Steven Grayson Addison seorang pengusaha besar dan juga Mafia yang berdarah dingin di kalangan dunia hitamnya .
Steven tidak mempunyai niat sedikitpun dalam hidupnya untuk menikah dan tidak pernah tertarik kepada wanita manapun kecuali saudara angkatnya yang kini sudah menikah dengan temannya sendiri .
hingga ia bertemu dengan sosok wanita cantik di sebuah club malam , dan wanita itu terlihat sedang berada dalam masalah dan membutuhkan bantuannya dan di situlah Steven menawarkan pernikahan kontrak dengan wanita itu dengan sebuah tujuan .
kira-kira apa ya tujuan Steven menawarkan pernikahan kontrak dengan wanita asing yang ia temui itu ?
dan apa kah wanita itu juga mempunyai tujuan yang lainnya sehingga dengan mudahnya ia menyetujui pernikahan kontrak itu. ?
yang di buat penasaran ikuti ceritanya ya guysss 🤗 🥰 jangan lupa Like , komen , Vote dan berikan dukungannya yang banyak 🙏😊 🤗 🥰.
Happy Reading
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
.
.
Sesampainya di kamar hotel , Steven segera meletakkan Pricilla di atas ranjang , wanita itu masih terlihat ketakutan .
Steven mendudukkan dirinya di sisi ranjang ia menatap wanita itu dengan tatapan datarnya " apa yang kau lakukan di tempat itu malam-malam seperti ini ? " tanya Steven
" dan kenapa kau pergi tanpa pengawal dan izin dari ku . ? " tanya Steven lagi penuh dengan interogasi
Pricilla menarik napasnya dengan cukup panjang ia menunduk dengan wajah yang penuh dengan rasa bersalah " maaf aku salah .... Anak buah itu bukan anak buah mu makannya aku kabur dari nya , mereka anak buah tuan Gray , mereka ingin menculik ku " jelas Pricilla
Dan ucapan nya itu membuat Steven mengerutkan keningnya tuan Gray yang kedua anak buah nya itu maksud adalah dirinya dan Pricilla mengira tuan Gray itu adalah seorang penjahat yang menyuruh anak buah nya untuk menculik nya .
" aku ingin ke mall untuk membeli pakaian ganti , dan kedua anak buah itu selalu mengikuti ku dan menyebut nama tuan Gray jadi nya aku mengelabui nya dan pergi ke mall menggunakan taksi aku menelpon mu tapi ponselmu tidak bisa di hubungi ... Jadi aku memilih bersenang-senang di mall hingga malam " Pricilla mulai menceritakan apa yang terjadi hingga ia berada di jalanan sepi itu .
Steven ingin marah tetapi ia juga merasa sangat gemas melihat wanita cantik itu yang seperti anak kecil yang menceritakan apa yang terjadi .
Pria itu menghela napasnya dengan kasar " lebih baik kau istirahat besok kita harus berangkat ke acara syukuran keluarga ku " ucap Steven
" aku tidak bisa tidur dengan pakaian yang gatal dan kotor seperti ini " ucap Pricilla yang benar saja pakaian nya saat ini rasanya sangat gatal akibat ia bersembunyi di semak-semak bukan hanya gatal tapi pakaian nya itu sangat kotor dan bau akibat seharian ini ia bersenang-senang di mall .
" bersihkan dirimu terlebih dahulu anak buah ku akan membawakan pakaian ganti untuk mu " ucap Steven seraya melangkah keluar dari kamar hotel itu
Pricilla tersenyum dengan cepat ia turun dari ranjang dan melangkah masuk kedalam kamar mandi .
" walaupun wajah nya sangat datar dan dingin tapi pria itu sangat perhatian " gumam Pricilla seraya berdiri di bawah shower ,ia mengguyur tubuh lelah nya itu dengan air dingin
Setelah di rasa cukup wanita itu menuangkan begitu banyak sabun cair di atas spon mandi lalu menggosokkan ke tubuh nya seraya bernyanyi .
" ooh .... I , I just woke up from a dream
Where you and I had to say goodbye
And I don't know what it all means
But since I survived, I realized " Pricilla bernyanyi seraya menggosok kan spon sabun itu ke seluruh tubuh nya
Dan setelah dirasa sudah cukup wanita itu membuang spon mandi itu begitu saja di atas lantai dan kembali mengguyur tubuh nya di bawa shower .
