NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Cuaca hari ini sangat cerah, matahari bersinar begitu terang, tiada awan hitam yang menyelimuti langit yang begitu biru... tapi hatiku terasa sedang hujan badai sampai membuat seluruh tubuhku kedinginan, hanya karena satu ucapan dari Maya aku merasa sudah masuk ke dalam jurang keputusasaan yang sangat dalam.

Di kafe keluarga yang sepi itu, aku dengan suka rela membiarkan Maya dan Elma untuk membaca naskah hasil karyaku. Sebuah novel bergenre romantis komedi yang begitu mudah di sukai dan di mengerti oleh banyak orang, aku yakin mereka berdua bisa menyukai hasil karyaku namun Maya mengatakan...

“Jujur saja, ini sangat membosankan” tegas dan lugas Maya menyampaikan pendapatnya kepadaku

“Aku bisa paham apa yang ingin kamu sampaikan di novel ini, tapi yang begini cuma bisa ngasih kesan ‘Terus? Apa?’ ini bakal bagus kalau seandainya ini adalah sebuah diary sederhana yang tidak sengaja ditulis, karena ceritanya terlalu biasa untuk disebut sebagai sebuah novel. Mana bagian serunya?” jelas Maya memberikan pandangannya terhadap novel karyaku, kata – katanya begitu menghunjam jantung dan membuatku depresi seketika...

“I..itu karena... ini cuma cerita komedi anak sekolahan dengan sedikit bumbu romantis, cerita tentang anak SMA. Karakter utama tidak sedang menyelamatkan dunia atau melawan raja iblis, jadi wajar gak bisa membuat pembacanya berdebar, kan?” timpalku mencoba memberi pengertian ke Maya, aku rasa ekspektasinya terhadap cerita novel karanganku salah.

“Kalau ini sebuah komik mungkin aku bisa mengerti karena banyak ilustrasi tentang karakter di dalam cerita, tapi sulit di mengerti kalau sebuah novel. Percakapan dan gaya bahasamu juga sangat biasa saja” keluh Maya dengan raut wajah seriusnya, dia memberi masukan namun rasanya begitu menghunjam jantung dan mentalku...

“Karakternya kebanyakan” ucap Maya lagi, busur panah kritik kembali di lepaskan Maya..

“Nama – nama karakternya ribet dan harus diingat secara khusus” lagi dan lagi Maya melepaskan busur panah tusukan kritik lainnya membuat hatiku semakin berdarah – darah..

“Aku jadi malas buat mengingat semua nama – nama yang muncul, lagian ceritanya aneh karena mereka datang dan pergi begitu saja tanpa memberi kesan. Aku jadi bosan membacanya” ucap Maya lagi dan yaaah lagi – lagi mental dan jantungku tertusuk panah kritik yang membuatku semakin depresi...

“Terus emang penting ya karakter – karakter ini? aku gak ngerti deh” ucap Maya sambil menunjukkan salah satu nama karakter di dalam naskah novelku, aku sudah tidak sanggup lagi menerima semua kritikan pedas itu.... tolooong aku!!!!

“Aku mengertiiii!! Aku akan daur ulang ceritanya dan menghapus beberapa karakter di chapter selanjutnya!” tegas aku katakan dengan rintihan hati yang terluka parah akibat kritik pedas Maya.

“Apa gunanya kalau cuma ini saja yang kami baca, lagian di akhir naskah kamu menulis ‘The end’ juga” ucap Maya sambil melempar naskah agar dekat denganku, seolah itu sebuah sampah yang memang harus segera dibuang.

“Sialll!! Memang seharusnya aku tulis ‘Bersambung’ saja, kan?” tanyaku pada Maya sambil menggaruk – garuk kepala dengan kedua tanganku, aku benar – benar frustrasi.

“Bukan itu masalahnya, aku gak bakal mau baca chapter selanjutnya juga. Ngebosenin” tegas Maya mengatakannya dan sejak saat itu aku merasa mati dalam kondisi duduk, sepertinya memang aku terlalu memaksakan mentalku sejauh ini.

Setelah sebelumnya di ejek habis – habisan oleh adikku, membiarkan orang lain membaca hasil karyaku tepat di hadapanku, kemudian mendapatkan komentar yang sangat pedas dari Maya membuatku sudah tidak lagi sanggup menahan semuanya, aku terdiam karena terlalu depresi dengan semua yang aku alami hari ini.

