Perjuangan seorang anak yang lahir dari sebuah kesalahan, Prayoga berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan ibunya, Rania yang berjuang seorang diri untuk membuat putranya di akui oleh dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T Moel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ban 30
Bu Arini baru saja sampai di apartemen milik Leon, Rencananya saat bu Arini sampai di dan, nyonya Erlina dan tuan Aditama akan berangkat ke rumah sakit melihat putra dan cucunya yang baru selesai operasi.
"Alhamdulillah sudah sampai bu Arini. " sambut nyonya Erlina.
"Iya bu saya yang akan menjaga Naila di sini agar ibu dan bapak bisa menjenguk nak Leon dan Zidan. " ujar bu Arini.
"Iya bu Arini, maaf ya saya langsung berangkat takutnya nanti kemalaman sampai di rumah sakit. "
"oh iya silakan bu. "
"Naila, nenek sama kakek berangkat dulu ke rumah sakit ya, sekarang ada nenek Arini. Baik baik ya sayang di sini. " Nyonya Erlina mengusap puncak kepala Naila.
"Iya nek, nanti kalau papah sama Zidan sudah sembuh kasih tahu ila ya nek, biar kita bisa main lagi. ila udah kangen banget sama papah sana Zidan juga. " Naila tampak lesu.
"Iya sayang, do'akan keduanya cepat sehat lagi ya biar kita semua bisa pulang ke Indonesia dan bisa berkumpul lagi seperti dulu. "
"Iya nek, ila selalu mendo'akan adalah ah dan Zidan. "
"Pinter cucu nenek yang paling cantik, sekarang nenek sama kakek berangkat ya sayang. "
Naila menganggukkan kepalanya, sebenarnya Naila ingin sekali ikut kakeknya ke rumah sakit, hanya saja anak kecil di larang masuk ke dalam kamar, daripada nanti harus menunggu di luar lebih baik Naila tidak usah ikut saja.
Pintu apartemen ditutup kembali, Naila dan bu Arini masuk ke dalam. "Nek, ila mau tidur dulu ya, ila mengantuk. " ucap Naila tidak bersemangat.
"Iya sayang, mau nenek temani? "
"Nggak usah nek. " Naila masuk ke dalam kamarnya namun tidak tidur.
Naila mengambil foto papah nya dan juga Zidan, kemudian memeluk foto tersebut hingga akhir nya Naila terbang ke alam mimpi.
Di tanah air tepatnya di rumah Stela, baru saja menerima kabar kalau Leon memiliki dia orang anak laki laki dan perempuan, namun Stela tidak tahu kalau Leon saat ini sedang ada di Singapura.
"Apa benar berita ini, karena aku tidak mau percaya begitu saja kalau ternyata berita ini bohong, hanya ingin membuatku kesal saja. " ujar Stela di telpon.
"Ya sudah kalau kamu tidak percaya, bisa kamu cek ke kantor nya, atau kami bisa cek ricek sama orang tuanya Leon. Aku nggak bohong, mana mungkin juga aku berani bohongin kamu, secara kamu kan calonnya Leon. " ujar Citra yang tidak tahu kalau Leon sudah tidak tunangan dengan Stela, karena Cita lama tinggal di luar negeri
"Kamu tahu kalau aku calonnya Leon? "
"Tentu saja Stela, kamu masih tunangan kan sama Leon? "
"Ya gitu deh, kamu tahu sendiri. " Stela tidak mau mengakui kalau dirinya sudah lama tidak berhubungan dengan Leon.
"Apa Citra tidak tahu ya kalau aku sudah bukan tunangan Leon lagi. Tapi kok dia tahu kalau Leon punya anak dua lagi. "Bathin Stela.
" Stela, aku memang baru datang dari Amerika, dan saat aku masih berada di dalam mobil, aku melihat Leon membawa dua anak laki laki, dan yang aku dengar sekilas kalau mereka manggil Leon papah. " ujar Citra
"Kamu bilang di dalam mobil, tapi kok bisa dengar percakapan Leon dan anaknya? "
"Karena saat aku melihat Leon, aku sengaja turun dari mobil karena saat itu Leon sedang ada di parkiran. Terus aku pura pura nggak kenal sama Leon. "
"Oh gitu, makasih ya infonya, btw berapa lama kamu mau tinggal di Indo? " Tanya Stela.
