NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: Jaring yang Mulai Terkoyak

​Sinar matahari siang memantul keras pada permukaan dinding kaca lantai enam puluh, menciptakan bayangan-bayangan geometris yang panjang di atas karpet wol kelabu ruang kerja Han Ji-an. Setelah kepergian Sekretaris Hong yang terburu-buru, keheningan kembali menguasai ruangan. Ji-an tidak langsung kembali membaca berkas di tabletnya. Ia meletakkan kedua tangannya di atas meja, merasakan permukaan kayu ek yang dingin, sementara napasnya diatur dalam ritme yang tenang agar ketegangan konfrontasi pertama tadi tidak memengaruhi kondisi janinnya.

​Klek.

​Pintu penghubung rahasia yang menyatukan ruang kerjanya dengan ruang kerja utama sang Presdir bergeser senyap. Cha Jin-wook melangkah masuk tanpa jas formalnya, hanya mengenakan kemeja putih dengan rompi hitam yang melekat pas di tubuh tegapnya. Langkah kakinya yang berat namun teratur terhenti tepat di samping kursi Ji-an.

​"Kau memulangkannya dengan wajah sekuning kertas, Nyonya Cha," ucap Jin-wook. Nada suaranya tidak mengandung selidik, melainkan sebaris kebanggaan yang samar namun pekat.

​Ji-an mendongak, menyunggingkan senyuman tipis yang melunakkan ketegangan di wajah cantiknya. "Dia mencoba memasukkan dokumen pencairan dana lima belas miliar Won untuk proyek fiktif di Gyeongju. Rantai pasoknya mengarah pada sisa aset milik kerabat Kang Min-woo."

​Mendengar nama itu, tidak ada ledakan amarah yang dramatis dari Jin-wook. Rahang tegasnya hanya mengeras sedetik, menciptakan garis kaku yang dingin di wajah tampannya. Ia berjalan memutari meja, lalu duduk di tepi meja kerja Ji-an—sebuah posisi yang sangat dekat dan intim, meruntuhkan seluruh sekat formalitas kantor pusat Gangnam.

​"Aku sudah meminta Sekretaris Kim menahan paspor Hong sejauh ini," Jin-wook mengulurkan tangan besarnya yang hangat, meraih jemari lentik Ji-an dan mengusap buku-buku jarinya dengan gerakan lambat yang menenangkan. "Kau tidak perlu mengotori tanganmu lebih jauh untuk urusan operasional seperti ini, Ji-an. Biarkan tim audit hukum yang menyelesaikannya besok pagi."

​"Tidak, Yeobo," sergah Ji-an lembut namun penuh dengan kepastian yang tidak bisa dibantah. Ia membalikkan telapak tangannya, menggenggam balik jemari Jin-wook yang kapalan. "Jika tim hukum pusat yang turun, mereka akan menganggap ini sebagai likuidasi aset biasa. Tapi aku ingin Sekretaris Hong dan faksi di belakangnya tahu, bahwa setiap Won yang mereka curi dari yayasan ini adalah alasan mengapa mereka tidak akan pernah memiliki masa depan lagi di Seoul."

​Jin-wook menatap lekat ke dalam sepasang mata manis Ji-an. Ia menemukan kilatan ketegasan yang murni, sebuah transformasi luar biasa dari wanita yang dulu hanya bisa menangis di sudut ruang sidang perceraian Jeju. Pria itu mencondongkan tubuh tegapnya ke depan, memangkas jarak di antara mereka hingga aroma maskulin perpaduan mint dan kayu cendana miliknya kembali mendominasi indra penciuman Ji-an.

​Ia mengangkat tangan kiri Ji-an, membawa jemari yang melingkar cincin pernikahan mereka itu ke depan bibirnya, lalu mengecupnya lama dengan penuh penghormatan yang sangat dalam. "Kantor ini milikmu, Nyonya Cha. Lakukan apa pun yang menurutmu benar, dan aku akan memastikan tidak ada satu pun undang-undang di negara ini yang bisa menghalangi langkahmu."

​Pukul 13.00 KST, atmosfer di dalam mobil boks logistik yang terparkir di gang sempit dua blok dari menara Cha Group tampak sangat mencekam.

​Sekretaris Hong duduk di kursi penumpang dengan napas yang terengah-engah. Di sampingnya, seorang pria muda dengan topi bisbol yang ditekan rendah hingga menutupi sebagian wajahnya sedang sibuk mengetik sesuatu di laptop yang diletakkan di atas paha. Pria itu adalah Kang Min-seok, sepupu jauh dari Kang Min-woo yang selama ini mengelola jalur pencucian uang domestik melalui yayasan kebudayaan.

​"Dia tahu!" suara Sekretaris Hong bergetar hebat, hampir histeris. "Han Ji-an yang sekarang bukan lagi wanita bodoh yang bisa kita kelabui dengan laporan keuangan ganda! Dia menyebut nama JS Logistics dan langsung menangguhkan proyek Gyeongju!"

​Min-seok tidak langsung merespons. Jemarinya berhenti di atas papan tik. Di layar laptop, sebuah notifikasi merah berkedip, menunjukkan bahwa seluruh rekening operasional JS Logistics di Bank Woori baru saja dibekukan secara sepihak oleh perintah otoritas keuangan pusat atas permintaan Cha Corporation.

