NovelToon NovelToon
The Lunar Secret

The Lunar Secret

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:309
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

Selena selalu tahu bahwa dia berbeda. Sejak kecil, ia bisa merasakan sesuatu yang mengalir dalam darahnya, sesuatu yang lebih dari sekadar kekuatan seorang werewolf biasa. Namun, hidupnya berubah drastis ketika sebuah serangan brutal menghancurkan kawanan tempatnya dibesarkan.

Ditemani oleh Joan, seorang Alpha misterius yang menyimpan rahasia kelam, serta Riven, seorang pejuang yang setia tetapi penuh teka-teki, Selena harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ada seorang pengkhianat di antara mereka. Seseorang yang menginginkannya untuk tujuan yang jauh lebih berbahaya.

Saat rahasia asal-usulnya mulai terkuak, Selena mendapati dirinya terjebak di antara dua pilihan, menerima kegelapan yang mengintainya atau bertarung demi cahaya yang hampir padam. Dengan dunia yang berada di ambang kehancuran dan hatinya yang terombang-ambing di antara kepercayaan dan pengkhianatan, Selena harus memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Gencatan senjata yang adil," balas Arthur Vance dengan senyum diplomatik yang tidak pernah luntur. "Kami memegang kata-kata Anda, Alpha Joan."

​Setelah kesepakatan di landasan pacu Paris itu ditandatangani di atas dokumen digital H.A.R.T, helikopter militer tersebut kembali mengangkasa dan meninggalkan kepulan debu dan kabut Ag-V yang perlahan mulai terurai. Namun, apa yang tidak diketahui oleh Joan, Riven, maupun militer manusia adalah bahwa perdamaian ini hanyalah ilusi yang sengaja diciptakan untuk mengulur waktu.

​Selena, Sang Pencipta yang jiwanya telah terkoyak, tidak benar-benar menyerah pada takdir. Kekosongan emosional yang dialaminya pasca runtuhnya keangkuhannya di stratosfer justru melahirkan sebuah rencana baru yang jauh lebih dingin dan penuh perhitungan. Jika manusia membencinya dan kaum serigala mengkhianatinya, maka ia harus menciptakan sebuah realitas di mana ia kembali memegang kendali mutlak bukan sebagai dewi yang murka, melainkan sebagai juru selamat yang dinantikan.

​Tiga hari setelah gencatan senjata, Selena turun ke bumi. Ia tidak memilih Paris yang hancur atau Pegunungan Cheyenne yang dipenuhi teknologi militer. Ia memilih wilayah pinggiran sub-urban di perbatasan Prancis-Jerman, sebuah perkampungan manusia yang terisolasi dan menderita akibat sisa-sisa badai statis hulu ledak H.A.R.T. Di sana, pasokan makanan menipis, tanah-tanah pertanian mati akibat kontaminasi perak nano, dan penyakit melanda anak-anak manusia yang kelaparan.

​Malam itu, langit di atas perkampungan bergulung dengan awan perak yang tidak wajar. Cahaya keunguan yang mirip dengan ledakan misil gelombang ketiga memancar dari pusat desa dan memancing ratusan penduduk yang ketakutan untuk keluar dari rumah-rumah darurat mereka.

​Di tengah alun-alun desa yang gersang, Selena berdiri. Ia mengenakan gaun putih sederhana yang berpendar lembut dan menyembunyikan wujud aslinya yang agung di balik penyamaran seorang wanita suci yang penuh belas kasih. Matanya tidak lagi memancarkan amarah perak, melainkan kehangatan yang menipu.

​"Jangan takut, Anak-Anak Bumi!" suara Selena bergema di dalam kepala setiap manusia yang ada di sana danterdengar begitu menenangkan.

​Para penduduk berlutut dan mengira mereka sedang berhadapan dengan malaikat atau entitas suci yang dikirim untuk menyelamatkan mereka dari kiamat supranatural.

Di antara kerumunan ada seorang ibu yang merangkak maju sembari mendekap tubuh putranya yang membiru akibat menghirup sisa kabut Ag-V yang beracun bagi paru-paru manusia.

​"Tolonganak saya, Yang Mulia!" isak wanita itu.

​Selena tersenyum lembut. Ia melangkah mendekat, lalu berlutut di atas tanah yang kering. Dengan gerakan yang sangat anggun, ia menyentuh kening anak kecil itu.

