NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

"Buka sendiri saja. Aku sedang tidak ingin melakukannya," sahut Kyna dingin.

Sambil tetap memunggungi Aldrian, Kyna melangkah dengan cepat—sedikit terseok karena kakinya—menuju kamar tamu. Sebelum Aldrian sempat menyusul atau mempertanyakan gelagatnya, Kyna sudah menyelinap masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu dari dalam.

Klik.

Kyna menyandarkan punggungnya ke daun pintu, napasnya sedikit memburu. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut pada Aldrian, melainkan karena rasa antisipasi yang begitu besar. Perlahan, dia membawa amplop dokumen itu ke depan dadanya.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Kyna merobek segel amplop tersebut. Di dalamnya terdapat selembar sertifikat resmi hasil ujian kemampuan bahasa Prancis yang dia ikuti secara diam-diam sebulan lalu. Mata Kyna bergerak cepat memindai barisan huruf hingga tertuju pada kolom hasil akhir.

CEFR Level: C1 (Advanced).

Status: Passed.

Sebuah senyuman tulus akhirnya terukir di wajah Kyna. Nilai ini lebih dari cukup untuk memenuhi syarat administrasi kelulusan akhir di lembaga tari Paris yang telah diatur oleh Profesor rujukan Bu Sonia. Ini adalah tiket kebebasannya. Penghitungan mundur 29 hari miliknya kini bukan lagi sekadar angan-angan kosong, melainkan sebuah realitas yang sudah di depan mata.

Kyna segera memotret sertifikat tersebut dan mengirimkannya ke alamat email resmi komite pendaftaran di Paris, lalu menyembunyikan lembaran kertas itu di laci paling bawah meja rias, terkubur di balik tumpukan pakaian lamanya.

Sementara itu di ruang tamu, Aldrian menatap pintu kamar tamu yang tertutup rapat dengan kening berkerut. Rasa tidak nyaman kembali mengusik hatinya. Sikap defensif Kyna yang mengunci diri seolah-olah menganggapnya sebagai orang asing yang berbahaya benar-benar melukai egonya.

Namun, pandangan Aldrian kemudian beralih pada kotak besar di atas meja. Rasa kesalnya sedikit mereda. Dia mendekat dan membuka kotak tersebut, mengeluarkan sehelai setelan jas formal sewarna arang yang dipesan Kyna bulan lalu. Mengingat Kyna masih memesankan baju untuknya, Aldrian menyimpulkan bahwa istrinya hanya sedang mempertahankan harga dirinya setelah keributan semalam.

"Nyonya memesan ini dari desainer langganannya sebulan lalu, Tuan. Dia sengaja memilih bahan yang paling nyaman karena tahu kulit Tuan sering gatal kalau stres," celos Sani yang baru keluar dari dapur membawa segelas jus.

Mendengar ucapan Sani, sudut bibir Aldrian sedikit terangkat. "Emm. Tolong gantung di kamar utama."

Aldrian berjalan menuju kamar tamu dan mengetuk pintunya dua kali. "Kyna, ganti pakaianmu. Jasnya sangat pas. Aku akan menunggumu di mobil, kita harus segera ke rumah ibumu sekarang."

Di dalam kamar, Kyna memejamkan mata rapat-rapat saat mendengar suara Aldrian dari balik pintu. Pria itu benar-benar tipe orang yang selalu memaksakan kehendak tanpa mau mendengar penolakan. Mengingat jika dia terus menolak, Aldrian pasti akan membuat keributan lagi di apartemen ini, Kyna akhirnya mengalah. Lagi pula, ada beberapa barang masa kecilnya yang masih tertinggal di rumah orang tuanya yang harus dia ambil sebelum pergi ke Paris.

Kyna membuka pintu, sudah berganti pakaian dengan celana kulot longgar dan blus sederhana—sangat kontras dengan penampilan biasanya yang selalu mengenakan gaun anggun pilihan ibu Aldrian.

Aldrian sempat tertegun melihat pilihan pakaian Kyna yang terkesan "pemberontak", namun dia memilih tidak berkomentar demi menjaga perdamaian yang rapuh ini. "Ayo."

Perjalanan menuju kediaman keluarga Jurnadi di pinggiran kota dipenuhi oleh keheningan yang mencekik. Aldrian fokus menyetir, sementara Kyna terus membuang muka menatap rintik hujan yang tersisa di kaca jendela.

Begitu mobil mewah Aldrian memasuki pekarangan rumah keluarga Kyna, pintu utama rumah itu langsung terbuka lebar. Ibu kandung Kyna, berjalan setengah berlari menyambut mereka dengan senyum yang teramat lebar—senyuman yang hanya muncul jika Aldrian datang membawa cek atau hadiah mewah.

"Oh, menantuku yang tampan! Akhirnya kamu datang juga!" seru ibunya, langsung mengabaikan Kyna yang turun dari mobil dengan langkah pincang, dan beralih menggandeng lengan Aldrian dengan penuh sanjungan. "Ayo masuk, Ibu sudah membuatkan teh premium kesukaanmu."

Kyna berjalan di belakang mereka dengan langkah pelan. Rumah ini tidak pernah berubah. Tempat ini bukanlah rumah, melainkan pasar di mana dirinya adalah komoditas yang sudah laku terjual lima tahun lalu demi menyelamatkan bisnis keluarga mereka yang sekarat.

Di ruang tamu, ayah Kyna sudah menunggu dengan koran di tangannya, langsung berdiri dan menjabat tangan Aldrian dengan tak kalah antusias. Namun, atmosfer hangat buatan itu seketika pecah ketika kakak laki-laki Kyna, tiba-tiba turun dari tangga dengan wajah panik sambil menggenggam ponselnya.

"Aldrian! Baguslah kamu di sini!" seru kakak Kyna tanpa basa-basi, wajahnya pucat. "Perusahaan investasimu... apa benar proyek dengan Wibowo Group baru saja membatalkan suplai logistik ke pabrik keluarga kita? Tadi sekretarisku mendapat email pemutusan hubungan kerja sama sepihak!"

Mendengar ucapan kakaknya, Kyna melirik Aldrian dengan tatapan dingin, menyadari alasan sebenarnya mengapa pria egois ini mendadak bersikap manis dan mengajaknya pulang ke rumah orang tuanya hari ini. Sebelum Aldrian sempat bersuara untuk menenangkan mertuanya, ayah Kyna yang murka langsung menggebrak meja kaca hingga retak, menunjuk lurus ke wajah Kyna dan membentak, "Dasar anak tidak berguna! Apa yang kamu lakukan sampai membuat suamimu menarik modal dari keluarga kita?! Sialan, kaki cacatmu itu benar-benar membawa sial bagi rumah ini!"

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!