NovelToon NovelToon
Permainan Panas Dibalik Kasus Gelap

Permainan Panas Dibalik Kasus Gelap

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Azura Cimory

Demi uang sepuluh milyar, Sean Yuritama rela bekerja sama dengan Christaly Jane untuk menemukan anak dari seorang miliarder yang telah lama menghilang. Jika bukan demi melunasi hutang-hutangnya, detektif swasta berparas tampan itu tidak akan sudi bekerja sama dengan gadis cerewet dengan segudang masalah. Sehingga mereka terlibat perdebatan hampir setiap waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Cimory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melanjutkannya Di Hotel

Hal pertama yang ingin Christaly dan Sean lakukan begitu mereka sampai di Malang adalah bercinta sampai puas. Dan hal itulah yang mereka lakukan.

Bagitu sampai di hotel tempat mereka akan menginap, Sean langsung menarik tangan Christaly untuk ke kamarnya setelah Pak Agus yang juga satu hotel dengan mereka pergi ke kamarnya sendiri.

“Ayo, Christaly. Kita tuntaskan yang tertunda di kereta api,” kata Sean. “Kamu masih menginginkannya, kan?”

“Ya, tentu saja. Aku memang belum puas,” jawab Christaly sedikit cabul. Dia meletakkan koper dan tas ransel bawaannya begitu saja di lantai. “Ayo, Sean. Bercintalah denganku sampai aku puas.”

Sean tersenyum licik. “Kamu ini benar-benar gadis nakal yang nggak sabaran.” sambil mengatakan hal itu dia sambil melucuti pakaiannya sendiri. Begitu juga dengan Cristaly. “Ayo kita lihat seberapa kuat kamu melayani aku di atas ranjang.”

Aliran darah Christaly menjadi semakin deras. Darahnya pun dalam sekejap mengalirkan rasa panas, adrenalin bercampur dengan nafsu dan kerinduan. Sean menatap ke arahnya dan matanya panas, penuh nafsu. Pesona yang menghipnotis.

“Saat kamu berada di sini, kamu benar-benar milikku,” gumam Sean saat dia mengalungkan tangan ke leher Christaly yang juga sudah telanjang bulat. “Karena kamu diminta langsung oleh Vera pacarku, bekerja padanya juga buat memuaskan aku, sekarang aku minta servis yang paling baik.”

“Sialan!” geram Christaly yang langsung tahu ke mana arah pembicaraan Sean. “Tapi, setelah aku pikir-pikir lagi, apa yang kamu katakan memang ada benarnya juga. Huh! Baiklah, kalau begitu, aku akan melayanimu dengan pelayanan terbaik yang aku miliki.” Chrsitaly tersenyum tajam ke arah Sean, dengan penuh percaya diri menantang pria itu.

“Bagus, akhirnya kamu tahu diri juga.”

Christaly mengangguk. Dia menarik napas saat gairahnya yang panas dan berat, melonjak melalui aliran darah dan mempengaruhi segalanya. Ujung saraf, napas, jantung yang berdebar-debar seperti berusaha meninggalkan dadanya dan  darah bertalu di telinga.

Mata  Sean melebar sedikit, terisi dengan rasa takjub dan nafsu. Ini adalah campuran yang membuat gila. Christaly menelan ludah. Sean melepaskan tangan dari leher Christaly. Lalu tangan itu dengan cepat bergerak ke pinggulnya. Dia menarik Christaly keras ke arah tubuhnya, dan Christaly pun sekali lagi bisa merasakan ereksinya yang sudah sangat keras dan tak tertahankan.

Matanya berkilau berbahaya, dan perlahan-lahan mulai menyelinapkan tangannya. Tangan Sean bergerak tiba-tiba sehingga salah satu tangannya menangkup area sensitif Christaly dan salah satu jarinya tenggelam perlahan-lahan ke dalam dirinya. Lengan yang lain memegang pinggang gadis itu agar dia tetap di tempatnya.

Menyadari jika sepertinya Sean ingin bermain-main terlebih dahulu, Christaly menekan suara erangnya saat jari Sean mulai bergerak-gerak di dalam dirinya. Dia ingin membuat seolah-olah apa yang di lakukan oleh Sean sama sekali bukan sesuatu yang berarti banyak untuknya, atau lebih tepatnya lagi, Christaly ingin menegaskan jika dia tidak seperti yang Sean pikirkan. Gadis yang mudah sekali untuk klimaks.

“Ada apa, Sayang? Tumben sekali kamu nggak mendesah,” ujar Sean dengan nada bicara yang sedikit kecewa. “Biasanya kamu akan mendesah dan tak tahan kalau aku mulai menyentuhmu.”

