NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Sedotan Maut

...🌹🌹🌹...

Malam H-1 sebelum Gala Dinner besar InjitAsmo, suasana di penthouse terasa lebih lembap karena hujan rintik di luar. Arkeas sedang duduk di meja kerjanya yang menghadap jendela kaca raksasa, sementara Zolla baru saja selesai menidurkan Alisya.

Zolla keluar kamar dengan langkah gontai, merasa haus setelah "berperang" menidurkan bayi yang lagi aktif-aktifnya itu. Di meja makan, ia melihat sebuah gelas tinggi berisi Iced Americano yang esnya sudah mulai mencair setengah.

"Wah, Mas Arkeas baik banget nyisain kopi," gumam Zolla tanpa pikir panjang. Ia langsung meraih gelas itu dan menyedot isinya lewat sedotan bambu ramah lingkungan yang tertancap di sana. Slurrrp!

"Zolla," suara bariton yang berat tiba-tiba terdengar tepat di belakang telinganya.

Zolla tersedak, hampir saja menyemburkan kopi mahal itu ke lantai marmer. Ia menoleh dan menemukan Arkeas berdiri dengan kemeja hitam yang lengannya digulung, menatapnya dengan tatapan yang sangat... intens.

"Eh, Mas? Kaget! Maaf, saya haus banget tadi habis nidurin Alisya. Ini kopi Mas ya? Maaf ya saya minum," ucap Zolla sambil nyengir kuda, mencoba menutupi rasa malunya.

Arkeas tidak marah. Ia justru melangkah mendekat, mengikis jarak hingga Zolla terhimpit di antara meja pantry dan tubuh tegap sang CEO. Arkeas meraih gelas itu dari tangan Zolla.

"Itu kopi saya. Dan kamu baru saja memakai sedotan saya," ucap Arkeas, suaranya rendah dan serak, matanya terkunci pada bibir Zolla yang sedikit basah karena sisa kopi.

Zolla menelan ludah. "Ya... ya maaf, Mas. Namanya juga kepepet haus. Nanti saya cuciin deh sedotannya."

Arkeas justru tersenyum miring—senyum yang sangat berbahaya. Ia mengangkat gelas itu, memutar posisinya tepat di tempat bibir Zolla tadi menempel di sedotan, lalu ia menyesap kopinya dengan santai. Matanya tidak lepas dari mata Zolla.

Deg. Zolla merasa lututnya lemas. Itu... itu secara teknis ciuman nggak langsung, kan?!

...🌹🌹🌹...

"Mas... Mas kok minum di situ juga sih? Kan bekas saya!" protes Zolla dengan wajah yang sudah semerah stroberi busuk.

"Kenapa? Kamu takut ketularan ganteng?" Arkeas meletakkan gelasnya, lalu menumpukan kedua tangannya di meja, mengunci Zolla di tengah-tengah. "Di dunia saya, berbagi sedotan itu artinya... berbagi rasa. Kamu sudah 'mencicipi' saya, Zol. Jadi adil kalau saya juga mencicipi apa yang tertinggal di sana."

Zolla benar-benar kehilangan kata-kata. Arkeas si "Kulkas Dua Pintu" ini kalau sudah mode flirting memang nggak ada obatnya. "Mas Arkeas beneran kena glitch ya? Efek kurang tidur apa emang lagi kumat genitnya?"

"Saya nggak genit. Saya cuma menandai wilayah," Arkeas mendekatkan wajahnya, hidung mereka nyaris bersentuhan. "Besok malam di Gala Dinner, akan ada banyak mata yang melihat kamu. Saya cuma mau memastikan kalau di pikiran kamu, cuma ada bayangan saya. Termasuk rasa kopi pahit ini."

Zolla merasakan serangan jantung mendadak, smartwatch-nya bergetar hebat tanda detak jantung di atas normal. Arkeas melirik pergelangan tangan Zolla dan terkekeh.

"Tuh, jamnya bunyi. Kamu baper ya?" ejek Arkeas.

"Dih! Ini gara-gara kopinya terlalu kuat! Kafeinnya langsung bikin jantung saya reog!" alasan Zolla, padahal dia sendiri tahu itu bohong besar.

...🌹🌹🌹...

Arkeas akhirnya menjauh, membiarkan Zolla bernapas lega. Ia duduk di kursi bar sambil memperhatikan Zolla yang sibuk mencuci gelas (dengan gerakan yang sangat kikuk).

"Zol, besok pakai parfum yang saya kasih tadi sore. Jangan pakai minyak telon Alisya," pesan Arkeas.

"Kenapa emangnya? Wangi minyak telon kan bayi-able, bikin orang mau peluk," sahut Zolla asal.

"Justru itu. Saya nggak mau orang lain punya keinginan buat meluk kamu. Wangi parfum yang saya buat khusus buat kamu itu aromanya... eksklusif. Hanya saya yang tahu formulanya, dan hanya saya yang boleh menghirupnya dari jarak dekat."

Zolla berhenti mencuci gelas. Ia berbalik, menatap punggung Arkeas yang terlihat sangat berwibawa meski hanya dari belakang. "Mas... Mas beneran bakal jagain saya kan besok? Saya takut malu-maluin Mas."

Arkeas menoleh, tatapannya melembut. "Kamu nggak akan pernah malu-maluin saya, Zol. Kamu itu... pencapaian terbaik saya tahun ini, lebih dari sekadar peluncuran parfum baru."

...🌹🌹🌹...

Sebelum tidur, Zolla berdiri di depan cermin besar kamarnya. Ia menyentuh bibirnya pelan, teringat bagaimana Arkeas menyesap sedotan yang sama dengannya tadi. Rasanya masih tertinggal, sensasi "ciuman tidak langsung" yang lebih bikin sesak napas daripada ciuman beneran.

"Duda anak satu itu bener-bener ya... mainannya halus tapi mematikan," gumam Zolla.

Tiba-tiba ponselnya berdenting. Pesan dari Arkeas.

Arkeas: "Masih mikirin sedotan tadi? Cepat tidur. Besok kamu butuh tenaga buat berdiri di samping saya semalaman. Dan ingat... jangan pakai lipstik terlalu tebal. Saya lebih suka rasa alami bibir kamu yang tadi ketinggalan di kopi saya."

Zolla langsung melempar ponselnya ke kasur dan menenggelamkan wajahnya di bantal sambil berteriak tanpa suara. "MAS ARKEASSSS!!! STOP BIKIN GUE BAPERRRR!!!"

...

(Bersambung ke Episode 28...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!