NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Transmigrasi Ke Raga Istri Jendral

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:167.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zakiya el Fahira

Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Saat hari sudah berganti malam, satu persatu para pejabat mulai memenuhi aula perjamuan, untuk merayakan ulang tahun putra mahkota.

Di dalam kamar pribadinya Pangeran Duan yang baru selesai bersiap segera beranjak keluar, dan di depan pintu kamarnya sudah ada Pengawal Zu yang menunggunya.

''Qin Yu dan adiknya apa sudah sampai?'' tanya Pangeran Duan sembari berjalan menuju gerbang yang menjadi penghubung antara istana Pangeran Duan dan tempat tinggal para istri istrinya, untuk menjemput Permaisuri Duan, yang sudah menjadi tradisi saat ada perjamuan di aula, Pangeran Duan harus menggandeng Permaisuri, sedangkan para selir sudah lebih dulu berada di aula perjamuan.

''Sudah Pangeran, mereka berdua sudah berada di aula'' jawab Pengawal Zu.

Pangeran Duan menganggukkan kepalanya.

Di depan pintu aula Qin Lu dan Qin berdiri di sana, mereka berdua sengaja tidak langsung masuk ke dalam aula, lebih tepatnya Qin Lu yang tidak mau masuk ke dalam.

''Lu Lu''

Merasa ada yang memanggil namanya, Qin Lu langsung membalikkan badannya, dan ternyata Pangeran Duan yang berjalan ke arahnya bersama Permaisuri.

Sedangkan Pangeran Duan dia seketika di buat terpesona, melihat kecantikan Qin Lu yang semakin bertambah berkali kali lipat dengan riasan tipisnya, tak hanya Pangeran Duan saja, bahkan Pengawal Zu juga sama terpesonanya melihat kecantikan adik sahabatnya itu.

Pangeran Duan tanpa sadar meninggalkan Permaisuri begitu saja dan menghampiri Qin Lu.

''Kenapa berdiri di sini?'' tanya Pangeran Duan.

''Tidak apa apa Pangeran'' jawab Qin Lu.

Permaisuri langsung terbakar rasa cemburu, saat melihat interaksi Pangeran Duan dengan Lu Lu yang sangat akrab.

"Dasar wanita ja**ng, berani sekali dia mencari perhatian Pangeran, tunggu saja aku akan melenyapkanmu" batin Permaisuri menatap benci pada Qin Lu.

" Ayo kita masuk ke dalam" ajak Pangeran Duan.

Saat Pangeran Duan hendak melangkahkan kakinya, Permaisuri buru buru melangkah ke depan dan menggandeng lengan Pangeran Duan, bahkan Permaisuri dengan sengaja menyenggol Qin Lu hingga mundur beberapa langkah.

''Pangeran, ayo masuk ke dalam, semua tamu paati sudah menunggu'' tukas Permaisuri dengan sedikit menarik lengan Pangeran Duan.

Sedangkan Qin Lu hanya menggelengkan kepalanya sembari terkekeh pelan, melihat kecemburuan Permaisuri.

''Lu Lu hati hati, kamu jangan sampai memiliki masalah dengan Permaisuri'' bukan Qin Yu yang berbicara melainkan Pengawal Zu.

Qin Lu tersenyum. ''Hem, Lu Lu mengerti'' ucapnya.

Saat Pangeran Duan baru duduk di kursi singgasananya, matanya langsung menelisik ke arah tempat duduk para selir, namun dia tidak menemukan keberadaan Gu Nian di antara mereka, bukannya dirinya sudah meminta Gu Nian untuk hadir, kenapa wanitanya itu tidak ada pikirnya.

Pangeran Duan langsung memerintahkan Pengawal Zu pergi ke istana dingin untuk menjemput Gu Nian, namun Qin Lu yang tak sengaja mendengarnya langsung maju ke depan.

''Pangeran izinkan saya yang menjemput selir kedua'' ucap Qin Lu.

Pangeran Duan yang sudah duduk di singgasananya bersama Permaisuri menganggukkan kepalanya.

''Biar Qin Yu menemanimu''

''Baik Pangeran''

Qin Lu dan Qin Yu segera bergegas pergi ke istana dingin untuk menjemput Gu Nian.