Setelah selesai ia meraih jubah mandi dan memakai nya , " aku belum makan ternyata , aku hampir lupa " ucap nya lagi karena perutnya tiba-tiba berbunyi meminta makan .
Dan setelah selesai ia melangkah begitu saja keluar dari kamar mandi dengan rambut panjang nya yang masih basah .
" Wherever you go, that's where I'll follow
Nobody's promised tomorrow
So I'ma love you every night like it's the last night
Like it's the last night " ia kembali bernyanyi tampan melihat keberadaan Steven yang saat ini sedang duduk di atas sofa dengan laptop di pangkuan nya .
" hahahaha .... suaraku cukup merdu sepertinya aku sangat cocok masuk kompetisi Britain's God Talent tahun ini " ucapnya lagi
Steven yang mendengar itu meletakkan laptop nya di atas meja , sedangkan Pricilla yang masih belum menyadari keberadaan pria itu di kamar ini terus melangkah ke arah ranjang karena ia melihat dua buah paperbag di atas ranjang itu .
" pakaian baru untuk orang cantik seperti ku " ucap Pricilla merai salah satu dari paperbag itu dan membukanya , ia tersenyum senang melihat setelan pakaian tidur yang sangat cantik .
" Hhhmmm .... " Steven berdehem seraya berdiri di belakang wanita itu dengan kedua tangannya ia lipat di depan dada .
tangan Pricilla terhenti matanya melotot sempurna , dengan cepat ia merai selimut tebal itu dan menutupi tubuhnya hingga ke leher .
" sedang apa kau disini ? Bukanya kau berada dikamar mu sendiri ? " tanya Pricilla dengan wajah lucunya menatap pria dingin itu .
Steven tersenyum tipis ia mengangkat sebelah alisnya " ini kamar istriku jadi aku berada di sini " jawab Steven dengan santai nya
" istri .... ingat ya tuan dingin kita ini hanya istri kontrak " ucap Pricilla menatap pria itu dengan wajah kesalnya
Steven perlahan melangkah ke arah nya dengan langkah santai nya dan hal itu tentu saja membuat Pricilla sangat panik .
" jangan mendekat " ucap Pricilla menatap tajam pria itu
Tetapi Steven tidak mendengar nya justru pria itu mengungkung tumbuh wanita itu hingga membuat tubuh mungil Pricilla bersandar di kepala ranjang .
" apa yang kau lakukan tuan dingin lepaskan " Pricilla berusaha mendorong dada kekar Steven tetapi dorongan nya itu tidak sedikitpun membuat tubuh pria itu bergerak .
Steven justru mendekatkan wajahnya di telinga Pricilla " kau sudah melakukan kesalahan Nona , jadi malam ini kau akan aku hukum " bisik Steven dengan suara parau nya dan membuat Pricilla merinding mendengar nya
belum sempat wanita itu membalas ucapannya Steven langsung menci*m b*b*r tipis wanita itu dengan beruntal tentu saja membuat Pricilla membuka matanya dengan sempurna .
" hhhmm ... Hhhmm ... " Pricilla memberontak berusaha melepaskan ci*man Steven tetapi pria itu semakin mempererat dekapan nya .
Hingga Pricilla mengigit b*b*r bawah Steven dengan cukup kuat " ssssttttt ... Apa yang kau lakukan " kesal Steven karena b*b*r bagian bawahnya terasa sakit akibat gigitan dari wanita itu .
" justru aku yang bertanya apa yang kau lakukan tuan dingin , kita ini hanya menikah Kontrak dan di dalam buku perjanjian yang sudah kita tanda tangani tidak ada hubungan ba___ "
Ucapan Pricilla terhenti saat Steven kembali menci*m b*b*r nya , dan kini tangan pria itu mulai nakal ia membuka pengikat jubah mandi yang di kenakan oleh Pricilla hingga terlihat jelas dua buah melon wanita itu yang sangat menggoda .
Steven melepaskan ci*man mereka saat merasa Pricilla mulai kehabisan napas , saat ci*man itu terlepas Pricilla menghirup oksigen dengan begitu banyak napasnya naik turun .
" ja...jangan melakukan ini tuan dingin kita hanya menikah kontrak " bisik Pricilla masih dengan napas yang naik turun
" aku tau tapi pernikahan ini sah " bisik Steven di telinga wanita itu dengan suara serak nya , tangan pria itu sudah mulai bermain-main di salah satu buah melon Pricilla .
.
.
.