NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: PENGHANCURAN DIRI DI ATAS KAPAL FOSIL

Kapal Fosil itu melaju tanpa suara, membelah arus Samudera Kehampaan yang berwarna kelabu pekat. Di atas dek yang terbuat dari tulang naga purba yang telah membatu, Han Jian berdiri menatap ke belakang. Gelembung alam semestanya kini hanya tampak seperti setitik debu cahaya yang semakin mengecil.

"Jangan terlalu lama menoleh ke belakang," suara Karsa memecah keheningan. Wanita itu sedang mengasah salah satu dari sepuluh pedangnya dengan batu asah yang mengeluarkan percikan api berwarna hitam. "Di sini, nostalgia adalah racun yang akan melemahkan tulangmu."

Han Jian membalikkan badan. "Kau bilang Tulang Ilahi Transenden milikku hanyalah tingkat pemula di sini. Bagaimana mungkin? Aku telah menghancurkan penguasa tertinggi di duniaku."

Karsa berhenti mengasah pedangnya. Ia berdiri, dan dalam sekejap—kecepatan yang bahkan indra ilahi Han Jian nyaris tidak bisa tangkap—ujung pedangnya sudah berada di depan tenggorokan Han Jian.

"Dunia tempatmu berasal adalah dunia yang 'teratur'. Para Arsitek menciptakan hukum fisika, gravitasi, dan energi yang stabil," jelas Karsa. "Tapi di Samudera Kehampaan, tidak ada hukum. Energi di sini adalah Esensi Ketiadaan. Ia tidak mengisi wadah; ia menghancurkan wadah. Tulang emasmu itu... masih terlalu 'padat'. Ia akan hancur tertekan oleh tekanan kehampaan jika kau tidak segera mengubah strukturnya."

Han Jian mengerutkan kening. "Apa maksudmu dengan mengubah struktur?"

Karsa tersenyum tipis, sebuah senyuman yang mengandung rasa simpati yang kejam. "Kau harus melakukan apa yang kau lakukan pada dantian-mu dulu. Kau harus menghancurkan seluruh kerangka Ilahimu, sampai ke sel terakhir, lalu membiarkan Esensi Ketiadaan membangunnya kembali menjadi Tulang Nihilitas."

Han Jian terdiam. Menghancurkan tulang yang telah ia tempa dengan darah dan air mata selama bertahun-tahun? Itu berarti membuang seluruh basis kekuatannya dan memulai dari nol di tengah samudera yang penuh monster.

"Jian-er... dia benar," suara Han Shuo terdengar sangat lemah dari dalam sukma Han Jian. "Aku bisa merasakan tekanan dari luar kapal ini. Tulangmu mulai retak secara mikroskopis. Kita tidak bisa bertahan lama dengan struktur 'materi' di dunia 'non-materi' ini."

"Lakukan," ucap Han Jian tegas pada Karsa.

"Kau punya nyali," Karsa meletakkan pedangnya. "Tapi aku tidak akan membantumu. Kau harus melakukannya sendiri. Jika aku yang menghancurkannya, kau akan mati. Kau harus menggunakan kehendakmu untuk memerintahkan tulangmu menghancurkan diri mereka sendiri."

Han Jian duduk bersila di tengah dek. Ia memejamkan mata, memusatkan seluruh kesadarannya ke dalam sumsum tulangnya yang berwarna putih transparan. Ia bisa melihat aliran energi yang sangat indah di sana, warisan dari ayahnya dan hasil dari perjuangannya.

‘Hancurlah,’ batin Han Jian.

Awalnya, tubuhnya menolak. Insting bertahan hidupnya melawan perintah tersebut. Namun, Han Jian memaksakan kehendaknya. Ia membayangkan setiap sel tulangnya adalah sebuah bintang yang meledak.

KRAK!

Suara retakan pertama terdengar dari tulang jarinya. Rasa sakitnya seribu kali lebih hebat daripada saat ia menyerap Cairan Sumsum Naga Bumi. Ini bukan lagi rasa sakit fisik, melainkan rasa sakit eksistensial—rasa sakit karena menghapus jati diri sendiri.

KRAK! KRAKK! BOOM!

