NovelToon NovelToon
Dilema Cinta Kedua

Dilema Cinta Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:454
Nilai: 5
Nama Author: Larasa

Nayra Lovarisa, 32 tahun, seorang influencer sukses dengan kehidupan yang sudah sempurna, karier mapan, bisnis berkembang, dan memiliki putra yang menjadi dunianya.
Selama empat tahun, hanya mereka berdua. Tanpa kekurangan, sampai sosok Om Rara muncul menjadi penolong baik hingga tanpa sadar membuat anaknya menyukainya.
Awalnya Nayra tidak terganggu malah terbantu dengan sang tetangga sampai kemudian anaknya punya harapan lebih, ingin menjadikan pria itu sebagai ayah sambungnya.

Bagaimana kisah ini selanjutnya? Nayra yang punya banyak pertimbangan, Rayyan yang tidak menyerah menjodohkan sang Mama dan Om Rara yang menyadari perasaannya apa mampu meluluhkan hati janda satu anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Penerimaan

"Pergi du–"

"Tunggu, bawa ini buat Om Gatra." Nayra yang sedang makeup sambil membuat video di ruang tengah meninggalkan aktifitasnya lalu buru-buru mendekati meja makan untuk mengambil kotak kue dan memberikan pada putranya.

"Dalam rangka apa Mama kasih menu baru yang belum di jual ke orang lain?" Tanya Rayyan setelah menerima dan mengintip kue lalu menatap Nayra dengan heran.

"Kemarin Mama cerita terus Om kamu itu minta," jelas Nayra. "Kamu mau les renang kan? Sana buruan pergi nanti telat."

"Mama yakin ngga mau lihat aku lomba?"

Nayra menggeleng. "Tiap kamu renang atau melakukan aksi-aksi di dalam kolam renang selalu bikin kinerja jantung Mama jauh lebih kencang. Mama khawatir dan pengen kamu cepat-cepat keluar dari sana."

Rayyan menurunkan pundaknya, kecewa tentu saja, tapi juga bahagia karna setiap kali Nayra menontonnya maka Mamanya membuatnya malu padahal di sana ada pelatih yang tak mungkin membuat muridnya celaka. Tapi tentu saja Rayyan tak akan mengadakan pada sang Mama tentang yang di rasakannya diam-diam.

"Yaudah, aku pergi dulu." Rayyan meraih tangan kanan Nayra untuk di arahkan ke bibir, tak lupa mencium kedua pipi Mamanya lalu melangkah keluar dari apartemen.

Sementara itu Nayra tak ingin merahasiakan apapun dari putranya, tapi untuk beberapa Minggu ke depan, ia dengan Gatra sepakat untuk tidak mengatakan hubungan mereka pada siapapun.

Alasannya mereka ingin menjalani hubungan layaknya orang lain. Nanti pelan-pelan Nayra yang akan bercerita tentang statusnya pada Rayyan dan teman-teman dekatnya.

Mereka juga sudah membuat keputusan untuk tidak menjadikan hubungan ini menjadi konsumsi publik. Walau bekerja di depan kamera yang di lihat banyak orang, tapi Nayra ingin hubungan yang sehat tanpa adanya sedikitpun kebohongan pada fansnya.

Kemarin Gatra tidak mempermasalahkan hubungan mereka di ketahui fansnya, tapi Nayra belum siap. Nanti saat sudah masuk ke jenjang selanjutnya Nayra pasti akan mengabarkan kabar bahagia itu pada pendukung setianya.

Nayra lalu melanjutkan pekerjaannya, melanjutkan video makeup pergi kondangan agar terlihat fresh ala dirinya. Hari Minggu sore jika tidak ada kerjaan mengantar Rayyan ke tempat les atau mengharuskannya pergi ke kantor, yang sekarang berada di salah satu ruangan di kafenya, maka ia akan membuat banyak video dengan tema berbeda.