“Huh! Yang benar saja,” protes Chirstaly. “Yang seperti itu bukannya kamu, ya?”

“Hem ... kalau begitu sepertinya aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan agar kamu basah dan mendesah terus menerus.” Tanpa aba-aba sedikit pun  Sean berlutut di depan kaki Christaly dan menyuruhnya agar meregangkan kaki lebih lebar. Dia menatap ke arah Christaly, ekspresinya gelap dan sulit ditebak.

Christaly sendiri tidak berani menatap matanya, sebaliknya, dia justru menatap  ereksinya yang besar, panjang, mengesankan, dan membuatnya kehilangan akal sehat.

Christaly menelan ludah di tenggorokannya saat dengan satu dorongan cepat, lidah Sean  sepenuhnya sudah berada dalam dirinya, tenggelam di sana dan mulai menggeliat-geliat menyebarkan kenikmatan yang hangat dan lembut.

Napas Christaly seketika memburu karena dia sudah sangat terangsang. Bahkan tanpa dia sadari mengangkat pinggulnya dan  bergerak ke atas ke bawah sesuai dengan irama permainan lidah Sean.

“Oh, Ya, ya. Emh ....” erang Christaly akhirnya. “Harus aku akui kalau kamu memang jagoan.”

Sean tidak menanggapi Christaly karena mulutnya sedang sibuk bekerja. Lidahnya menggelitik, menggeliat menari dalam diri Christaly. Sementara kedua bibirnya sibuk menghisap kenikmatan yang mengalir keluar dari dalam sana.

“Aduh Sean, uh! Aku sudah tidak tahan, Sayang.” Christaly kembali mengerang.

Sean menarik lidahnya dari dalam diri Christaly, lalu dengan sigap dia berdiri dan memutar tubuh Christaly hingga membelakanginya. Setelah itu dia menyuruh Christaly untuk sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan karena dia ingin dari belakang.

“Kamu sudah sangat basah, Christaly. Padahal kita bermain nggak pakai pemanasan,” kata Sean. “Sekarang aku ingin mamasukannya dari  belakang yang lebih kuat.”

“Uh! Ya, baiklah.”

Meski agak sedikit heran dengan tingkah Sean yang tiba-tiba itu, tapi Chrsitaly tidak bertanya lebih lanjut alasan Sean. Tidak merasa heran, dia justru berpikir kalau mungkin saja Sean punya cara bermainnya sendiri.

“Ah! Uh!”

Christaly merintih keras dalam tenggorokan saat dia menikmati perasaan penuh dalam dirinya saat Sean sudah benar-benar berada di dalam dirinya. Sean meletakkan tangannya pada tangan Christaly dan kakinya menekan.

Sean terus bergerak, menggesekk-gesekan dirinya untuk memicu api gairah yang panas dalam diri Christaly lebih besar lagi. Dan hal itu terbukti berhasil. Christaly mengerang, dia seperti terjebak dalam perangkap kenikmatan detektif itu. Sean seperti ada di mana-mana, menguasai dirinya, tubuhnya, hampir membuatnya sesak nafas.

“Oh, yeah! Oh, emh .....”

Sean bergerak lebih cepat. Napasnya keras di telinga Christaly dan tubuh gadis itu langsung merespons, mencair pada tubuhnya.

Aku tak boleh keluar, Christaly berteriak keras di dalam hati. Uh! Nggak ada cara lain lagi. Aku akan mengikuti irama dorongannya, menyesuaikan dengan sempurna. Dengan cara itu aku nggak akan cepat klimaks.

Akan tetapi, belum sempat Christaly menjalankan rencananya, tiba-tiba dengan gerakan terlalu cepat, Sean menekan jauh ke dalam diri Christaly, mengentak-entak lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya dan seketika berhenti saat dia menemukan pelepasannya.

Saat Christaly berpikir dia sudah menang dari Sean karena dia masih belum mendapatkan klimaksnya, sesuatu yang hangat dan lengket terasa mengalir di bagian bawah pusarnya. Tepat di pangkal paha. Christaly menelan ludah, dia masih tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Dia tidak menyadari klimaksnya sendiri.

“Kenapa? Kamu terkejut, ya, karena kamu baru mengalaminya pertama kali?” goda Sean yang seolah tahu apa yang ada di pikiran Christaly.

“Saat kamu bercinta, seharusnya kamu fokus dengan kenikmatanmu. Bukan memikirkan hal yang lain.”

“Bagaimana kamu melakukannya, Sean? Bagaimana bisa kamu bikin aku nggak sadar dengan klimaksku sendiri?”

Mendengar pertanyaan itu Sean hanya tersenyum penuh kemenangan. Tapi, dia sama sekali tidak tampak ingin menjelaskannya kepada Christaly.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!