Aku melipat kedua tangan di atas meja lalu meletakkan kepala di atasnya, ingin rasanya berhenti saja untuk menulis tapi aku kembali meyakinkan diri kalau aku masih punya waktu dua tahun lagi sebelum lulus SMA dan itu waktu yang cukup untuk semakin meningkatkan kemampuan menulisku. Tidak lama aku merasakan tepukan ringan di pundakku beberapa kali, saat mengangkat kepala aku melihat Maya yang menepuk pundak ini.

“Sudah.. sudaaah... gak usah di masukkan ke hati, mungkin karena memang aku gak suka genre ini jadi aku kurang bisa mengerti keseruannya” ucap Maya mengasihaniku, mungkin dia menyadari seberapa depresinya aku terhadap kritikannya...

“Ka... kau mengasihaniku..? mengasihani pria yang menulis sampah seperti ini?” agak bergumam aku katakan itu, Maya ternyata cukup baik dan kadang memang bisa bersikap lembut padaku di saat yang tepat.

“Jadi Maya suka genre fantasi yang ada rasa tegang – tegangnya gitu ya?” tanya Elma menyela pembicaraanku dengan Maya, aku rasa Elma tidak memahami apa yang dikatakan Maya tentang ketidaktertarikannya terhadap genre romantis komedi karyaku.. padahal Maya cuma sedang menghiburku saja...

...Perlu diingat kalau Maya itu bukan seorang wibu...

Aku pun menatap Maya yang tersenyum begitu tulus padaku, dia benar – benar mencoba untuk memberiku semangat tambahan meski karyaku begitu banyak mendapatkan respons negatif. Aku rasa aku sudah salah menilai Maya, dia ternyata gadis yang lem...

“Tentu saja, apa pun genrenya selama Raka menulis seperti ini, aku tetap akan katakan aku bosan membacanya meski aku bisa memahami isinya” jawab Maya tegas tanpa keraguan sedikit pun, ternyata dia memang tidak pernah lembut kepadaku!!!!

“Kau cuma menabur garam di atas sebuah luka!!!” bentakku padanya dengan perasaan putus asa, Maya pun tertawa sambil menoleh menatap Elma yang duduk di sebelahnya.

“Nah sekarang giliranmu” celetuk Maya kepada Elma, seketika Elma tersenyum aneh sambil tertawa kecil menanggapi celetukan Maya.

“Ehe... apa aku harus mengatakannya juga?” tanya Elma terdengar keberatan untuk memberikan opininya, tapi aku rasa masukan Elma akan sangat berbeda dengan Maya yang memang sedari awal Maya sangat kasar padaku.

Melihat kelembutan sikap Elma padaku, aku rasa dia akan bisa memberi masukan yang benar dan baik. Mengingat Elma memiliki ketertarikan lebih pada genre romantis komedi sama sepertiku, aku rasa dia bisa memahami kalau novel karyaku itu sangat menarik dan patut dipuji. Mungkin saja aku bisa mendapatkan semangat menulis lagi setelah mendengar masukan Elma, aku yakin dia akan memuji karyaku habis – habisan.

“Tolong masukannya tapi jangan keras – keras... eeh tidak, aku minta maaf. Tolong tegas dan keras, katakan saja yang sebenarnya seperti yang Maya lakukan” pintaku sambil memberi gestur memohon pada Elma, aku harus mendengar masukan dari sesama penggemar karya romantis komedi sepertinya.

Sebenarnya hatiku sudah tidak sanggup lagi untuk menerima sebuah kritikan karena aku ingin sebuah pujian meski hanya sedikit, namun mengingat aku ingin menjadi novelis terkenal maka aku harus menempa mental dan kemampuanku sejak dini. Sekalipun mendapat komentar pedas dari Elma, aku harus menerima itu semua selama dia adalah pembaca serius.

Ketika itu Elma terlihat berpikir keras, dengan satu tangan di lipat di atas meja dan tangan lainnya menyangga dagu. Dia benar – benar serius memikirkan kritik dan saran yang harus dia sampaikan padaku, aku memang seharusnya senang dengan keseriusan Elma dan Maya yang mungkin adalah jalan pertamaku untuk meraih impian menjadi novelis terkenal.