Sedangkan Permaisuri meminta Pangeran untuk segera memulai acara perjamuannya, awalnya Pangeran berniat menunggu kedatangan Gu Nian, namun melihat para pejabat kerjaan yang sudah kumpul di aula sejak tadi akhirnya Pangeran Duan mengurungkan niatnya, dan segera memulai acara pesta perjamuan ulang tahunnya, dan terlihat para pejabat kerajaan satu persatu maju ke depan untuk memberi ucapan selamat pada putra mahkota kerajaan timur.

Di istana dingin Qin Yu tidak ikut Lu Lu masuk ke dalam, dia memilih menunggu di luar pintu gerbang, membuat Lu Lu bernafas lega.

''Memang sebaiknya Kakak menunggu di luar saja'' gumam Lu Lu sembari melangkah masuk ke dalam istana dingin.

''Nona Qin'' sapa pelayan Gu Nian, saat melihat Qin Lu masuk ke dalam istana dingin dengan santai.

''Dimana selir kedua?'' tanya Qin Lu.

''Nona Nian ada di kamarnya'' jawab pelayan Gu Nian.

Qin Lu langsung melenggang pergi ke arah kamar yang tertutup.

''Nona Qin, anda mau kemana?'' tanya pelayan Gu Nian menghadang Qin Lu.

''Pangeran memerintahkanku untuk menyusul selir kedua'' jawab Qin Lu mendorong pelayan Gu Nian ke samping, lalu membuka pintu di depannya yang tidak di kunci membuat si pemilik kamar terkejut.

''Siapa kamu?!'' seru Gu Nian.

''Nona Gu, ini saya Qin Lu''

Gu Nian seketika menghampiri Qin Lu dengan wajah berbinar, lalu dia menutup kembali pintu kamarnya.

Sedangkan pelayan Gu Nian hanya bisa berdiri di luar kamar Nonanya dengan perasaan cemas, dia takut terjadi sesuatu dengan dua wanita di dalam itu, hingga beberapa saat kemudian pintu kamar itu terbuka kembali.

''Sebaiknya kamu tunggu di luar, aku akan membantu selir kedua merias wajah'' ucap Qin Lu.

''Baik Nona Qin''

Qin Lu segera menutup kembali pintu kamar Gu Nian, sedangkan pelayan Gu Nian dia memilih pergi dari depan kamar Nonanya, dan merapikan meja makan bekas makan malam Nonanya.

Setelah dua puluh menit berlalu, melihat Noannya dan Qin Lu belum juga keluar dari kamar, pelayan Gu Nian mulai khawatir, jadi dia kembali ke depan kamar Nonanya dan mengetuk pintunya.

Tok

Tok

Tok

''Nona''

Pyarr

Pelayan Gu Nian terkejut mendengar suara benda terjatuh dari dalam kamar Nonanya.

''Nona Nian, Nona Qin, apa yang terjadi?!'' seru pelayan Gu Nian.

Karna tidak ada jawaban dari dalam, pelayan Gu Nian berusaha membuka pintu kamar Gu Nian namun sayangnya terkunci dari dalam.

Karna panik dan khawatir pelayan Gu Nian segera berlari keluar untuk mencari bantuan.

''Pengawal, tolong!!''

Qin Yu yang sedang bersandar di bawah pohon terkejut, saat mendengar suara orang minta tolong dari dalam halaman istana, lalu dia segera berlari masuk ke dalam halaman istana dingin bersama dua penjaga lainnya.

''Ada apa?!'' tanya Qin Yu.

''I,, itu, terdengar ada benda jatuh dari dalam kamar selir kedua, sedangkan kamarnya di kunci dari dalam'' jawab pelayan itu dengan panik.

''Lantas di mana Qin Lu?'' tanya Qin Yu balik.

''No,, Nona Qin juga ada di dalam kamar selir kedua'' jawab pelayan Gu Nian.

Mendengar itu Qin Yu langsung berlari masuk ke dalam istana dingin, dan di susul oleh dua penjaga dan juga pelayan Gu Nian.

