos bahkan rela menjelaskan dengan kalimat yang panjang.
Yang inti dari semuanya adalah jangan menindas Camelia atau Carlos tidak akan sungkan mengambil tindakan tegas terhadapnya.
Hah,
Jane tersedak ludahnya dengan tidak sengaja.
Dia menatap Carlos dengan tatapan konyolnya.
Tampaknya ada yang salah dengan isi otak Carlos.
"Kau sudah selesai? Kalau sudah,maka kini giliran ku." Kata Jane.
Dia harus menjelaskan semua nya dengan jelas saat ini.Jika tidak,Carlos pasti akan menuduhnya menindas kekasih masa kecilnya lagi.
"Aku tidak tahu darimana kau mendengar omong kosong yang tidak ada artinya ini.Hanya saja Carlos,aku sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun kepada kekasih mu itu,pagi ini.Belum lagi tindakan Ibu mu.Aku sama sekali tidak melakukan apapun yang membuat ku pantas dituduh tanpa alasan seperti ini.Jadi,lain kali, coba kau selidiki semuanya dengan benar dulu,sebelum kau menuduh ku." Jelas Jane membela diri.
"Satu lagi, aku sama sekali tidak peduli dengan hubungan kalian.Kita hanya perlu saling bertahan selama tiga bulan kedepan,setelah itu kita bebas.Jadi mari bekerja sama dengan baik."Tambahnya lagi.
Carlos terdiam tanpa tahu harus menjawab apa.
#Mohon dukungan dan hadiahnya ya!