“Emmm.... hmm.. sebentar... biar aku pikir....” agak bergumam Elma mengatakannya, dia begitu serius untuk memberikan masukan.

Tidak lama aku melihat Elma memberi gestur jari telunjuk seolah dia sudah menemukan satu kritik atau masukan untukku, senyumnya terangkat dan matanya pun membesar menandakan dia sudah yakin dengan opininya terhadap novel karyaku.

“Aah iya, Raka. Apa kamu sudah membaca novel baru yang terbit minggu lalu? Katanya sudah dijual di toko buku, loh” seru Elma memecah keheningan

“Jangan mengalihkan pembicaraan seperti itu!!!! Aku pikir kamu berpikir keras buat kasih aku masukan atau pujian!!!” bentakku padanya, ternyata dia berpikir keras cuma untuk menghindar agar tidak perlu memberitahu opininya tentang karyaku.... memang seburuk itu ternyata...

“Eee eeh aku gak sedang mengalihkan pembicaraan!! Tu.. tunggu, aku harus isi ulang minumku!” timpal Elma dan dia terlihat sangat gelisah, Elma memang sangat bodoh jika diminta untuk berbohong...

“Gelasmu masih penuh!” bentakku lagi memperingatkannya kalau memang gelasnya masih penuh dengan cola yang sudah dia isi ulang sebelumnya, Elma menatap gelas miliknya dan dia mulai berkeringat sambil menunjukkan mimik wajah kaget.

Pipi Elma memerah, dia terlihat sangat gelisah, lalu tangannya dengan cepat menyambar gelas di atas meja itu dan segera meminumnya dengan sangat cepat lewat sedotan. Tapi bukankah itu sudah sangat terlambat? Aku sudah tahu dia berusaha untuk menghindar dari topik pembicaraan kami, aku cuma berharap dia bisa lebih halus lagi kalau memang berniat mengalihkan topik pembicaraan.

Reaksi Elma sudah sangat jelas kalau memang novelku itu sangat membosankan, seharusnya aku katakan saja ke Elma kalau aku tahu dia ingin mengatakan itu namun dia terlalu segan untuk mengungkapkannya. Mungkin dia memang berhati lembut dan tidak seperti Maya, aku tidak sangka dibalik penampilannya yang terlihat seperti anak nakal itu ternyata Elma adalah cewek yang lembut. Eeh tunggu, dia memang memiliki predikat anak nakal di sekolah...

“O.. oke deh, aku mau isi..” celetuk Elma setelah dia menghabiskan satu gelas cola dengan sekali sedot, tapi kata – katanya terhenti ketika Maya menepuk pundak Elma dan Elma pun menoleh menatap Maya.

“Kamu gak boleh gitu, kalau kamu bisa menahan pahitnya membaca novel membosankan ini, maka kamu juga harus bisa menahan pahitnya memberi komentar” tegas Maya mengatakannya, Elma pun menatap Maya dengan senyum yang dia paksakan.

“Eng.... enggak seburuk itu kok...” terbata Elma mengatakannya

“Raka sangat serius untuk menjadi novelis, kamu harus beri pendapat yang jujur kalau kamu peduli padanya. Kita harus membantu Raka meraih impiannya, ayo katakan saja!” kembali Maya dengan tegas mengatakannya, meski terdengar kalau Maya mendukungku dan kata – katanya itu tepat untuk Elma namun pada dasarnya aku sangat memahami kalau Maya hanya ingin menghinaku.

“Kamu benar juga...” terdengar penuh penyesalan Elma mengatakannya, dia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.

Perlahan Elma kembali menatapku, raut wajahnya menunjukkan seberapa sedih dia dan aku tahu Elma sebenarnya tidak sampai hati untuk mengatakan opininya tentang novel karyaku. Tatapan mata Elma terlihat lembut tapi aku yakin dia akan mengatakan hal yang pedas, aku tidak boleh tertipu dengan tatapan mata dan senyum yang Elma paksakan itu.

“Kalau ditanya tentang bagus atau jelek, maka aku akan mengatakan ini jelek” terdengar suara lembut Elma mengatakan kalimat pedasnya, rasanya aku benar – benar akan mati membeku di kafe keluarga ini...

...Hatiku sudah sangat hancur dalam satu hari~....

1
H5 (halima) :v
Maya sadiiiissss 🤣🤣🤣
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!