Sekarang sudah video kedua setelah video memasak. Selama dua tahun ini, hari-hari yang di jalani Nayra harus menghasilkan sesuatu tak hanya untuk para fans tapi untuk orang-orang di dekatnya.

"Menurut aku makeup itu belum lengkap kalau belum pakai ini." Nayra memperlihatkan bulu mata palsunya. "Abaikan merk-nya ya, guys, karna harganya emang mahal. Tapi sekarang yang kita bicarakan adalah fungsinya. Kan kan cantik banget jadinya di mataku. Eh, jangan lupa sebelum kalian pasang bulu matanya, enggak peduli harganya berapa, kalian harus jepit dulu biar makin bagus hasilnya."

Nayra terus bicara dengan berbagai ekspresi senang dengan kegiatannya karna dari dulu begitulah pembawaannya di depan kamera yang dia bangun sampai tiba-tiba saja terdengar deringan dari ponselnya yang lain. "Eh, tunggu ada yang menelepon."

Wanita itu menjada videonya lalu menggeser tombol hijau sambil menarik kedua sudut bibirnya melihat nama Gatra tertera di sana.

"Kamu sibuk ya?" tanya Gatra dari balik telepon bersamaan suara-suara ramai lainnya.

"Ngga sibuk, gimana kuenya?"

"Kebetulan saya juga mau ngomongin itu, kuenya enak banget, saya suka sama rasanya." Ungkapnya, membuat Nayra melebarkan senyum. "Nanti kalau udah launching bisa nih undang saya buat jadi pelanggan pertamanya."

"Loh masih butuh undangan? Kan udah jadi yang pertama." Nayra tertawa mendengar decakan di seberang sana. "Gimana Rayyan? Dia ngga nakal kan?"

"Enggak, aman. Dia senang banget ada di tempat dan teman-teman baru. Dia bahkan udah punya teman... mau lihat ngga? Tunggu, mau saya alihkan jadi video call."

Tiba-tiba layar ponselnya meminta agar ia mengganti menjadi panggilan video yang lansung di terimanya. Di balik layar terlihat banyak anak di dampingi oleh pelatihnya berdiri di samping kolam renang. Salah satu anak itu adalah Rayyan yang sibuk bicara dengan anak lainnya.

Nayra tersenyum dengan perasaan iri karna tidak ada di tempat itu untuk menonton aksi putranya, tapi ia sadar selain mudah khawatir, kehadirannya di tempat itu mudah sekali menarik perhatian banyak orang dah berakhir membuat Rayyan tak nyaman.

"Padahal banyak bangat yang videoin anak-anaknya, tapi Rayyan seolah tahu ada yang orang yang videonya memang khusus buat dia aja." Terdengar suara Gatra bicara, membuat Nayra bisa melihat Rayyan menatap Gatra lurus. "Om lagi ngasih kabar ke Mama, ayo sapa dulu."

"Eh, apaan sih Mas teriak-teriak gitu! Malu banyak orang di sana terus jarak penonton sama anak-anak jauh bangat jadi pasti di.dengar semua orang."

Gatra tertawa. "Ngga papa, Nay. Biar Rayyan... nah dia kayaknya dengar. Dia juga ngga kelihatan malu karna aku teriak malahan sekarang lagi senyum ke kita."

"Ma, Rayyan pasti jadi juaranya!" Teriak Rayyan membuat penonton bersorak, tapi tidak meruntuhkan kepercayaan dirinya. "Doain ya, Mama.... Papa!"

"Doa kami selalu menyertaimu, nak." Balas Gatra sama seperti Rayyan tak memperdulikan tanggapan penonton lainnya. "Anak itu selalu bikin aku bangga, Nay. Kamu berhasil mendidiknya dengah baik dan pintar. Eh, Tapi kayaknya udah mau mulai, para jurinya udah keluar dari ruangan. Kamu mau ikut nonton ya, biar aku videoin."

Nayra mengangguk dengan kamera terus mengarah pada kolam renang yang menampilkan beberapa anak sudah berdiri di garisnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!