​Sebuah keajaiban palsu pun dimulai.

​Selena melepaskan pendar energi kosmiknya yang telah dimanipulasi agar terlihat seperti cahaya penyembuhan yang suci.

Partikel Ag-V yang mengendap di dalam dada anak itu tidak dihancurkan, melainkan diredam dan diikat oleh sihirnya secara instan. Kulit sang anak yang tadinya membiru perlahan kembali merona dan matanya terbuka dengan binar kehidupan yang baru.

​"Dia sudah sembuh," ucap Selena lembut.

​Jerit tangis haru dan takjub seketika pecah di seluruh penjuru perkampungan. Orang-orang mulai merangkak mendekat dan mencoba menyentuh ujung gaun Selena. Mereka yang menderita cacat, kelaparan, dan penyakit akibat perang menuntut berkah yang sama.

​Dengan lambaian tangannya, Selena melakukan mukjizat berikutnya. Tanah gersang di sekitar alun-alun desa mendadak bergetar. Tanaman gandum dan buah-buahan tumbuh dari dalam tanah mati dengan kecepatan yang mustahil dan menghasilkan buah-buahan segar dalam hitungan detik.

Badai statis yang bergejolak di langit di atas desa itu pun mendadak sirna dan digantikan oleh langit malam yang bersih dan bertabur bintang.

​"Pemerintah kalian dan para pemimpin global telah meninggalkan kalian di dalam ketakutan," suara Selena terdengar sarat akan keprihatinan yang mendalam.

"Mereka menciptakan racun yang merusak bumi ini dan mereka mengurung kalian dalam kebohongan. Namun aku di sini, membawa cahaya yang sesungguhnya."

​Di balik keajaiban-keajaiban tersebut, Selena sebenarnya sedang menanamkan jaringan energi pemikat ke dalam pikiran para penduduk desa. Setiap manusia yang memakan buah dari tanah itu atau disembuhkan oleh tangannya, secara tidak sadar telah menyerahkan kehendak bebas mereka kepada Sang Pencipta.

Mereka tidak lagi melihat Selena sebagai ancaman yang hampir memusnahkan dunia dalam The Great Exposure, melainkan sebagai satu-satunya pelindung mereka dari kekejaman kaum supranatural dan ketidakpedulian pemerintah manusia.

​Seorang pria tua yang tampaknya adalah kepala desa tersebut, bersujud di kaki Selena.

"Siapakah Anda, Juru Selamat kami? Bagaimana kami bisa membalas kebaikan ini?"

​Selena mengangkat wajahnya dan menatap ke arah langit malam dengan tatapan yang tampak begitu tulus, namun menyimpan kekosongan emosional yang mengerikan di dalamnya.

​"Panggil aku ibu, panggil aku pelindung. Sampaikan kepada perkampungan lain, kepada kota-kota yang terlupakan oleh dewan koalisi mereka, bahwa kedamaian sejati tidak ditemukan di atas meja diplomatik atau di ujung senapan H.A.R.T. Kedamaian sejati ada di bawah sayapku," jawab Selena.

​Malam itu, di sebuah perkampungan kecil yang terpencil, sebuah kultus baru telah lahir. Kebohongan yang diciptakan oleh Sang Pencipta mulai menyebar dari mulut ke mulut seperti api yang tertiup angin kencang. Manusia yang dasarnya digerakkan oleh rasa takut dan kebutuhan untuk bertahan hidup dengan mudah melupakan sejarah berdarah demi perut yang kenyang dan tubuh yang sehat.

​Sementara Joan sibuk membangun otoritas tunggalnya untuk mendisiplinkan kaum serigala di bawah bayang-bayang kesepakatan dengan Arthur Vance, Selena justru sedang membangun fondasi kekuasaan baru dari akar rumput peradaban manusia. Ia tidak lagi membutuhkan misil untuk menghancurkan bumi, ia hanya perlu membuat manusia berlutut atas kemauan mereka sendiri, menghancurkan sistem kepercayaan mereka dari dalam, dan bersiap untuk mengonfrontasi Joan dengan pasukan manusia yang sekarang siap mati demi membela Sang Dewi palsu mereka.

1
Astiana 💕
aku dah kirim bunga kak, semangat ya💪
Miarosa: terima kasih 😊
total 1 replies
Astiana 💕
aku mampir ya kak, baru awal baca seperti nya menarik, semangat 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!