Dalam hitungan jam, seluruh tubuh Han Jian mulai melayu. Ia tidak lagi bisa duduk tegak. Ia terkapar di dek kapal, tampak seperti tumpukan daging tanpa rangka. Darah emasnya merembes keluar, namun sebelum menyentuh lantai kapal, darah itu menguap menjadi gas abu-abu.

Karsa mengawasi dari jauh, matanya menunjukkan rasa hormat. "Berhenti di titik ini adalah kematian. Ayo, Nak... tarik kehampaan itu masuk."

Han Jian berada di ambang kegelapan mutlak. Ia tidak bisa merasakan lengannya, kakinya, bahkan wajahnya. Namun, di tengah kekosongan itu, ia merasakan denyut nadi dari Samudera Kehampaan. Energi kelabu di sekitarnya mulai tertarik ke arah "lubang" yang ditinggalkan oleh tulang-tulangnya yang hancur.

Tanpa tulang materi untuk menahannya, Esensi Ketiadaan mulai mengkristal di dalam tubuh Han Jian. Ia tidak membentuk tulang yang keras, melainkan sesuatu yang menyerupai asap yang memadat.

Perlahan, Han Jian mulai bisa menggerakkan jarinya. Namun, jari itu tidak terlihat seperti jari manusia. Ia tampak seperti bayangan hitam yang memiliki tepian bercahaya putih.

Saat Han Jian berdiri, seluruh Kapal Fosil itu bergetar. Ia tidak lagi memancarkan cahaya yang menyilaukan. Sebaliknya, ia seolah-olah "menelan" cahaya di sekitarnya.

"Selamat datang di tahap Tulang Nihilitas Tingkat Satu," Karsa menyarungkan pedangnya. "Sekarang, kau bisa bernapas di samudera ini tanpa perlindungan kapal. Dan yang lebih penting... kau bisa mulai berburu."

Han Jian mengepalkan tangannya. Ia merasa aneh. Ia tidak merasa kuat dalam artian berat atau padat, ia merasa kuat karena ia merasa "tidak ada". Karena ia tidak ada, maka tidak ada serangan yang bisa mengenainya, dan karena ia adalah ketiadaan, ia bisa masuk ke dalam apa pun dan menghancurkannya dari dalam.

Tiba-tiba, alarm kapal yang terbuat dari tengkorak raksasa berteriak. Di depan mereka, sebuah bayangan kolosal—salah satu Pemangsa Tak Berwajah—muncul dari kedalaman kehampaan. Bentuknya menyerupai ubur-ubur raksasa dengan jutaan tentakel yang masing-masing memegang sebuah dunia yang telah layu.

"Itu adalah Gorgon Kehampaan," Karsa menarik dua pedang sekaligus. "Dia sedang mengarah ke gelembung alam semestamu. Ingin mencoba tulang barumu?"

Han Jian menatap monster itu. Rasa takut yang biasanya muncul saat menghadapi entitas raksasa kini lenyap, digantikan oleh rasa lapar yang aneh.

"Aku akan membunuhnya," jawab Han Jian.

Ia tidak melompat; ia menghilang dan muncul kembali di atas kepala sang monster, bergerak melalui celah ketiadaan yang kini ia kuasai. Ia tidak lagi membutuhkan tombak. Ia menghujamkan tangannya langsung ke dalam tubuh energi sang Pemangsa.

"Seni Nihilitas: Penghapusan Keberadaan!"

Seketika, bagian tubuh monster raksasa itu yang disentuh Han Jian mulai memudar, bukan hancur, tapi benar-benar terhapus dari realitas. Monster itu mengeluarkan suara jeritan frekuensi tinggi yang bisa menghancurkan jiwa, namun Han Jian tetap berdiri tegak, menjadi titik nol di tengah badai kehancuran.

Hari itu, di Samudera Kehampaan, seorang pemburu baru telah lahir. Han Jian bukan lagi pahlawan dari satu dunia. Ia adalah Predator Ketiadaan yang akan memastikan bahwa tidak ada satu pun dewa atau monster yang bisa menyentuh kebebasan yang telah ia perjuangkan.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!