Sampai di depan kamar Gu Nian, Qin Yu langsung menendang daun pintu di depannya dengan sangat keras.

Duakk

Brakkk

''Lu Lu!!!'' teriak Qin Yu saat melihat sang adik tergeletak di atas lantai dengan pisau yang menancap di perutnya.

Qin Yu langsung berlari masuk ke dalam dan mengangkat tubuh lemah Qin Lu ke dalam pelukannya.

''Lu Lu, siapa yang melakukan ini padamu?'' ucap Qin Yu panik.

''Cepat!, cari pelakunya'' perintah Qin Yu pada kedua penjaga di sana, dan mereka berdua bergegas pergi.

''Ka,, kaka, Se,, selir kedua,,'' belum sempat melanjutkan perkataannya Qin Lu sudah tak sadarkan diri.

''Lu Lu bangun, kamu jangan menakuti Kaka,, Lu Lu,,!!'' teriak Qin Yu sembari memeluk tubuh Qin Lu dengan sangat erat.

Sedangkan di aula istana, salah seorang prajurit masuk dengan tergopoh gopoh dan menghadap pada Pangeran Duan.

''Ada apa?'' tanya Pangeran Duan.

''Lapor Pangeran, ada penyusup di istana dingin, dia juga berhasil membawa kabur selir kedua'' ucap prajurit itu, membuat Pangeran Duan dan semua orang yang ada di aula juga ikut terkejut.

Tapi entah kenap yang ada di fikiran Pangeran Duan saat ini bukan tentang penyusup yang berhasil membawa kabur Gu Nian, melainkan keadaan Qin Lu, Pangeran Duan takut penyusup itu melukai Lu Lu.

''Lalu bagaimana keadaan Nona Qin?'' tanya Pangeran Duan sembari berjalan meninggalkan aula perjamuan.

''Nona Qin terluka parah'' jawabnya.

''Apa!!'' seru Pangeran Duan terkejut, lalu berlari menuju istana dingin dengan raut khawatir.

1
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Osie
kan kan kan dah dibilang jgn kebanyakan gaya..mati gaya kan akhirnya..patah dah tuh lengan🤣🤣🤣🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
tinie
🤣🤣🤣 begitulah wanita
suka mengejek lelaki giliran disindir telak langsung erosii
Narti Narti
luar biasa
Narti Narti
lanjutkan kak 💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Zakiya El fahira
di sini Mingyu sengaja hanya membuat pistol untuk dirinya sendiri, karna Mingyu takut Jendral Rong curiga, mungkin nanti setelah pertarungan dengan Negara Mora, karna nanti ada alasan dari mana Mingyu bisa membuat rakitan senjata api.
Erna Fkpg
seharusnya buat banyak pistolnya untuk menghadapi kerajaan mora
Osie
gu nian kagak ada hormat hormatnya sama permaisuri
kaylla salsabella
lagi thor penasaran sama gu nian 🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
ku kirain mingyu bikin agak banyak....
tinie
sekarang kamu kapook kan
dulu saja sering nyindir nyindir karna merasa dekat dgn JendrAl rong
sekarang tau kan udah kena imbasnya
𝓛𝓾𝓷𝓮𝓻𝓲𝓪𝓷𝓮
𝚍𝚒𝚖𝚊𝚔𝚒 𝚊𝚖𝚊 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚒𝚍𝚎𝚙𝚊𝚗 𝚖𝚞𝚔𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚐𝚜𝚞𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚊𝚐𝚊𝚔 𝚝𝚊𝚞 𝚍𝚒𝚊 𝚒𝚝𝚞 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒𝚗𝚢𝚊 🤣
tinie
eeh harus banyak ,
selain jendral rong
pengawal hanbin dan Xiao Fei harus bisa main senjata pintol juga🤔🤔
Fauzan Fauzi
ya elah up nya dikit amat thor mana lama lgi up nya🤔
Sribundanya Gifran
lanjut
kaylla salsabella
udah jodohin han bi deng xiao Fei
Mirna Wati
jangan jangan tuan han suka sama xiao fei
merry
ternyta pyn pistol juga dib zmnn kuno,, berati lulu bisa lh buat senjata rakitan atau bom 🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!