"Seperti nya nggak akan balik lagi, papah minta untuk mengurus perusahaan nya, karena papah sudah mulai sakit sakitan. "
"Welcome back Citra, nanti kita hangout lagi ok, nanti kita cerita lagi. Makasih ya infonya. "
Stela mematikan telponnya sepihak, Stela dan Citra saat kuliah pernah di kampus yang sama di Amerika, setelah lulus kuliah Stela pulang ke Indonesia, sedang kan Citra masih stay di Amerika karena mendapatkan pekerjaan yang bagus di sana. Stela pernah cerita kalau dirinya sudah tunangan dengan Leon.
Stela tidak memberitahukan kalau mereka tunangan karena di jodohkan dengan alasan bisnis, dan Citra pernah beberapa kali bertemu dengan Leon, walaupun saat oti Leon tidak pernah menyapa Citra karena memang Leon tidak menyukai pertunangan tersebut, sehingga Leon sangat cuek dengan semua sahabat Stela.
Citra tidak tahu kalau Leon dan Stela sudah tidak bertunangan karena memang Stela dan Citra lost kontak karena kesibukan mereka masing-masing. Dan Citra tidak tahu bagaimana kelakuan Stela selama ini.
Stela menghembuskan nafasnya kasar, Stela berpikir keras bagaimana mungkin Leon sudah punya anak, sedangkan Leon tidak pernah menikah dengan wanita manapun.
"Apa aku harus telpon om Aditama atau tante Erlina ya, nanti aku tanya benar nggak sih kalau Leon sudah punya anak.? " tanya nya pada diri sendiri.
"Tapi apa mereka mau jujur ya. "
Stela tampak ragu, namun ke ingin tahuan nya tentang Leon semakin besar. Akhirnya Stela memutuskan untuk segera menelpon Tuan Aditama dan juga nyonya Erlina.
Stela mengambil ponsel nya di atas meja, kemudian mencari nama nyonya Erlina. Setelah ketemu langsung menelpon nya. Beberapa kali panggilan tidak tersambung.
"Nih orang pada ke mana sih, keduanya di telpon nggak jawab, apa mereka sudah tidak suka lagi dengan ku? " Stela mengetik ngetik dagunya..
"Aku coba lagi kalau sekarang masih tahun dak ada juga, besok aku coba lagi."
Stela mencoba lagi, dan akhirnya panggilan nya langsung di jawab.
"Halo Stela ada apa? " tanya nyonya Erlina.
"Halo tante, sekarang tante ada di mana? " tanya Stela.
"Tante kebetulan lagi ada di Sydney, nengok anak teman tante yang lagi sakit. " jawab nyonya Erlina berbohong, karena tuan Aditama tidak ingin kalau Stela tahu mereka sedang ada di Singapura.
"Oh di Sydney, Stela kira ada di Indonesia. "
"Ada apa, kamu tumben telpon tante, sudah lama kita tidak ada kontak. " tanya nyonya Erlina.
"Maaf tante, Stela mau tanya, tapi jangan marah ya. "
"Kenapa mesti marah kalau kamu tidak salah."
"Ih Tante belum apa apa sudah marah. "
"Iya ada apa? " nyonya Erlina kesal.
"Ini tentang Leon tante, ada kabar katanya Leon punya anak dua laki laki dan perempuan. " jawab Stela.
"Kamu tahu dari mana kalau Leon punya anak, bukannya kamu yang sudah punya anak, dan anak kamu di titipkan sama bibi kamu di kampung. " Nyonya Erlina tidak bilang kalau Leon sudah punya anak, karena akan panjang urusannya.
"Loh kok tante malah nuduh aku yang punya anak sih, mana bisa aku punya anak, nikah aja aku belum. " Stela tidak terima.
"Stela Stela, kamu itu pura pura polos atau gimana sih, semua orang tahu kalau kamu itu sudah punya anak, makanya tante batalkan pertunangan kamu sama Leon. "
Nyonya Erlina memutuskan telpon secara sepihak karena kesal dengan Stela, nyonya Erlina tidak ingin kehidupan Leon yang sudah bertemu dengan kedua anak nya di acak acak oleh Stela yang masih berambisi untuk memiliki Leon.
"Loh kok tante Erlina mematikan telpon nya, dan kenapa tante Erlina sampai tahu kalau aku sudah punya anak, dan bilang kalau semua orang tahu tentang aku punya anak, apa ada orang yang mengedarkan berita tentang aku. "
Stela sangat pusing, jadinya dirinya yang akan mengorek tentang Leon, tapi malah terbalik dirinya yang kena semprot nyonya Erlina.
...****************...