​"Sialan," desis Min-seok parau. Wajahnya yang semula tenang kini memancarkan keputusasaan yang berbahaya. "Cha Jin-wook bergerak lebih cepat dari yang kita duga. Dia tidak menghancurkan kita lewat pengadilan, dia memotong aliran udara kita."

​"Lalu apa yang harus kita lakukan?!" Sekretaris Hong meremas tas kulitnya dengan panik. "Jika tim audit pusat masuk ke kantor yayasan besok pagi, seluruh riwayat transfer sepuluh tahun terakhir akan terbongkar! Kita semua akan berakhir di sel yang sama dengan Min-woo!"

​Min-seok menutup laptopnya dengan hentakan keras yang menimbulkan bunyi berdentang di dalam kabin mobil yang sempit. Mata sipitnya berkilat penuh racun keputusasaan. "Jika kita harus jatuh, kita tidak akan jatuh sendirian. Han Ji-an sedang hamil muda, bukan? Sifat protektif Jin-wook pada istrinya adalah kelemahan terbesarnya. Kita gunakan sisa akses kartu logistikmu untuk memicu alarm kebakaran di lantai enam puluh sore ini."

​Sore harinya, pukul 15.30 KST.

​Ji-an baru saja menyelesaikan pemeriksaan berkas terakhir ketika tiba-tiba seluruh lampu di langit-langit ruang kerjanya berkedip merah secara bergantian.

​TETTT! TETTT! TETTT!

​Suara sirene darurat yang melengking nyaring seketika memecah keheningan lantai tertinggi menara Gangnam. Pengumuman otomatis dari pengeras suara gedung mulai menggema, memerintahkan seluruh staf untuk segera menuju tangga darurat karena terdeteksi adanya anomali suhu tinggi di ruang panel listrik lantai lima puluh sembilan.

​Di dalam ruangannya, Ji-an berdiri dari kursi dengan tenang. Tangannya secara insting langsung mendekap perutnya yang masih rata, melindungi pusat kehidupannya yang paling berharga. Ia berjalan menuju pintu, namun sebelum jemarinya sempat menyentuh gagang pintu kayu ek, pintu tersebut sudah terbuka kasar dari luar.

​Cha Jin-wook berdiri di sana. Wajah tampannya yang biasa tenang kini menegang dengan garis-garis kecemasan yang begitu pekat. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung merengkuh tubuh ramping Ji-an masuk ke dalam dekapan dadanya yang bidang, menguncinya dengan perlindungan yang begitu kokoh seolah seluruh bangunan ini siap runtuh dan ia adalah satu-satunya pelindung yang tersisa.

​"Jangan takut, aku di sini," bisik Jin-wook parau tepat di telinga Ji-an.

​"Aku tidak takut, Yeobo. Tenanglah, napasmu terlalu memburu," Ji-an mengusap lengan kokoh Jin-wook yang melingkari bahunya, mencoba menyalurkan ketenangan yang ia miliki kepada suaminya yang tampak sangat sensitif terhadap segala bentuk ancaman sekecil apa pun.

​Sekretaris Kim muncul dari balik koridor bersama empat pengawal berjas hitam yang sudah memegang jalur evakuasi privat. "Presdir, lift darurat VVIP sudah diamankan. Jalur menuju basemen bersih."

​Jin-wook tidak membiarkan Ji-an berjalan sendiri. Ia menyusupkan satu lengan kekarnya di bawah lutut Ji-an dan lengan lainnya di punggung istrinya, mengangkat tubuh wanita itu dalam satu gerakan cepat yang penuh wibawa. Ji-an sempat terkejut, namun ia segera melingkarkan kedua tangannya di leher kokoh Jin-wook, menyandarkan wajahnya di pundak suaminya saat mereka bergerak cepat melintasi lorong yang mulai dipenuhi oleh kepulan asap tipis dari arah tangga darurat umum.

​Di dalam lift VVIP yang bergerak turun dengan kecepatan tinggi, Jin-wook tetap tidak menurunkan Ji-an dari gendongannya. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke layar indikator lantai dengan kilatan amarah yang dingin. Kejadian ini terlalu sistematis untuk sebuah kecelakaan teknis. Seseorang sengaja memicu sistem evakuasi untuk menciptakan kepanikan di lantai tertinggi—tempat di mana Han Ji-an berada.

​"Sekretaris Kim," suara Jin-wook terdengar sangat rendah, namun memiliki daya tekan psikologis yang sanggup membuat atmosfer di dalam lift terasa membeku. "Kunci seluruh gerbang keluar basemen Gangnam sekarang juga. Siapa pun yang memegang kartu akses logistik lantai lima puluh sembilan dalam dua jam terakhir... bawa mereka ke hadapanku tanpa perlu melibatkan kepolisian distrik."

​Aliansi musuh domestik telah meluncurkan kartu keputusasaan mereka, namun mereka lupa bahwa memicu amarah seorang Cha Jin-wook di wilayah kekuasaannya sendiri adalah awal dari kehancuran yang tidak akan menyisakan ruang untuk penyesalan di episode berikutnya.

​Evakuasi darurat di Menara Gangnam memicu konfrontasi terbuka! Bagaimanakah taktik dingin sang Presdir menjebak Kang Min-seok dan Sekretaris Hong yang mencoba memanfaatkan situasi panik ini?

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!